Tata Bahasa Jepang
Jelajahi 112 konsep tata bahasa — dari pemula hingga mahir.
Ini adalah pohon tata bahasa yang menggerakkan Settemila Lingue — setiap konsep menjadi dek latihan fokus dengan kartu flash buatan AI.
A1 (37)
ひらがな (Hiragana) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. The 46 basic hiragana characters used for native Japanese words, grammatical elements, and words without kanji. Includes voiced (dakuten) and combo sounds (youon).
カタカナ (Katakana) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. The 46 katakana characters used primarily for foreign loanwords, onomatopoeia, emphasis, and scientific terms. Same sounds as hiragana with different shapes.
です・だ (Copula です/だ) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Kopula です (sopan) dan だ (biasa) berarti "menjadi/adalah". Digunakan untuk menghubungkan kata benda dan kata sifat-na dengan subjek. Penting untuk pembentukan kalimat dasar.
基本助詞(は・が・を・に) (Partikel Dasar は/が/を/に) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Partikel tata bahasa inti: は (penanda topik), が (penanda subjek), を (objek langsung), に (objek tidak langsung, lokasi, waktu). Fondasi struktur kalimat Bahasa Jepang.
場所の助詞(で・に・へ) adalah konsep tata bahasa Jepang tingkat CEFR A1 tentang partikel tempat dan arah. Partikel で dipakai untuk lokasi terjadinya tindakan, に untuk lokasi keberadaan atau tujuan, dan へ untuk arah pergerakan. Ketiganya penting untuk menjelaskan di mana sesuatu terjadi atau ke mana seseorang pergi.
Partikel と, や, dan か dipakai untuk menghubungkan nomina dalam kalimat bahasa Jepang tingkat A1.
所有の助詞(の), atau partikel の untuk kepemilikan, adalah konsep tata bahasa Jepang tingkat A1 yang sangat sering muncul sejak tahap awal belajar. Partikel ini dipakai untuk menghubungkan dua nomina dan dapat menunjukkan kepemilikan, asal, jenis, atau hubungan penjelas antar kata benda.
人称代名詞 (Personal Pronouns) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Basic personal pronouns: 私 (watashi - I), あなた (anata - you), 彼/彼女 (kare/kanojo - he/she), 私たち (watashitachi - we), 彼ら (karera - they). Often omitted when clear from context.
指示詞(こそあど), atau sistem kata tunjuk こそあど, adalah konsep tata bahasa Jepang tingkat A1 yang digunakan untuk menunjuk benda, tempat, arah, dan kadang orang, berdasarkan jaraknya terhadap penutur dan lawan bicara. Ini adalah salah satu sistem dasar yang sangat penting dalam percakapan sehari-hari.
数字と数え方 (Angka dan Cara Menghitung) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Japanese and Sino-Japanese number systems (1-100+). Native Japanese (ひとつ, ふたつ) used for counting objects 1-10, Sino-Japanese (いち, に, さん) for larger numbers and dates.
基本的な助数詞 adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Kata penggolong utama: 人 (にん - orang), 個 (こ - benda kecil), 枚 (まい - benda pipih), 本 (ほん - benda panjang), 匹 (ひき - binatang kecil), 冊 (さつ - buku).
時間の表現 (Ekspresi Waktu) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Telling time: 時 (じ - o'clock), 分 (ふん/ぷん - minutes), 半 (はん - half). Days of the week, months, and basic time words (今日, 明日, 昨日).
五段動詞 (godan dōshi) adalah kelompok kata kerja dasar dalam bahasa Jepang tingkat A1. Disebut “godan” karena bunyi akhir kata kerjanya berubah mengikuti lima baris kana saat dikonjugasikan.
一段動詞 (Verba Ichidan / verba -ru) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Ini adalah kelompok verba berakhiran -iru atau -eru. Konjugasinya dilakukan dengan menghapus -ru lalu menambahkan akhiran yang sesuai. Contohnya: 食べる (makan), 見る (melihat), 起きる (bangun). Polanya lebih sederhana daripada verba godan.
