Pronomina Subjek dalam Bahasa Prancis
Pronoms Sujets
Artikel ini merupakan bagian dari pohon tata bahasa Prancis di Settemila Lingue.
Ringkasnya
Bahasa Prancis memakai je, tu, il, elle, on, nous, vous, ils, dan elles untuk menandai siapa yang melakukan tindakan atau mengalami keadaan. Pronomina ini menentukan bentuk verba: je suis, tu es, tetapi vous êtes. Perhatikan terutama tu untuk sapaan akrab, vous untuk lebih dari satu orang atau satu orang yang disapa dengan hormat, dan on yang sangat sering berarti “kita” dalam percakapan.
Gambaran Umum
Pronomina subjek adalah kata yang menggantikan orang atau benda yang menjadi subjek—secara sederhana, siapa atau apa yang melakukan tindakan atau mengalami keadaan. Dalam Je travaille (“Saya bekerja”), je ialah subjek. Dalam Elle est prête (“Dia siap”), elle ialah subjek yang mengalami keadaan. Topik ini diperkenalkan sejak tingkat A1 karena setiap pola konjugasi—perubahan bentuk verba sesuai pelaku—disusun berdasarkan pronomina-pronomina tersebut.
Bagi penutur bahasa Indonesia, dua hal perlu segera dibiasakan. Pertama, bahasa Prancis membedakan jenis kelamin pada orang ketiga: il/ils dan elle/elles. Kedua, subjek biasanya harus disebutkan. Dalam bahasa Indonesia, “Sudah makan?” terdengar wajar tanpa “kamu”; padanan Prancis umumnya tetap memerlukan tu atau vous, misalnya Tu as mangé ? atau Vous avez mangé ?
Bentuk pronominanya pendek, tetapi pilihannya membawa informasi penting tentang jumlah, jenis kelamin, dan hubungan sosial. Menguasai tabel dasarnya akan memudahkan pembelajaran être, avoir, serta verba beraturan.
Cara Kerjanya
Tabel utama
| Orang | Tunggal | Jamak | Arti yang lazim |
|---|---|---|---|
| pertama | je | nous | saya; kami/kita |
| kedua | tu | vous | kamu; Anda; kalian |
| ketiga | il, elle, on | ils, elles | dia; itu; kita/orang; mereka |
“Orang pertama” berarti penutur ikut terlibat, “orang kedua” berarti lawan bicara, dan “orang ketiga” berarti orang atau hal yang dibicarakan. Tunggal merujuk pada satu pihak, sedangkan jamak pada lebih dari satu pihak.
Je: “saya”
Je dipakai oleh siapa pun yang berbicara, tanpa membedakan jenis kelamin:
- Je parle français. — Saya berbicara bahasa Prancis.
- Je suis indonésienne. — Saya orang Indonesia. (penutur perempuan)
Di depan bunyi vokal atau h yang tidak dibunyikan, je kehilangan huruf e dan menjadi j’. Penghilangan bunyi dan huruf ini disebut elisi.
- J’habite à Jakarta. — Saya tinggal di Jakarta.
- J’aime ce café. — Saya suka kafe ini.
- J’ai un rendez-vous. — Saya punya janji.
Jangan menulis je aime atau je habite. Namun, elisi tidak terjadi di depan h aspiré—jenis h yang menghalangi penyambungan bunyi—pada sejumlah kata: je hais (“saya membenci”). Kosakata seperti ini biasanya ditandai dalam kamus dan dapat dipelajari satu per satu.
Tu dan vous: memilih bentuk “kamu/Anda”
Tu digunakan untuk satu orang dalam hubungan akrab atau suasana informal: teman, keluarga, anak-anak, dan orang yang memang sepakat saling memakai tu. Pemakaian tu disebut tutoiement.
Vous mempunyai dua fungsi:
- menyapa dua orang atau lebih, terlepas dari tingkat keakraban;
- menyapa satu orang dengan sopan atau formal, misalnya orang yang belum dikenal, pelanggan, atau seseorang dalam hubungan profesional tertentu.
Pemakaian vous disebut vouvoiement. Batas antara tu dan vous bergantung pada lingkungan, usia, tempat kerja, dan kebiasaan setempat. Jika ragu saat pertama bertemu orang dewasa, vous adalah pilihan yang aman. Lawan bicara dapat mengajak memakai tu dengan On peut se tutoyer ? (“Boleh kita saling memakai tu?”).
