Kata Kerja *venir* dalam Bahasa Prancis
Le Verbe Venir
Artikel ini merupakan bagian dari pohon tata bahasa Prancis di Settemila Lingue.
Ringkasnya
Venir berarti “datang” dan merupakan kata kerja tak beraturan: je viens, tu viens, il/elle vient, nous venons, vous venez, ils/elles viennent. Untuk menyatakan asal, gunakan venir de + tempat, misalnya Je viens d’Indonésie (“Saya berasal dari Indonesia”). Jangan samakan semua bentuk venir de: jika sesudah de terdapat kata kerja bentuk dasar, pola itu biasanya menyatakan kejadian yang baru saja selesai.
Gambaran Umum
Venir adalah salah satu kata kerja yang paling sering dipakai dalam bahasa Prancis. Makna dasarnya ialah bergerak menuju tempat pembicara, lawan bicara, atau tempat yang sedang menjadi pusat pembicaraan. Karena itu, padanannya sering “datang”, tetapi pilihan antara venir dan aller (“pergi”) bergantung pada sudut pandang. Kalimat Je viens chez toi berarti “Saya datang ke tempatmu”, sedangkan Je vais chez toi menyoroti gerak pergi menuju tempat itu.
Pada tingkat A1, yang paling penting ialah menguasai bentuk waktu kini dan dua pemakaian sehari-hari: menyatakan kedatangan serta menyebut asal. Berbeda dari bahasa Indonesia, kata kerja bahasa Prancis berubah mengikuti subjek (pelaku atau hal yang dibicarakan). Jadi, satu bentuk “datang” dalam bahasa Indonesia dapat menjadi viens, vient, venons, venez, atau viennent.
Pola venir juga muncul pada revenir (“datang kembali”) dan devenir (“menjadi”). Kata kerja tenir (“memegang”, “menahan”, atau “menepati”) memiliki pola perubahan yang sangat mirip walaupun maknanya berbeda. Mengenali keluarga ini membuat sejumlah bentuk yang tampak tidak beraturan menjadi lebih mudah dipelajari.
Cara Kerjanya
Konjugasi venir dalam waktu kini
Bentuk infinitif (bentuk dasar kata kerja) ialah venir. Pada présent, yaitu waktu kini bahasa Prancis, pangkal katanya berubah: vien- pada sebagian bentuk tunggal, ven- pada nous dan vous, serta vienn- pada orang ketiga jamak.
| Subjek | Bentuk venir | Arti dasar |
|---|---|---|
| je | je viens | saya datang |
| tu | tu viens | kamu datang |
| il / elle / on | il / elle / on vient | dia / kita datang |
| nous | nous venons | kami/kita datang |
| vous | vous venez | Anda/kalian datang |
| ils / elles | ils / elles viennent | mereka datang |
Bentuk je viens, tu viens, dan il/elle vient terdengar sama dalam pelafalan biasa meskipun ejaannya berbeda. Akhiran -ent pada viennent juga tidak dibunyikan. Namun, bunyi konsonan ganda dalam pangkal vienn- membuat bentuk jamak ini terdengar berbeda dari vient. Untuk pemula, lebih aman menghafal bentuk dalam pasangan: je viens—nous venons dan il vient—ils viennent.
Menyatakan kedatangan
Untuk menyebut tujuan atau acara, venir dapat diikuti beberapa jenis keterangan:
| Pola | Contoh | Makna |
|---|---|---|
| venir à + tempat/acara | Nous venons à la réunion. | Kami datang ke rapat. |
| venir chez + orang | Elle vient chez moi. | Dia datang ke tempat saya. |
| venir en / au / aux + wilayah | Ils viennent en France. | Mereka datang ke Prancis. |
| venir avec + orang | Tu viens avec nous ? | Kamu ikut datang bersama kami? |
| venir + infinitif | Je viens vous aider. | Saya datang untuk membantu Anda. |
Di depan kata kerja bentuk dasar, bahasa Prancis biasanya langsung memakai venir + infinitif: Elle vient dîner, bukan elle vient à dîner jika maksudnya “dia datang untuk makan malam”.
