Urutan Kala dalam Bahasa Prancis
Concordance des Temps
Artikel ini merupakan bagian dari pohon tata bahasa Prancis di Settemila Lingue.
Sekilas
Concordance des temps adalah pemilihan kala berdasarkan hubungan waktu antara peristiwa dalam induk kalimat dan anak kalimat: bersamaan, lebih dahulu, atau lebih kemudian. Jika titik acuan berada di masa lampau, bahasa Prancis biasanya memakai imparfait untuk keadaan yang bersamaan, plus-que-parfait untuk kejadian yang sudah mendahuluinya, dan conditionnel untuk kejadian yang saat itu masih akan terjadi: Il a dit qu'il viendrait berarti “Ia mengatakan bahwa ia akan datang.”
Gambaran Umum
Dalam bahasa Indonesia, waktu biasanya dijelaskan dengan kata seperti “sudah”, “sedang”, “akan”, “tadi”, atau “besok”; bentuk verba sendiri tidak berubah. Bahasa Prancis justru banyak menandai waktu melalui bentuk verba. Karena itu, saat sebuah kalimat memiliki dua atau lebih verba, tidak cukup memilih kala setiap verba secara terpisah. Kita perlu menentukan titik acuan dan melihat hubungan setiap peristiwa dengan titik itu.
Topik tingkat C1 ini terutama penting dalam discours indirect (ujaran tak langsung, yaitu melaporkan perkataan atau pikiran tanpa mengutip persis), narasi, pengandaian, dan tulisan formal. Istilah “kesesuaian” tidak berarti semua verba harus memakai kala yang sama. Justru, bentuknya sering berbeda agar urutan peristiwanya jelas.
Prinsip dasarnya sederhana: bayangkan garis waktu. Tanyakan kapan tindakan pada anak kalimat terjadi dibandingkan dengan tindakan induk kalimat. Sesudah hubungan waktunya jelas, barulah pilih kala atau modus. Modus ialah cara gramatikal untuk menyajikan tindakan, misalnya sebagai fakta dengan indicatif, sebagai kemungkinan dengan conditionnel, atau sebagai hal yang diinginkan/diragukan dengan subjonctif.
Cara Kerjanya
1. Tentukan hubungan waktunya, bukan sekadar tanggalnya
Ada tiga hubungan pokok:
| Hubungan dengan titik acuan | Makna sederhana | Contoh |
|---|---|---|
| Bersamaan | berlangsung pada saat yang sama | Je savais qu'il dormait. |
| Lebih dahulu | sudah terjadi sebelum titik acuan | Je savais qu'il était parti. |
| Lebih kemudian | masih akan terjadi setelah titik acuan | Je savais qu'il reviendrait. |
Pada contoh-contoh itu, je savais menempatkan titik acuan di masa lampau. Tidur berlangsung pada saat “saya tahu”, keberangkatan terjadi sebelumnya, sedangkan kepulangan masih berada di masa depan jika dilihat dari masa lampau tersebut.
2. Jika induk kalimat berada pada masa kini
Dengan verba pelapor atau pemikiran pada masa kini, pemilihan kala relatif langsung:
| Hubungan waktu | Bentuk yang lazim | Contoh | Arti |
|---|---|---|---|
| Bersamaan | présent | Elle dit qu'elle travaille. | Ia mengatakan bahwa ia sedang bekerja. |
| Lebih dahulu | passé composé, imparfait, atau plus-que-parfait sesuai konteks | Elle dit qu'elle a terminé. | Ia mengatakan bahwa ia sudah selesai. |
| Lebih kemudian | futur simple | Elle dit qu'elle viendra. | Ia mengatakan bahwa ia akan datang. |
| Sudah selesai sebelum suatu titik di masa depan | futur antérieur | Elle dit qu'elle aura terminé lundi. | Ia mengatakan bahwa pada hari Senin ia sudah akan selesai. |
Pilihan antara passé composé dan imparfait tetap mengikuti sudut pandang biasa: peristiwa selesai versus latar, kebiasaan, atau keadaan yang sedang berlangsung.
