B1

Gérondif dalam Bahasa Prancis: *en* + bentuk *-ant*

Le Gérondif

Artikel ini merupakan bagian dari pohon tata bahasa Prancis di Settemila Lingue.

Ringkasnya

Gérondif dibentuk dengan en + participe présent (bentuk kata kerja berakhiran -ant): en parlant, en finissant, en prenant. Bentuk ini menghubungkan dua tindakan yang dilakukan oleh subjek yang sama dan biasanya berarti “sambil”, “dengan cara”, “ketika”, atau “jika”: Il apprend en lisant berarti “Ia belajar dengan membaca.”

Gambaran Umum

Dalam bahasa Prancis, gérondif adalah bentuk kata kerja yang berfungsi sebagai keterangan: bentuk ini menjelaskan kapan, bagaimana, mengapa, atau dalam kondisi apa tindakan utama terjadi. Istilah participe présent berarti bentuk partisip kini—bentuk kata kerja berakhiran -ant yang tidak menunjukkan orang atau waktu secara langsung. Jika bentuk itu didahului en, terbentuklah gérondif: parlant menjadi en parlant.

Topik ini biasanya mulai dipelajari pada tingkat B1 karena memungkinkan dua gagasan dirangkai secara ringkas. Alih-alih mengatakan Il écoute de la musique et il travaille (“Ia mendengarkan musik dan bekerja”), penutur dapat mengatakan Il travaille en écoutant de la musique (“Ia bekerja sambil mendengarkan musik”). Kalimat menjadi lebih padat tanpa kehilangan hubungan antartindakannya.

Bagi penutur bahasa Indonesia, padanan yang paling terasa adalah “sambil”, “dengan”, “ketika”, atau “jika”. Namun, tidak ada satu kata Indonesia yang selalu cocok. Arti en + -ant harus ditentukan dari hubungan logis dalam kalimat. Selain itu, bahasa Prancis biasanya menuntut agar pelaku gérondif sama dengan subjek klausa utama; aturan ini penting karena bahasa Indonesia lebih mudah membiarkan pelaku tersirat dari konteks.

Cara Kerjanya

Pembentukan dasar

Mulailah dari bentuk nous dalam kala kini, hilangkan akhiran -ons, lalu tambahkan -ant. Setelah itu, letakkan en di depannya.

Infinitif (bentuk dasar) Bentuk nous Participe présent Gérondif
parler nous parlons parlant en parlant
finir nous finissons finissant en finissant
prendre nous prenons prenant en prenant
faire nous faisons faisant en faisant
lire nous lisons lisant en lisant
boire nous buvons buvant en buvant

Pola ini tidak terbatas pada kata kerja berakhiran -er. Yang menentukan adalah pangkal bentuk nous. Karena itu, finir menghasilkan finissant, bukan finant, dan prendre menghasilkan prenant, bukan prendant.

Ada tiga bentuk sangat umum yang perlu dihafalkan:

Infinitif Participe présent Gérondif Arti dasar
avoir ayant en ayant dengan memiliki; ketika mengalami
être étant en étant dengan berada/menjadi
savoir sachant en sachant dengan mengetahui

Bentuknya tidak berubah

Gérondif tidak berubah menurut jenis kelamin, jumlah, orang, atau waktu. Bentuk en parlant tetap sama untuk je, elle, nous, dan ils.

  • Je progresse en parlant français. — Saya berkembang dengan berbicara bahasa Prancis.
  • Elles progressent en parlant français. — Mereka berkembang dengan berbicara bahasa Prancis.

Waktu tindakan dipahami dari kata kerja utama. Bandingkan:

  • Il apprend en voyageant. — Ia belajar sambil bepergian.
  • Il a appris en voyageant. — Ia belajar dahulu melalui perjalanan.
  • Il apprendra en voyageant. — Ia akan belajar sambil bepergian.

Subjek kedua tindakan harus sama

Dalam pemakaian baku, pelaku tindakan pada gérondif adalah subjek kata kerja utama.

  • *En sortant du bureau, **j’*ai appelé Léa. — Ketika keluar dari kantor, saya menelepon Léa.

Yang keluar dan yang menelepon sama-sama “saya”. Jika pelakunya berbeda, gunakan klausa lengkap dengan penghubung seperti quand (“ketika”), pendant que (“sementara”), atau parce que (“karena”).

  • Quand Paul est sorti du bureau, j’ai appelé Léa. — Ketika Paul keluar dari kantor, saya menelepon Léa.

Empat hubungan makna utama

1. Waktu atau tindakan bersamaan

Gérondif sering menyatakan bahwa dua tindakan berlangsung pada saat yang sama. Padanan Indonesianya biasanya “sambil” atau “ketika”.

