B2

Infinitif passé dalam bahasa Prancis

Infinitif Passé

Artikel ini merupakan bagian dari pohon tata bahasa Prancis di Settemila Lingue.

Ringkasnya

Infinitif passé menyatakan bahwa suatu tindakan sudah selesai sebelum tindakan atau keadaan lain. Bentuk dasarnya ialah avoir atau être dalam infinitif + participe passé: avoir mangé, être arrivé. Pilihan kata bantu dan aturan kesesuaiannya pada dasarnya sama dengan passé composé.

Gambaran Umum

Infinitif adalah bentuk dasar verba yang tidak berubah menurut pelaku, seperti manger “makan” dan partir “berangkat”. Sementara itu, participe passé adalah bentuk seperti mangé, fini, pris, atau venu yang dipakai dalam bentuk lampau majemuk. Jika keduanya digabungkan dengan kata bantu avoir atau être, terbentuklah infinitif passé: avoir mangé “telah makan” dan être parti “telah berangkat”.

Pokok bahasan tingkat B2 ini berguna ketika dua tindakan memiliki hubungan waktu yang jelas. Dalam Après avoir mangé, je suis sorti, kegiatan makan selesai lebih dahulu, kemudian orang yang sama keluar. Bentuk ini juga sering muncul sesudah verba perasaan atau penilaian, misalnya regretter, serta dalam ungkapan sopan seperti Merci d’être venu.

Bagi penutur bahasa Indonesia, gagasannya tidak terlalu asing karena makna selesai dapat dinyatakan dengan “sudah” atau “telah”. Perbedaannya, bahasa Prancis mengharuskan pemilihan avoir atau être dan kadang-kadang mengubah akhiran participe passé. Bahasa Indonesia tidak memiliki perubahan bentuk semacam itu. Selain itu, infinitif passé bukan sebuah kala yang dikonjugasikan menurut orang; penanda waktu utama tetap berada pada verba dalam klausa utama.

Cara Kerjanya

Rumus dasar

Pola Contoh Makna inti
avoir + participe passé avoir terminé telah menyelesaikan
être + participe passé être arrivé(e)(s) telah tiba
s’être + participe passé s’être levé(e)(s) telah bangun

Kata bantu tetap berbentuk dasar, yaitu avoir atau être. Jadi, jangan mengubahnya menjadi a, ont, est, atau sont. Informasi tentang pelaku biasanya dapat dipahami dari klausa utama:

  • Je regrette d’avoir menti. Pelaku mentir adalah je.
  • Elles sont heureuses d’être venues. Pelaku venir adalah elles.
  • Nous partirons après avoir fini. Pelaku finir adalah nous.

Memilih antara avoir dan être

Gunakan kata bantu yang sama seperti dalam passé composé.

  • Sebagian besar verba memakai avoir: avoir parlé, avoir lu, avoir compris, avoir dormi.
  • Verba tertentu yang menyatakan perpindahan atau perubahan keadaan memakai être, misalnya être allé, être arrivé, être parti, être venu, être né, être mort.
  • Verba pronominal (verba yang memakai kata ganti se, seperti se lever) juga memakai être: s’être levé, s’être trompé.

Bandingkan:

Verba Passé composé Infinitif passé
finir j’ai fini avoir fini
venir elle est venue être venue
se réveiller ils se sont réveillés s’être réveillés

Menunjukkan tindakan yang sudah lebih dahulu selesai

Infinitif passé menyatakan waktu relatif, bukan tanggal atau masa tertentu. Tindakan dalam bentuk ini terjadi lebih dahulu daripada titik acuan yang diberikan klausa utama.

  • Acuan masa lampau: Après avoir fermé la porte, il est parti.
  • Acuan masa kini: Elle regrette d’avoir refusé.
  • Acuan masa depan: Après avoir terminé, vous pourrez rentrer.

Karena itu, terjemahan Indonesia tidak selalu harus memakai kata “telah”. Kadang “sesudah selesai” atau bahkan bentuk verba biasa terdengar lebih alami. Yang penting adalah urutan tindakannya.

Subjek yang sama dan subjek yang berbeda

Subjek adalah orang atau hal yang melakukan atau mengalami tindakan. Dalam konstruksi keterangan seperti après avoir..., subjek yang dipahami dari infinitif biasanya harus sama dengan subjek klausa utama:

  • Après avoir mangé, Lina est sortie. Lina yang makan dan Lina pula yang keluar.

