Verba *Aller* dalam Bahasa Prancis
Le Verbe Aller
Artikel ini merupakan bagian dari pohon tata bahasa Prancis di Settemila Lingue.
Ringkasnya
Aller berarti “pergi” dan merupakan verba tak beraturan: je vais, tu vas, il/elle va, nous allons, vous allez, ils/elles vont. Verba ini dipakai untuk menyatakan perpindahan ke suatu tujuan (Je vais à Paris) dan, jika diikuti infinitif, untuk menyatakan rencana atau kejadian dalam waktu dekat (Je vais partir). Bentuknya harus dihafalkan karena tidak mengikuti pola verba berakhiran -er biasa.
Gambaran Umum
Aller termasuk verba yang sangat sering muncul dalam bahasa Prancis. Pada tingkat A1, kegunaan utamanya ada dua: menyatakan bahwa seseorang pergi atau bergerak ke suatu tempat, dan membentuk futur proche (masa depan dekat) dengan pola aller + infinitif. Kata infinitif berarti bentuk dasar verba yang belum disesuaikan dengan pelaku, misalnya manger “makan” atau partir “berangkat”.
Bagi penutur bahasa Indonesia, tantangan pertama terletak pada perubahan bentuk verba. Kata “pergi” tidak berubah dalam “saya pergi”, “kami pergi”, atau “mereka pergi”. Dalam bahasa Prancis, bentuk aller berubah sesuai subjek (pelaku atau hal yang dibicarakan): je vais, tetapi nous allons dan ils vont. Karena itu, jangan hanya menghafal aller sebagai satu kata; hafalkan bentuknya bersama subjek.
Tantangan kedua adalah kata depan setelah aller. Bahasa Indonesia cukup sering memakai “ke” untuk berbagai tujuan, sedangkan bahasa Prancis memilih bentuk seperti à, au, à la, à l’, aux, en, atau chez berdasarkan jenis tempat dan kata yang mengikutinya. Bagian berikut memisahkan aturan inti untuk pemula dari rincian lanjutan.
Cara Kerjanya
Konjugasi kala kini
Konjugasi adalah perubahan bentuk verba agar sesuai dengan subjek, waktu, atau cara pengungkapan. Bentuk kala kini (présent) dari aller adalah:
| Subjek | Bentuk | Arti dasar |
|---|---|---|
| je | vais | saya pergi |
| tu | vas | kamu pergi |
| il / elle / on | va | dia / kita pergi |
| nous | allons | kami/kita pergi |
| vous | allez | Anda/kalian pergi |
| ils / elles | vont | mereka pergi |
Walaupun berakhiran -er, aller tidak mengikuti pola biasa seperti parler (je parle, nous parlons). Bentuk vais, vas, va, dan vont bahkan tampak sangat berbeda dari bentuk dasarnya. Pengucapan juga perlu diperhatikan:
- vais, vas, dan va terdengar hampir sama;
- akhiran -s pada vais dan vas tidak dibunyikan;
- vont diucapkan dengan vokal sengau, sedangkan -nt tidak dibunyikan;
- pada nous allons dan vous allez, biasanya terjadi liaison, yaitu bunyi konsonan penghubung antara dua kata: kurang lebih nou-z-allons dan vou-z-allez.
Menyatakan tujuan: pergi ke mana?
Untuk kota dan kebanyakan tempat, gunakan aller à lalu sesuaikan bentuk kata depannya.
| Jenis tujuan | Pola | Contoh | Arti |
|---|---|---|---|
| kota | à + kota | aller à Paris | pergi ke Paris |
| tempat dengan le | au | aller au marché | pergi ke pasar |
| tempat dengan la | à la | aller à la banque | pergi ke bank |
| tempat dengan vokal atau h senyap | à l’ | aller à l’école | pergi ke sekolah |
| tempat jamak dengan les | aux | aller aux toilettes | pergi ke toilet |
| rumah/tempat seseorang atau profesi | chez | aller chez Paul / chez le médecin | pergi ke rumah Paul / ke dokter |
Bentuk au berasal dari gabungan à + le, sedangkan aux berasal dari à + les. Gabungan ini wajib: bukan à le marché, melainkan au marché.
