Pronomina *en* dalam Bahasa Prancis
Le Pronom En
Artikel ini merupakan bagian dari pohon tata bahasa Prancis di Settemila Lingue.
Ringkasnya
Pronomina en menggantikan unsur yang biasanya diawali de, termasuk benda dengan artikel partitif, jumlah, dan asal tempat: Je veux du café → J'en veux; J'ai trois livres → J'en ai trois; Je viens de Paris → J'en viens. Dalam bahasa Indonesia, maknanya dapat terasa seperti “sebagian”, “darinya”, atau “dari sana”, tetapi sering kali tidak perlu diterjemahkan sebagai satu kata tersendiri.
Gambaran Umum
En adalah pronomina (kata yang menggantikan nomina atau kelompok kata benda) yang sangat sering dipakai dalam bahasa Prancis. Bentuknya pendek, tetapi fungsinya luas. En dapat menggantikan du café, de ce problème, trois billets, maupun de Lyon, selama hubungan yang digantikannya memang sesuai. Pemakaian ini mulai penting pada tingkat A2 karena memungkinkan kita berhenti mengulang nomina yang sudah diketahui lawan bicara.
Bagi penutur bahasa Indonesia, bagian yang terasa asing bukanlah maknanya, melainkan kewajiban menyebut pronomina tersebut. Dalam percakapan Indonesia, kita dapat menjawab “Ya, mau” atau “Saya punya dua” tanpa kata pengganti benda. Bahasa Prancis biasanya tetap membutuhkan en: Oui, j'en veux dan J'en ai deux. Karena itu, jangan mencari satu terjemahan Indonesia yang berlaku untuk semua keadaan; perhatikan pola Prancis yang digantikannya.
Dasar yang paling berguna ialah mengenali de dan bentuk gabungannya: du (de + le), de la, de l', serta des (de + les). Namun, jumlah seperti deux atau beaucoup de juga dapat memicu en, bahkan ketika unsur yang disebut kembali tidak menampilkan de secara langsung.
Cara Kerjanya
1. Menggantikan benda yang didahului artikel partitif atau des
Artikel partitif (artikel untuk jumlah yang tidak dihitung secara pasti) ialah du, de la, dan de l'. Jika bendanya sudah jelas, seluruh kelompok artikel + nomina diganti dengan en.
| Sebelum diganti | Sesudah diganti | Arti alami |
|---|---|---|
| Je bois du thé. | J'en bois. | Saya minum teh/sebagian. |
| Elle achète de la farine. | Elle en achète. | Dia membeli tepung. |
| Nous avons de l'eau. | Nous en avons. | Kami punya air. |
| Ils vendent des fleurs. | Ils en vendent. | Mereka menjual bunga. |
Dalam bahasa Indonesia, terjemahan tanpa “sebagian” sering lebih wajar. Walaupun terjemahannya tidak menampilkan kata khusus, en tetap ada dalam kalimat Prancis.
2. Menggantikan pelengkap dengan de
Sejumlah verba dan ungkapan diikuti de. Pelengkap (bagian yang melengkapi makna verba) tersebut dapat diganti dengan en jika merujuk pada benda, gagasan, keadaan, atau perkara.
| Pola | Bentuk dengan en | Makna |
|---|---|---|
| avoir besoin de quelque chose | J'en ai besoin. | Saya membutuhkannya. |
| parler de ce projet | Nous en parlons. | Kami membicarakannya. |
| se souvenir de cette histoire | Elle s'en souvient. | Dia mengingat cerita itu. |
| être content de ce résultat | Il en est content. | Dia senang akan hasil itu. |
Jangan sekadar mengganti setiap frasa yang kebetulan memiliki terjemahan “tentang” atau “dari”. Periksa preposisi yang memang dipakai oleh ungkapan Prancis: parler de memungkinkan en, sedangkan penser à biasanya memakai y untuk benda.
3. Menyatakan jumlah
Jika nomina disertai angka atau ungkapan jumlah, en menggantikan nominanya, tetapi angka atau jumlah tetap disebutkan.
| Bentuk lengkap | Bentuk dengan en |
|---|---|
| J'ai deux sœurs. | J'en ai deux. |
| Il achète beaucoup de pommes. | Il en achète beaucoup. |
| Nous voulons un kilo de tomates. | Nous en voulons un kilo. |
| Elle ne boit pas assez d'eau. | Elle n'en boit pas assez. |
Pikirkan pola ini sebagai “darinya ada berapa/banyak”, bukan sebagai penghapusan seluruh kelompok kata. Kesalahan yang sering terjadi ialah mengatakan J'en ai padahal informasi pentingnya justru deux.
