Pronomina Y dalam Bahasa Prancis
Le Pronom Y
Artikel ini merupakan bagian dari pohon tata bahasa Prancis di Settemila Lingue.
Ringkasnya
Pronomina y biasanya menggantikan keterangan tempat atau pelengkap berupa à + benda/gagasan, tetapi bukan orang: Je vais à Paris → J’y vais dan Je pense à ce problème → J’y pense. Kata ini umumnya diletakkan sebelum kata kerja, dan artinya menurut konteks dapat berupa “di sana”, “ke sana”, “tentang itu”, atau “pada hal itu”.
Gambaran Umum
Dalam bahasa Prancis, y adalah pronomina (kata yang menggantikan unsur lain agar tidak perlu diulang). Bentuknya hanya satu huruf, tetapi sangat sering muncul dalam percakapan: j’y vais, on y va, vous y êtes dan il y a. Dengan y, penutur tidak perlu terus mengulang nama tempat atau frasa yang diawali à.
Topik ini biasanya mulai dipelajari pada tingkat A2 setelah kata depan tempat. Aturan pemulanya cukup sederhana: gunakan y untuk “ke/di sana” dan untuk “à + hal”, lalu letakkan y sebelum kata kerja. Tantangan utamanya bagi penutur bahasa Indonesia bukan perubahan bentuk, melainkan posisi. Bahasa Indonesia mengatakan “Saya pergi ke sana”, sedangkan bahasa Prancis menaruh penggantinya di depan verba (kata kerja): J’y vais.
Y tidak mempunyai satu terjemahan tetap. Dalam bahasa Indonesia, terjemahannya kadang “di sana”, “ke sana”, “tentang itu”, atau bahkan tidak perlu dinyatakan. Karena itu, lebih aman mengenali pola bahasa Prancis yang digantikannya daripada menghafal satu arti Indonesia.
Cara Kerjanya
1. Menggantikan tempat
Aturan dasar yang paling mudah adalah memakai y untuk menggantikan tempat yang sudah diketahui dari konteks.
| Bahasa Prancis | Bahasa Indonesia | Pola yang diganti |
|---|---|---|
| Tu vas à Paris ? — Oui, j’y vais. | Kamu pergi ke Paris? — Ya, saya pergi ke sana. | à Paris |
| Elle est au bureau ? — Oui, elle y est. | Apakah dia di kantor? — Ya, dia ada di sana. | au bureau |
| Nous habitons en France. Nous y habitons depuis deux ans. | Kami tinggal di Prancis. Kami sudah tinggal di sana selama dua tahun. | en France |
| Il reste chez ses parents. Il y reste jusqu’à lundi. | Dia tinggal di rumah orang tuanya. Dia tetap di sana sampai Senin. | chez ses parents |
Untuk pemula, pola à + tempat adalah titik awal yang terpenting. Dalam pemakaian yang lebih luas, y juga dapat menggantikan lokasi yang diperkenalkan dengan en, dans, sur, atau chez, asalkan maksudnya memang tempat: dans le jardin → y, sur la table → y.
Namun, y biasanya tidak menyatakan asal. Untuk “dari sana” atau frasa yang diawali de, bahasa Prancis umumnya memakai en: Tu reviens de Lyon ? — Oui, j’en reviens, bukan j’y reviens jika maksudnya “saya kembali dari sana”.
2. Menggantikan à + benda, gagasan, atau kegiatan
Y juga menggantikan pelengkap yang dimulai dengan à jika pelengkap itu bukan orang. Pelengkap adalah bagian yang melengkapi makna kata kerja atau ungkapan.
- penser à ce problème → y penser — memikirkan masalah itu
- répondre à la question → y répondre — menjawab pertanyaan itu
- participer à la réunion → y participer — ikut dalam rapat itu
- s’intéresser à l’histoire → s’y intéresser — tertarik pada sejarah
- renoncer à ce projet → y renoncer — melepaskan rencana itu
Perhatikan bahwa terjemahan Indonesianya tidak selalu memakai kata depan yang sama. Penser à dapat diterjemahkan “memikirkan”, sedangkan participer à menjadi “mengikuti”. Yang menentukan pemakaian y ialah pola kata kerja bahasa Prancis, bukan ada atau tidaknya kata “ke” atau “pada” dalam terjemahan.