Untuk negara, pola dasarnya adalah sebagai berikut:
| Jenis nama negara | Kata depan | Contoh |
|---|---|---|
| feminin atau diawali vokal | en | en France, en Italie, en Iran |
| maskulin | au | au Canada, au Japon |
| jamak | aux | aux États-Unis, aux Pays-Bas |
Jenis gramatikal suatu negara tidak selalu dapat ditebak hanya dari terjemahan Indonesianya. Sebagai petunjuk awal, banyak nama negara berakhiran -e bersifat feminin, tetapi ada pengecualian. Cara paling aman adalah mempelajari nama negara bersama kata depannya.
Menyebut sarana perjalanan
Untuk menjelaskan cara bepergian, pola yang umum ialah:
- à pied — berjalan kaki;
- à vélo — naik sepeda;
- à moto — naik sepeda motor;
- en voiture — naik mobil;
- en bus / en train / en avion — naik bus / kereta / pesawat.
Jangan menerjemahkan kata “naik” secara harfiah di depan semua kendaraan. Kalimat Je vais au bureau en train secara alami berarti “Saya pergi ke kantor naik kereta.”
Membuat kalimat negatif dan pertanyaan
Untuk penyangkalan dasar, tempatkan ne ... pas mengapit verba yang sudah dikonjugasikan:
- Je ne vais pas au bureau aujourd’hui. — Saya tidak pergi ke kantor hari ini.
- Nous n’allons pas sortir ce soir. — Kami tidak akan keluar malam ini.
Dalam percakapan santai, ne sering tidak terdengar: Je vais pas venir. Namun, untuk pemula dan tulisan baku, gunakan bentuk lengkap Je ne vais pas venir.
Pertanyaan dapat dibentuk dengan beberapa cara:
- intonasi naik: Tu vas où ? — Kamu mau pergi ke mana?;
- est-ce que: Où est-ce que tu vas ? — Kamu mau pergi ke mana?;
- inversi (posisi verba dan subjek dibalik): Où vas-tu ? — Kamu pergi ke mana?;
- bentuk formal: Où allez-vous ? — Anda hendak pergi ke mana?
Tu vas où ? sangat lazim dalam percakapan. Où vas-tu ? lebih tertata dan sering muncul dalam tulisan atau situasi yang agak formal.
Membentuk futur proche
Pola masa depan dekat sangat sederhana:
subjek + bentuk kini aller + infinitif
| Subjek | Aller | Infinitif | Hasil |
|---|---|---|---|
| je | vais | manger | Je vais manger. |
| tu | vas | partir | Tu vas partir. |
| elle | va | téléphoner | Elle va téléphoner. |
| nous | allons | visiter | Nous allons visiter Lyon. |
| vous | allez | commencer | Vous allez commencer. |
| ils | vont | arriver | Ils vont arriver. |
Hanya aller yang dikonjugasikan; verba kedua tetap dalam bentuk infinitif. Karena itu, Je vais mange salah dan Je vais manger benar.
Futur proche dapat menyatakan rencana, niat, atau sesuatu yang tampaknya akan segera terjadi. Padanan Indonesianya bergantung pada konteks: “akan”, “mau”, atau “sebentar lagi”. Je vais cuisiner bisa berarti “Saya mau memasak” atau “Saya akan memasak”, bukan bahwa pembicara sedang pergi secara fisik menuju kegiatan memasak.
Contoh dalam Konteks
| Bahasa Prancis | Terjemahan Indonesia | Catatan |
|---|---|---|
| Je vais au travail tous les matins. | Saya pergi ke tempat kerja setiap pagi. | Kebiasaan dan tujuan dengan au |
| Où vas-tu après le cours ? | Kamu pergi ke mana setelah kelas? | Pertanyaan dengan inversi |
| Nous allons à Paris ce week-end. | Kami pergi ke Paris akhir pekan ini. | Nama kota memakai à |
| Elle va chez le médecin à dix heures. | Dia pergi ke dokter pukul sepuluh. | Chez untuk orang/profesi |
| Ils vont aux Pays-Bas en train. | Mereka pergi ke Belanda naik kereta. | Negara jamak dan sarana perjalanan |
| Vous allez bien, Madame ? | Apa kabar, Bu? | Aller bien dalam sapaan formal |
| Ça va, merci. | Baik, terima kasih. | Jawaban percakapan yang sangat umum |
| Je ne vais pas à l’université aujourd’hui. | Saya tidak pergi ke universitas hari ini. | Kalimat negatif |
| On va au cinéma ce soir ? | Kita pergi ke bioskop malam ini? | On sering berarti “kita” dalam percakapan |
| Je vais manger dans cinq minutes. | Saya akan makan lima menit lagi. | Futur proche |
| Tu vas aimer ce restaurant. | Kamu akan menyukai restoran ini. | Prediksi yang terasa dekat/pasti |
| Regarde les nuages : il va pleuvoir. | Lihat awannya: sebentar lagi akan hujan. | Prediksi berdasarkan tanda yang terlihat |
| Nous allons apprendre une nouvelle leçon. | Kita akan mempelajari pelajaran baru. | Hanya aller yang berubah |
| Elles vont partir demain matin. | Mereka akan berangkat besok pagi. | Subjek feminin jamak |
Contoh-contoh tersebut memperlihatkan dua fungsi yang harus dibedakan melalui konteks. Dalam Nous allons à Paris, kata setelah allons adalah tujuan tempat. Dalam Nous allons visiter Paris, visiter adalah infinitif sehingga seluruh rangkaian menyatakan rencana “kami akan mengunjungi Paris”.