Artikel tak tentu tunggal juga dapat meninggalkan un atau une ketika jumlah “satu” perlu ditegaskan: Tu as une voiture ? — Oui, j'en ai une. Namun, jika tidak sedang menghitung atau membandingkan jumlah, jawaban Oui, j'en ai une tetap benar tetapi penekanannya terasa pada “punya satu”.
4. Menggantikan asal dengan de
En juga dapat berarti “dari sana” apabila sebuah tempat diperkenalkan dengan de.
- Tu reviens du marché ? — Oui, j'en reviens. — Kamu baru kembali dari pasar? — Ya, saya baru kembali dari sana.
- Elle sort de la banque. — Elle en sort. — Dia keluar dari bank. — Dia keluar dari sana.
- Vous venez de Marseille ? — Oui, nous en venons. — Anda berasal/datang dari Marseille? — Ya, kami dari sana.
Untuk tujuan atau lokasi yang memakai à, dans, chez, atau sur, jangan otomatis memakai en. Pada banyak pola lokasi dengan à, pronomina yang diperlukan ialah y: Je vais à Paris → J'y vais.
5. Letak en dalam kalimat
Dalam kalimat biasa, en diletakkan sebelum verba yang dikonjugasikan (verba yang bentuknya berubah menurut subjek atau waktu).
| Jenis kalimat | Pola | Contoh |
|---|---|---|
| Pernyataan | subjek + en + verba | J'en veux. |
| Negasi | ne/n' + en + verba + pas | Je n'en veux pas. |
| Kala majemuk | en + verba bantu + partisip lampau | J'en ai acheté. |
| Dengan infinitif | verba utama + en + infinitif | Je vais en acheter. |
| Perintah positif | verba-en | Prends-en ! |
| Perintah negatif | N'en + verba + pas | N'en prends pas ! |
Infinitif adalah bentuk dasar verba, seperti acheter “membeli”. Partisip lampau adalah bentuk seperti acheté yang dipakai bersama verba bantu untuk membentuk kala lampau. Dalam Je vais en acheter, en berada tepat sebelum acheter karena benda tersebut merupakan pelengkap acheter, bukan vais.
Sebelum bunyi vokal, bentuk seperti je en dan ne en mengalami elisi (pemendekan dengan apostrof): j'en dan n'en. Bentuk tu en tidak dipendekkan karena tu tidak berakhir dengan e yang dielisikan.
Contoh dalam Konteks
| Bahasa Prancis | Bahasa Indonesia | Catatan |
|---|---|---|
| Tu veux du café ? — Oui, j'en veux. | Kamu mau kopi? — Ya, saya mau. | En menggantikan du café. |
| Il reste de la soupe ? — Non, il n'en reste plus. | Masih ada sup? — Tidak, sudah tidak ada lagi. | Digunakan bersama negasi ne... plus. |
| Combien de frères as-tu ? — J'en ai deux. | Kamu punya berapa saudara laki-laki? — Saya punya dua. | Angka deux harus tetap ada. |
| Ces mangues sont bonnes ; j'en prends trois. | Mangga-mangga ini enak; saya ambil tiga. | En merujuk pada barang yang sedang dihitung. |
| Nous avons besoin de pain. Nous en avons besoin pour le dîner. | Kami membutuhkan roti. Kami membutuhkannya untuk makan malam. | Pola avoir besoin de. |
| Elle parle souvent de son travail, mais aujourd'hui elle n'en parle pas. | Dia sering membicarakan pekerjaannya, tetapi hari ini dia tidak membicarakannya. | Pola parler de. |
| Tu te souviens de ce restaurant ? — Oui, je m'en souviens. | Kamu ingat restoran itu? — Ya, saya ingat. | En mengikuti pronomina refleksif me. |
| Paul revient de Bordeaux demain ; sa sœur en revient lundi. | Paul pulang dari Bordeaux besok; saudara perempuannya pulang dari sana hari Senin. | Menunjukkan asal tempat. |
| Tu viens de Paris ? — Oui, j'en viens. | Kamu datang dari Paris? — Ya, saya datang dari sana. | En menggantikan de Paris. |
| Il y a des places ? — Oui, il y en a encore. | Masih ada tempat? — Ya, masih ada. | Pola tetap il y en a. |
| Je vais acheter des fraises. Je vais en prendre un kilo. | Saya akan membeli stroberi. Saya akan mengambil satu kilo. | En sebelum infinitif prendre. |
| Vous avez goûté les gâteaux ? — Oui, nous en avons mangé deux. | Anda sudah mencicipi kuenya? — Ya, kami makan dua. | Dalam kala majemuk, en sebelum avons. |
| Prends-en un peu, c'est délicieux ! | Ambillah sedikit, rasanya lezat! | Dalam perintah positif, bentuknya memakai tanda hubung. |
Kesalahan Umum
1. Menghilangkan en seperti dalam bahasa Indonesia
- Keliru: Tu veux du thé ? — Oui, je veux.