不規則動詞(する・来る) (Kata Kerja Tidak Beraturan する/来る) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Dua kata kerja tidak beraturan: する (melakukan) dan 来る (くる - datang). する digabungkan dengan kata benda untuk membentuk kata kerja majemuk (勉強する - belajar). Kata kerja berfrekensi tinggi yang sangat penting.
丁寧形(ます形) (Bentuk Sopan ます) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Akhiran kata kerja sopan ます untuk afirmatif kini/mendatang, ません untuk negatif, ました untuk lampau, ませんでした untuk lampau negatif. Standar dalam sebagian besar percakapan.
存在動詞(いる・ある) (Existence Verbs いる/ある) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Kata kerja eksistensi: いる untuk makhluk hidup (orang, hewan), ある untuk benda mati. Digunakan dengan に untuk lokasi. Juga menyatakan kepemilikan.
い形容詞 (Kata Sifat-i) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Kata sifat berakhiran い yang dikonjugasikan langsung: 大きい (besar), 小さい (kecil), 高い (tinggi/mahal), 新しい (baru). Hilangkan い dan tambahkan くない untuk negatif, かった untuk lampau.
な形容詞 (kata sifat な) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Kelompok kata sifat ini memerlukan partikel な ketika diletakkan di depan nomina, misalnya 静か (tenang), きれい (cantik/indah), 有名 (terkenal), dan 元気 (sehat/bersemangat). Untuk bentuk negatif biasanya digunakan じゃない, sedangkan bentuk lampau sopan memakai でした bersama です.
形容詞の副詞化 (Adjectives as Adverbs) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Mengubah kata sifat menjadi kata keterangan: kata sifat い menghilangkan い dan menambahkan く (速い→速く), kata sifat な menambahkan に (静か→静かに). Digunakan untuk memodifikasi kata kerja.
疑問詞 (Kata Tanya) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Kata tanya dasar: 何 (nani - apa), 誰 (dare - siapa), どこ (doko - di mana), いつ (itsu - kapan), なぜ/どうして (mengapa), どう (bagaimana), いくら (berapa harganya).
基本的な否定 (Basic Negation) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Forming negative sentences: verbs use ません/ない, い-adjectives use くない, な-adjectives use じゃない, nouns use じゃありません/ではない.
依頼表現(ください) (Requests ください) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Making polite requests with ください (please give) and て-form + ください (please do). Basic polite command form for everyday situations.
願望表現(たい) (Wanting with Tai) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Expressing desire to do something: verb stem + たい (I want to). Conjugates like an い-adjective. Use が or を for the object.
好き嫌いの表現 (Likes and Dislikes 好き/嫌い) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Expressing preferences with 好き (like) and 嫌い (dislike) as な-adjectives. The liked object takes が. Degree with 大好き (love) and 大嫌い (hate).
程度の副詞 (Degree Adverbs) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Adverbs of degree: とても (very), 少し (a little), あまり (not very, with negative), 全然 (not at all, with negative), ちょっと (a bit).
頻度の副詞 (Frequency Adverbs) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Adverbs indicating frequency: いつも (always), よく (often), 時々 (sometimes), たまに (occasionally), あまり (rarely, with neg), 全然 (never, with neg).
比較(より) (perbandingan dasar dengan より) adalah konsep tata bahasa Jepang tingkat CEFR A1. Pola dasarnya untuk membandingkan adalah A は B より + kata sifat (A lebih ... daripada B). Untuk pertanyaan perbandingan dua hal, gunakan どちら (yang mana dari dua), dan gunakan ほうが untuk menandai pilihan yang “lebih ...”.
基本的な接続詞 (konjungsi dasar) adalah konsep tata bahasa Jepang tingkat CEFR A1. Konsep ini menghubungkan gagasan, misalnya そして (lalu/dan kemudian), でも (tetapi), だから (jadi/oleh karena itu), それから (setelah itu), dan または (atau). Bentuk-bentuk ini dipakai di antara kalimat.
終助詞 (Partikel Akhir Kalimat) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Partikel di akhir kalimat yang menyampaikan nuansa: ね (mencari persetujuan), よ (memberi informasi), か (pertanyaan), の (penjelasan/pertanyaan, santai). Memperlunak atau menegaskan pernyataan.
