Modus Imperatif dalam Bahasa Prancis
L'Impératif
Artikel ini merupakan bagian dari pohon tata bahasa Prancis di Settemila Lingue.
Ringkasan Singkat
L'impératif dipakai untuk memberi perintah, saran, petunjuk, atau ajakan. Bentuk dasarnya diambil dari konjugasi tu, nous, atau vous kala kini, tetapi kata ganti subjeknya tidak disebutkan: Tu parles menjadi Parle ! dan Nous allons menjadi Allons-y ! Pada verba berakhiran -er, bentuk tu biasanya kehilangan -s terakhirnya.
Gambaran Umum
Modus imperatif adalah bentuk verba yang menyampaikan apa yang diharapkan dilakukan oleh lawan bicara. Dalam tata bahasa, modus berarti cara penutur memandang suatu tindakan—misalnya sebagai fakta, kemungkinan, atau perintah. Imperatif Prancis tidak hanya terdengar dalam perintah tegas. Bentuk ini juga lazim dalam resep, petunjuk jalan, nasihat, undangan, dan ajakan bersama.
Topik ini diperkenalkan pada tingkat A2 karena pembelajar perlu lebih dahulu mengenal konjugasi kala kini. Jika bahasa Indonesia dapat mengatakan “Duduk!”, “Tolong tunggu”, “Jangan lupa”, atau “Mari berangkat” tanpa mengubah verba menurut orangnya, bahasa Prancis memilih satu dari tiga bentuk: tu untuk satu orang dalam hubungan akrab, nous untuk ajakan “mari kita”, dan vous untuk bentuk sopan atau untuk beberapa orang.
Hal terpenting bagi pemula ialah mengenali pola sederhana: ambil bentuk kala kini yang sesuai, hilangkan subjek, lalu sesuaikan bentuk negatif atau kata gantinya. Bagian lanjutan di bawah membahas perubahan -s, urutan kata ganti, dan beberapa bentuk khusus yang dapat dipelajari bertahap.
Cara Kerjanya
Tiga orang yang dipakai
Imperatif tidak mempunyai bentuk untuk semua subjek. Hanya tiga bentuk berikut yang digunakan.
| Bentuk | Ditujukan kepada | Contoh dari parler | Arti alami |
|---|---|---|---|
| tu | satu orang yang diajak berbahasa akrab | Parle ! | Bicaralah! |
| nous | penutur dan orang lain | Parlons ! | Mari kita bicara! |
| vous | satu orang secara sopan, atau beberapa orang | Parlez ! | Silakan bicara! / Bicaralah, kalian! |
Kata tu, nous, dan vous pada tabel menunjukkan sumber konjugasinya. Kata-kata itu tidak ditulis sebagai subjek dalam kalimat imperatif. Karena itu, Tu parle ! bukan bentuk imperatif yang benar; bentuknya cukup Parle !
Membentuk imperatif dari kala kini
Untuk kebanyakan verba, gunakan bentuk kala kini tu, nous, atau vous, lalu hapus kata ganti subjek.
| Infinitif | Kala kini | Imperatif |
|---|---|---|
| finir | tu finis, nous finissons, vous finissez | finis, finissons, finissez |
| prendre | tu prends, nous prenons, vous prenez | prends, prenons, prenez |
| attendre | tu attends, nous attendons, vous attendez | attends, attendons, attendez |
| faire | tu fais, nous faisons, vous faites | fais, faisons, faites |
Infinitif adalah bentuk dasar verba yang biasa tercantum dalam kamus, seperti parler, finir, dan prendre. Perubahan batang atau bentuk tidak beraturan yang terdapat pada kala kini tetap dipertahankan: nous faisons menghasilkan faisons, bukan bentuk rekaan berdasarkan infinitif.
Aturan penting untuk verba -er
Pada verba berakhiran -er, bentuk tu imperatif menghilangkan -s terakhir dari bentuk kala kini.
| Kala kini dengan tu | Imperatif | Arti |
|---|---|---|
| tu parles | Parle ! | Bicaralah! |
| tu regardes | Regarde ! | Lihatlah! |
| tu écoutes | Écoute ! | Dengarkan! |
| tu vas | Va ! | Pergilah! |
Aturan ini juga berlaku pada aller dan pada beberapa verba yang berkonjugasi seperti verba -er, misalnya ouvrir menjadi Ouvre ! Namun, jangan menghapus -s dari semua verba. Finis !, Prends !, dan Fais ! tetap memakai -s karena bukan bentuk -er dalam pola tersebut.