Jika pelakunya berbeda, gunakan klausa lengkap dengan après que:

  • Après que Lina a mangé, Marc a débarrassé la table. Lina makan, lalu Marc membereskan meja.

Jangan memakai Après avoir mangé, Marc a débarrassé la table jika yang makan sebenarnya Lina. Kalimat itu secara tata bahasa membuat Marc seolah-olah menjadi pelaku kedua tindakan.

Kesesuaian participe passé dengan être

Dengan être, participe passé menyesuaikan diri dengan gender dan jumlah subjek yang dipahami. Kesesuaian berarti akhir katanya berubah agar cocok dengan pihak yang dibicarakan.

Pelaku Bentuk Contoh
laki-laki tunggal tanpa tambahan Après être arrivé, Paul a téléphoné.
perempuan tunggal tambah -e Après être arrivée, Léa a téléphoné.
laki-laki/campuran jamak tambah -s Après être arrivés, ils ont téléphoné.
perempuan jamak tambah -es Après être arrivées, elles ont téléphoné.

Dengan avoir, participe passé umumnya tidak berubah: Après avoir terminé leur travail, elles sont parties. Namun, ada aturan lanjutan jika objek langsung mendahului bentuk tersebut; hal ini dibahas di bagian penggunaan lanjutan.

Kata ganti dan bentuk negatif

Kata ganti objek diletakkan sebelum kata bantu. Objek adalah orang atau benda yang terkena atau menjadi sasaran tindakan; objek langsung terhubung tanpa preposisi seperti à.

  • Je suis content de l’avoir rencontré. — Saya senang telah bertemu dengannya.
  • Elle regrette de lui avoir répondu ainsi. — Ia menyesal telah menjawab orang itu seperti itu.
  • Ils s’excusent de nous avoir dérangés. — Mereka meminta maaf karena telah mengganggu kami.

Untuk penyangkalan biasa, letakkan ne pas sebelum kata bantu:

  • Je regrette de ne pas avoir compris.
  • Elle affirme ne jamais être allée à Lyon.
  • Merci de ne pas avoir oublié les documents.

Dalam bahasa lisan, ne sering tidak terdengar, tetapi dalam tulisan baku pola lengkap tetap dianjurkan.

Preposisi dan verba yang sering diikuti infinitif passé

Bentuk ini lazim sesudah beberapa penghubung dan verba berikut.

Lingkungan Contoh Fungsi
après après avoir déjeuné tindakan selesai sebelum tindakan berikutnya
sans sans avoir réservé sesuatu tidak dilakukan sebelumnya
pour puni pour avoir triché alasan atau penyebab yang sudah terjadi
regretter de regretter d’avoir parlé penyesalan atas tindakan lampau
remercier de remercier d’être venu terima kasih atas tindakan yang selesai
être heureux de être heureux d’avoir réussi perasaan tentang hasil lampau
reconnaître reconnaître avoir menti mengakui tindakan lampau

Perhatikan elisi, yaitu penghilangan vokal di depan vokal lain: de avoir menjadi d’avoir, sedangkan de être menjadi d’être.