挨拶と定型表現, atau salam dan ungkapan tetap, adalah konsep tata bahasa Jepang tingkat A1 yang mencakup sapaan dasar dan ekspresi rutin yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Ini termasuk ucapan seperti おはようございます, こんにちは, すみません, ありがとうございます, dan いただきます.
家族の呼び方 adalah konsep dasar bahasa Jepang tingkat A1 tentang cara menyebut anggota keluarga. Bahasa Jepang membedakan bentuk untuk keluargamu sendiri yang cenderung lebih merendah dan bentuk yang lebih sopan atau honorifik untuk keluarga orang lain, misalnya 母/お母さん, 父/お父さん, dan 兄/お兄さん.
助詞「も」 (Particle も (also/too)) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. The inclusive particle も meaning 'also' or 'too'. Replaces は, が, or を. With negatives, creates 'nothing/nobody' (何も, 誰も).
から・まで adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Partikel から menandai titik awal atau asal dengan arti seperti "dari" atau "sejak", sedangkan まで menandai batas akhir dengan arti seperti "sampai". Keduanya dipakai untuk waktu, tempat, dan berbagai jenis rentang, serta sangat sering muncul bersama.
時間の「に」 (Penanda Waktu に) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Partikel に dipakai untuk menandai waktu yang spesifik (jam, hari, bulan, tahun). Bentuk ini tidak dipakai untuk waktu relatif (hari ini, besok) atau kata frekuensi (setiap hari).
カジュアルな引用(って) (Kutipan Santai って) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Partikel santai って untuk mengutip atau menjelaskan makna. Bentuk singkat dari と言う. Digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk menyampaikan informasi atau bertanya tentang arti.
限定表現(だけ・しか) (Only だけ/しか) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A1. Expressing 'only': だけ (just, only - neutral), しか + negative verb (only - emphasizes limitation). Difference in nuance and grammatical requirements.
A2 (22)
て形 (て-Form) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Pembentukan て-form: kata kerja godan mengalami perubahan bunyi (書く→書いて, 読む→読んで), kata kerja ichidan menghilangkan -ru dan menambahkan -te. Fondasi bagi banyak struktur tata bahasa.
ている形 (Bentuk Progresif/Keadaan ている) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Pola て-form + いる menyatakan tindakan yang sedang berlangsung (食べている - sedang makan) atau keadaan hasil (結婚している - sudah menikah). Konteks menentukan makna yang tepat.
て形での文の接続 (Menghubungkan Tindakan dengan て) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Menggunakan て-form untuk menghubungkan tindakan berurutan atau menggabungkan kalimat. Kata kerja terakhir membawa kala. Juga digunakan untuk cara (笑って答える - menjawab sambil tertawa).
ても (ても (even if)) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. て-form + も expressing 'even if' or 'even though'. Creates concessive clauses. For adjectives: 高くても (i-adj), 静かでも (na-adj), noun + でも.
普通形(辞書形) (Bentuk Biasa/Kamus) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Akhiran kata kerja santai yang digunakan dalam tuturan informal, sebelum tata bahasa tertentu, dan dalam klausa relatif. Bentuk afirmatif kini adalah bentuk kamus. Negatif adalah bentuk ない.
ない形 (ない-Form (Negative Plain)) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Bentuk negatif biasa: verba godan mengubah akhiran -u menjadi -a lalu menambahkan ない (書く→書かない), verba ichidan mengganti -ru dengan -ない. する→しない, 来る→来ない (tidak beraturan).
た形 (た-Form (Bentuk Lampau Biasa)) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Bentuk lampau biasa: mengikuti perubahan bunyi yang sama seperti て-form tetapi berakhiran た/だ (書いた, 読んだ). Digunakan dalam percakapan santai, klausa relatif, dan pola tata bahasa tertentu.
関係節 (klausa relatif) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Klausa verba/adjektiva ditempatkan sebelum nomina untuk menerangkan nomina tersebut (tanpa kata ganti relatif). Bentuk yang digunakan adalah bentuk biasa. Contoh: 昨日買った本 = "buku yang saya beli kemarin".