Ada satu pengecualian yang tampak berlawanan: -s muncul kembali sebelum kata y atau en agar pengucapannya mengalir.
- Va ! → Vas-y ! — Pergilah ke sana!
- Mange ! → Manges-en ! — Makanlah sebagian!
- Pense ! → Penses-y ! — Pikirkanlah itu!
Empat verba tidak beraturan utama
Bentuk berikut perlu dihafalkan karena tidak cukup dibentuk dengan menghapus subjek dari kala kini biasa.
| Infinitif | tu | nous | vous | Makna dasar |
|---|---|---|---|---|
| être | sois | soyons | soyez | menjadi / berada |
| avoir | aie | ayons | ayez | mempunyai |
| savoir | sache | sachons | sachez | mengetahui |
| vouloir | veuille | veuillons | veuillez | menghendaki |
Vouloir terutama muncul dalam bahasa sopan atau resmi. Bentuk yang paling sering ditemui adalah veuillez, misalnya Veuillez patienter (“Harap menunggu”). Untuk tingkat A2, utamakan dahulu sois, aie, dan sache, beserta bentuk nous dan vous-nya.
Membuat larangan atau perintah negatif
Untuk mengatakan “jangan”, tempatkan ne sebelum verba dan pas sesudahnya.
- Ne parle pas si vite ! — Jangan bicara secepat itu!
- N'oublions pas les billets ! — Mari jangan melupakan tiketnya!
- Ne soyez pas en retard ! — Jangan terlambat!
Dalam percakapan santai, penutur sering tidak mengucapkan ne: Parle pas si vite ! Bentuk lengkap ne ... pas tetap merupakan pilihan aman untuk tulisan, ujian, dan situasi yang lebih rapi.
Imperatif dengan verba refleksif
Verba refleksif adalah verba yang tindakannya kembali kepada pelaku, seperti se lever (“bangun”). Pada perintah positif, kata ganti refleksif diletakkan setelah verba dengan tanda hubung. Te berubah menjadi toi.
| Orang | Positif | Negatif |
|---|---|---|
| tu | Lève-toi ! | Ne te lève pas ! |
| nous | Levons-nous ! | Ne nous levons pas ! |
| vous | Levez-vous ! | Ne vous levez pas ! |
Perhatikan bahwa dalam bentuk negatif, kata ganti kembali ke depan verba dan toi kembali menjadi te.
Posisi kata ganti objek
Objek ialah orang atau benda yang dikenai atau menerima tindakan. Dalam perintah positif, kata ganti objek diletakkan setelah verba dan dihubungkan dengan tanda hubung:
- Ferme-la ! — Tutup itu!
- Écoutez-moi ! — Dengarkan saya!
- Donne-lui le dossier ! — Berikan berkas itu kepadanya!
- Montrez-nous le chemin ! — Tunjukkan jalannya kepada kami!
Jika ada lebih dari satu kata ganti, urutan positif yang paling berguna untuk dikenali adalah:
verba + le/la/les + moi/toi/lui/nous/vous/leur + y + en
Contohnya: Donne-le-moi ! (“Berikan itu kepada saya!”) dan Parlez-lui-en ! (“Bicaralah kepadanya tentang hal itu!”). Sebelum en atau y, moi dan toi menjadi m' dan t': Donne-m'en !, Va-t'en !
Dalam perintah negatif, kata ganti kembali ke depan verba menurut urutan kalimat biasa:
- Ne me le donne pas ! — Jangan berikan itu kepada saya!
- N'y allez pas ! — Jangan pergi ke sana!
- Ne m'en parle pas ! — Jangan bicarakan itu kepada saya!