3. Jika titik acuan bergeser ke masa lampau
Inilah pola yang paling sering disebut pergeseran kala dalam ujaran tak langsung.
| Hubungan waktu dari sudut masa lampau | Bentuk lazim | Contoh |
|---|---|---|
| Bersamaan | imparfait | Il a dit qu'il était fatigué. |
| Lebih dahulu | plus-que-parfait | Il a dit qu'il avait oublié la clé. |
| Lebih kemudian | conditionnel présent | Il a dit qu'il reviendrait. |
| Akan sudah selesai | conditionnel passé | Il pensait qu'elle aurait terminé avant midi. |
Conditionnel présent di sini bukan selalu “pengandaian”. Bentuk itu berfungsi sebagai masa depan dilihat dari masa lampau. Bandingkan:
- Il dit qu'il viendra. — Ia mengatakan bahwa ia akan datang.
- Il a dit qu'il viendrait. — Ia mengatakan bahwa ia akan datang.
Terjemahan Indonesianya dapat sama, tetapi sudut waktunya berbeda. Pada kalimat kedua, “akan datang” dihitung dari saat ia mengatakan sesuatu pada masa lampau.
Untuk tindakan yang diperkirakan sudah selesai sebelum batas waktu masa lampau, gunakan conditionnel passé:
- Je pensais qu'il serait venu avant huit heures. — Saya mengira ia akan sudah datang sebelum pukul delapan.
Dalam pemakaian nyata, Je pensais qu'il serait venu juga dapat menyiratkan harapan yang ternyata tidak terpenuhi. Kontekslah yang menunjukkan apakah penutur sekadar menempatkan kedatangan di masa depan-dari-masa-lampau atau mengungkapkan kekecewaan.
4. Pergeseran tidak selalu wajib
Bahasa Prancis modern tidak memundurkan kala secara otomatis hanya karena verba pelapor berada pada masa lampau. Jika isi pernyataan masih benar saat berbicara, présent dapat dipertahankan:
- Le professeur nous a expliqué que l'eau bout à 100 °C. — Guru menjelaskan kepada kami bahwa air mendidih pada suhu 100 °C.
- Maya m'a dit qu'elle habite à Lyon. — Maya memberi tahu saya bahwa ia tinggal di Lyon.
Pada contoh kedua, habite menyiratkan bahwa Maya masih tinggal di Lyon. Bentuk habitait hanya menyatakan keadaan yang bersamaan dengan saat ia berbicara dahulu; bentuk itu tidak memastikan apakah keadaan tersebut masih berlaku sekarang.
Dengan kata lain, pilihan kala juga menyampaikan sikap penutur terhadap kebenaran dan keberlanjutan informasi:
- Il m'a dit qu'il était malade. — Ia mengatakan bahwa saat itu ia sakit.
- Il m'a dit qu'il est malade. — Ia mengatakan bahwa ia sakit, dan informasi itu disajikan sebagai masih berlaku sekarang.
5. Ubah penunjuk waktu bila sudut pandang berubah
Dalam ujaran tak langsung, kata waktu dan tempat sering ikut menyesuaikan. Perubahan ini bukan daftar mekanis; pilih bentuk yang benar-benar sesuai dengan saat laporan dibuat.
| Dalam ujaran asli | Dalam laporan kemudian |
|---|---|
| aujourd'hui | ce jour-là |
| hier | la veille |
| demain | le lendemain |
| la semaine prochaine | la semaine suivante |
| ici | là atau à cet endroit |
Contoh: « Je finirai demain. » dapat dilaporkan sebagai Elle a dit qu'elle finirait le lendemain. Jika laporan dibuat pada hari yang sama, demain mungkin tetap tepat. Jadi, sesuaikan makna, bukan sekadar mengganti kata.