- Benar: Tu veux du thé ? — Oui, j'en veux.
- Alasannya: Bahasa Indonesia membolehkan “Ya, mau”, tetapi bahasa Prancis memerlukan pengganti untuk du thé. Je veux tanpa pelengkap terdengar tidak lengkap atau menyampaikan gagasan lain, misalnya “saya bersedia”.
2. Menghapus angka bersama nominanya
- Keliru: Tu as des enfants ? — Oui, j'en ai. jika maksudnya “Saya punya tiga.”
- Benar: Oui, j'en ai trois.
- Alasannya: En menggantikan des enfants, bukan informasi jumlah trois.
3. Menaruh en setelah verba biasa
- Keliru: Je parle en souvent.
- Benar: J'en parle souvent.
- Alasannya: Sebagai pronomina objek, en biasanya mendahului verba yang dikonjugasikan. Jangan menyamakannya dengan kata keterangan Indonesia yang letaknya lebih lentur.
4. Memakai en untuk semua hubungan tempat
- Keliru: Je vais à Lyon → J'en vais.
- Benar: Je vais à Lyon → J'y vais.
- Alasannya: En menandai asal dengan de; y lazimnya menggantikan lokasi atau tujuan dengan à. Bandingkan J'en viens “Saya datang dari sana” dengan J'y vais “Saya pergi ke sana”.
5. Mengganti orang tertentu secara sembarangan
- Kurang tepat: Je parle de Marie → J'en parle jika yang ingin ditekankan adalah Marie sebagai orang tertentu.
- Lebih lazim: Je parle d'elle.
- Alasannya: Untuk orang tertentu setelah de, bahasa Prancis biasanya memakai de lui, d'elle, d'eux, atau d'elles. En sangat alami untuk benda dan perkara, serta untuk orang yang dipahami sebagai kelompok atau jumlah: J'ai trois collègues italiens ; j'en connais deux depuis longtemps.
6. Salah menempatkan en pada perintah
- Keliru: En prends ! atau Prends en !
- Benar: Prends-en !
- Alasannya: Pada perintah positif, en berada setelah verba dan disambungkan dengan tanda hubung. Pada perintah negatif, susunannya kembali ke depan: N'en prends pas !
Catatan Pemakaian
Dalam percakapan sehari-hari, en sangat sering muncul karena penutur cenderung tidak mengulang topik yang sudah jelas. Jawaban singkat seperti J'en veux bien (“Ya, saya mau”), J'en ai assez (“Saya sudah muak/cukup”), dan Je n'en sais rien (“Saya sama sekali tidak tahu”) patut dipelajari sebagai satu kesatuan.
Bahasa lisan sering menghilangkan ne dalam negasi, tetapi bukan en: J'en veux pas lazim terdengar dalam percakapan santai, sedangkan bentuk baku untuk tulisan ialah Je n'en veux pas. Sebagai pelajar, utamakan bentuk lengkap saat menulis dan kenali bentuk tanpa ne ketika mendengarkan.
Berhati-hatilah karena en juga mempunyai fungsi lain sebagai preposisi, misalnya en France, en voiture, dan en hiver. Pada contoh itu, en bukan pronomina dan tidak menggantikan apa pun. Cara sederhana membedakannya: pronomina en biasanya menempel pada pola verba dan merujuk kembali pada sesuatu yang telah disebutkan atau dipahami.