Kesalahan Umum
1. Mengikuti pola verba -er biasa
- Salah: Je alle à la gare.
- Benar: Je vais à la gare.
- Alasannya: Aller adalah verba tak beraturan. Hafalkan keenam bentuk kala kininya, bukan hanya akhiran -er.
2. Memakai à le atau à les
- Salah: Nous allons à le musée.
- Benar: Nous allons au musée.
- Alasannya: À + le wajib menjadi au, dan à + les wajib menjadi aux. Sebaliknya, à la dan à l’ tetap terpisah.
3. Mengonjugasikan verba kedua dalam futur proche
- Salah: Je vais mange maintenant.
- Benar: Je vais manger maintenant.
- Alasannya: Setelah bentuk aller, verba tindakan harus tetap berupa infinitif: manger, bukan mange.
4. Memakai satu kata depan untuk semua negara
- Salah: Elle va à France.
- Benar: Elle va en France.
- Alasannya: Negara feminin umumnya memakai en; negara maskulin memakai au dan negara jamak memakai aux.
5. Menyamakan aller dengan “sedang pergi” dalam semua konteks
- Salah tafsir: Je vais travailler = “Saya sedang pergi bekerja.”
- Tafsir yang biasanya tepat: Je vais travailler = “Saya akan/mau bekerja.”
- Alasannya: Jika aller langsung diikuti infinitif, susunan itu biasanya merupakan futur proche. Untuk menekankan perjalanan menuju tempat kerja, orang dapat berkata Je vais au travail.
6. Melupakan perbedaan tu dan vous
- Kurang tepat dalam situasi formal: Tu vas bien, Monsieur ?
- Lebih tepat: Vous allez bien, Monsieur ?
- Alasannya: Tu dipakai kepada satu orang yang akrab, sedangkan vous dipakai kepada beberapa orang atau kepada satu orang dalam sapaan sopan/formal.
Catatan Pemakaian
On va dalam percakapan
Dalam bahasa Prancis sehari-hari, on sangat sering menggantikan nous dengan arti “kita” atau “kami”. Verba tetap berbentuk orang ketiga tunggal: On va au café ? Bentuk Nous allons au café juga benar, tetapi dapat terdengar lebih resmi atau lebih menonjolkan “kami”.
Ça va bukan hanya “pergi”
Ungkapan Ça va ? secara harfiah tidak perlu dianalisis kata demi kata. Dalam percakapan, artinya dapat berupa “Apa kabar?”, “Baik-baik saja?”, atau “Cocok?”. Jawabannya antara lain:
- Ça va très bien. — Sangat baik.
- Ça va. — Baik / lumayan.
- Ça ne va pas. — Tidak baik / ada yang tidak beres.
- Comment allez-vous ? — Apa kabar? (lebih formal).
Aller bien dan aller mal juga dipakai untuk keadaan seseorang atau berfungsinya sesuatu: Mon ordinateur va mal berarti komputer itu tidak bekerja dengan baik.
Rencana dekat tidak selalu berarti beberapa menit lagi
Nama futur proche memang berarti “masa depan dekat”, tetapi pemakaiannya tidak dibatasi oleh jarak waktu yang sangat singkat. L’année prochaine, je vais étudier en France tetap wajar jika hal itu sudah direncanakan atau dipandang berkaitan erat dengan keadaan sekarang. Jadi, yang penting bukan hanya “kapan”, melainkan juga rasa niat, rencana, atau bukti saat ini.
Melampaui Dasar: Pemakaian Lanjutan
Bagian ini belum harus dikuasai pada tingkat A1, tetapi bentuk-bentuk berikut akan sering terlihat kemudian.