Menyatakan asal dengan venir de
Pola venir de + tempat menjawab pertanyaan D’où ? (“Dari mana?”). Bentuk de menyesuaikan diri dengan kata sandang tertentu di depannya:
| Jenis tempat | Pola | Contoh |
|---|---|---|
| kota | de + kota | Je viens de Jakarta. |
| nama berawal vokal | d’ | Elle vient d’Indonésie. |
| negara maskulin | du (de + le) | Il vient du Canada. |
| negara jamak | des (de + les) | Nous venons des Pays-Bas. |
| negara feminin | biasanya de | Vous venez de France. |
Dalam percakapan tentang identitas atau tempat asal, présent dapat diterjemahkan dengan “berasal”: Je viens de Surabaya berarti “Saya berasal dari Surabaya”, bukan hanya “Saya baru datang dari Surabaya”. Konteks menentukan tafsir yang paling alami.
Pertanyaan dan penyangkalan
Pertanyaan dapat dibuat dengan intonasi, dengan est-ce que, atau dengan inversi (susunan kata kerja dan subjek dibalik):
- Tu viens demain ? — Kamu datang besok?
- Est-ce que vous venez avec nous ? — Apakah Anda ikut bersama kami?
- D’où viens-tu ? — Kamu berasal dari mana?
Untuk menyangkal, letakkan ne ... pas mengapit kata kerja yang sudah dikonjugasikan: Je ne viens pas ce soir (“Saya tidak datang malam ini”). Dalam percakapan santai, ne sering tidak terdengar, sehingga orang dapat mengatakan Je viens pas. Untuk tulisan dan latihan dasar, gunakan bentuk lengkap ne ... pas.
Revenir, devenir, dan tenir
Revenir dan devenir mempertahankan pola akhir venir. Awalan tidak mengubah konjugasi dasarnya.
| Subjek | revenir | devenir |
|---|---|---|
| je | je reviens | je deviens |
| tu | tu reviens | tu deviens |
| il / elle / on | il revient | il devient |
| nous | nous revenons | nous devenons |
| vous | vous revenez | vous devenez |
| ils / elles | ils reviennent | ils deviennent |
Revenir berarti datang atau kembali ke titik acuan: Je reviens demain (“Saya kembali besok”). Devenir menyatakan perubahan keadaan, pekerjaan, atau identitas: Elle devient médecin (“Dia menjadi dokter”).
Tenir bukan turunan venir, tetapi perubahan bentuknya serupa:
| Subjek | Bentuk tenir |
|---|---|
| je | je tiens |
| tu | tu tiens |
| il / elle / on | il / elle / on tient |
| nous | nous tenons |
| vous | vous tenez |
| ils / elles | ils / elles tiennent |
Perhatikan perbedaan ejaan awalnya: viens/vient memakai v, sedangkan tiens/tient memakai t. Contoh yang sangat umum ialah tenir la main (“memegang tangan”) dan tenir une promesse (“menepati janji”).
Contoh dalam Konteks
| Bahasa Prancis | Bahasa Indonesia | Catatan |
|---|---|---|
| Je viens de Londres. | Saya berasal dari London. | Venir de + kota menyatakan asal. |
| D’où viens-tu ? | Kamu berasal dari mana? | Inversi viens-tu dipakai dalam pertanyaan. |
| Ils viennent à la fête. | Mereka datang ke pesta. | À memperkenalkan acara tujuan. |
| Elle devient médecin. | Dia menjadi dokter. | Nama profesi biasanya tanpa kata sandang setelah devenir. |
| Nous venons chez vous à huit heures. | Kami datang ke tempat Anda pukul delapan. | Chez vous berarti tempat atau rumah Anda. |
| Vous venez avec nous ? | Anda ikut bersama kami? | Bentuk venez cocok dengan vous. |
| Ma sœur vient d’Indonésie. | Saudara perempuan saya berasal dari Indonesia. | De menjadi d’ sebelum bunyi vokal. |
| Mes voisins viennent du Canada. | Para tetangga saya berasal dari Kanada. | Du merupakan gabungan de + le. |
| Je viens te chercher après le travail. | Saya datang menjemputmu setelah bekerja. | Venir chercher sering berarti datang menjemput atau mengambil. |
| Paul revient lundi matin. | Paul kembali pada Senin pagi. | Revenir menyatakan kedatangan kembali. |
| Les jours deviennent plus longs. | Hari-hari menjadi lebih panjang. | Kata sifat longs menyesuaikan dengan nomina jamak maskulin. |
| Tu tiens toujours tes promesses. | Kamu selalu menepati janjimu. | Tenir memakai pola konjugasi serupa. |
| Je ne viens pas ce soir. | Saya tidak datang malam ini. | Penyangkalan baku memakai ne ... pas. |
| Elle vient de finir son café. | Dia baru saja menghabiskan kopinya. | Venir de + infinitif menyatakan masa lampau sangat dekat. |
Kesalahan Umum
1. Memakai akhiran kata kerja beraturan
- Salah: Je vene demain.
