A2

Passé Composé dalam Bahasa Prancis

Passé Composé

Artikel ini merupakan bagian dari pohon tata bahasa Prancis di Settemila Lingue.

Ringkasnya

Passé composé menyatakan peristiwa lampau yang dipandang sudah selesai: J'ai mangé berarti “Saya sudah makan” atau, sesuai konteks, “Saya makan tadi.” Bentuk dasarnya adalah kata kerja bantu avoir atau être dalam kala kini + participe passé (bentuk kata kerja yang dipakai dalam susunan lampau), misalnya avons fini dan est arrivée. Kebanyakan kata kerja memakai avoir; sejumlah kata kerja gerak atau perubahan keadaan serta semua kata kerja refleksif memakai être.

Gambaran Umum

Bahasa Indonesia tidak mengubah bentuk kata kerja hanya untuk menunjukkan masa lampau. Kita dapat mengatakan “Saya makan”, lalu waktu dipahami dari konteks atau penanda seperti “tadi”, “kemarin”, dan “sudah”. Bahasa Prancis berbeda: untuk menceritakan tindakan yang selesai, penutur sangat sering harus membentuk kata kerja dalam passé composé.

Topik ini biasanya mulai dipelajari pada tingkat A2. Namanya berarti “bentuk lampau majemuk” karena tersusun dari dua bagian. Bagian pertama ialah auxiliaire, yaitu kata kerja bantu avoir atau être yang berubah mengikuti subjek. Bagian kedua ialah participe passé, bentuk seperti mangé, fini, vendu, atau pris. Jadi, Nous avons fini le travail terdiri atas avons sebagai kata kerja bantu dan fini sebagai participe passé.

Passé composé terutama dipakai untuk kejadian, tindakan, atau perubahan yang selesai dan memiliki batas dalam cerita: seseorang tiba, membeli sesuatu, menelepon, atau menyelesaikan pekerjaan. Untuk keadaan latar, kebiasaan lama, atau tindakan yang sedang berlangsung pada saat kejadian lain terjadi, bahasa Prancis sering memakai imparfait. Perbedaan ini dibahas lebih jauh di bawah; untuk tahap awal, kuasai dahulu rumus dan pilihan kata kerja bantunya.

Cara Kerjanya

1. Rumus dasar

Pola paling penting adalah:

subjek + avoir/être dalam kala kini + participe passé

Subjek Avoir Contoh dengan manger Être Contoh dengan aller
je ai j'ai mangé suis je suis allé(e)
tu as tu as mangé es tu es allé(e)
il / elle / on a il a mangé est elle est allée
nous avons nous avons mangé sommes nous sommes allé(e)s
vous avez vous avez mangé êtes vous êtes allé(e)(s)
ils / elles ont ils ont mangé sont elles sont allées

Tanda dalam kurung pada allé(e)(s) hanya menunjukkan kemungkinan bentuk, bukan cara penulisan biasa. Dalam kalimat nyata, pilih bentuk yang sesuai: Paul est allé, Marie est allée, Paul et Marie sont allés, atau Marie et Léa sont allées.

Perhatikan bahwa kata kerja bantu tetap berada dalam kala kini: ai, as, a atau suis, es, est. Makna lampau muncul dari gabungan kata kerja bantu dan participe passé, bukan dengan mengubah kata kerja bantu ke bentuk lampau.

2. Membentuk participe passé

Infinitif adalah bentuk dasar kata kerja yang ditemukan di kamus, misalnya parler, finir, dan vendre. Untuk banyak kata kerja beraturan, participe passé dapat diperkirakan dari akhir infinitifnya.