3. Bukan untuk orang
Sebagai aturan praktis, jangan gunakan y untuk menggantikan orang setelah à.
- Je pense à Léa → Je pense à elle. — Saya memikirkan Léa → Saya memikirkannya.
- Nous tenons à nos amis → Nous tenons à eux. — Kami menyayangi/menganggap penting teman-teman kami.
- Je parle à Marc → Je lui parle. — Saya berbicara kepada Marc → Saya berbicara kepadanya.
Bentuk penggantinya bergantung pada kata kerja. Beberapa kata kerja memakai pronomina objek tak langsung (pengganti penerima tindakan), seperti lui atau leur: parler à Marie → lui parler. Kata kerja lain tetap memakai à dengan pronomina bertekanan, seperti à lui, à elle, atau à eux: penser à Paul → penser à lui. Pada tingkat A2, pegangan yang aman adalah: y untuk tempat atau hal, bukan orang.
4. Posisi dalam kalimat biasa
Dalam kalimat dengan satu kata kerja, y berada tepat sebelum kata kerja yang dikonjugasikan (kata kerja yang bentuknya menyesuaikan subjek dan waktu).
| Pola | Contoh | Arti |
|---|---|---|
| subjek + y + kata kerja | J’y pense. | Saya memikirkannya. |
| subjek + y + kata kerja | Nous y allons demain. | Kami pergi ke sana besok. |
| subjek + pronomina refleksif + y + kata kerja | Je m’y intéresse. | Saya tertarik pada hal itu. |
Di depan bunyi vokal, je kehilangan huruf e: je + y → j’y. Jadi, tulislah j’y vais, bukan je y vais.
5. Dengan infinitif dan kala majemuk
Infinitif adalah bentuk dasar kata kerja, misalnya aller, penser, dan participer. Jika sebuah kalimat memiliki kata kerja yang dikonjugasikan diikuti infinitif, y biasanya ditempatkan tepat sebelum infinitif yang menerima pelengkap tersebut.
- Je veux aller à Nice → Je veux y aller. — Saya ingin pergi ke sana.
- Nous allons réfléchir à cette proposition → Nous allons y réfléchir. — Kami akan mempertimbangkan usulan itu.
- Elle doit participer à la réunion → Elle doit y participer. — Dia harus ikut rapat itu.
Dalam kala majemuk seperti passé composé (bentuk lampau dengan kata kerja bantu), y berada sebelum kata kerja bantu:
- Je suis allé au musée → J’y suis allé. — Saya pergi ke museum itu.
- Nous avons pensé à cette solution → Nous y avons pensé. — Kami telah memikirkan solusi itu.
6. Dalam kalimat negatif
Pada bentuk negatif standar, y tetap menempel di depan kata kerja, sedangkan ne ... pas mengapit kelompok tersebut.
- Je n’y vais pas. — Saya tidak pergi ke sana.
- Elle ne s’y intéresse plus. — Dia tidak lagi tertarik pada hal itu.
- Nous n’y avons jamais pensé. — Kami tidak pernah memikirkan hal itu.
Dalam percakapan santai, ne sering tidak terdengar: J’y vais pas. Bentuk ini umum dalam ujaran, tetapi untuk tulisan netral dan situasi resmi, gunakan Je n’y vais pas.
7. Dalam kalimat perintah
Pada perintah afirmatif, y berpindah ke belakang kata kerja dan dihubungkan dengan tanda hubung:
- Allez-y ! — Silakan/Mari, lakukan saja!
- Penses-y ! — Pikirkanlah itu!
- Vas-y ! — Ayo! / Silakan! / Lanjutkan!
Kata kerja berakhiran -er memperoleh -s sebelum y dalam bentuk perintah tunggal: pense → penses-y dan va → vas-y. Pada perintah negatif, y kembali ke depan kata kerja: N’y va pas ! (Jangan pergi ke sana!) dan N’y pensez plus ! (Jangan pikirkan itu lagi!).