引用の「と」 (Partikel Kutipan と) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Partikel と untuk mengutip ucapan atau pikiran dengan kata kerja seperti 言う (berkata), 思う (berpikir), 聞く (mendengar/bertanya). Pola kutipan langsung dan tidak langsung.
経験(ことがある) (Experience ことがある) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Past plain form + ことがある expressing 'have the experience of'. Used to talk about things done before. Negative: ことがない (have never).
可能表現(ことができる) (Ability ことができる) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Dictionary form + ことができる expressing ability 'can do'. More formal than potential form. Also noun + ができる for skills (日本語ができる).
とき adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Pola bentuk biasa + とき bermakna "ketika" atau "pada saat". Kala pada klausa とき menentukan urutan waktunya terhadap verba utama. Contoh 子供のとき berarti "ketika saya masih anak-anak".
前・後 (前/後 (before/after)) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Dictionary form + 前に (before doing), た-form + 後で/後に (after doing). Indicates temporal sequence of actions.
ながら adalah konsep tata bahasa Jepang tingkat A2 yang dipakai untuk menyatakan dua tindakan yang terjadi bersamaan oleh subjek yang sama. Polanya adalah batang kata kerja + ながら, dengan makna umum "sambil melakukan X, melakukan Y". Tindakan utama biasanya dinyatakan oleh kata kerja terakhir dalam kalimat.
たら条件 (Kondisional Tara) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Bentuk た + ら membentuk kondisional 'jika/ketika'. Menekankan hubungan berurutan: ketika/setelah X terjadi, maka Y. Serbaguna untuk kondisi hipotetis dan temporal.
変化表現(なる・する) (Becoming なる/する) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Expressing change: adjective く/に + なる (become), noun に + なる. For deliberate change: adjective く/に + する (make), noun に + する (decide on).
授受表現(あげる・もらう・くれる) (Memberi dan Menerima) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Tiga kata kerja untuk memberi/menerima berdasarkan arah: あげる (memberi, ke luar kelompok), くれる (memberi, ke kelompok pembicara), もらう (menerima). Mencerminkan hubungan sosial.
恩恵の授受表現 adalah konsep tata bahasa Jepang tingkat A2 yang dipakai untuk menyatakan memberi atau menerima bantuan melalui pola て + あげる/くれる/もらう. Pola ini penting karena bahasa Jepang sangat memperhatikan sudut pandang penutur: apakah kamu melakukan sesuatu untuk orang lain, orang lain melakukan sesuatu untukmu, atau kamu menerima bantuan dari seseorang.
欲しい・てほしい (Wanting with Hoshii) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. 欲しい (want something, as い-adjective), て-form + ほしい (want someone to do). The wanted item/person takes が. Expresses desires directed at others' actions.
伝聞(そうです) (Kabar Dengar そうです) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. Bentuk biasa + そうです untuk melaporkan informasi yang didengar dari orang lain ('saya dengar bahwa', 'katanya'). Berbeda dari penampilan そう (bentuk dasar + そう). Menunjukkan pengetahuan tidak langsung.
様態(そう) adalah pola tata bahasa Jepang tingkat CEFR A2 untuk menyatakan kesan berdasarkan apa yang terlihat langsung. Polanya adalah batang kata kerja atau batang kata sifat + そう, dengan makna seperti "terlihat" atau "sepertinya". Contohnya, おいしそう berarti "terlihat enak" dan 降りそう berarti "sepertinya akan turun hujan".
ように (ように (tujuan/cara)) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR A2. ように mengungkapkan tujuan ('agar'), cara ('dengan cara yang'), atau perbandingan ('seperti'). Bentuk potensial/ない + ように untuk tujuan. Sering digunakan dengan する/なる.
B1 (21)
可能形 (Bentuk Potensial) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1 untuk menyatakan kemampuan. Pada kata kerja godan, akhiran -u berubah ke bunyi -e + る (書く→書ける). Pada kata kerja ichidan, akhiran -る berubah menjadi -られる (食べる→食べられる). Objek dapat memakai が atau を, dan bentuk ini berkonjugasi seperti kata kerja ichidan.
受身形 (Bentuk Pasif) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Pembentukan pasif: kata kerja godan mengubah -u menjadi -a + れる, kata kerja ichidan menambahkan -られる. Digunakan untuk tindakan yang diterima, sering dengan nuansa terdampak (secara negatif). Pelaku ditandai dengan に.