Akhir infinitif Perubahan umum Contoh
-er -er menjadi -é parler → parlé, manger → mangé
-ir -ir menjadi -i finir → fini, choisir → choisi
-re -re menjadi -u vendre → vendu, attendre → attendu

Pola ini sangat membantu, tetapi tidak mencakup semua kata kerja. Beberapa participe passé yang sering dipakai harus dihafalkan:

Infinitif Participe passé Makna
avoir eu mempunyai, mendapat
être été berada, menjadi
faire fait melakukan, membuat
prendre pris mengambil
mettre mis menaruh
voir vu melihat
lire lu membaca
boire bu minum
écrire écrit menulis
venir venu datang
naître né lahir
mourir mort meninggal

3. Memilih avoir atau être

Aturan awal: kebanyakan memakai avoir

Gunakan avoir sebagai pilihan biasa. Ini berlaku untuk sebagian besar kata kerja, termasuk manger, finir, regarder, prendre, faire, dan lire:

  • J'ai regardé le film. — Saya menonton film itu.
  • Nous avons fini le travail. — Kami telah menyelesaikan pekerjaan itu.
  • Ils ont pris le train. — Mereka naik kereta.

Dengan avoir, participe passé biasanya tidak berubah mengikuti subjek. Karena itu, baik penuturnya laki-laki maupun perempuan, bentuknya tetap J'ai mangé.

Kelompok yang memakai être

Sejumlah kata kerja yang menyatakan gerak atau perubahan keadaan memakai être. Kata kerja yang paling perlu dikenali pada tahap awal antara lain:

  • aller (pergi), venir (datang)
  • arriver (tiba), partir (berangkat)
  • entrer (masuk), sortir (keluar)
  • monter (naik), descendre (turun)
  • naître (lahir), mourir (meninggal)
  • rester (tetap/tinggal), tomber (jatuh)
  • rentrer (pulang/masuk kembali), retourner (kembali), passer (lewat)

Daftar ini kadang dihafalkan dengan jembatan keledai DR MRS VANDERTRAMP, tetapi memahami pola dan menghafalkan kata kerja melalui kalimat biasanya lebih berguna daripada sekadar mengingat singkatannya.

Jika kata kerja bantu yang dipakai adalah être, participe passé menyesuaikan diri dengan subjek dalam gender gramatikal (kategori maskulin atau feminin dalam tata bahasa) dan jumlah:

Subjek Bentuk Contoh
maskulin tunggal bentuk dasar Il est arrivé.
feminin tunggal tambah -e Elle est arrivée.
maskulin atau campuran jamak tambah -s Ils sont arrivés.
feminin jamak tambah -es Elles sont arrivées.

Akhiran ini sering tidak terdengar dalam pengucapan, tetapi wajib diperhatikan dalam tulisan.

Kata kerja refleksif juga memakai être

Kata kerja refleksif adalah kata kerja dengan kata ganti me, te, se, nous, atau vous yang merujuk kembali kepada subjek, misalnya se lever (bangun) dan se coucher (tidur/berbaring). Dalam passé composé, semuanya memakai être:

  • Je me suis levé tôt. — Saya bangun pagi. (penutur laki-laki)
  • Elle s'est couchée à minuit. — Dia tidur pada tengah malam.
  • Nous nous sommes rencontrés au café. — Kami bertemu di kafe.

Untuk tahap A2, aturan aman yang dapat dipegang ialah: kata kerja refleksif memakai être dan bentuknya biasanya menyesuaikan diri dengan subjek. Beberapa pengecualian terkait objek dibahas pada bagian tingkat lanjut.

4. Kalimat negatif, pertanyaan, dan kata ganti objek

Dalam bentuk negatif, ne ... pas mengapit kata kerja bantu, bukan participe passé:

  • Je n'ai pas compris. — Saya tidak mengerti.
  • Elle n'est pas venue. — Dia tidak datang.
  • Nous ne nous sommes pas levés tôt. — Kami tidak bangun pagi.

Dalam percakapan santai, ne sering tidak terdengar: J'ai pas compris. Namun, bentuk lengkap tetap paling aman untuk tulisan dan situasi resmi.

Pertanyaan dapat dibuat dengan intonasi, est-ce que, atau inversi (membalik urutan kata kerja bantu dan subjek):

  • Tu as fini ? — Kamu sudah selesai?
  • Est-ce qu'elle est arrivée ? — Apakah dia sudah tiba?
  • Avez-vous réservé une table ? — Apakah Anda sudah memesan meja?

Kata ganti objek, yaitu kata pendek yang menggantikan orang atau benda yang dikenai tindakan, diletakkan sebelum kata kerja bantu:

  • J'ai vu Marie. → Je l'ai vue. — Saya melihat Marie. → Saya melihatnya.
  • Nous avons acheté les billets. → Nous les avons achetés. — Kami membeli tiketnya.