  • Elle cuisine en écoutant la radio. — Ia memasak sambil mendengarkan radio.
  • En arrivant, j’ai vu Marie. — Saat tiba, saya melihat Marie.

Contoh kedua bukan berarti proses tiba berlangsung lama. En arrivant menandai saat ketika subjek mencapai tempat tersebut, sehingga terjemahan alami adalah “saat tiba”.

2. Cara atau sarana

Bentuk ini dapat menjawab pertanyaan “bagaimana caranya?”. Dalam bahasa Indonesia, terjemahannya sering memakai “dengan” atau “melalui”.

  • J’ai appris en lisant. — Saya belajar dengan membaca.
  • On économise de l’énergie en éteignant les lumières. — Kita menghemat energi dengan mematikan lampu.

3. Sebab

Konteks tertentu membuat tindakan dalam gérondif dipahami sebagai penyebab hasil pada klausa utama.

  • En courant trop vite, il est tombé. — Karena berlari terlalu cepat, ia jatuh.

Hubungan sebab ini muncul dari makna kalimat, bukan dari bentuk khusus. Jika penyebab harus dinyatakan tanpa ambiguitas, parce que sering lebih jelas.

4. Syarat

Dalam nasihat, petunjuk, atau kemungkinan, en + -ant dapat berarti “jika” atau “dengan syarat melakukan”.

  • En réservant tôt, vous paierez moins cher. — Jika memesan lebih awal, Anda akan membayar lebih murah.

Bentuk ini tidak menggantikan semua kalimat bersyarat dengan si. Gunakan gérondif terutama ketika tindakan itu sendiri menjadi cara untuk memperoleh hasil.

Kata ganti refleksif dan objek

Pada kata kerja pronominal—kata kerja yang memakai kata ganti seperti se—kata gantinya menyesuaikan pelaku dan diletakkan setelah en, tepat sebelum bentuk -ant.

Subjek Contoh Arti
je en me levant ketika saya bangun
tu en te levant ketika kamu bangun
il/elle/on en se levant ketika ia/kita bangun
nous en nous levant ketika kami bangun
vous en vous levant ketika Anda/kalian bangun
ils/elles en se levant ketika mereka bangun

Kata ganti objek juga berada sebelum bentuk -ant: en le regardant (“sambil memandangnya”), en lui parlant (“ketika berbicara kepadanya”), dan en y allant (“dengan pergi ke sana”).

Bentuk negatif

Untuk menyangkal gérondif, letakkan ne sebelum bentuk -ant dan unsur negatif sesudahnya.

  • en ne parlant pas — dengan tidak berbicara
  • en ne disant rien — tanpa mengatakan apa pun
  • en n’oubliant jamais — dengan tidak pernah lupa

Dalam bahasa lisan, ne sering tidak terdengar dalam kalimat biasa, tetapi dalam tulisan baku bentuk lengkap tetap dianjurkan: en ne regardant pas son téléphone.

Penegasan dengan tout en

Tambahan tout menghasilkan tout en + participe présent. Bentuk ini dapat menegaskan keserentakan (“sembari tetap”) atau menunjukkan pertentangan (“meskipun”, “walaupun tetap”).

  • Tout en parlant, elle cuisinait. — Sambil terus berbicara, ia memasak.
  • Tout en comprenant son choix, je ne suis pas d’accord. — Walaupun memahami pilihannya, saya tidak setuju.

Jadi, tout bukan sekadar hiasan. Dalam kalimat kedua, bentuk itu menonjolkan dua kenyataan yang tampak bertentangan.

Contoh dalam Konteks

Bahasa Prancis Bahasa Indonesia Catatan
Il travaille en écoutant de la musique. Ia bekerja sambil mendengarkan musik. Dua tindakan bersamaan
En arrivant, j’ai vu Marie. Saat tiba, saya melihat Marie. Waktu kejadian
J’ai appris en lisant. Saya belajar dengan membaca. Cara belajar
Tout en parlant, elle cuisinait. Sambil terus berbicara, ia memasak. Keserentakan yang ditegaskan
Elle s’est blessée en ouvrant la boîte. Ia terluka ketika membuka kotak itu. Kejadian yang menyertai
Nous avons découvert la ville en marchant. Kami mengenal kota itu dengan berjalan kaki. Cara atau sarana
En prenant ce bus, tu arriveras plus vite. Jika naik bus ini, kamu akan tiba lebih cepat. Syarat yang praktis
Il a réveillé le bébé en fermant la porte trop fort. Ia membangunkan bayi karena menutup pintu terlalu keras. Sebab atau akibat
En me levant, j’ouvre toujours les rideaux. Ketika bangun, saya selalu membuka tirai. Kata kerja pronominal
Vous pouvez répondre en lui envoyant un message. Anda dapat menjawab dengan mengirim pesan kepadanya. Kata ganti objek tak langsung
Elle est partie sans bruit en ne disant au revoir à personne. Ia pergi tanpa suara tanpa berpamitan kepada siapa pun. Bentuk negatif
Tout en étant fatigués, nous avons continué. Walaupun lelah, kami tetap melanjutkan. Pertentangan
En ayant réservé à l’avance, ils ont évité la file d’attente. Karena sudah memesan sebelumnya, mereka terhindar dari antrean. Tindakan yang selesai lebih dahulu