6. Urutan kala dalam kalimat bersyarat dengan si
Anak kalimat yang diawali si mempunyai pola tersendiri. Dalam pola pengandaian standar, jangan menaruh conditionnel langsung setelah si.
| Jenis hubungan | Anak kalimat si | Induk kalimat | Contoh |
|---|---|---|---|
| Kemungkinan nyata | présent | présent, futur, atau imperatif | Si tu viens, nous dînerons ensemble. |
| Hipotesis kini/masa depan | imparfait | conditionnel présent | Si tu venais, nous dînerions ensemble. |
| Hipotesis lampau yang tidak terjadi | plus-que-parfait | conditionnel passé | Si tu étais venu, nous aurions dîné ensemble. |
Pola campuran juga mungkin jika akibatnya berada pada waktu berbeda:
- Si j'avais mieux étudié, je travaillerais maintenant à Paris. — Seandainya dahulu saya belajar lebih sungguh-sungguh, sekarang saya akan bekerja di Paris.
Pada Si j'avais su qu'il serait parti avant midi..., bentuk serait parti tidak langsung mengikuti si. Ia berada dalam anak kalimat qu'il serait parti dan menyatakan keberangkatan yang saat itu masih akan sudah terjadi. Jika maksudnya “saya tidak tahu bahwa ia sudah pergi”, bentuk yang dibutuhkan justru Si j'avais su qu'il était parti....
7. Urutan kala dengan subjonctif
Subjonctif ialah modus yang sering muncul setelah ungkapan keinginan, keraguan, emosi, penilaian, atau keharusan. Dalam bahasa Prancis modern, hubungan waktunya terutama dibedakan dengan dua bentuk:
| Hubungan waktu | Bentuk modern | Contoh |
|---|---|---|
| Bersamaan atau lebih kemudian | subjonctif présent | Je voulais qu'elle vienne. |
| Lebih dahulu | subjonctif passé | Je regrettais qu'elle soit partie. |
Perhatikan bahwa verba induk voulais dan regrettais berada pada masa lampau, tetapi bahasa modern tetap memakai vienne dan soit partie. Pola klasik berbeda dan dibahas pada bagian penggunaan lanjutan.
Contoh dalam Konteks
| Bahasa Prancis | Arti dalam bahasa Indonesia | Catatan |
|---|---|---|
| Il dit qu'il viendra après le déjeuner. | Ia mengatakan bahwa ia akan datang setelah makan siang. | Masa depan dari titik acuan kini. |
| Il a dit qu'il viendrait après le déjeuner. | Ia mengatakan bahwa ia akan datang setelah makan siang. | Masa depan dilihat dari masa lampau. |
| Nous savions qu'elle préparait encore le dossier. | Kami tahu bahwa ia masih menyiapkan berkas itu. | Kedua tindakan berlangsung bersamaan. |
| Nous savions qu'elle avait déjà envoyé le dossier. | Kami tahu bahwa ia sudah mengirim berkas itu. | Pengiriman mendahului pengetahuan. |
| Je pensais qu'il serait venu avant la fermeture. | Saya mengira ia akan sudah datang sebelum tempat itu tutup. | Tindakan yang diharapkan selesai sesudah titik acuan lampau. |
| Elle m'a assuré qu'elle aurait fini avant notre arrivée. | Ia meyakinkan saya bahwa ia akan sudah selesai sebelum kami tiba. | Conditionnel passé menandai masa depan yang sudah tuntas dari sudut masa lampau. |
| Le médecin a confirmé que ce traitement reste efficace. | Dokter menegaskan bahwa pengobatan ini tetap efektif. | Kala kini dipertahankan karena fakta masih berlaku. |
| Lina a expliqué qu'elle travaillait chez elle ce jour-là. | Lina menjelaskan bahwa hari itu ia bekerja di rumah. | Penunjuk waktu ikut bergeser. |
| Si j'avais su qu'il serait parti si tôt, je serais venu plus tôt. | Seandainya saya tahu bahwa ia akan sudah pergi sepagi itu, saya akan datang lebih awal. | Serait parti berada dalam anak kalimat dengan que, bukan langsung setelah si. |
| Si nous avions réservé, nous aurions eu une meilleure table. | Seandainya kami memesan tempat, kami akan mendapat meja yang lebih baik. | Hipotesis lampau yang tidak terwujud. |
| Je voulais que vous me préveniez dès que possible. | Saya ingin Anda memberi tahu saya secepat mungkin. | Subjonctif présent modern meskipun induknya lampau. |
| Elle regrettait que nous soyons partis sans attendre. | Ia menyesal karena kami pergi tanpa menunggu. | Subjonctif passé menandai kejadian yang lebih dahulu. |
| Dès qu'il aura signé, nous publierons le communiqué. | Begitu ia sudah menandatangani, kami akan menerbitkan pernyataan itu. | Futur antérieur selesai sebelum tindakan masa depan lain. |
| Il ignorait quand le train arriverait. | Ia tidak tahu kapan kereta akan tiba. | Pertanyaan tak langsung dengan masa depan-dari-masa-lampau. |
Kesalahan Umum
1. Memakai futur simple setelah titik acuan lampau
- Keliru: Il a promis qu'il reviendra le lendemain.