Yang berubah bukan hanya pronominanya, melainkan juga bentuk verba:
| Situasi | Pronomina | Contoh |
|---|---|---|
| satu teman | tu | Tu es prêt ? |
| satu pelanggan, formal | vous | Vous êtes prêt ? |
| beberapa orang | vous | Vous êtes prêts ? |
Dalam bahasa Indonesia, “Anda” menandai kesopanan tetapi biasanya hanya tunggal, sedangkan “kalian” menandai jamak. Bahasa Prancis memakai satu bentuk vous untuk kedua fungsi itu; konteks dan kata sifat sering membantu menjelaskan maksudnya.
Il dan elle: “dia” serta benda tunggal
Il mengacu pada seorang laki-laki, sedangkan elle mengacu pada seorang perempuan:
- Il travaille ici. — Dia bekerja di sini. (laki-laki)
- Elle étudie à Paris. — Dia belajar di Paris. (perempuan)
Keduanya juga menggantikan nomina—kata untuk orang, benda, tempat, atau gagasan—sesuai gender gramatikalnya. Dalam bahasa Prancis, setiap nomina memiliki gender maskulin atau feminin, termasuk benda mati.
- Le livre est nouveau. Il est intéressant. — Buku itu baru. Buku itu menarik.
- La voiture est petite. Elle est pratique. — Mobil itu kecil. Mobil itu praktis.
Berbeda dengan bahasa Indonesia, il dan elle untuk benda tidak berarti bendanya memiliki jenis kelamin biologis. Pilihannya hanya mengikuti gender kata livre (maskulin) atau voiture (feminin).
Il juga muncul sebagai subjek impersonal, yaitu subjek tata bahasa yang tidak menunjuk orang atau benda tertentu:
- Il pleut. — Hujan turun.
- Il est huit heures. — Sekarang pukul delapan.
- Il faut partir. — Kita harus berangkat.
Dalam bahasa Indonesia, kalimat cuaca tidak memerlukan kata seperti “dia”. Dalam bahasa Prancis, posisi subjek tersebut tetap diisi oleh il.
On: “orang”, “seseorang”, atau “kita”
On selalu memakai bentuk verba orang ketiga tunggal, sama seperti il dan elle:
- On parle français ici. — Orang berbicara bahasa Prancis di sini.
- On va au cinéma. — Kita pergi ke bioskop.
Dalam percakapan sehari-hari, on sangat sering menggantikan nous. Artinya jamak, tetapi verbanya tetap tunggal: on va, on est, on a—bukan on allons, on sommes, atau on avons. Dalam tulisan formal, nous biasanya lebih cocok untuk “kami/kita”, walaupun on bukan bentuk yang salah atau kasar.
On juga dapat menyatakan orang secara umum, serupa dengan “orang” atau “kita” dalam pernyataan umum:
- En France, on dîne souvent plus tard. — Di Prancis, orang sering makan malam lebih larut.
- On ne sait jamais. — Kita tidak pernah tahu.
Nous: “kami” dan “kita”
Nous mencakup penutur dan setidaknya satu orang lain. Bahasa Prancis tidak membedakan “kami” yang tidak mencakup lawan bicara dan “kita” yang mencakup lawan bicara. Kontekslah yang menentukan:
- Nous habitons à Bandung. — Kami tinggal di Bandung.
- Nous pouvons commencer ? — Bisa kita mulai?
Walaupun on lebih lazim dalam percakapan santai, pelajari bentuk verba nous dengan baik karena bentuk ini tetap umum dalam tulisan, pidato, pengumuman, dan situasi resmi.
Ils dan elles: “mereka”
Ils dipakai untuk sekelompok laki-laki dan, menurut kaidah standar, kelompok campuran. Elles dipakai hanya jika semua anggota kelompok berjenis feminin.
- Paul et Marc ? Ils arrivent demain. — Paul dan Marc? Mereka tiba besok.
- Lina et Sarah ? Elles sont prêtes. — Lina dan Sarah? Mereka siap.
- Lina et Marc ? Ils sont prêts. — Lina dan Marc? Mereka siap.
Untuk benda, prinsipnya mengikuti gender nomina. Sekelompok nomina feminin dapat digantikan elles; kelompok maskulin atau campuran memakai ils.
Posisi dalam kalimat
Dalam pernyataan biasa, pronomina subjek berada sebelum verba yang telah dikonjugasikan:
subjek + verba + pelengkap
- Nous regardons un film. — Kami menonton film.
- Elle ne travaille pas aujourd’hui. — Dia tidak bekerja hari ini.
Pada bentuk negatif, ne ... pas mengapit verba, bukan pronomina: je ne parle pas, ils ne viennent pas. Jika ada pronomina objek, urutannya menjadi subjek + pronomina objek + verba: Je le connais (“Saya mengenalnya”).