Kesalahan Umum

1. Membuat bentuk -ant langsung dari infinitif

  • Salah: en prendrant le train
  • Benar: en prenant le train
  • Mengapa: Gunakan pangkal bentuk nous: nous prenons → pren- → prenant. Jangan hanya membuang akhiran infinitif lalu menambahkan -ant.

2. Menghilangkan en

  • Salah: Il apprend parlant avec ses collègues.
  • Benar: Il apprend en parlant avec ses collègues.
  • Mengapa: Bentuk yang dibahas di sini adalah gérondif, yang wajib memakai en. Parlant tanpa en adalah participe présent dan memiliki susunan serta fungsi yang berbeda.

3. Memakai pelaku yang berbeda

  • Salah: En rentrant à la maison, la pluie a commencé.
  • Benar: Quand je rentrais à la maison, la pluie a commencé.
  • Mengapa: Kalimat salah secara tata bahasa seolah-olah mengatakan bahwa “hujan” sedang pulang. Jika yang pulang adalah “saya” tetapi subjek utama adalah “hujan”, gunakan klausa lengkap.

4. Menyesuaikan akhiran dengan subjek

  • Salah: Elles discutent en parlantes très vite.
  • Benar: Elles discutent en parlant très vite.
  • Mengapa: Gérondif tidak berubah. Tidak ada tambahan -e atau -s, bahkan ketika subjeknya feminin atau jamak.

5. Memakai tout en tanpa memahami nuansanya

  • Kurang tepat: Je bois un café tout en travaillant jika hanya ingin menyebut dua tindakan biasa tanpa penekanan.
  • Netral: Je bois un café en travaillant.
  • Dengan penekanan: Tout en travaillant, il suivait attentivement la conversation.
  • Mengapa: Tout en biasanya menonjolkan tindakan yang benar-benar berlangsung bersamaan atau dua gagasan yang berlawanan. Bentuk biasa en sering cukup.

6. Menerjemahkan semua “dengan” menjadi en + -ant

  • Salah: Je voyage en mon frère.
  • Benar: Je voyage avec mon frère.
  • Mengapa: “Dengan” dalam bahasa Indonesia dapat menandai teman, alat, atau cara. Gérondif hanya dipakai jika setelahnya ada tindakan: Je progresse en pratiquant (“Saya berkembang dengan berlatih”). Untuk teman, gunakan avec.

Catatan Penggunaan

Gérondif lazim dalam percakapan maupun tulisan. Dalam petunjuk dan tulisan informatif, bentuk ini sangat berguna untuk menyampaikan cara: Vous pouvez modifier le document en cliquant ici (“Anda dapat mengubah dokumen dengan mengeklik di sini”). Dalam narasi, bentuk ini merangkum latar waktu atau tindakan penyerta: En sortant, elle a croisé son voisin.

Dalam percakapan santai, penutur juga sering memilih dua klausa penuh, terutama jika hubungan maknanya perlu dibuat jelas. Pendant qu’il travaillait, il écoutait de la musique lebih tegas menyatakan dua kegiatan yang berlangsung bersamaan. Comme il courait trop vite, il est tombé lebih jelas menyatakan sebab. Gérondif terasa ringkas, tetapi bukan selalu pilihan terbaik.

Urutan gérondif cukup luwes. Di awal kalimat, bentuk ini biasanya menjadi bingkai untuk seluruh peristiwa dan diikuti koma: En rentrant, j’ai acheté du pain. Di akhir, bentuk ini sering menjelaskan cara atau tindakan penyerta: J’ai acheté du pain en rentrant. Keduanya dapat diterjemahkan “Saya membeli roti dalam perjalanan pulang”, tetapi fokus informasinya sedikit berbeda.