Penambahan -e atau -s dalam contoh ini merupakan aturan lanjutan tentang penyesuaian participe passé dengan avoir.

Contoh dalam Konteks

Bahasa Prancis Bahasa Indonesia Catatan
J'ai mangé la pizza. Saya makan pizza itu. Avoir + kata kerja beraturan -er
Nous avons fini le travail. Kami telah menyelesaikan pekerjaan itu. Avoir + kata kerja -ir
Tu as vendu ta voiture ? Kamu sudah menjual mobilmu? Pertanyaan dengan intonasi
Il a pris le bus ce matin. Dia naik bus pagi ini. Participe passé tak beraturan pris
J'ai eu un problème hier. Saya mengalami masalah kemarin. Participe passé avoir adalah eu
Je suis allé à Paris. Saya pergi ke Paris. Penutur laki-laki
Elle est arrivée en retard. Dia tiba terlambat. Bentuk feminin arrivée
Mes sœurs sont parties tôt. Saudari-saudari saya berangkat lebih awal. Bentuk feminin jamak parties
Nous sommes restés à la maison. Kami tetap berada di rumah. Bentuk maskulin atau kelompok campuran
Lina s'est levée à six heures. Lina bangun pukul enam. Kata kerja refleksif
Je n'ai pas trouvé mes clés. Saya tidak menemukan kunci saya. Ne ... pas mengapit ai
Est-ce que vous avez réservé ? Apakah Anda sudah memesan? Pertanyaan dengan est-ce que
Quand sont-ils arrivés ? Kapan mereka tiba? Inversi dalam pertanyaan
Il pleuvait quand nous sommes sortis. Saat kami keluar, hujan sedang turun. Latar dengan imparfait, kejadian dengan passé composé
Cette semaine, j'ai fait du sport trois fois. Minggu ini saya berolahraga tiga kali. Pengulangan yang jumlahnya terbatas

Kesalahan Umum

1. Menghilangkan kata kerja bantu

  • Salah: Hier, je mangé au restaurant.
  • Benar: Hier, j'ai mangé au restaurant.
  • Alasannya: Passé composé selalu memerlukan bentuk avoir atau être. Mangé sendiri tidak dapat menjadi predikat lengkap dalam kalimat ini.

2. Memakai infinitif setelah kata kerja bantu

  • Salah: Nous avons finir le travail.
  • Benar: Nous avons fini le travail.
  • Alasannya: Setelah kata kerja bantu, gunakan participe passé fini, bukan infinitif finir.

3. Memilih kata kerja bantu yang keliru

  • Salah: Elle a arrivée en retard.
  • Benar: Elle est arrivée en retard.
  • Alasannya: Arriver termasuk kata kerja yang membentuk passé composé dengan être. Sebaliknya, sebagian besar kata kerja tetap memakai avoir.

4. Melupakan penyesuaian dengan être

  • Salah: Marie est allé à Paris.
  • Benar: Marie est allée à Paris.
  • Alasannya: Dengan être, participe passé menyesuaikan diri dengan subjek. Marie feminin tunggal, sehingga allé mendapat -e.

5. Menaruh negasi di sekitar participe passé

  • Salah: Je ne ai mangé pas.
  • Benar: Je n'ai pas mangé.
  • Alasannya: Ne ... pas mengapit kata kerja bantu yang telah dikonjugasikan. Ne menjadi n' sebelum bunyi vokal.

6. Menganggap setiap tindakan berulang harus memakai imparfait

  • Kurang tepat: Cette semaine, je faisais du sport trois fois.
  • Tepat untuk jumlah yang selesai: Cette semaine, j'ai fait du sport trois fois.
  • Alasannya: Tindakan berulang tetap dapat memakai passé composé jika dipandang sebagai rangkaian yang sudah lengkap atau dibatasi jumlah. Imparfait lebih cocok untuk kebiasaan tanpa batas tertentu, misalnya Quand j'étais étudiant, je faisais du sport tous les jours.