Contoh dalam Konteks
| Bahasa Prancis | Bahasa Indonesia | Catatan |
|---|---|---|
| Tu vas à Paris ? — Oui, j’y vais. | Kamu pergi ke Paris? — Ya, saya pergi ke sana. | Menggantikan à Paris |
| J’y pense souvent. | Saya sering memikirkannya. | Menggantikan à + hal |
| On y va ! | Ayo berangkat! | Ungkapan sehari-hari |
| Je m’y intéresse. | Saya tertarik pada hal itu. | Sesudah m’, sebelum kata kerja |
| Tes clés sont sur la table ; elles y sont encore. | Kuncimu ada di atas meja; kunci itu masih ada di sana. | Menggantikan lokasi |
| Vous participez au projet ? — Oui, nous y participons. | Apakah Anda ikut proyek itu? — Ya, kami ikut. | participer à |
| Elle ne veut pas aller chez le médecin, mais elle doit y aller. | Dia tidak ingin pergi ke dokter, tetapi dia harus pergi ke sana. | Y di depan infinitif |
| Nous y avons réfléchi toute la nuit. | Kami memikirkan hal itu sepanjang malam. | Di depan kata kerja bantu |
| Il tient beaucoup à cette tradition et il ne veut pas y renoncer. | Tradisi itu sangat penting baginya dan dia tidak mau melepaskannya. | Dua pola dengan à |
| Tu crois à cette histoire ? — Non, je n’y crois pas. | Kamu percaya cerita itu? — Tidak, saya tidak mempercayainya. | Bentuk negatif |
| Ils retournent souvent dans ce café parce qu’ils s’y sentent bien. | Mereka sering kembali ke kafe itu karena merasa nyaman di sana. | Lokasi dengan dans |
| Pensez-y avant de répondre. | Pikirkanlah itu sebelum menjawab. | Perintah afirmatif |
| Je répondrai à votre message demain. — D’accord, pensez-y. | Saya akan membalas pesan Anda besok. — Baik, jangan lupa memikirkannya. | Y menghindari pengulangan |
| Il y a une pharmacie près d’ici. | Ada apotek di dekat sini. | Ungkapan tetap il y a |
Kesalahan Umum
1. Menaruh y setelah kata kerja
- Salah: Je vais y demain.
- Benar: J’y vais demain.
- Alasannya: Berbeda dari “Saya pergi ke sana besok”, pronomina y dalam kalimat biasa berada sebelum kata kerja yang dikonjugasikan.
2. Menggunakan y untuk orang
- Salah: Tu penses à Julie ? — Oui, j’y pense.
- Benar: Tu penses à Julie ? — Oui, je pense à elle.
- Alasannya: Julie adalah orang. Dengan penser à, gunakan à elle atau à lui untuk orang; y dipakai untuk tempat atau hal.
3. Memakai y untuk frasa dengan de
- Salah: Tu reviens de Marseille ? — Oui, j’y reviens. jika maksudnya “Saya kembali dari sana.”
- Benar: Tu reviens de Marseille ? — Oui, j’en reviens.
- Alasannya: Y umumnya menggantikan tempat tujuan/lokasi atau à + hal. Untuk asal dengan de, gunakan en.
4. Salah posisi ketika ada infinitif
- Salah: Je y veux aller.
- Benar: Je veux y aller.
- Alasannya: Tempat tersebut melengkapi aller, sehingga y diletakkan tepat sebelum infinitif aller.
5. Melupakan elisi atau tanda hubung
- Salah: Je y pense; allez y.
- Benar: J’y pense; allez-y.
- Alasannya: Je menjadi j’ sebelum y. Dalam perintah afirmatif, kata kerja dan y dihubungkan dengan tanda hubung.
6. Menerjemahkan y selalu sebagai “di sana”
- Kurang tepat: Mengartikan J’y crois sebagai “Saya percaya di sana.”
- Benar: J’y crois berarti “Saya percaya akan hal itu.”
- Alasannya: Arti y mengikuti unsur yang diganti. Jika penggantinya à cette idée, maknanya berhubungan dengan gagasan, bukan tempat.
Catatan Penggunaan
Y sangat lazim baik dalam percakapan maupun tulisan. Mengulang frasa lengkap sebenarnya kadang tetap benar, tetapi terdengar berat jika rujukannya sudah jelas. Bandingkan Tu vas à la bibliothèque ? Oui, je vais à la bibliothèque dengan jawaban yang lebih alami, Oui, j’y vais.
Ungkapan On y va ? dapat benar-benar berarti “Kita pergi ke sana?” jika tempatnya sudah dibicarakan. Namun, dalam situasi tertentu, ungkapan yang sama cukup berarti “Kita berangkat?” atau “Kita mulai?”. Demikian pula, Vas-y ! dapat berarti “Pergilah ke sana!”, tetapi lebih sering dipakai sebagai dorongan: “Ayo!”, “Silakan!”, atau “Lanjutkan!”. Konteks menentukan terjemahan yang paling wajar.
