A1

Bilangan Ordinal dalam Bahasa Prancis

Nombres Ordinaux

Artikel ini merupakan bagian dari pohon tata bahasa Prancis di Settemila Lingue.

Ringkasnya

Bilangan ordinal menyatakan urutan: “pertama”, “kedua”, “ketiga”, dan seterusnya. Dalam bahasa Prancis, bentuk pertama adalah premier/première; sesudah itu, bentuk dasarnya biasanya bilangan pokok + -ième, misalnya deux → deuxième dan trois → troisième. Perubahan yang wajib diingat adalah cinq → cinquième dan neuf → neuvième.

Gambaran Umum

Bilangan pokok menyatakan jumlah—un, deux, trois—sedangkan bilangan ordinal menunjukkan posisi dalam suatu urutan—premier, deuxième, troisième. Bentuk ordinal dipakai untuk lantai gedung, bab buku, urutan perlombaan, percobaan, peringatan, dan banyak situasi sehari-hari lainnya.

Topik ini mulai dipelajari pada tingkat A1 karena aturan intinya cukup teratur. Namun, ada beberapa hal yang terasa berbeda bagi penutur bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia cukup menambahkan ke- pada angka, seperti kedua dan kesembilan. Bahasa Prancis menggunakan akhiran -ième, kadang mengubah ejaan kata dasarnya, dan bentuk ordinal dapat menyesuaikan jumlah. Bentuk “pertama” bahkan juga membedakan gender gramatikal, yaitu pengelompokan kata benda sebagai maskulin atau feminin.

Bilangan ordinal biasanya berfungsi seperti adjektiva (kata yang menerangkan nomina atau kata benda). Karena itu, kita tidak hanya perlu mengetahui cara membentuknya, tetapi juga letaknya terhadap nomina dan penyesuaian bentuknya.

Cara Kerjanya

Aturan pemula: tambahkan -ième

Untuk sebagian besar angka, tambahkan -ième pada bilangan pokok.

Bilangan pokok Bilangan ordinal Arti
deux deuxième kedua
trois troisième ketiga
six sixième keenam
sept septième ketujuh
huit huitième kedelapan
dix dixième kesepuluh

Jika bilangan pokok berakhir dengan -e yang tidak beraksen, hilangkan huruf itu sebelum menambahkan -ième.

Bilangan pokok Perubahan Bilangan ordinal
quatre quatr- + -ième quatrième
onze onz- + -ième onzième
douze douz- + -ième douzième
trente trent- + -ième trentième

Sebagai contoh tambahan, treize kehilangan e akhirnya dan menjadi treizième.

Bentuk pertama: premier dan première

Angka satu tidak membentuk ordinal biasa dengan -ième. Gunakan:

  • premier untuk nomina maskulin tunggal: le premier jour — hari pertama;
  • première untuk nomina feminin tunggal: la première fois — kali pertama;
  • premiers untuk bentuk maskulin jamak atau kelompok campuran: les premiers jours — hari-hari pertama;
  • premières untuk bentuk feminin jamak: les premières semaines — minggu-minggu pertama.

Bahasa Indonesia tidak mengubah kata pertama berdasarkan kata yang diterangkannya. Karena itu, jangan menghafal premier sebagai satu-satunya terjemahan “pertama”; hafalkan pasangan premier/première sejak awal.

Dua perubahan ejaan penting

Dua bentuk berikut tidak dapat dibuat hanya dengan menambahkan akhiran secara mekanis:

Bilangan pokok Bilangan ordinal Yang berubah
cinq cinquième ditambahkan u sebelum -ième
neuf neuvième f berubah menjadi v

Jadi, bentuk seperti cinqième dan neufième tidak benar.

Penyesuaian gender dan jumlah

Semua bilangan ordinal dapat berubah menurut jumlah: tambahkan -s ketika ordinal menerangkan nomina jamak. Akan tetapi, dalam bahasa modern, kebanyakan bentuk ordinal tidak berubah menurut gender.

Pola Maskulin Feminin
pertama, tunggal premier première
pertama, jamak premiers premières
kedua, tunggal deuxième deuxième
kedua, jamak deuxièmes deuxièmes

Bandingkan le deuxième chapitre dan la deuxième page: gender nominanya berbeda, tetapi deuxième tetap sama. Sebaliknya, premier harus menjadi première di depan nomina feminin.

Kadang beberapa ordinal tunggal dipakai bersama nomina jamak karena setiap ordinal menunjuk satu anggota yang berbeda: les deuxième et troisième chapitres berarti bab kedua dan bab ketiga. Namun, bila satu ordinal menerangkan beberapa benda sebagai satu kelompok, bentuk jamaknya wajar: les deuxièmes éditions berarti edisi-edisi kedua.

Bilangan majemuk

Untuk bilangan yang terdiri atas beberapa bagian, hanya unsur terakhir yang diubah menjadi ordinal:

  • vingt et un → vingt et unième — kedua puluh satu;
  • trente-deux → trente-deuxième — ketiga puluh dua;
  • cent trois → cent troisième — keseratus tiga;
  • deux cent cinquante → deux cent cinquantième — kedua ratus lima puluh.