Catatan Penggunaan

Passé composé dan imparfait

Kedua bentuk ini sering muncul bersama, tetapi sudut pandangnya berbeda. Passé composé menampilkan peristiwa sebagai satu kesatuan yang selesai atau sebagai langkah yang memajukan cerita. Imparfait memberi latar, keadaan, kebiasaan, atau tindakan yang sedang berlangsung.

Maksud Bentuk yang lazim Contoh
kejadian selesai passé composé J'ai fermé la fenêtre. — Saya menutup jendela.
latar atau keadaan imparfait Il faisait froid. — Saat itu dingin.
kebiasaan dahulu imparfait Je lisais chaque soir. — Dahulu saya membaca setiap malam.
kejadian yang menyela latar keduanya Je dormais quand le téléphone a sonné. — Saya sedang tidur ketika telepon berbunyi.

Jangan hanya mengandalkan ada atau tidaknya kata “sudah” dalam terjemahan Indonesia. Satu kalimat Prancis dapat diterjemahkan secara alami tanpa “sudah”, dan pilihan kala tetap bergantung pada cara penutur memandang kejadian.

Penanda waktu

Passé composé sering muncul bersama penanda waktu yang membatasi kejadian, seperti hier (kemarin), ce matin (pagi ini), la semaine dernière (minggu lalu), soudain (tiba-tiba), une fois (sekali), dan trois fois (tiga kali). Namun, penanda waktu bukan syarat: konteks percakapan juga dapat membuat waktu lampau sudah jelas.

Kata keterangan pendek seperti déjà (sudah), bien (dengan baik), dan beaucoup (banyak) sering diletakkan di antara kata kerja bantu dan participe passé:

  • J'ai déjà mangé. — Saya sudah makan.
  • Elle a bien expliqué le problème. — Dia menjelaskan masalah itu dengan baik.
  • Nous avons beaucoup travaillé. — Kami banyak bekerja.

Ragam lisan dan tulisan

Dalam percakapan Prancis masa kini, passé composé merupakan bentuk utama untuk menceritakan peristiwa lampau yang selesai. Dalam sastra atau tulisan sejarah, pembaca juga akan menemukan passé simple, tetapi bentuk itu jarang dipakai dalam percakapan sehari-hari. Penghilangan ne pada kalimat negatif lazim dalam tuturan santai, sedangkan tulisan baku mempertahankannya.

Lebih Lanjut / Penggunaan Tingkat Lanjut

Bagian ini tidak harus dikuasai sekaligus pada tingkat A2. Tujuannya agar bentuk yang tampak “menyimpang” nanti tidak terasa sebagai aturan yang sama sekali baru.

Beberapa kata kerja dapat berganti kata kerja bantu

Kata kerja seperti sortir, monter, descendre, rentrer, retourner, dan passer memakai être ketika menyatakan gerak subjek tanpa objek langsung. Objek langsung adalah orang atau benda yang langsung dikenai tindakan, tanpa perantara seperti à. Jika kata kerja tersebut melakukan tindakan terhadap objek langsung, kata kerja bantunya dapat berubah menjadi avoir:

  • Elle est sortie à huit heures. — Dia keluar pukul delapan.
  • Elle a sorti la poubelle. — Dia mengeluarkan tempat sampah.
  • Nous sommes montés au troisième étage. — Kami naik ke lantai tiga.
  • Nous avons monté les valises. — Kami membawa koper-koper itu ke atas.
  • Il est passé par Lyon. — Dia lewat Lyon.
  • Il a passé deux semaines à Lyon. — Dia menghabiskan dua minggu di Lyon.

Jadi, daftar kata kerja être bukan sekadar daftar mutlak; struktur dan makna kalimat juga berperan.

Penyesuaian dengan avoir

Aturan pemula mengatakan bahwa participe passé dengan avoir tidak menyesuaikan diri dengan subjek. Itu benar dan cukup untuk kebanyakan kalimat A2. Pada tingkat lebih lanjut, participe passé menyesuaikan diri dengan objek langsung yang muncul sebelumnya:

  • J'ai écrit les lettres. — Saya menulis surat-surat itu. Tidak ada penyesuaian karena objek berada sesudah kata kerja.
  • Les lettres que j'ai écrites sont longues. — Surat-surat yang saya tulis itu panjang. Lettres feminin jamak muncul sebelumnya, sehingga menjadi écrites.
  • Je les ai vues. — Saya telah melihat mereka/benda-benda itu. Les merujuk pada bentuk feminin jamak, sehingga menjadi vues.