- Lebih tepat: Il a promis qu'il reviendrait le lendemain.
- Alasannya: Kepulangan masih berada di masa depan jika dilihat dari janji pada masa lampau. Dalam konteks tertentu reviendra mungkin muncul bila penutur sengaja mengaitkannya dengan masa kini, tetapi itu bukan pola netral.
2. Menggunakan conditionnel langsung sesudah si
- Keliru: Si j'aurais le temps, je viendrais.
- Benar: Si j'avais le temps, je viendrais.
- Alasannya: Untuk hipotesis kini, anak kalimat si memakai imparfait, sedangkan akibatnya memakai conditionnel présent.
3. Menganggap semua kala kini wajib berubah menjadi imparfait
- Kurang tepat jika faktanya masih berlaku: Elle m'a expliqué que Paris était la capitale de la France.
- Lebih alami: Elle m'a expliqué que Paris est la capitale de la France.
- Alasannya: Fakta umum atau informasi yang tetap benar lazim dipertahankan dalam présent. Bentuk lampau dapat tepat bila pembicaraan memang dibatasi pada keadaan suatu masa tertentu.
4. Menyamakan “sudah” dengan satu kala Prancis
- Keliru: Je savais qu'il a terminé.
- Benar dalam narasi lampau: Je savais qu'il avait terminé.
- Alasannya: Kata Indonesia “sudah” tidak otomatis sama dengan passé composé. Karena penyelesaian mendahului je savais, bahasa Prancis memakai plus-que-parfait.
5. Memakai bentuk sastra dalam percakapan biasa
- Terlalu sastra untuk percakapan netral: Je voulais qu'elle vînt immédiatement.
- Bentuk modern: Je voulais qu'elle vienne immédiatement.
- Alasannya: Vînt adalah imparfait du subjonctif. Bentuk ini masih dapat dijumpai dalam sastra atau gaya sangat resmi, tetapi bukan pilihan biasa dalam percakapan modern.
6. Menggeser kala tanpa memperbarui kata waktu
- Membingungkan bila laporan dibuat beberapa hari kemudian: Elle a dit qu'elle viendrait demain.
- Lebih jelas: Elle a dit qu'elle viendrait le lendemain.
- Alasannya: Demain berarti hari sesudah saat berbicara sekarang, sedangkan le lendemain berarti hari sesudah titik acuan yang sudah disebut.
Catatan Pemakaian
Bahasa lisan cenderung memilih bentuk yang menjaga hubungan dengan keadaan sekarang. Karena itu, Il m'a dit qu'il est prêt sangat wajar bila orang tersebut masih siap. Dalam narasi tertulis yang seluruh sudut pandangnya berada di masa lampau, rangkaian imparfait–plus-que-parfait–conditionnel biasanya lebih konsisten dan lebih mudah diikuti.
Untuk masa depan-dari-masa-lampau yang dekat atau sudah direncanakan, konstruksi aller dalam imparfait juga lazim: Elle a dit qu'elle allait partir berarti “Ia mengatakan bahwa ia akan segera/pergi dalam waktu dekat.” Bentuk partirait lebih netral mengenai kedekatan waktunya dan dapat pula terdengar sebagai ramalan atau informasi tentang masa depan.
Jangan memilih kala hanya berdasarkan terjemahan Indonesia. Kalimat “Ia bilang ia datang besok” dapat berarti Il dit qu'il vient demain, Il a dit qu'il viendrait le lendemain, atau Il a dit qu'il allait venir le lendemain, tergantung kapan ucapan dilaporkan dan bagaimana rencana itu dipandang.
