Futur proche dalam bahasa Prancis
Futur Proche
Artikel ini merupakan bagian dari pohon tata bahasa Prancis di Settemila Lingue.
Intinya
Futur proche dibentuk dengan bentuk kini kata kerja aller + infinitif (bentuk dasar kata kerja): je vais manger, “saya akan makan”. Gunakan pola ini terutama untuk rencana, niat, prediksi berdasarkan keadaan sekarang, atau sesuatu yang dirasakan akan segera terjadi. Hanya aller yang berubah sesuai subjek; infinitif sesudahnya tidak berubah.
Gambaran Umum
Futur proche secara harfiah berarti “masa depan dekat”. Bentuk ini sangat sering dipakai dalam percakapan bahasa Prancis untuk membicarakan tindakan yang akan dilakukan atau peristiwa yang tampaknya akan terjadi. Contohnya, Nous allons partir demain berarti “Kami akan berangkat besok”, sedangkan Il va pleuvoir berarti “Sebentar lagi akan hujan” atau “Sepertinya akan hujan”.
Pola dasarnya diperkenalkan pada tingkat A2 karena cukup sederhana: kuasai konjugasi (perubahan bentuk kata kerja menurut subjek) aller, lalu tambahkan infinitif. Namun, kata “dekat” tidak selalu mengacu pada beberapa menit atau beberapa hari. Penutur juga dapat memakai futur proche untuk rencana beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun mendatang apabila rencana itu dianggap sudah terkait dengan keadaan sekarang.
Bagi penutur bahasa Indonesia, futur proche sering dapat diterjemahkan dengan akan, mau, hendak, atau sebentar lagi, tergantung konteks. Akan tetapi, bahasa Indonesia tidak mengubah bentuk kata kerja menurut pelakunya, sedangkan bahasa Prancis mengharuskan aller menyesuaikan diri dengan subjek. Karena itu, jangan mencari satu terjemahan Indonesia yang selalu sama; perhatikan niat dan situasinya.
Cara Kerjanya
Rumus dasar
Pola kalimat positifnya adalah:
subjek + aller dalam bentuk kini + infinitif
Dalam pola ini, infinitif adalah bentuk dasar yang tercantum di kamus, misalnya manger (makan), partir (berangkat), faire (melakukan), dan être (menjadi/berada).
| Subjek | Bentuk aller | Contoh | Arti |
|---|---|---|---|
| je | vais | Je vais sortir. | Saya akan keluar. |
| tu | vas | Tu vas comprendre. | Kamu akan mengerti. |
| il / elle / on | va | On va commencer. | Kita akan mulai. |
| nous | allons | Nous allons voyager. | Kami akan bepergian. |
| vous | allez | Vous allez recevoir un message. | Anda/kalian akan menerima pesan. |
| ils / elles | vont | Elles vont arriver. | Mereka akan tiba. |
Perhatikan bahwa on memakai bentuk orang ketiga tunggal, yaitu va, walaupun dalam percakapan on sering berarti “kita”. Jadi bentuknya on va, bukan on allons.
Infinitif tidak berubah
Setelah aller, gunakan bentuk dasar kata kerja tanpa menyesuaikannya lagi dengan subjek:
- Je vais travailler. — Saya akan bekerja.
- Nous allons travailler. — Kami akan bekerja.
- Ils vont travailler. — Mereka akan bekerja.
Kesalahan yang sering muncul adalah mengonjugasikan kedua kata kerja. Dalam nous allons partir, misalnya, yang berubah hanya aller menjadi allons; partir tetap berbentuk infinitif.
Bentuk negatif
Untuk penyangkalan, ne ... pas mengapit bentuk aller, bukan infinitif:
subjek + ne/n’ + aller + pas + infinitif
- Je ne vais pas sortir. — Saya tidak akan keluar.
- Elle ne va pas venir. — Dia tidak akan datang.
- Nous n’allons pas attendre. — Kami tidak akan menunggu.
Dalam percakapan santai, ne sering tidak diucapkan: Je vais pas sortir. Bentuk ini lazim didengar, tetapi untuk tulisan baku dan latihan dasar, gunakan bentuk lengkap je ne vais pas sortir.
Kata negatif lain menempati posisi yang serupa:
- Il ne va jamais accepter. — Dia tidak akan pernah menerima.