Contoh dalam Konteks
| Bahasa Prancis | Bahasa Indonesia | Catatan |
|---|---|---|
| Parle plus fort ! | Bicaralah lebih keras! | Bentuk tu dari verba -er tanpa -s |
| Finissez vos devoirs ! | Selesaikan pekerjaan rumah kalian! | Bentuk vous, ditujukan kepada beberapa orang |
| Allons-y ! | Ayo kita pergi! | Ajakan bersama dengan nous dan y |
| Sois gentil ! | Bersikaplah baik! | Bentuk tu tidak beraturan dari être |
| Prenez la deuxième rue à gauche. | Ambil jalan kedua di sebelah kiri. | Petunjuk jalan yang sopan |
| Attends-moi devant la gare ! | Tunggu saya di depan stasiun! | Kata ganti objek sesudah verba positif |
| N'oublie pas tes clés ! | Jangan lupa kuncimu! | Larangan dengan ne ... pas |
| Ayons confiance ! | Mari kita percaya diri! | Bentuk nous dari avoir |
| Sachez que le musée ferme à six heures. | Ketahuilah bahwa museum tutup pukul enam. | Bentuk vous dari savoir |
| Entrez et asseyez-vous, s'il vous plaît. | Silakan masuk dan duduk. | Sopan, dengan verba refleksif |
| Manges-en un peu ! | Makanlah sedikit! | -s muncul kembali sebelum en |
| Ne lui téléphonez pas ce soir. | Jangan menelepon dia malam ini. | Kata ganti berada sebelum verba negatif |
| Regardons d'abord le menu. | Mari kita lihat menunya dahulu. | Saran bersama, bukan perintah keras |
| Donne-le-moi demain. | Berikan itu kepada saya besok. | Dua kata ganti setelah verba positif |
| Veuillez remplir ce formulaire. | Harap isi formulir ini. | Rumusan resmi dan sopan |
Kesalahan Umum
Menyertakan kata ganti subjek
- Keliru: Tu ferme la porte !
- Benar: Ferme la porte !
- Alasannya: Imperatif tidak memakai kata ganti subjek. Selain itu, bentuk tu dari fermer kehilangan -s.
Menghapus -s dari semua verba
- Keliru: Fini ton travail !
- Benar: Finis ton travail !
- Alasannya: Penghilangan -s terutama berlaku pada bentuk tu verba -er dan verba berpola serupa. Bentuk finis, prends, dan fais tetap mempertahankannya.
Mempertahankan -s pada verba -er
- Keliru: Parles moins vite !
- Benar: Parle moins vite !
- Alasannya: Bentuk tu dari verba -er biasanya membuang -s. Akan tetapi, ingat Parles-en ! karena -s kembali sebelum en.
Salah menempatkan kata ganti dalam larangan
- Keliru: Ne donne-le-moi pas !
- Benar: Ne me le donne pas !
- Alasannya: Kata ganti berada sesudah verba hanya pada perintah positif. Dalam bentuk negatif, kata ganti ditempatkan sebelum verba.
Memakai bentuk akrab dalam situasi resmi
- Kurang tepat: Attends ici ! kepada pelanggan yang belum dikenal
- Lebih tepat: Attendez ici, s'il vous plaît.
- Alasannya: Bentuk tu dapat terdengar terlalu akrab atau memerintah. Gunakan vous untuk satu orang dalam situasi sopan dan juga untuk kelompok.
Menerjemahkan “mari” tanpa mengubah verba
- Keliru: Nous allons ! jika maksudnya “Ayo kita pergi!”
- Benar: Allons-y !
- Alasannya: Nous allons adalah pernyataan “kita pergi/sedang pergi”. Ajakan memakai imperatif nous, tanpa subjek; y membuat ungkapan allons-y terdengar alami.
Catatan Pemakaian
Kekuatan sebuah imperatif sangat bergantung pada konteks dan intonasi. Fermez la porte ! secara tata bahasa sopan karena memakai vous, tetapi tetap dapat terdengar tajam. Tambahkan s'il vous plaît (“silakan/tolong”), alasan singkat, atau bentuk pertanyaan jika perlu: Fermez la porte, s'il vous plaît. Dalam permintaan yang lebih halus, penutur juga sering memilih bentuk kondisional seperti Pourriez-vous fermer la porte ? (“Bisakah Anda menutup pintunya?”), bukan imperatif langsung.
Bentuk tu dipakai kepada teman, anggota keluarga, anak, atau orang yang memang saling memakai tu. Bentuk vous mempunyai dua fungsi sekaligus: menyapa satu orang secara formal dan menyapa lebih dari satu orang, baik akrab maupun formal. Terjemahan Indonesia sering tidak memperlihatkan perbedaan ini, jadi tentukan lebih dahulu siapa lawan bicara sebelum memilih bentuk Prancis.