Bahasa Indonesia sering membiarkan kata “sambil” diikuti tindakan dengan subjek yang hanya dipahami dari konteks. Saat menulis bahasa Prancis, biasakan memeriksa subjek secara eksplisit: tanyakan “siapa yang melakukan bentuk -ant?” Jika jawabannya bukan subjek kata kerja utama, susun ulang kalimat dengan quand, pendant que, parce que, atau si.

Lebih Lanjut: Pemakaian Tingkat Lanjut

Gérondif dan participe présent bukan bentuk yang sama fungsinya

Keduanya memakai bentuk -ant, tetapi strukturnya berbeda.

Bentuk Fungsi utama Contoh Arti
gérondif Menjadi keterangan bagi tindakan utama Il répond en souriant. Ia menjawab sambil tersenyum.
participe présent Menerangkan nomina atau menggantikan klausa relatif tertentu Les personnes parlant français peuvent aider. Orang-orang yang berbahasa Prancis dapat membantu.

Pada contoh kedua, parlant français menerangkan les personnes. Menambahkan en akan mengubah hubungan maknanya. Perbedaan ini dibahas lebih lengkap dalam konsep participe présent.

Tout en untuk konsesi

Pada tingkat lanjut, tout en sangat sering menyatakan konsesi, yaitu pengakuan terhadap satu fakta yang tidak mengubah fakta lainnya. Dalam bahasa Indonesia, padanannya dapat berupa “meskipun”, “walaupun”, atau “sekalipun”.

  • Tout en reconnaissant ses qualités, je préfère un autre candidat. — Walaupun mengakui kelebihannya, saya lebih memilih kandidat lain.
  • Cette solution, tout en étant simple, reste efficace. — Solusi ini, meskipun sederhana, tetap efektif.

Susunan ini lazim dalam argumentasi dan tulisan formal karena memungkinkan penulis mengakui satu sisi sebelum menyampaikan sikap yang berbeda.

Bentuk lampau atau gérondif passé

Jika tindakan dalam gérondif sudah selesai sebelum tindakan utama, bahasa Prancis dapat memakai en ayant/étant + participe passé. Participe passé adalah bentuk seperti terminé, vu, atau parti yang juga dipakai dalam kala lampau majemuk.

  • En ayant terminé son travail, elle a pu partir tôt. — Karena sudah menyelesaikan pekerjaannya, ia dapat pulang lebih awal.
  • En étant partis avant huit heures, nous avons évité les embouteillages. — Karena sudah berangkat sebelum pukul delapan, kami terhindar dari kemacetan.

Bentuk ini benar, tetapi lebih jarang dan sering terasa lebih tertulis daripada klausa dengan après avoir atau après être: Après avoir terminé son travail, elle a pu partir tôt. Pada bentuk dengan être, partisip lampau menyesuaikan diri dengan subjek menurut aturan kala majemuk: parti, partie, partis, parties.

Ambiguitas hubungan makna

Satu bentuk en + -ant kadang dapat dibaca sebagai waktu, cara, atau sebab sekaligus. Il s’est amélioré en travaillant avec Léa dapat berarti ia membaik “ketika bekerja”, “dengan bekerja”, atau “karena bekerja” bersama Léa. Biasanya konteks menyelesaikan ambiguitas. Jika perbedaannya penting, pilih penghubung yang lebih khusus: pendant que untuk waktu, parce que untuk sebab, atau si untuk syarat.

Tips Latihan

  1. Mulai dari bentuk nous. Pilih lima kata kerja setiap hari, tulis bentuk nous, lalu ubah menjadi gérondif: nous écrivons → en écrivant. Sertakan avoir, être, dan savoir sebagai bentuk hafalan.
  2. Kelompokkan berdasarkan makna. Buat masing-masing satu kalimat untuk waktu, cara, sebab, dan syarat. Setelah itu, terjemahkan secara alami dengan “sambil”, “ketika”, “dengan”, “karena”, atau “jika”; jangan selalu memakai padanan yang sama.
  3. Lakukan pemeriksaan subjek. Garisbawahi subjek klausa utama dan tanyakan siapa pelaku bentuk -ant. Jika pelakunya berbeda, ubah menjadi klausa dengan quand, pendant que, parce que, atau si.

Konsep Terkait

  • Prasyarat: Kata Kerja Reguler -ER — membantu memahami bentuk dasar dan pangkal kata kerja Prancis.
  • Langkah berikutnya: Partisip Kini — membahas bentuk -ant tanpa en, fungsi verbal dan adjektivalnya, serta perbedaannya dari gérondif.

Prasyarat

Kata Kerja -ER Beraturan dalam Bahasa PrancisA1

Konsep yang dibangun di atas ini

Konsep B1 lainnya

Konsep ini dalam bahasa lain

Bandingkan di semua bahasa