使役形 (Bentuk Kausatif) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Membuat/membiarkan seseorang melakukan sesuatu: kata kerja godan mengubah -u menjadi -a + せる, ichidan menambahkan -させる. Dapat mengungkapkan izin atau paksaan. Objek kausatif ditandai dengan に (izin) atau を (paksa).
使役受身形 (Bentuk Kausatif-Pasif) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Gabungan kausatif dan pasif yang mengungkapkan 'dipaksa melakukan': -(a/sa)せられる. Sering menyatakan tindakan yang dilakukan secara paksa bertentangan dengan kehendak sendiri. Bentuk singkat juga umum (飲まされる).
ば条件 (Kondisional Ba) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Kondisional ば: kata kerja godan mengubah -u menjadi -e + ば (書けば), ichidan mengganti -ru dengan -れば. Mengungkapkan kondisi umum, hipotesis. Untuk kata sifat: -ければ.
なら条件 (Kondisional Nara) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Kondisional なら: bentuk biasa/nomina + なら mengungkapkan 'jika memang demikian', 'berbicara tentang'. Sering digunakan untuk saran atau ketika topik sudah ditetapkan.
と条件 (Kondisional と) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Bentuk biasa non-lampau + と untuk hasil alami/kebiasaan dan penemuan. Mengimplikasikan konsekuensi otomatis yang tak terelakkan. Tidak digunakan untuk tindakan volitional atau permintaan.
命令形 adalah konsep tata bahasa Jepang tingkat B1 yang dipakai untuk memberi perintah secara langsung. Pada kata kerja godan, bunyi akhir -u biasanya berubah menjadi -e, seperti 書く menjadi 書け. Pada kata kerja ichidan, akhiran -る diganti menjadi -ろ atau -よ, seperti 食べる menjadi 食べろ. Bentuk ini terdengar sangat langsung dan kadang kasar, sehingga penggunaannya terbatas pada situasi tertentu seperti keadaan darurat, slogan, atau gaya tegas.
意向形 (bentuk volisional) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Bentuk ini dipakai untuk menyatakan niat atau ajakan: verba godan mengubah akhiran -u menjadi -ou (行こう), sedangkan verba ichidan mengganti -ru menjadi -よう (食べよう). Maknanya bisa seperti "ayo" atau "saya akan". Bentuk ましょう adalah versi sopan.
ようと思う (ようと思う (intend to)) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Volitional form + と思う expressing intention 'I think I will', 'I'm planning to'. Can be in continuous ようと思っている for ongoing intention.
つもり (Intention つもり) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Dictionary form + つもり expressing firm intention 'I intend to'. Negative: ない form + つもり or dictionary + つもりはない. Stronger than ようと思う.
はずだ adalah konsep tata bahasa Jepang tingkat B1 yang dipakai untuk menyatakan dugaan atau harapan logis. Pola ini biasanya dibentuk dengan bentuk biasa sebelum はず dan digunakan ketika penutur menarik kesimpulan berdasarkan alasan, pengetahuan, atau bukti yang ada. Bentuk negatif yang umum adalah ないはず dan はずがない.
らしい adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Pola bentuk biasa + らしい dipakai untuk menyatakan dugaan berdasarkan informasi dari luar, dengan makna seperti "sepertinya" atau "katanya". Selain itu, nomina + らしい bisa berarti "khas" atau "seperti seharusnya" (misalnya 男らしい: bersifat jantan/tegas).
ようだ・みたい (Resemblance ようだ/みたい) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Plain form + ようだ/みたい expressing resemblance or conjecture 'it seems like', 'looks like'. みたい is more casual. まるで + ようだ for 'just like'.
敬語入門 (Pengantar Bahasa Hormat) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Gambaran umum tiga jenis keigo: 尊敬語 (hormat, meninggikan orang lain), 謙譲語 (rendah hati, merendahkan diri), 丁寧語 (sopan, kesopanan netral). Memahami konteks sosial penggunaannya.