- Benar: Je viens demain.
- Alasan: Venir tidak mengikuti pola kata kerja berakhiran -er. Bentuk orang pertama tunggalnya harus dihafal sebagai je viens.
2. Menghilangkan huruf n pada bentuk jamak
- Salah: Ils vienent à la fête.
- Benar: Ils viennent à la fête.
- Alasan: Pangkal untuk ils/elles ialah vienn- dengan dua huruf n, lalu ditambah -ent.
3. Menerjemahkan “berasal” dengan tujuan tempat
- Salah: Je viens à Jakarta. jika maksudnya “Saya berasal dari Jakarta.”
- Benar: Je viens de Jakarta.
- Alasan: De menandai asal, sedangkan à biasanya menandai tujuan atau acara: Je viens à Jakarta demain dapat berarti “Saya datang ke Jakarta besok.”
4. Mengonjugasikan kata kerja setelah venir de
- Salah: Elle vient de termine son travail.
- Benar: Elle vient de terminer son travail.
- Alasan: Dalam pola “baru saja”, kata kerja sesudah de harus berupa infinitif, yaitu bentuk dasar: terminer, bukan termine.
5. Menambahkan à sebelum tujuan berupa tindakan
- Salah: Je viens à vous aider.
- Benar: Je viens vous aider.
- Alasan: Untuk makna “datang untuk melakukan sesuatu”, venir umumnya langsung diikuti infinitif tanpa à.
6. Mencampur tu dan vous
- Salah: Vous viens avec nous ?
- Benar: Vous venez avec nous ?
- Alasan: Bahasa Indonesia tidak mengubah kata kerja menurut “kamu”, “Anda”, atau “kalian”, tetapi bahasa Prancis mewajibkan kecocokan subjek dan bentuk kata kerja.
Catatan Penggunaan
“Datang” dan “pergi” bergantung pada sudut pandang
Bahasa Indonesia juga membedakan “datang” dan “pergi”, tetapi dalam percakapan jarak jauh pilihan sudut pandangnya tidak selalu sama dengan bahasa Prancis. Penutur Prancis dapat memakai venir menuju lokasi lawan bicara: ketika teman mengundang Anda ke rumahnya, jawaban Oui, je viens berarti “Ya, saya datang.” Jika hanya menyebut perjalanan menuju tempat lain tanpa menjadikannya pusat pembicaraan, aller lebih wajar.
On vient dan nous venons
Dalam percakapan sehari-hari, on sangat sering menggantikan nous dengan arti “kami/kita”, tetapi kata kerjanya tetap berbentuk orang ketiga tunggal: On vient à six heures. Bentuk nous venons tetap benar dan lazim dalam tulisan, situasi lebih resmi, atau ketika pembicara ingin menonjolkan “kami”.
Profesi setelah devenir
Setelah devenir, nama profesi yang hanya menyatakan jabatan biasanya tidak memakai un atau une: Elle devient médecin. Kata sandang dipakai jika nomina itu diperjelas atau dinilai secara khusus, misalnya Elle devient une médecin très respectée (“Dia menjadi seorang dokter yang sangat dihormati”).