- Je ne vais plus utiliser cette application. — Saya tidak akan menggunakan aplikasi ini lagi.
- Nous n’allons rien acheter. — Kami tidak akan membeli apa pun.
Membuat pertanyaan
Ada tiga pola pertanyaan yang umum. Semuanya memakai aller yang sudah dikonjugasikan.
| Pola | Contoh | Arti | Catatan |
|---|---|---|---|
| Intonasi | Tu vas venir ? | Kamu akan datang? | Sangat umum dalam percakapan. |
| Est-ce que | Est-ce que vous allez rester ? | Apakah Anda akan tetap tinggal? | Netral dan mudah digunakan. |
| Inversi | Allez-vous rester ? | Apakah Anda akan tetap tinggal? | Lebih resmi atau lebih sering dalam tulisan. |
Dengan kata tanya, bentuk yang sangat berguna ialah Qu’est-ce que tu vas faire ? (“Kamu akan melakukan apa?”) dan Quand est-ce qu’ils vont arriver ? (“Kapan mereka akan tiba?”).
Kata ganti objek dan kata kerja pronominal
Kata ganti objek adalah kata pendek yang menggantikan orang atau benda yang dikenai tindakan, seperti le (“itu/dia” untuk bentuk maskulin) dan lui (“kepadanya”). Dalam futur proche, kata ganti ini biasanya diletakkan tepat sebelum infinitif:
- Je vais le faire. — Saya akan melakukannya.
- Nous allons lui parler. — Kami akan berbicara kepadanya.
- Tu vas les acheter ? — Kamu akan membelinya?
Pada kata kerja pronominal, yaitu kata kerja dengan kata ganti refleksif seperti se lever (“bangun”), kata gantinya menyesuaikan diri dengan subjek dan juga berada sebelum infinitif:
- Je vais me lever tôt. — Saya akan bangun pagi.
- Elle va se préparer. — Dia akan bersiap-siap.
- Nous allons nous reposer. — Kami akan beristirahat.
Dalam bentuk negatif, susunannya menjadi Je ne vais pas me lever tôt. Bagian ne ... pas tetap mengapit vais, sementara me tetap melekat pada kelompok infinitif me lever.
Contoh dalam Konteks
| Bahasa Prancis | Bahasa Indonesia | Catatan |
|---|---|---|
| Je vais manger dans cinq minutes. | Saya akan makan lima menit lagi. | Tindakan yang segera dilakukan. |
| Il va pleuvoir ; prends un parapluie. | Sepertinya akan hujan; bawalah payung. | Prediksi berdasarkan tanda sekarang. |
| Nous allons partir demain matin. | Kami akan berangkat besok pagi. | Rencana yang sudah ada. |
| Qu’est-ce que tu vas faire ce week-end ? | Kamu mau melakukan apa akhir pekan ini? | Pertanyaan tentang rencana. |
| On va voir un film ce soir. | Kita akan menonton film malam ini. | On umum dipakai untuk “kita”. |
| Vous allez adorer ce restaurant. | Anda pasti akan menyukai restoran ini. | Prediksi atau keyakinan pembicara. |
| Elles vont déménager en juillet. | Mereka akan pindah rumah pada bulan Juli. | Rencana pada waktu tertentu. |
| Attention, tu vas tomber ! | Hati-hati, kamu akan jatuh! | Bahaya yang tampak sangat dekat. |
| Je ne vais pas acheter cette voiture. | Saya tidak akan membeli mobil ini. | Keputusan negatif. |
| Est-ce que vous allez participer à la réunion ? | Apakah Anda akan ikut rapat? | Pertanyaan netral. |
| Nous allons en parler après le déjeuner. | Kami akan membicarakannya setelah makan siang. | En berada sebelum infinitif. |
| Je vais me coucher tôt ce soir. | Saya akan tidur lebih awal malam ini. | Kata kerja pronominal se coucher. |
| Ils vont construire une nouvelle école ici. | Mereka akan membangun sekolah baru di sini. | Proyek yang sudah direncanakan. |
| Un jour, je vais apprendre à cuisiner. | Suatu hari nanti, saya akan belajar memasak. | Masa depan tidak harus sangat dekat. |
Kesalahan Umum
1. Memakai infinitif aller tanpa konjugasi
- Keliru: Je aller partir demain.