Untuk penutur bahasa Indonesia, tidak semua y perlu diterjemahkan secara eksplisit. Dalam Vous participez au projet ? — Oui, j’y participe, jawaban alami dapat berupa “Ya, saya ikut”, tanpa “di situ” atau “pada proyek itu”. Walaupun terjemahannya menghilangkan unsur tersebut, bahasa Prancis tetap memerlukan y agar pelengkap tidak diulang.
Lebih Lanjut: Pemakaian Tingkat Lanjut
Bagian ini belum harus dikuasai pada tingkat A2, tetapi pola-pola berikut sering terlihat dan membuat pemahaman y lebih lengkap.
Il y a sebagai satu kesatuan
Dalam il y a (“ada”), y merupakan bagian dari ungkapan tetap. Jangan menganalisisnya setiap kali sebagai pengganti tempat tertentu.
- Il y a deux chaises dans la cuisine. — Ada dua kursi di dapur.
- Il y avait beaucoup de monde. — Dahulu ada banyak orang.
- Il n’y aura pas de réunion demain. — Besok tidak akan ada rapat.
Kata kerja avoir berubah menurut waktu, tetapi susunan il + y + avoir tetap terlihat: il y a, il y avait, il y aura, il y aurait.
Y bersama pronomina lain
Dalam Je m’y intéresse, y muncul setelah pronomina refleksif (kata seperti me, te, atau se yang merujuk kembali kepada subjek): me + y → m’y. Pola yang sama terdapat pada tu t’y habitues dan elle s’y prépare.
Y juga dapat muncul bersama en, dengan urutan y en:
- Il y a du café ? — Oui, il y en a. — Apakah ada kopi? — Ya, ada.
- Des problèmes, il y en a toujours. — Masalah selalu ada.
Pola gabungan ini lebih lanjut daripada aturan inti A2. Untuk tahap awal, cukup kenali il y en a sebagai susunan yang sangat umum.
Persesuaian dalam bentuk lampau
Y bukan objek langsung (unsur yang langsung dikenai tindakan). Karena itu, keberadaan y sendiri tidak menyebabkan participe passé (bentuk seperti allé atau pensé dalam kala majemuk) menyesuaikan diri. Misalnya, Nous y avons pensé selalu memakai pensé. Pada Elle y est allée, bentuk allée mengikuti subjek elle karena kata kerja aller memakai être, bukan karena y.
Rujukan dapat berupa seluruh gagasan
Kadang-kadang y merujuk bukan pada satu benda konkret, melainkan pada rencana atau kemungkinan yang baru disebutkan:
- Partir vivre à Montréal ? J’y pense depuis longtemps. — Pindah dan tinggal di Montreal? Saya sudah lama memikirkannya.
- Réussir sans préparation ? Je n’y crois pas. — Berhasil tanpa persiapan? Saya tidak percaya itu mungkin.
Ini tetap mengikuti gagasan dasar: penser à atau croire à sesuatu yang bukan orang.
Tips Latihan
- Latih penggantian dua langkah. Tulis lima kalimat dengan tempat atau à + hal, misalnya Je vais au marché dan Je pense à mon avenir. Setelah itu, ganti bagian tersebut: J’y vais, J’y pense. Cara ini membantu menghubungkan y dengan frasa asalnya.
- Kelompokkan berdasarkan posisi. Buat masing-masing tiga contoh untuk pola biasa (j’y vais), infinitif (je veux y aller), kala majemuk (j’y suis allé), negatif (je n’y vais pas), dan perintah (vas-y). Dengan begitu, posisi y menjadi kebiasaan, bukan tebakan.
- Dengarkan ungkapan utuh. Saat menonton atau mendengar bahasa Prancis, catat on y va, vas-y, j’y pense, dan il y a sebagai potongan lengkap. Ucapkan kembali dengan irama yang sama agar bentuk singkat seperti j’y dan n’y terasa alami.
Konsep Terkait
- Prasyarat: Kata Depan Tempat — membantu mengenali frasa tempat seperti à Paris, au bureau, dans le jardin, dan chez Marie yang dapat digantikan oleh y.