Dalam pengucapan, banyak penyesuaian ini tidak terdengar. Dalam tulisan resmi dan ujian, bentuknya tetap penting.

Kerumitan pada kata kerja refleksif

Penyesuaian pada kata kerja refleksif bergantung pada fungsi kata ganti refleksifnya. Bandingkan:

  • Elle s'est lavée. — Dia membasuh dirinya. Se berfungsi sebagai objek langsung, jadi ada penyesuaian.
  • Elle s'est lavé les mains. — Dia mencuci tangannya. Objek langsung les mains berada setelah kata kerja, jadi lavé tidak mendapat -e.
  • Ils se sont parlé. — Mereka berbicara satu sama lain. Se adalah objek tidak langsung karena strukturnya parler à quelqu'un, jadi tidak ada penyesuaian.

Pada tahap awal, pelajari bentuk umum seperti elle s'est levée dan ils se sont rencontrés. Simpan analisis objek ini untuk saat pengetahuan tentang kata ganti objek sudah lebih kuat.

Urutan beberapa kata keterangan

Kata keterangan pendek dan umum sering berada di antara kata kerja bantu dan participe passé: Il a toujours aimé Paris dan Nous avons mal compris. Keterangan yang lebih panjang biasanya lebih alami setelah participe passé atau di akhir kalimat: Elle a répondu avec beaucoup de patience. Urutan ini dipengaruhi panjang, fokus, dan kebiasaan pemakaian; jangan menganggap semua kata keterangan harus menempati satu posisi yang sama.

Tips Latihan

  1. Latih sebagai pasangan, bukan sebagai satu kata. Saat menghafalkan kata kerja, catat manger → j'ai mangé, venir → je suis venu(e), dan se lever → je me suis levé(e). Dengan begitu, pilihan kata kerja bantu ikut tersimpan dalam ingatan.
  2. Buat catatan harian tiga kalimat. Setiap malam, tulis satu kalimat dengan avoir, satu dengan être, dan satu bentuk negatif: J'ai travaillé, Je suis rentré(e), Je n'ai pas cuisiné. Periksa kata kerja bantu dan akhir participe passé.
  3. Ceritakan urutan kejadian. Gunakan penghubung d'abord (mula-mula), puis (kemudian), dan enfin (akhirnya): D'abord, j'ai pris le bus. Puis, je suis arrivé(e) au bureau. Latihan ini membiasakan fungsi passé composé sebagai penggerak cerita.
  4. Dengarkan kata kerja bantu. Dalam tuturan, akhiran penyesuaian sering tidak terdengar. Fokuslah pada bentuk ai, a, ont, suis, est, dan sont untuk mengenali bahwa penutur sedang memakai passé composé.

Konsep Terkait

  • Prasyarat: Kata kerja avoir — bentuk ai, as, a, avons, avez, dan ont diperlukan untuk kebanyakan passé composé.
  • Pendalaman: Participe passé tak beraturan — membantu menguasai bentuk seperti eu, fait, pris, dan écrit.
  • Pendalaman: Passé composé dengan être — membahas pilihan être dan penyesuaian bentuk secara lebih khusus.
  • Perbandingan penting: Imparfait — dipakai untuk latar, keadaan, kebiasaan, dan tindakan yang sedang berlangsung di masa lampau.
  • Langkah berikutnya: Plus-que-parfait — menyatakan kejadian yang telah selesai sebelum kejadian lampau lain.
  • Tingkat lanjut: Infinitif lampau — memakai avoir atau être dalam bentuk infinitif untuk menyatakan tindakan yang sudah terjadi.
  • Ragam sastra: Passé simple — bentuk lampau naratif yang terutama dijumpai dalam sastra dan tulisan sejarah.

Prasyarat

Kata Kerja *avoir* dalam Bahasa PrancisA1

Konsep yang dibangun di atas ini

Konsep A2 lainnya

Konsep ini dalam bahasa lain

Bandingkan di semua bahasa