Contoh dalam Konteks

Bahasa Prancis Terjemahan Indonesia Catatan
Après avoir mangé, je suis sorti. Setelah makan, saya keluar. Kedua tindakan dilakukan oleh orang yang sama.
Après être arrivé, il a appelé. Setelah tiba, dia menelepon. Arriver memakai être.
Je regrette d’avoir dit cela. Saya menyesal telah mengatakan itu. Tindakan mengatakan terjadi lebih dahulu.
Merci d’être venu. Terima kasih sudah datang. Ditujukan kepada seorang laki-laki.
Après être arrivées à l’hôtel, elles se sont reposées. Setelah tiba di hotel, mereka beristirahat. Akhiran -es sesuai dengan kelompok perempuan.
Nous partirons après avoir rangé la cuisine. Kami akan berangkat setelah membereskan dapur. Titik acuannya berada di masa depan.
Elle est fière d’avoir réussi son examen. Ia bangga telah lulus ujiannya. Perasaan pada masa kini tentang hasil sebelumnya.
Il s’excuse de ne pas avoir répondu plus tôt. Ia meminta maaf karena tidak menjawab lebih awal. Ne pas mengapit makna tindakan yang tidak terjadi.
Ils ont été punis pour avoir triché. Mereka dihukum karena telah berbuat curang. Pour memperkenalkan penyebab.
Elle est partie sans avoir dit au revoir. Ia pergi tanpa berpamitan. Sans avoir menyatakan tindakan yang tidak dilakukan.
Je vous remercie de m’avoir prévenu. Terima kasih karena sudah memberi tahu saya. Kata ganti me menjadi m’ sebelum avoir.
Après que le train est arrivé, nous sommes montés. Setelah kereta tiba, kami naik. Pelakunya berbeda, jadi dipakai klausa lengkap.
Il nie avoir pris le dossier. Ia menyangkal telah mengambil berkas itu. Nier dapat langsung diikuti infinitif.
Après s’être levée, Nadia a ouvert les rideaux. Setelah bangun, Nadia membuka tirai. Verba pronominal memakai être dan bentuk perempuan levée.

Kesalahan Umum

Mengonjugasikan kata bantu

  • Keliru: Après a mangé, il est sorti.
  • Benar: Après avoir mangé, il est sorti.
  • Alasannya: Dalam infinitif passé, kata bantu harus tetap dalam bentuk infinitif, yaitu avoir atau être.

Selalu memilih avoir

  • Keliru: Après avoir arrivé, elle a appelé.
  • Benar: Après être arrivée, elle a appelé.
  • Alasannya: Arriver memakai être, sama seperti dalam elle est arrivée. Bentuk arrivée juga harus sesuai dengan subjek perempuan.

Mengabaikan kesesuaian dengan être

  • Keliru: Après être arrivé, Marie s’est reposée.
  • Benar: Après être arrivée, Marie s’est reposée.
  • Alasannya: Dengan être, participe passé menyesuaikan diri dengan subjek yang dipahami, yaitu Marie.

Memakai infinitif présent setelah après untuk tindakan selesai

  • Keliru: Après manger, nous sommes partis.
  • Benar: Après avoir mangé, nous sommes partis.
  • Alasannya: Jika après diikuti verba dan tindakan itu sudah selesai, bahasa Prancis memakai infinitif passé. Berbeda dengan bahasa Indonesia, “setelah makan” tidak memperlihatkan kata bantu.

Mencampur dua pelaku

  • Keliru: Après avoir terminé son rapport, la réunion a commencé.
  • Benar: Après qu’elle a terminé son rapport, la réunion a commencé.
  • Alasannya: “Rapat” tidak mungkin menyelesaikan laporan. Jika subjek kedua tindakan berbeda, gunakan klausa lengkap dengan après que.

Menempatkan pas setelah participe passé

  • Keliru: Je regrette de ne avoir compris pas.
  • Benar: Je regrette de ne pas avoir compris.
  • Alasannya: Pada infinitif majemuk, pasangan ne pas biasanya ditempatkan bersama sebelum kata bantu.

Catatan Pemakaian

Après avoir... dan après être... dipakai baik dalam percakapan maupun tulisan. Dalam tulisan, bentuk ini sangat berguna untuk menghindari rangkaian klausa panjang. Meskipun demikian, terlalu banyak konstruksi semacam ini dapat membuat teks terasa padat; klausa dengan après que kadang lebih jelas, terutama jika pelakunya berubah.

Ungkapan Merci d’être venu berubah menurut orang yang diajak bicara: venue untuk seorang perempuan, venus untuk beberapa orang yang mencakup laki-laki atau kelompok campuran, dan venues untuk beberapa perempuan. Dalam surel resmi kepada sekelompok orang, kesesuaian ini terlihat jelas dalam tulisan walaupun beberapa akhirannya tidak terdengar saat diucapkan.

Jangan menyamakan après dengan avant de. Sesudah avant de, bahasa Prancis biasanya memakai infinitif biasa karena tindakan itu belum terjadi pada titik acuan: Avant de partir, fermez les fenêtres “Sebelum berangkat, tutuplah jendela.” Sebaliknya, Après être parti... memandang keberangkatan sebagai tindakan yang sudah selesai.