Bentuk lampau dengan être
Dalam passé composé (bentuk lampau majemuk yang umum), aller memakai verba bantu être, bukan avoir:
- Je suis allé au marché. — Saya pergi ke pasar. (penutur laki-laki)
- Je suis allée au marché. — Saya pergi ke pasar. (penutur perempuan)
- Ils sont allés à Lyon. — Mereka pergi ke Lyon.
- Elles sont allées à Lyon. — Mereka pergi ke Lyon. (semuanya perempuan)
Bentuk allé adalah participe passé (bentuk verba yang dipakai dalam susunan lampau majemuk). Karena verba bantunya être, ejaan allé biasanya disesuaikan dengan jenis dan jumlah subjek: allé, allée, allés, allées. Perbedaan akhiran tersebut umumnya tidak terdengar dalam pengucapan, tetapi penting dalam tulisan.
Bentuk perintah
Impératif adalah bentuk untuk perintah, ajakan, atau saran. Bentuk utama aller ialah:
| Bentuk | Contoh | Arti |
|---|---|---|
| va | Va à la maison ! | Pergilah ke rumah! |
| allons | Allons au restaurant ! | Mari pergi ke restoran! |
| allez | Allez tout droit. | Jalan terus. / Silakan lurus. |
Di depan kata ganti y, va mendapat -s penghubung: Vas-y ! berarti “Ayo!”, “Silakan!”, atau secara harfiah “Pergilah ke sana!”. Bentuk ini merupakan pengecualian ejaan yang patut dihafalkan sebagai satu ungkapan.
S’en aller
Bentuk pronominal s’en aller berarti “pergi”, “beranjak”, atau “meninggalkan tempat”. Kata pronominal berarti verba digunakan bersama kata ganti seperti me, te, se, nous, atau vous.
- Je m’en vais. — Saya pergi dulu.
- Il s’en va sans dire au revoir. — Dia pergi tanpa berpamitan.
- Nous nous en allons. — Kami beranjak pergi.
Dalam percakapan, Je m’en vais sering lebih tegas menyatakan “saya meninggalkan tempat ini” daripada Je vais, yang biasanya memerlukan tujuan atau pelengkap lain.
Aller sebagai penghubung perkembangan
Pada tingkat lebih lanjut, aller dapat menunjukkan bahwa suatu keadaan bergerak atau berkembang ke arah tertentu:
- La situation va changer. — Situasinya akan berubah.
- Les prix vont augmenter. — Harga-harga akan naik.
- Le bruit va en augmentant. — Kebisingannya makin meningkat. (gaya lebih formal)
Ada pula pola aller + participe présent seperti va en augmentant. Bentuk ini lebih formal dan tidak perlu dijadikan prioritas bagi pemula.
Nuansa dibanding masa depan sederhana
Bahasa Prancis juga memiliki futur simple, yaitu bentuk masa depan satu kata seperti je partirai “saya akan berangkat”. Secara umum, je vais partir menonjolkan rencana, niat, atau kejadian yang terasa terhubung dengan keadaan sekarang; je partirai dapat terdengar lebih netral, lebih jauh, lebih resmi, atau sebagai janji. Perbedaannya tidak selalu mutlak, dan dalam percakapan futur proche sangat sering dipakai bahkan untuk waktu yang tidak terlalu dekat.
Kiat Latihan
- Hafalkan dalam tiga kelompok bunyi. Ucapkan berulang: je vais, tu vas, il va; lalu nous allons, vous allez; terakhir ils vont. Setelah lancar, ganti subjek dengan nama orang: Marie va, Paul et Léa vont.
- Buat dua kalimat untuk satu kegiatan. Contoh: Je vais au marché untuk tujuan dan Je vais acheter des fruits untuk rencana. Latihan berpasangan ini membantu membedakan aller + tempat dari aller + infinitif.
- Latih kata depan bersama tempatnya. Jangan menghafal “France” sendirian; catat en France. Lakukan hal yang sama dengan au Canada, aux États-Unis, à Paris, dan chez le médecin.
Konsep Terkait
- Prasyarat: Verba Reguler Berakhiran -ER — membantu memahami konjugasi dasar sekaligus melihat mengapa aller merupakan pengecualian.
- Langkah berikutnya: Masa Depan Dekat — membahas lebih mendalam pola aller + infinitif, penyangkalan, pertanyaan, dan nuansanya dibanding bentuk masa depan lain.