- Benar: Je vais partir demain.
- Alasannya: Aller harus berubah sesuai subjek. Untuk je, bentuknya vais.
2. Mengonjugasikan kata kerja kedua
- Keliru: Nous allons partons demain.
- Benar: Nous allons partir demain.
- Alasannya: Hanya aller yang dikonjugasikan. Kata kerja kedua harus tetap berupa infinitif, yaitu partir.
3. Memakai bentuk aller yang salah untuk on
- Keliru: On allons commencer.
- Benar: On va commencer.
- Alasannya: Walaupun on sering berarti “kita”, secara tata bahasa bentuknya orang ketiga tunggal dan berpasangan dengan va.
4. Meletakkan pas sesudah infinitif
- Keliru: Je ne vais sortir pas.
- Benar: Je ne vais pas sortir.
- Alasannya: Dalam pola dasar, ne ... pas mengapit kata kerja yang dikonjugasikan, yaitu vais.
5. Menaruh kata ganti objek di depan aller
- Keliru: Je le vais acheter.
- Benar: Je vais l’acheter.
- Alasannya: Yang “dibeli” berkaitan dengan acheter, sehingga le diletakkan sebelum infinitif. Di depan vokal, le menjadi l’.
6. Menerjemahkan kata “mau” secara otomatis
- Kurang tepat dalam konteks tertentu: Je vais du café untuk “Saya mau kopi.”
- Lebih tepat: Je voudrais du café. atau Je veux du café.
- Alasannya: “Mau” dalam bahasa Indonesia dapat menyatakan keinginan, permintaan halus, atau masa depan. Aller + infinitif hanya cocok jika yang dimaksud adalah tindakan mendatang, misalnya Je vais prendre un café (“Saya akan minum/memesan kopi”).
Catatan Pemakaian
Rencana, niat, dan bukti yang terlihat
Futur proche sangat alami ketika ada hubungan yang jelas dengan keadaan sekarang. Hubungan itu dapat berupa keputusan yang sudah dibuat (Je vais changer de travail), persiapan yang sedang berlangsung (Nous allons déménager), atau tanda yang terlihat (Regarde ces nuages : il va pleuvoir).
Dalam bahasa Indonesia, nuansa tersebut kadang dibedakan dengan “mau”, “akan”, “sudah berencana”, atau “sebentar lagi”. Bahasa Prancis dapat memakai pola gramatikal yang sama untuk semuanya; konteks dan keterangan waktu menjelaskan maksudnya.
Tidak selalu benar-benar “dekat”
Nama futur proche tidak berarti bahwa tindakan harus terjadi sebentar lagi. Kalimat Dans dix ans, beaucoup de choses vont changer (“Dalam sepuluh tahun, banyak hal akan berubah”) tetap wajar, khususnya bila pembicara melihat perubahan itu sebagai kelanjutan keadaan sekarang. Jadi, kedekatan yang dimaksud dapat berupa kedekatan psikologis atau kaitan dengan situasi kini, bukan hanya jarak waktu.
Sangat umum dalam percakapan
Dalam percakapan sehari-hari, futur proche sering lebih spontan dan lebih umum daripada futur simple untuk rencana pribadi. Dalam tulisan resmi, laporan, ramalan formal, atau uraian peristiwa masa depan yang lebih netral, futur simple lebih sering dipilih. Ini bukan larangan mutlak; kedua bentuk dapat benar, tetapi sudut pandangnya berbeda.
Aller sebagai “pergi” dan sebagai penanda masa depan
Bandingkan dua pola berikut:
- Je vais au bureau. — Saya pergi ke kantor. Setelah vais ada frasa tempat.
- Je vais travailler. — Saya akan bekerja. Setelah vais ada infinitif.
Kalimat Je vais travailler au bureau biasanya berarti “Saya akan bekerja di kantor”, tetapi dalam konteks tertentu juga dapat menonjolkan gerakan menuju tempat kerja. Konteks percakapan membantu menentukan penafsirannya.
Lebih Lanjut
Bagian ini belum perlu dikuasai sekaligus pada tingkat A2, tetapi berguna agar perbedaan bentuk masa depan tidak terasa membingungkan nanti.