Bentuk après que dalam bahasa Prancis baku diikuti indicatif (bentuk verba untuk fakta), bukan subjonctif (bentuk yang sering dipakai untuk keinginan, keraguan, atau hal yang belum pasti): après qu’il est arrivé atau, sesuai konteks, après qu’il sera arrivé. Dalam percakapan, bentuk subjonctif memang sering terdengar, tetapi bukan pilihan baku yang perlu ditiru dalam tulisan formal.

Penggunaan Lanjutan

Kesesuaian dengan avoir dan objek langsung di depan

Dengan avoir, participe passé tidak menyesuaikan diri dengan subjek. Namun, dalam kaidah tulis baku, bentuk itu menyesuaikan diri dengan objek langsung yang muncul sebelumnya:

  • Merci pour les photos et pour les avoir envoyées si vite.
  • Après l’avoir vue, Paul l’a reconnue.

Pada contoh pertama, les merujuk pada les photos, sehingga envoyé menjadi envoyées. Pada contoh kedua, l’ merujuk pada seorang perempuan, sehingga digunakan vue. Aturan ini penting dalam tulisan yang teliti, walaupun banyak tanda kesesuaian tidak terdengar dalam pengucapan.

Verba pronominal

Kesesuaian verba pronominal bergantung pada fungsi kata gantinya, sehingga tidak selalu cukup dengan “memakai être, lalu selalu menyesuaikan”. Bandingkan:

  • Après s’être lavées, elles sont sorties. — Mereka membasuh diri; se adalah objek langsung, jadi lavées sesuai dengan elles.
  • Après s’être lavé les mains, elles sont sorties. — Objek langsungnya les mains dan berada sesudah verba, jadi lavé tidak berubah.
  • Après s’être parlé, elles se sont comprises. — Parler à quelqu’un memakai objek tidak langsung, jadi parlé tidak berubah.

Ini merupakan rincian tingkat lanjut. Untuk tahap awal, hafalkan bentuk setiap verba pronominal bersama contoh yang utuh, bukan hanya aturan singkat.

Bentuk pasif yang sudah selesai

Infinitif passé juga dapat dibuat pasif dengan pola avoir été + participe passé. Pasif berarti subjek menerima tindakan, bukan melakukannya:

  • Il est soulagé d’avoir été choisi. — Ia lega karena telah dipilih.
  • Après avoir été informée, la directrice a répondu. — Setelah diberi tahu, direktur perempuan itu menjawab.

Jangan tertukar dengan être arrivé. Dalam être arrivé, être adalah kata bantu untuk verba arriver. Dalam avoir été choisi, rangkaian avoir été membentuk makna pasif yang sudah selesai.

Infinitif passé sebagai alternatif klausa

Dalam ragam tertulis, bentuk ini dapat meringkas informasi jika subjeknya sama:

  • Il affirme qu’il a tout vérifié.
  • Il affirme avoir tout vérifié.

Kedua kalimat menyampaikan isi yang hampir sama, tetapi versi dengan infinitif lebih ringkas. Pola ini lazim dengan verba seperti affirmer, reconnaître, nier, admettre, dan croire. Pemilihannya juga dipengaruhi gaya dan pola pelengkap masing-masing verba, jadi sebaiknya pelajari verba bersama konstruksi yang lazim menyertainya.

Kiat Latihan

  1. Ambil lima kalimat passé composé, lalu ubah bagian lampau menjadi infinitif passé: j’ai fini → après avoir fini; elle est partie → après être partie. Cara ini sekaligus melatih pilihan kata bantu.
  2. Buat pasangan dua kejadian dengan pelaku yang sama, misalnya “menutup komputer” lalu “pulang”. Susun dengan après avoir..., kemudian ubah pelakunya. Jika pelakunya berbeda, latih kembali dengan après que.
  3. Saat membaca surel atau artikel Prancis, tandai bentuk d’avoir, d’être, sans avoir, dan après s’être. Periksa tiga hal: tindakan mana yang terjadi lebih dahulu, siapa pelakunya, dan mengapa participe passé berubah atau tidak berubah.

Konsep Terkait

  • Prasyarat: Passé composé — membantu memilih avoir atau être, membentuk participe passé, dan memahami aturan kesesuaian yang dipakai kembali dalam infinitif passé.

Prasyarat

Passé Composé dalam Bahasa PrancisA2

Konsep B2 lainnya