Melampaui Dasar: Pemakaian Lanjutan
Bagian ini tidak harus langsung dikuasai pada tingkat A2, tetapi pola-pola berikut akan sering terlihat kemudian.
Urutan bersama pronomina lain
Jika ada beberapa pronomina sebelum verba, en biasanya berada di bagian akhir urutan. Pola lengkap yang berguna untuk dikenali ialah:
me/te/se/nous/vous → le/la/les → lui/leur → y → en → verba
Contohnya:
- Le professeur nous en parle. — Guru itu membicarakannya kepada kami.
- Il y en a beaucoup. — Ada banyak.
- Ne m'en donne pas trop. — Jangan beri saya terlalu banyak.
Pola il y en a sangat umum. Di dalamnya, y merupakan bagian dari il y a (“ada”), sedangkan en menggantikan hal yang jumlah atau keberadaannya dibicarakan: Il y a cinq chaises → Il y en a cinq.
En dalam kala lampau majemuk
Dalam bentuk seperti passé composé, en ditempatkan sebelum verba bantu: J'en ai acheté, Nous en avons parlé. Menurut kaidah baku modern, partisip lampau yang objeknya digantikan oleh en umumnya tidak disesuaikan dengan gender atau jumlah. Karena itu tulislah:
- Des pommes ? J'en ai mangé deux.
- bukan J'en ai mangées deux.
Hal ini berbeda dari beberapa pola dengan le, la, atau les yang dapat memicu penyesuaian partisip lampau. Untuk tingkat A2, cukup hafalkan bahwa bentuk sesudah en biasanya tetap: acheté, pris, mangé.
Rujukan kepada orang
Larangan memakai en untuk orang bukanlah aturan mutlak. En alami ketika orang dilihat sebagai jumlah atau kelompok tak tentu: Des candidats, j'en ai rencontré dix (“Untuk para calon, saya sudah menemui sepuluh”). Akan tetapi, untuk seorang individu yang jelas setelah de, bentuk kuat biasanya lebih alami: Je me souviens de Léa → Je me souviens d'elle. Perbedaan ini berkaitan dengan cara penutur membingkai rujukannya, sehingga sebaiknya tiru contoh yang umum alih-alih menerapkan rumus secara kaku.
Ungkapan yang perlu dikenali sebagai satu kesatuan
Beberapa verba mengandung en sebagai bagian yang hampir tetap dan maknanya tidak selalu dapat ditebak hanya dari de:
- s'en aller — pergi: Je m'en vais.
- s'en sortir — berhasil melewati kesulitan: Elle s'en sort bien.
- en vouloir à quelqu'un — marah atau menyimpan kesal kepada seseorang: Il m'en veut.
Dalam ungkapan seperti ini, jangan menghapus en hanya karena rujukannya tidak tampak. Pelajari seluruh ungkapan bersama pola pronominanya.
Kiat Latihan
- Latih pasangan lengkap dan singkat. Tulis sepuluh kalimat dengan du, de la, de l', des, atau de, lalu ubah masing-masing: J'achète des oranges → J'en achète. Tambahkan jumlah pada setengah contoh: J'en achète quatre.
- Gunakan tiga pertanyaan pemicu. Setiap melihat kelompok nomina, tanyakan: “Apakah diawali de?”, “Apakah menyatakan jumlah?”, atau “Apakah berarti dari suatu tempat?” Jika jawabannya ya, uji apakah en dapat menggantikannya.
- Ucapkan pola letak dengan lantang. Bandingkan J'en prends, Je n'en prends pas, Je vais en prendre, Prends-en, dan N'en prends pas. Perubahan posisi pada infinitif dan perintah lebih mudah melekat jika dipraktikkan sebagai rangkaian pendek.
Konsep Terkait
- Prasyarat: Artikel Partitif — membantu mengenali du, de la, de l' dan des yang sering digantikan oleh en.
- Untuk dipelajari berikutnya: pronomina y — berguna untuk membedakan “dari sana” (en) dari “di/ke sana” (y), serta pelengkap dengan de dari pelengkap dengan à.
- Pendalaman: urutan pronomina objek — menjelaskan posisi en ketika dipakai bersama me, le, lui, atau y.