Dalam pertanyaan formal dengan inversi—urutan pronomina dan verba dibalik—keduanya dihubungkan tanda hubung:
- Parlez-vous français ? — Apakah Anda berbicara bahasa Prancis?
- Arrivent-ils demain ? — Apakah mereka tiba besok?
Dalam percakapan, susunan pernyataan dengan intonasi naik juga lazim: Vous parlez français ?
Contoh dalam Konteks
| Bahasa Prancis | Bahasa Indonesia | Catatan |
|---|---|---|
| Je suis français. | Saya orang Prancis. | Penutur laki-laki; penutur perempuan mengatakan française. |
| J’habite près de la gare. | Saya tinggal dekat stasiun. | Je menjadi j’ sebelum bunyi vokal. |
| Tu parles anglais ? | Apakah kamu berbicara bahasa Inggris? | Sapaan tunggal dan akrab. |
| Il prend le train tous les matins. | Dia naik kereta setiap pagi. | Orang ketiga tunggal maskulin. |
| Elle travaille avec moi. | Dia bekerja bersama saya. | Orang ketiga tunggal feminin. |
| Il pleut depuis ce matin. | Hujan turun sejak pagi ini. | Il impersonal untuk cuaca. |
| On va au cinéma ce soir. | Kita pergi ke bioskop malam ini. | On bermakna “kita”, tetapi verbanya tunggal. |
| On mange bien dans ce restaurant. | Orang bisa makan enak di restoran ini. | On menyatakan orang secara umum. |
| Nous apprenons le français ensemble. | Kita belajar bahasa Prancis bersama-sama. | Bentuk “kita/kami” yang netral atau lebih formal. |
| Vous êtes américain ? | Apakah Anda orang Amerika? | Vous sopan untuk satu laki-laki. |
| Vous avez vos billets ? | Apakah kalian membawa tiket kalian? | Vous untuk beberapa orang. |
| Ils ont deux enfants. | Mereka mempunyai dua anak. | Kelompok laki-laki atau campuran. |
| Elles arrivent à neuf heures. | Mereka tiba pukul sembilan. | Kelompok yang seluruhnya feminin. |
| Le musée est fermé : il ouvre demain. | Museum itu tutup; museum itu buka besok. | Il menggantikan nomina maskulin le musée. |
Kesalahan yang Sering Terjadi
1. Menghilangkan subjek seperti dalam bahasa Indonesia
- Keliru: Suis fatigué.
- Benar: Je suis fatigué.
- Alasannya: Dalam pernyataan biasa, verba Prancis umumnya memerlukan subjek yang dinyatakan. Bentuk tanpa subjek terutama ditemukan pada kalimat perintah, misalnya Écoutez ! (“Dengarkan!”).
2. Memakai je utuh sebelum vokal
- Keliru: Je aime Paris.
- Benar: J’aime Paris.
- Alasannya: Je menjadi j’ sebelum bunyi vokal atau h yang tidak dibunyikan.
3. Mencampur tu dengan bentuk verba vous
- Keliru: Tu êtes prêt ?
- Benar: Tu es prêt ? / Vous êtes prêt ?
- Alasannya: Pronomina dan bentuk verba harus sesuai. Jangan mengganti tingkat kesopanan hanya pada pronominanya.
4. Memberi on bentuk verba jamak
- Keliru: On sommes en retard.
- Benar: On est en retard.
- Alasannya: Walaupun on dapat berarti “kita”, secara tata bahasa bentuk verbanya selalu orang ketiga tunggal.
5. Memakai elles untuk kelompok campuran
- Keliru: Marie et Paul, elles sont ici.
- Benar: Marie et Paul, ils sont ici.
- Alasannya: Dalam kaidah standar, kelompok campuran memakai ils. Elles hanya untuk kelompok yang seluruh anggotanya feminin.
6. Memakai bentuk subjek setelah preposisi
- Keliru: avec je; pour tu
- Benar: avec moi; pour toi
- Alasannya: Setelah preposisi seperti avec dan pour, bahasa Prancis memakai pronomina tonik, bukan je atau tu.
Catatan Pemakaian
Pengucapan dan liaison
Sebagian huruf akhir biasanya tidak terdengar, tetapi dapat tersambung dengan vokal awal kata berikutnya. Penyambungan bunyi ini disebut liaison. Perhatikan pasangan berikut:
- nous parlons — huruf s pada nous tidak terdengar;
- nous avons — terdengar kurang lebih nou-z-avon;
- vous parlez — huruf s pada vous tidak terdengar;
- vous avez — terdengar kurang lebih vou-z-ave;
- ils parlent — -ent pada verba tidak dibunyikan;
- ils ont — terdengar sambungan bunyi z.