Bentuk nous biasanya mengajak, bukan memerintah: Commençons ! berarti “Mari kita mulai!” Dalam bahasa Indonesia, padanan yang alami sering memakai “ayo” atau “mari”, bukan akhiran “-lah”. Resep dan petunjuk tertulis dapat memakai vous (Ajoutez le sucre) atau infinitif (Ajouter le sucre). Keduanya umum, tetapi sebuah teks biasanya mempertahankan gaya yang konsisten.
Tanda seru tidak wajib. Imperatif dalam petunjuk atau nasihat dapat diakhiri titik agar nadanya netral. Dalam tipografi Prancis yang rapi, lazim ada spasi sebelum tanda seru: Écoutez !
Lebih Lanjut
Bagian ini tidak harus langsung dikuasai pada tingkat A2, tetapi bentuk-bentuk berikut akan sering terlihat kemudian.
Perintah orang ketiga memakai subjonctif
Imperatif hanya memiliki bentuk tu, nous, dan vous. Untuk menyatakan harapan atau perintah mengenai orang ketiga, bahasa Prancis memakai subjonctif (bentuk verba untuk hal yang diinginkan, diragukan, atau belum dianggap sebagai fakta), biasanya dengan que:
- Qu'il entre ! — Suruh dia masuk! / Biarkan dia masuk!
- Qu'ils attendent dehors ! — Biarkan mereka menunggu di luar!
Ini bukan bentuk imperatif baru, melainkan cara lain untuk menyampaikan kehendak terhadap pihak yang tidak disapa langsung.
Imperatif lampau
Impératif passé menekankan bahwa suatu tindakan harus sudah selesai sebelum batas waktu tertentu. Bentuknya memakai imperatif dari avoir atau être ditambah participe passé, yaitu bentuk verba yang dipakai dalam kala majemuk seperti fini atau parti.
- Aie terminé avant midi. — Pastikan kamu sudah selesai sebelum tengah hari.
- Soyez partis avant huit heures. — Pastikan kalian sudah berangkat sebelum pukul delapan.
Bentuk ini jauh kurang penting bagi pemula dan lebih sering muncul dalam bahasa yang terencana atau bernada tegas.
Infinitif pada papan dan petunjuk umum
Larangan yang tidak ditujukan kepada orang tertentu sering memakai infinitif:
- Ne pas toucher. — Jangan disentuh.
- Garder la porte fermée. — Biarkan pintu tetap tertutup.
Gaya ini umum pada papan, kemasan, aturan, dan petunjuk tertulis. Saat berbicara langsung kepada seseorang, Ne touchez pas ! lebih alami.
Nuansa izin, dorongan, dan ketidaksabaran
Bentuk yang sama dapat bermakna berbeda menurut situasi. Entrez ! dapat menjadi undangan ramah “Silakan masuk”, sedangkan Sortez ! dapat menjadi perintah keras “Keluar!” Ungkapan pendek seperti Allez ! juga dapat berarti “Ayo!”, “Sudahlah!”, atau dorongan untuk segera bertindak. Karena itu, jangan menilai tingkat kesopanannya dari konjugasi saja; perhatikan hubungan penutur, intonasi, dan kata pendamping.
Kiat Latihan
- Buat tiga bentuk sekaligus. Pilih lima verba yang sudah dikenal, lalu tulis bentuk tu, nous, dan vous: regarde, regardons, regardez. Tandai khusus verba -er agar aturan hilangnya -s tertanam.
- Latih pasangan positif–negatif. Ubah Lève-toi ! menjadi Ne te lève pas ! dan Donnez-le-moi ! menjadi Ne me le donnez pas ! Latihan berpasangan membantu mengingat perpindahan kata ganti.
- Kelompokkan menurut situasi. Tulis petunjuk resep dengan vous, ajakan akhir pekan dengan nous, dan pesan kepada teman dengan tu. Dengan begitu, bentuk verba selalu terhubung pada lawan bicara dan tujuan yang nyata.
Konsep Terkait
- Prasyarat: Verba Beraturan -ER — pola kala kini verba -er menjadi dasar untuk membentuk parle, parlons, dan parlez.