Partisip Lampau Tak Beraturan dalam Bahasa Prancis
Participes Passés Irréguliers
Artikel ini merupakan bagian dari pohon tata bahasa Prancis di Settemila Lingue.
Ringkasnya
Dalam passé composé, kata kerja bahasa Prancis memakai kata kerja bantu avoir atau être ditambah participe passé (partisip lampau, yaitu bentuk kata kerja untuk menyatakan tindakan yang sudah selesai). Bentuk beraturan dapat diperkirakan, tetapi bentuk umum seperti faire → fait, avoir → eu, prendre → pris, dan voir → vu perlu dihafalkan. Untuk tahap awal, kuasai bentuknya sebagai pasangan dengan infinitif: prendre–pris, bukan sebagai kata yang berdiri sendiri.
Gambaran Umum
Partisip lampau adalah salah satu unsur pembentuk kala majemuk. Kala majemuk berarti bentuk waktu yang memakai dua bagian: kata kerja bantu yang dikonjugasikan dan partisip lampau. Dalam kalimat Elle a pris le train, a adalah bentuk avoir, sedangkan pris adalah partisip lampau dari prendre. Gabungan a pris menyatakan bahwa ia sudah naik atau mengambil kereta.
Topik ini biasanya mulai dipelajari pada tingkat A2 setelah pola dasar passé composé dipahami. Pada kata kerja beraturan, akhiran infinitif memberi petunjuk yang cukup jelas: parler → parlé, finir → fini, dan vendre → vendu. Namun, sejumlah kata kerja yang sangat sering dipakai tidak mengikuti pola sederhana itu: faire → fait, bukan fairé; prendre → pris, bukan prendu.
Bagi penutur bahasa Indonesia, perbedaan utamanya adalah bahwa kata kerja Indonesia tidak berubah untuk menandai masa lampau. Kita dapat memakai sudah, telah, tadi, atau keterangan waktu. Dalam bahasa Prancis, makna selesai pada passé composé harus tampak pada bentuk kata kerjanya. Karena itu, jangan sekadar menerjemahkan kata sudah; bentuk kata kerja bantu dan partisipnya tetap harus benar.
Cara Kerjanya
Pola dasar passé composé
Rumus dasarnya adalah:
subjek + avoir/être dalam kala kini + partisip lampau
- J'ai fait mes devoirs. — Saya sudah mengerjakan PR.
- Elle a pris le train. — Dia naik kereta.
- Ils sont venus hier. — Mereka datang kemarin.
Sebagian besar kata kerja memakai avoir. Sejumlah kata kerja gerak atau perubahan keadaan, misalnya venir, naître, dan mourir, memakai être ketika digunakan secara intransitif (tanpa objek langsung). Kata kerja pronominal seperti se souvenir juga memakai être. Pemilihan kata kerja bantu dan bentuk partisip adalah dua hal berbeda: suatu partisip dapat tidak beraturan, tetapi aturan pemilihan avoir atau être tetap berlaku.
Sepuluh bentuk inti
Berikut bentuk-bentuk yang menjadi inti topik ini. Kolom contoh sengaja menampilkan satu kesatuan kata kerja bantu dan partisip agar bentuknya lebih mudah diingat.
| Infinitif | Partisip lampau | Arti dasar | Contoh singkat |
|---|---|---|---|
| faire | fait | melakukan, membuat | j'ai fait |
| être | été | berada, menjadi | j'ai été |
| avoir | eu | mempunyai, mendapat | j'ai eu |
| prendre | pris | mengambil | j'ai pris |
| mettre | mis | menaruh, mengenakan | j'ai mis |
| voir | vu | melihat | j'ai vu |
| dire | dit | mengatakan | j'ai dit |
| écrire | écrit | menulis | j'ai écrit |
| lire | lu | membaca | j'ai lu |
| boire | bu | minum | j'ai bu |
Perhatikan bahwa été adalah partisip dari être, tetapi kata kerja bantunya tetap avoir: j'ai été, nous avons été. Bentuk seperti je suis été tidak dipakai dalam bahasa Prancis baku modern.