Dalam ejaan yang mengikuti pembaruan 1990, seluruh unsur bilangan majemuk boleh dihubungkan dengan tanda hubung, misalnya vingt-et-unième. Bentuk tradisional vingt et unième juga masih sangat lazim. Yang penting, unsur terakhirlah yang menerima -ième.

Perhatikan pula:

  • quatre-vingts kehilangan -s: quatre-vingtième;
  • cent langsung membentuk centième;
  • mille membentuk millième.

Letak terhadap nomina

Bilangan ordinal paling sering diletakkan sebelum nomina:

  • le premier train — kereta pertama;
  • la troisième rue — jalan ketiga;
  • un quatrième essai — percobaan keempat.

Dengan nama penguasa, bab, jilid, atau bagian resmi, susunannya dapat mengikuti kebiasaan khusus. Misalnya, Louis XIV dibaca Louis quatorze, sedangkan François Ier dibaca François premier.

Contoh dalam Konteks

Bahasa Prancis Bahasa Indonesia Catatan
C’est la première fois que je viens à Lyon. Ini pertama kalinya saya datang ke Lyon. Fois feminin, jadi gunakan première.
Notre bureau est au deuxième étage. Kantor kami berada di lantai dua. Ordinal diletakkan sebelum étage.
Tournez à la troisième rue à gauche. Beloklah di jalan ketiga di sebelah kiri. Troisième tidak berubah untuk nomina feminin.
Les premiers jours ont été difficiles. Hari-hari pertama terasa sulit. Maskulin jamak: premiers.
Elle a terminé première de sa classe. Dia menjadi peringkat pertama di kelasnya. Penuturnya perempuan, maka première.
Nous habitons au cinquième étage. Kami tinggal di lantai lima. Ingat tambahan u dalam cinquième.
C’est leur neuvième victoire cette saison. Ini kemenangan kesembilan mereka musim ini. Neuf berubah menjadi neuvième.
Lisez le dixième chapitre avant lundi. Bacalah bab kesepuluh sebelum Senin. Pembentukan teratur dengan -ième.
Il fête son vingt et unième anniversaire. Ia merayakan ulang tahunnya yang kedua puluh satu. Hanya unsur terakhir menjadi ordinal.
Le quatre-vingtième participant a reçu un prix. Peserta kedelapan puluh menerima hadiah. Quatre-vingts kehilangan s.
Nous en sommes à la deuxième étape du projet. Kita sudah sampai pada tahap kedua proyek ini. Étape feminin, tetapi deuxième tetap sama.
Les premières pages expliquent le contexte. Halaman-halaman pertama menjelaskan konteksnya. Feminin jamak: premières.
Je prends le premier métro chaque matin. Saya naik metro pertama setiap pagi. Ungkapan sehari-hari tentang urutan jadwal.
C’est sa troisième tentative. Itu percobaannya yang ketiga. Ordinal mengikuti penentu posesif sa.

Kesalahan Umum

1. Menggunakan premier untuk nomina feminin

  • Salah: la premier fois
  • Benar: la première fois
  • Alasannya: Fois adalah nomina feminin, sehingga bentuk “pertama” harus menjadi première.

2. Menyalin pola bahasa Indonesia dengan numéro

  • Kurang tepat untuk urutan: le numéro trois chapitre
  • Benar: le troisième chapitre
  • Alasannya: Untuk mengatakan “bab ketiga”, gunakan ordinal sebagai adjektiva. Numéro trois berarti “nomor tiga” sebagai label, bukan selalu anggota ketiga dalam urutan.

3. Melupakan perubahan pada lima dan sembilan

  • Salah: le cinqième jour; la neufième place
  • Benar: le cinquième jour; la neuvième place
  • Alasannya: Cinq mendapat tambahan u, sedangkan f pada neuf berubah menjadi v.

4. Mempertahankan -e sebelum -ième

  • Salah: quatreième
  • Benar: quatrième
  • Alasannya: Huruf e akhir pada quatre dihapus sebelum -ième ditambahkan.

5. Menggunakan ordinal untuk semua tanggal

  • Salah: le deuxième mai untuk “tanggal 2 Mei”
  • Benar: le deux mai
  • Alasannya: Dalam tanggal, bahasa Prancis memakai premier hanya untuk hari pertama bulan: le premier mai. Hari lainnya memakai bilangan pokok: le deux mai, le quinze août.

6. Menulis 1ème

  • Salah: 1ème étage
  • Benar: 1er étage atau premier étage
  • Alasannya: Bentuk pertama tidak berasal dari un + -ième. Singkatannya juga khusus.

Catatan Pemakaian

Deuxième dan second/seconde

Bahasa Prancis memiliki dua cara umum untuk mengatakan “kedua”:

  • deuxième: bentuk netral dan dapat dipakai dalam hampir semua urutan;
  • second/seconde: juga berarti kedua dan masih lazim, terutama dalam beberapa ungkapan tetap, nama kelas, atau gaya yang lebih tradisional.