Jangan mengandalkan ejaan saja. Dengarkan satu kelompok bunyi, misalnya vous avez, bukan dua kata yang selalu terpisah.
Tu atau vous bukan sekadar terjemahan
Tidak ada padanan satu-lawan-satu yang sempurna. “Kamu” biasanya dekat dengan tu, dan “Anda” biasanya dekat dengan vous, tetapi pilihan Prancis mengikuti hubungan sosial dalam situasi nyata. Antarrekan kerja ada yang segera memakai tu, ada pula yang mempertahankan vous. Mengikuti pilihan lawan bicara biasanya paling aman.
Nous dan on dalam ragam berbeda
Dalam percakapan santai, On part à huit heures lebih alami daripada Nous partons à huit heures bagi banyak penutur. Dalam laporan, surat resmi, atau pidato, nous lebih lazim. Namun, jangan berhenti mempelajari konjugasi nous hanya karena on sering terdengar: bentuk nous tetap diperlukan untuk membaca dan menulis dengan baik.
Di Luar Dasar: Pemakaian Lanjutan
Bagian ini belum perlu dikuasai pada tingkat A1, tetapi pola berikut akan sering ditemui kemudian.
Kesesuaian kata sifat dengan on dan vous
Verba setelah on selalu tunggal, tetapi kata sifat dapat mengikuti orang yang sebenarnya dimaksud. Sekelompok laki-laki atau kelompok campuran dapat berkata On est contents; kelompok perempuan dapat berkata On est contentes. Jadi, est tetap tunggal sementara contents/contentes mencerminkan kelompoknya.
Pada vous formal tunggal, kata sifat mengikuti satu orang yang disapa: Vous êtes prête, Madame ? Untuk vous jamak, kata sifat juga berbentuk jamak: Vous êtes prêts ? atau Vous êtes prêtes ?
Penegasan memakai pronomina tonik
Bentuk subjek pendek tidak dipakai sendirian untuk jawaban atau penegasan. Gunakan moi, toi, lui, elle, nous, vous, eux, elles:
- Qui veut venir ? — Moi. — Siapa yang mau ikut? — Saya.
- Moi, je préfère le thé. — Kalau saya, saya lebih suka teh.
- Paul et moi, nous travaillons ensemble. — Paul dan saya bekerja bersama.
Pengulangan pada Moi, je... bukan kesalahan. Moi menetapkan topik atau memberi penekanan, sedangkan je tetap menjadi subjek tata bahasa di depan verba.
Subjek gabungan
Dalam bahasa Prancis baku, jangan menggabungkan bentuk subjek seperti je et tu. Gunakan pronomina tonik, lalu bentuk verba jamak:
- Toi et moi, nous partons demain. — Kamu dan saya berangkat besok.
- Lui et elle travaillent ici. — Dia laki-laki dan dia perempuan bekerja di sini.
Bentuk l’on
Dalam tulisan yang lebih rapi atau formal, on kadang muncul sebagai l’on, terutama setelah kata seperti et, ou, où, que, atau si: Il faut savoir où l’on va (“Kita perlu tahu ke mana kita menuju”). Huruf l’ tidak mengubah arti atau konjugasi; bentuk ini terutama membantu irama bunyi dan gaya. Untuk tahap awal, on biasa sudah cukup.
Tips Latihan
- Pasangkan pronomina dengan verba, bukan dengan terjemahan saja. Ucapkan rangkaian seperti je suis, tu es, il est, on est, nous sommes, vous êtes, ils sont. Dengan begitu, kesesuaian bentuk akan menjadi kebiasaan.
- Buat dua versi dialog. Tulis pertanyaan yang sama untuk teman dengan tu dan untuk orang yang belum dikenal dengan vous: Tu habites où ? lalu Vous habitez où ?
- Dengarkan perbedaan on dan nous. Saat menonton percakapan berbahasa Prancis, tandai setiap on yang berarti “kita”. Saat membaca teks resmi, perhatikan kapan penulis memilih nous.
Konsep Terkait
- Langkah berikutnya: Être — berlatih bentuk je suis, tu es, il est, dan seterusnya.
- Langkah berikutnya: Avoir — melihat kesesuaian pronomina dengan verba penting lainnya.
- Pola verba: Verba Beraturan -ER, Verba Beraturan -IR, dan Verba Beraturan -RE — menerapkan pronomina pada tiga kelompok konjugasi.
- Perbandingan penting: Pronomina Tonik — bentuk seperti moi, toi, dan eux untuk penekanan atau setelah preposisi.
- Tahap selanjutnya: Pronomina Objek Langsung dan Pronomina Objek Tidak Langsung — membedakan pelaku dari penerima tindakan.