Kelompok bentuk yang dapat dipelajari bersama
Bentuk tak beraturan tidak semuanya acak. Banyak kata kerja berprefiks mempertahankan pola kata kerja dasarnya. Menghafalkan “keluarga” seperti ini lebih efisien daripada menghafalkan daftar tanpa hubungan.
| Keluarga | Partisip lampau | Contoh |
|---|---|---|
| prendre, apprendre, comprendre, surprendre | pris, appris, compris, surpris | Nous avons compris. |
| mettre, permettre, promettre | mis, permis, promis | Elle a promis de venir. |
| écrire, décrire | écrit, décrit | Il a décrit la scène. |
| lire, relire | lu, relu | J'ai relu le message. |
| voir, revoir | vu, revu | On a revu ce film. |
| faire, refaire | fait, refait | Tu as refait l'exercice. |
| venir, revenir, devenir | venu, revenu, devenu | Ils sont revenus. |
| tenir, obtenir, retenir | tenu, obtenu, retenu | J'ai obtenu une réponse. |
Prefiks sering membantu, tetapi jangan menganggap semua kata yang tampak mirip pasti satu keluarga. Sebagai contoh, recevoir → reçu tidak dibentuk hanya dengan menambahkan prefiks pada voir → vu. Selalu periksa bentuk yang belum dikenal.
Bentuk umum lain yang patut dikenali
Setelah sepuluh bentuk inti dikuasai, daftar berikut sangat berguna dalam percakapan dan bacaan sehari-hari.
| Infinitif | Partisip lampau | Arti dasar |
|---|---|---|
| devoir | dû | harus |
| pouvoir | pu | dapat |
| vouloir | voulu | ingin |
| savoir | su | tahu |
| connaître | connu | mengenal, mengetahui |
| croire | cru | percaya, mengira |
| vivre | vécu | hidup, mengalami |
| recevoir | reçu | menerima |
| courir | couru | berlari |
| ouvrir | ouvert | membuka |
| offrir | offert | menawarkan, memberi hadiah |
| venir | venu | datang |
| naître | né | lahir |
| mourir | mort | meninggal |
Ouvrir dan offrir berakhir dengan -ir, tetapi partisipnya menyerupai bentuk -ert, bukan pola beraturan finir → fini. Inilah alasan bentuk tersebut perlu dipelajari sebagai kosakata utuh.
Bentuk negatif dan pertanyaan
Dalam bentuk negatif, ne ... pas mengapit kata kerja bantu, bukan partisip:
- Je n'ai pas compris. — Saya tidak mengerti.
- Elle n'a rien dit. — Dia tidak mengatakan apa-apa.
- Ils ne sont pas venus. — Mereka tidak datang.
Dalam pertanyaan, partisip juga tidak berubah hanya karena susunan pertanyaannya berubah:
- Tu as vu Paul ? — Apakah kamu melihat Paul?
- Est-ce qu'elle a écrit le rapport ? — Apakah dia sudah menulis laporan itu?
- Qu'avez-vous fait ? — Apa yang sudah Anda lakukan?
Aturan dasar kesesuaian
Kesesuaian berarti perubahan bentuk agar cocok dengan gender gramatikal dan jumlah. Untuk tahap A2, pegang dua aturan sederhana berikut:
- Dengan avoir, partisip biasanya tidak berubah: elle a pris, ils ont pris.
- Dengan être, partisip biasanya menyesuaikan diri dengan subjek: il est venu, elle est venue, ils sont venus, elles sont venues.
Jadi, ketidakberaturan bentuk dasar dan kesesuaian harus dipisahkan. Bentuk dasar venir adalah venu; akhiran -e atau -s baru ditambahkan bila aturan kesesuaian menuntutnya.