Kadang diajarkan bahwa second dipakai bila hanya ada dua unsur, sedangkan deuxième bila urutan berlanjut. Pembedaan ini dapat membantu memahami nuansa, tetapi pemakaian nyata tidak selalu mengikutinya dengan ketat. Untuk pelajar pemula, deuxième adalah pilihan aman. Jika memakai second, ingat bentuk femininnya seconde dan pelafalannya memiliki bunyi /g/: seconde terdengar kira-kira seperti “segond”.

Lantai gedung tidak selalu cocok dengan kebiasaan Indonesia

Di Prancis, lantai yang sejajar dengan jalan biasanya disebut le rez-de-chaussée. Le premier étage berada satu tingkat di atasnya. Jadi, jangan hanya menerjemahkan nomor lantai; periksa juga sistem penomoran gedung setempat.

Urutan dan label adalah dua gagasan berbeda

Le troisième bus berarti bus ketiga dalam urutan. Le bus numéro trois berarti bus bernomor tiga. Perbedaan ini mirip dengan “bus ketiga” dan “bus nomor tiga” dalam bahasa Indonesia. Memisahkan kedua gagasan tersebut akan mencegah banyak kesalahan.

Singkatan dalam tulisan

Singkatan yang umum ialah:

Bentuk lengkap Singkatan
premier 1er
première 1re
deuxième 2e
troisième 3e
vingt et unième 21e

Huruf pada singkatan sering dicetak sebagai superskrip, tetapi dalam teks biasa 1er, 1re, dan 2e sudah jelas. Dalam tulisan yang rapi, hindari bentuk yang meniru akhiran bahasa lain seperti 2nd atau bentuk tidak baku 2ème; 2e adalah bentuk ringkas yang dianjurkan.

Di Luar Dasar: Pemakaian Lanjutan

Bagian ini tidak perlu dikuasai sekaligus pada tingkat A1, tetapi bentuk-bentuk berikut akan sering terlihat dalam bacaan.

Abad, penguasa, dan acara berurutan

Abad lazim ditulis dengan angka Romawi dan ordinal: le XXIe siècle berarti abad ke-21. Nama penguasa biasanya memakai angka Romawi, tetapi cara membacanya tidak selalu ordinal: Louis XIV dibaca Louis quatorze. Pengecualian yang sangat dikenal ialah angka pertama, seperti François Ier, yang dibaca François premier.

Acara yang diselenggarakan berulang kali juga memakai ordinal: la dixième édition du festival adalah penyelenggaraan atau edisi kesepuluh festival tersebut.

Ordinal sebagai nomina

Ordinal dapat berdiri sendiri ketika nomina yang dimaksud sudah jelas:

  • Je préfère le deuxième. — Saya lebih suka yang kedua.
  • Elle est arrivée la première. — Dia tiba paling pertama.
  • Nous sommes au troisième. — Kami berada di lantai tiga.

Pada contoh terakhir, étage tidak disebut karena sudah dipahami dari konteks. Artikel seperti le, la, atau au tetap membantu menunjukkan gender dan fungsi bentuk itu.

Pecahan

Beberapa ordinal juga dapat menjadi nama pecahan: un cinquième berarti seperlima dan trois dixièmes berarti tiga persepuluh. Namun, pecahan yang sangat umum mempunyai kata khusus: un demi untuk setengah, un tiers untuk sepertiga, dan un quart untuk seperempat. Jadi, jangan berasumsi bahwa setiap pecahan selalu dibentuk langsung dari ordinal.

Makna kiasan

Beberapa ungkapan memakai ordinal tanpa benar-benar menghitung posisi. Au premier plan berarti “di latar depan” atau “menjadi hal yang menonjol”, sedangkan de première qualité berarti “berkualitas terbaik”. Pemakaian seperti ini sebaiknya dipelajari sebagai ungkapan utuh.

Kiat Berlatih

  1. Buat dua deret pendek. Tulis un–dix, lalu ubah menjadi premier/première–dixième. Tandai khusus cinquième dan neuvième agar perubahan ejaannya melekat.
  2. Latih bersama nomina, bukan sendirian. Pasangkan bentuk dengan kata nyata: le premier jour, la première semaine, le deuxième chapitre, les premières pages. Cara ini sekaligus melatih gender dan jumlah.
  3. Amati urutan di sekitar Anda. Sebutkan lantai, bab, halte, atau langkah resep dalam bahasa Prancis. Untuk tanggal, sengaja bedakan le premier juin dari le deux juin.

Konsep Terkait

  • Prasyarat: Bilangan Kardinal — kuasai un, deux, trois dan bilangan majemuk sebelum membentuk ordinalnya.

Prasyarat

Bilangan Kardinal dalam Bahasa PrancisA1

Konsep A1 lainnya

Konsep ini dalam bahasa lain

Bandingkan di semua bahasa