Dalam tulisan berita, sejarah, dan biografi, penulis kadang mempertahankan présent historique (kala kini untuk menghidupkan peristiwa lampau). Setelah titik acuan sengaja dipindahkan ke kala kini naratif, bentuk-bentuk lain mengikuti sudut pandang baru tersebut. Konsistensi sudut pandang lebih penting daripada mengikuti tabel secara buta.
Penggunaan Lanjutan
Kesesuaian klasik pada subjonctif
Dalam norma sastra tradisional, induk kalimat masa lampau memicu bentuk subjonctif lampau tertentu:
| Hubungan waktu | Bentuk klasik | Bentuk modern yang lazim |
|---|---|---|
| Bersamaan atau lebih kemudian | imparfait du subjonctif | subjonctif présent |
| Lebih dahulu | plus-que-parfait du subjonctif | subjonctif passé |
Contohnya:
- Il aurait voulu qu'elle vînt. — Ia sebenarnya ingin agar perempuan itu datang.
- Il regrettait qu'elle fût partie. — Ia menyesal karena perempuan itu telah pergi.
Dalam bahasa modern, kalimat tersebut biasanya menjadi Il aurait voulu qu'elle vienne dan Il regrettait qu'elle soit partie. Bentuk klasik masih penting untuk pemahaman novel lama, teks sejarah, ironi bergaya tinggi, dan sebagian tulisan hukum atau seremonial. Untuk penggunaan aktif sehari-hari, mengenalinya lebih penting daripada memproduksinya.
Kala absolut dan kala relatif
Sebuah kala dapat menunjuk waktu kalender secara absolut, yakni terhadap saat penutur berbicara, atau secara relatif, yakni terhadap peristiwa lain. Conditionnel dalam Il savait qu'elle viendrait adalah contoh kala relatif: kedatangan berada sesudah savait, walaupun dari sudut hari ini seluruh rangkaian mungkin sudah lama berlalu.
Hal yang sama berlaku pada futur antérieur. Dalam Quand tu arriveras, j'aurai terminé, penyelesaian dan kedatangan sama-sama berada di masa depan terhadap sekarang, tetapi penyelesaian ditempatkan lebih dahulu daripada kedatangan.
Menjaga atau mengambil jarak dari informasi
Pilihan modus juga dapat menandai jarak penutur terhadap kabar. Dalam laporan pers, conditionnel dapat menunjukkan informasi yang belum dikonfirmasi: Le ministre aurait démissionné berarti kira-kira “Menteri tersebut kabarnya telah mengundurkan diri.” Ini berbeda dari conditionnel passé yang hanya menyatakan masa depan-tuntas-dari-masa-lampau. Bentuknya sama, tetapi fungsi dan konteksnya berbeda.
Karena itu, saat menjumpai aurait fait atau serait venu, tanyakan dua hal: apakah ada titik acuan lampau yang membuatnya menjadi masa depan-dari-masa-lampau, atau apakah penutur sedang menandai kabar yang belum pasti? Kadang konteks memungkinkan kedua nuansa sekaligus.
Tips Latihan
- Gambar tiga posisi waktu. Ambil satu kalimat induk seperti Il a expliqué..., lalu buat tiga lanjutan: kejadian bersamaan dengan imparfait, kejadian lebih dahulu dengan plus-que-parfait, dan kejadian lebih kemudian dengan conditionnel.
- Ubah dialog menjadi laporan. Catat bukan hanya perubahan verba, tetapi juga aujourd'hui, hier, demain, dan penunjuk tempat. Setelah itu, periksa apakah laporan dibuat pada hari yang sama atau kemudian.
- Baca narasi sambil menandai titik acuan. Garisbawahi verba pelapor atau pemikiran, lalu beri tanda “sebelum”, “bersamaan”, atau “sesudah” pada verba anak kalimat. Cara ini lebih efektif daripada menghafal pasangan kala tanpa konteks.
Konsep Terkait
- Prasyarat: Kondisional Lampau — diperlukan untuk menyatakan tindakan yang akan sudah selesai dari sudut masa lampau dan akibat pengandaian yang tidak terwujud.