Contoh dalam Konteks
| Bahasa Prancis | Bahasa Indonesia | Catatan |
|---|---|---|
| J'ai fait mes devoirs avant le dîner. | Saya mengerjakan PR sebelum makan malam. | faire → fait |
| Elle a pris le train de huit heures. | Dia naik kereta pukul delapan. | prendre → pris |
| Nous avons vu le film hier soir. | Kami menonton film itu tadi malam. | voir → vu |
| Il a dit la vérité à ses parents. | Dia mengatakan yang sebenarnya kepada orang tuanya. | dire → dit |
| Vous avez été très patients. | Anda sekalian sangat sabar. | être → été, dengan kata bantu avoir |
| J'ai eu un problème avec mon billet. | Saya mengalami masalah dengan tiket saya. | avoir → eu |
| Maya a mis les clés sur la table. | Maya menaruh kunci di atas meja. | mettre → mis |
| Tu as écrit à ta sœur ? | Apakah kamu sudah menulis surat kepada saudara perempuanmu? | écrire → écrit |
| On a lu cet article ce matin. | Kami membaca artikel ini tadi pagi. | lire → lu |
| Ils ont bu du café après le repas. | Mereka minum kopi setelah makan. | boire → bu |
| Je n'ai pas compris la question. | Saya tidak memahami pertanyaannya. | Bentuk negatif; comprendre → compris |
| Elle a ouvert la fenêtre parce qu'il faisait chaud. | Dia membuka jendela karena cuacanya panas. | ouvrir → ouvert |
| Nous avons reçu votre message. | Kami sudah menerima pesan Anda. | recevoir → reçu |
| Mes amis sont venus samedi. | Teman-teman saya datang hari Sabtu. | venir → venu memakai être |
| Lina est née à Bandung. | Lina lahir di Bandung. | Bentuk feminin née dari né |
Terjemahan bahasa Indonesia tidak selalu menampilkan kata sudah. Kalimat Prancis tetap memakai passé composé karena pembicara memandang peristiwa itu sebagai kejadian yang selesai. Keterangan seperti hier, ce matin, atau konteks percakapan sering sudah cukup untuk menyampaikan waktu dalam terjemahan Indonesia.
Kesalahan Umum
1. Membentuk semua partisip dengan pola -é
- Salah: J'ai fairé mes devoirs.
- Benar: J'ai fait mes devoirs.
- Alasannya: Pola -er → -é berlaku untuk kata kerja beraturan seperti parler → parlé. Faire mempunyai bentuk khusus fait.
2. Memakai infinitif sesudah kata kerja bantu
- Salah: Elle a prendre le train.
- Benar: Elle a pris le train.
- Alasannya: Setelah a dalam passé composé, yang diperlukan adalah partisip lampau pris, bukan infinitif prendre.
3. Memilih être sebagai kata bantu untuk kata kerja être
- Salah: Nous sommes été à Paris.
- Benar: Nous avons été à Paris.
- Alasannya: Partisip été berasal dari être, tetapi être sendiri membentuk passé composé dengan avoir.
4. Menebak prendre menjadi prendu
- Salah: Il a prendu mon stylo.
- Benar: Il a pris mon stylo.
- Alasannya: Bentuk yang benar adalah pris. Pola ini juga membantu untuk appris, compris, dan surpris.
5. Melupakan kesesuaian dengan être
- Salah: Elles sont venu hier.
- Benar: Elles sont venues hier.
- Alasannya: Dengan kata bantu être, venu menyesuaikan diri dengan subjek feminin jamak elles, sehingga menjadi venues.
6. Meletakkan pas sesudah partisip
- Salah: Je n'ai compris pas.
- Benar: Je n'ai pas compris.
- Alasannya: Dalam pola dasar, ne ... pas mengapit kata kerja bantu: n'ai pas. Partisip diletakkan setelahnya.
Catatan Pemakaian
Dalam percakapan sehari-hari, passé composé sangat sering dipakai untuk menceritakan kejadian selesai. Karena kata kerja seperti faire, avoir, prendre, voir, dan dire juga sangat sering muncul, partisip tak beraturannya bukan sekadar daftar tambahan; bentuk-bentuk ini termasuk kosakata inti.
Ejaan dan bunyi tidak selalu memberi petunjuk yang sama. Huruf akhir pada pris, mis, dit, dan écrit umumnya tidak terdengar ketika bentuk itu diucapkan sendiri dalam kalimat biasa. Sebaliknya, aksen perlu tetap ditulis pada été, dû, dan reçu. Jangan mengandalkan bunyi saja saat menulis.
Beberapa partisip muncul dalam ungkapan yang sangat lazim:
- C'est fait. — Sudah selesai.
- Bien vu ! — Pengamatan yang bagus! / Tepat sekali!
- J'ai compris. — Saya mengerti.
- Je l'ai déjà dit. — Saya sudah mengatakannya.
- On a eu de la chance. — Kami beruntung.
Kata keterangan seperti déjà biasanya ditempatkan antara kata kerja bantu dan partisip: j'ai déjà vu. Demikian pula, bien sering muncul di posisi itu: tu as bien compris. Susunan ini berbeda dari kecenderungan bahasa Indonesia, yang lebih bebas menempatkan sudah atau dengan baik menurut fokus kalimat.