Perbandingan dengan futur simple
| Bentuk | Kecenderungan pemakaian | Contoh | Arti |
|---|---|---|---|
| futur proche | Rencana, niat, akibat yang terasa terkait dengan keadaan kini | Je vais appeler Léa ce soir. | Saya akan menelepon Léa malam ini. |
| futur simple | Masa depan yang dinyatakan lebih netral; sering muncul dalam tulisan atau janji | J’appellerai Léa ce soir. | Saya akan menelepon Léa malam ini. |
| Bentuk kini | Jadwal atau rencana yang sudah pasti, biasanya dengan penanda waktu | J’appelle Léa ce soir. | Saya menelepon Léa malam ini. |
Perbedaan antara je vais appeler dan j’appellerai sering berupa nuansa, bukan perbedaan waktu yang tegas. Bentuk pertama menyoroti niat atau rencana yang sudah ada sekarang. Bentuk kedua menyampaikan kejadian masa depan secara lebih netral dan dapat terdengar seperti janji, keputusan, atau pernyataan formal, bergantung pada konteks.
“Hampir terjadi” memakai être sur le point de
Jika ingin menegaskan bahwa sesuatu benar-benar tinggal sesaat lagi, bahasa Prancis dapat memakai être sur le point de + infinitif:
- Le train est sur le point de partir. — Kereta hampir berangkat.
- J’étais sur le point de t’appeler. — Saya tadi hampir meneleponmu.
Pola ini lebih sempit daripada futur proche. Le train va partir dapat berarti kereta akan berangkat dalam waktu dekat, sedangkan le train est sur le point de partir menekankan bahwa keberangkatannya nyaris dimulai.
Aller dalam bentuk lampau + infinitif
Jika aller memakai imparfait (bentuk lampau untuk keadaan atau tindakan yang sedang berlangsung), pola ini menyatakan sesuatu yang tadinya akan terjadi:
- J’allais partir quand tu as appelé. — Saya tadinya hendak berangkat ketika kamu menelepon.
- Nous allions dîner, mais le restaurant était fermé. — Kami tadinya hendak makan malam, tetapi restorannya tutup.
Bentuk ini sering disebut “masa depan dilihat dari masa lampau”. Terkadang tindakannya benar-benar terjadi, tetapi sering kali konteks menunjukkan bahwa rencana itu terhenti atau berubah.
Beberapa infinitif dalam satu rencana
Satu bentuk aller dapat mengawali dua tindakan yang dikoordinasikan:
- Je vais acheter les légumes et préparer le dîner. — Saya akan membeli sayuran dan menyiapkan makan malam.
- Nous allons vérifier les chiffres puis envoyer le rapport. — Kami akan memeriksa angka-angkanya lalu mengirim laporan.
Tidak perlu mengulang aller jika kedua tindakan memiliki subjek dan kerangka waktu yang sama. Pengulangan tetap mungkin jika pembicara ingin memberi penekanan atau memisahkan dua keputusan.
Kiat Latihan
- Latih enam bentuk aller dengan satu infinitif. Ucapkan rangkaian seperti je vais partir, tu vas partir, il va partir, nous allons partir, vous allez partir, ils vont partir. Setelah lancar, ganti partir dengan lima kata kerja sehari-hari.
- Buat agenda singkat dalam bahasa Prancis. Tulis tiga rencana nyata untuk hari ini, akhir pekan, dan bulan depan. Tambahkan satu kalimat negatif dan satu pertanyaan, misalnya Je ne vais pas travailler samedi dan Qu’est-ce que tu vas faire dimanche ?
- Bedakan niat dari keinginan. Saat hendak menerjemahkan “mau”, tanyakan: apakah ini tindakan yang akan dilakukan, keinginan, atau permintaan sopan? Pilih aller + infinitif hanya untuk tindakan mendatang; bandingkan dengan vouloir dan je voudrais untuk keinginan atau permintaan.
Konsep Terkait
- Prasyarat: Kata kerja aller — pelajari bentuk je vais, tu vas, il/elle/on va, nous allons, vous allez, ils/elles vont sebelum membentuk futur proche.
- Langkah berikutnya: Futur simple — bentuk masa depan lain untuk pernyataan yang lebih netral, tulisan, janji, dan berbagai konteks lanjutan.