Jangan tertipu oleh dua fungsi venir de
Bandingkan unsur setelah de:
- Je viens de Bandung. — Saya berasal dari Bandung / datang dari Bandung. Setelah de ada tempat.
- Je viens de manger. — Saya baru saja makan. Setelah de ada infinitif.
Pola kedua disebut passé récent (cara menyatakan kejadian yang baru saja selesai). Struktur luarnya sama, tetapi jenis unsur setelah de memperjelas maknanya.
Lebih Lanjut: Pemakaian Tingkat Lanjut
Bagian ini belum harus dikuasai pada A1. Cukup kenali bentuknya agar tidak kaget saat menemukannya dalam bacaan atau percakapan.
Bentuk perintah
Imperatif (bentuk untuk perintah atau ajakan) memakai viens, venons, venez tanpa pronomina subjek:
- Viens ici ! — Kemarilah!
- Venons plus tôt. — Mari kita datang lebih awal.
- Venez avec moi. — Datanglah bersama saya.
Dalam kalimat negatif: Ne viens pas trop tard (“Jangan datang terlalu larut”).
Bentuk lampau dan kecocokan
Dalam passé composé (bentuk lampau majemuk yang umum), venir, revenir, dan devenir memakai kata bantu être: elle est venue, ils sont revenus, elles sont devenues. Partisip lampau (bentuk kata kerja yang dipakai dalam susunan lampau) menyesuaikan gender dan jumlah subjek: venu, venue, venus, venues.
Tenir berbeda: kata kerja ini memakai avoir, misalnya j’ai tenu ma promesse (“Saya telah menepati janji saya”). Jadi, kemiripan konjugasi waktu kini tidak berarti semua bentuk lampaunya dibangun dengan cara yang sama.
Pangkal pada bentuk waktu lain
Perubahan pangkal tetap terlihat di luar waktu kini:
| Bentuk | Contoh | Arti |
|---|---|---|
| masa depan | je viendrai | saya akan datang |
| kondisional | je viendrais | saya akan datang / akan mau datang, bergantung konteks |
| waktu lampau berkelanjutan | je venais | saya sedang/biasa datang |
| subjungtif | il faut que je vienne | saya perlu datang |
Subjungtif adalah modus kata kerja untuk hal seperti keharusan, harapan, atau ketidakpastian. Anda belum perlu memproduksinya pada tahap awal, tetapi bentuk vienne dan viennent sering muncul dan ejaannya dapat tampak mirip.
Ungkapan yang maknanya tidak selalu harfiah
Beberapa gabungan dengan venir perlu dipahami sebagai satu kesatuan:
- en venir à une conclusion — sampai pada suatu kesimpulan
- venir à l’esprit — terlintas dalam pikiran
- d’où vient le problème ? — dari mana sumber masalahnya?
- tenir à quelqu’un — menyayangi atau menganggap seseorang penting
Ungkapan tersebut menunjukkan bahwa gagasan “datang” dapat berkembang menjadi asal, hasil, atau munculnya sesuatu secara kiasan.
Tips Latihan
- Hafalkan dalam kelompok bunyi. Ucapkan berurutan: je viens, tu viens, il vient; lalu nous venons, vous venez; terakhir ils viennent. Setelah lancar, lakukan pola yang sama dengan devenir dan tenir.
- Buat peta asal dan tujuan. Tulis lima kalimat tentang asal orang atau benda dengan venir de, kemudian lima rencana kedatangan dengan venir à, venir chez, atau venir en/au/aux. Cara ini membantu membedakan “dari” dan “ke”.
- Bedakan nomina dan infinitif setelah de. Saat menemukan venir de, lingkari unsur sesudahnya. Jika berupa tempat, artinya berkaitan dengan asal; jika berupa infinitif, artinya biasanya “baru saja”.
Konsep Terkait
- Prasyarat: Kata Kerja Beraturan Berakhiran -ER — membantu memahami hubungan antara subjek dan perubahan bentuk kata kerja, sebelum mempelajari pola tak beraturan venir.
- Langkah berikutnya: Masa Lampau yang Baru Saja Terjadi — membahas lebih mendalam pola venir de + infinitif untuk menyatakan “baru saja”.