Lebih Lanjut: Pemakaian Tingkat Lanjut
Bagian ini belum harus dikuasai pada tingkat A2, tetapi penting untuk dikenali agar aturan dasar tidak dianggap berlaku tanpa pengecualian.
Kesesuaian dengan objek langsung yang mendahului
Dengan avoir, aturan pemula mengatakan bahwa partisip tidak berubah. Pada tingkat lebih lanjut, ada pengecualian penting: partisip menyesuaikan diri dengan objek langsung (orang atau benda yang langsung dikenai tindakan) bila objek itu muncul sebelum kata kerja.
- J'ai écrit les lettres. — Saya menulis surat-surat itu. Tidak ada kesesuaian karena objek berada sesudah kata kerja.
- Les lettres que j'ai écrites sont longues. — Surat-surat yang saya tulis itu panjang. Écrites cocok dengan les lettres, feminin jamak, yang muncul sebelumnya.
- Je les ai vues. — Saya sudah melihat mereka/benda-benda itu. Vues menunjukkan bahwa rujukannya feminin jamak.
Dalam ucapan, tambahan ini sering tidak terdengar, tetapi tetap penting dalam tulisan. Ada aturan lanjutan lain, khususnya pada kata kerja pronominal, sehingga pada tahap awal sebaiknya jangan menambahkan akhiran hanya berdasarkan perkiraan.
Partisip sebagai kata sifat atau dalam bentuk pasif
Partisip lampau juga dapat berfungsi seperti kata sifat untuk menggambarkan keadaan hasil. Dalam pemakaian ini, bentuknya menyesuaikan diri dengan nomina (kata yang menamai orang, benda, tempat, atau gagasan):
- une porte ouverte — sebuah pintu yang terbuka
- des lettres écrites à la main — surat-surat yang ditulis dengan tangan
- un travail bien fait — pekerjaan yang dikerjakan dengan baik
Dalam bentuk pasif, être diikuti partisip, dan partisip menyesuaikan diri dengan subjek: Les fenêtres ont été ouvertes à neuf heures. Di sini ada dua partisip: été membentuk kala majemuk, sedangkan ouvertes menyatakan tindakan pasif dan cocok dengan les fenêtres.
Bentuk majemuk lanjutan
Partisip tak beraturan yang sama muncul kembali dalam kala atau bentuk lain. Misalnya, plus-que-parfait memakai kata bantu dalam imparfait: j'avais vu (saya sudah melihat), sedangkan bentuk bersyarat lampau memakai kata bantu dalam conditionnel: j'aurais fait (saya akan sudah melakukan/seandainya saya melakukan). Yang berubah adalah kata kerja bantu; partisip vu dan fait tetap sama.
Ada juga bentuk seperti ayant compris (setelah memahami/dengan telah memahami) dan étant venu (setelah datang). Ini bukan sasaran utama tingkat A2, tetapi mengenali partisip inti sekarang akan mempermudah pembelajaran struktur yang lebih tinggi nanti.
Kiat Latihan
- Hafalkan dalam pasangan pendek. Ucapkan faire–fait, prendre–pris, mettre–mis sambil membuat satu kalimat pribadi untuk setiap pasangan. Hubungan makna dan pengalaman pribadi lebih mudah diingat daripada daftar terpisah.
- Kelompokkan menurut keluarga. Tulis prendre, apprendre, comprendre dalam satu kartu, lalu tandai bagian bersama pada pris, appris, compris. Setelah itu, uji diri dengan menutup kolom partisip.
- Latih satu kalimat dalam tiga bentuk. Misalnya: J'ai vu le film → Je n'ai pas vu le film → Tu as vu le film ? Cara ini melatih bentuk partisip sekaligus posisi negasi dan pertanyaan.
- Dengarkan, lalu tulis. Saat mendengar j'ai pris atau elle a dit, tuliskan infinitifnya. Latihan dua arah—infinitif ke partisip dan partisip ke infinitif—mencegah hafalan pasif.
- Pisahkan bentuk dasar dari kesesuaian. Mulailah dengan venu, lalu bentuk venue, venus, venues. Jangan menghafalkan keempatnya sebagai kata yang sama sekali terpisah.
Konsep Terkait
- Prasyarat: Passé Composé — menjelaskan pembentukan kala lampau majemuk, pemilihan avoir atau être, dan fungsi partisip lampau.