尊敬語 (bahasa hormat) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Bentuk ini meninggikan tindakan orang lain: お/ご + bentuk dasar + になる, serta verba khusus (いらっしゃる, おっしゃる, ご覧になる, 召し上がる). Digunakan untuk atasan, pelanggan, atau orang dewasa yang belum akrab.
謙譲語 (bahasa rendah hati) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Bentuk ini merendahkan tindakan penutur untuk menunjukkan rasa hormat: お/ご + bentuk dasar + する, serta verba khusus (参る, 申す, いたす, 伺う, 拝見する). Digunakan ketika membicarakan tindakan diri sendiri kepada atasan.
のに (のに (meskipun)) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Bentuk biasa + のに mengungkapkan kontras dengan kekecewaan atau celaan: 'meskipun', 'walaupun'. Seringkali mengisyaratkan bahwa hasilnya tidak terduga atau tidak diinginkan.
理由(ので・から) (alasan dengan ので/から) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Keduanya dipakai untuk menyatakan alasan: から (karena, lebih subjektif) dan ので (karena/sebab, lebih objektif dan lebih halus). Bentuk ので lebih sopan dan sering dipakai pada konteks formal. Keduanya didahului bentuk biasa.
し (dan lagipula) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Bentuk biasa + し digunakan untuk menyebutkan beberapa alasan atau karakteristik. Sering dipakai untuk membangun justifikasi. Dapat digunakan sendiri atau dalam kombinasi. Menyiratkan arti 'dan juga', 'dan lagipula'.
ために (tujuan/sebab) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B1. Bentuk kamus/kata benda + の + ために untuk menyatakan tujuan ('supaya' / 'agar'). Bentuk lampau biasa + ために untuk menyatakan sebab/alasan ('karena'). Konteks menentukan maknanya.
B2 (14)
間接受身 (Pasif Tidak Langsung) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B2. Bentuk pasif di mana subjek terdampak secara tidak langsung oleh suatu tindakan yang dilakukan terhadap hal lain. 私は雨に降られた (Saya terkena hujan). Umum digunakan untuk menyatakan kerugian.
許可の使役 (kausatif permisif) adalah konsep tata bahasa Jepang tingkat CEFR B2. Bentuk kausatif ini memberi nuansa izin, yaitu "membiarkan seseorang melakukan sesuatu". Bentuk ini sering dipakai bersama あげる/くれる. Bedakan dari kausatif paksaan melalui konteks dan pilihan partikel (に untuk makna izin).
ところ (saat tepat) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B2. ところ dengan bentuk yang berbeda menunjukkan waktu: bentuk kamus + ところ (hendak melakukan), ている + ところ (sedang dalam proses), た + ところ (baru saja selesai). Merupakan ekspresi waktu yang sangat presisi.
ばかり (ekspresi ばかり) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B2. Pola ini memiliki beberapa penggunaan: た + ばかり untuk menyatakan "baru saja melakukan", て + ばかりいる untuk menyatakan "selalu/terus-menerus melakukan", serta ばかりか/ばかりでなく untuk menyatakan "tidak hanya". Secara umum, ばかり menyoroti eksklusivitas atau kejadian yang baru berlangsung.
ようにする・ようになる (ようにする / ようになる) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B2. ようにする berarti berusaha melakukan sesuatu secara konsisten, sedangkan ようになる berarti mulai bisa atau mencapai perubahan bertahap. Keduanya mengekspresikan perubahan gradual atau pembentukan kebiasaan sadar.
わけ (Wake Expressions) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B2. わけ (reason/meaning) in patterns: わけだ (that's why, it means), わけがない (there's no way), わけではない (it's not that), わけにはいかない (can't afford to).
もの・もん (ekspresi mono) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B2. Bentuk もの/もん dipakai untuk memberi penjelasan atau alasan (seperti "soalnya" atau "kan"). Selain itu, ものだ dapat menyatakan keharusan umum, ものか menekankan penolakan kuat, dan ものなら dipakai untuk kondisi hipotesis.
こと表現 (Koto Expressions) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B2. Advanced こと patterns: ことにする (decide to), ことになる (it's been decided), ことはない (no need to), ことだ (should). Nominalizer with various functions.
てしまう (てしまう (completion/regret)) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B2. て-form + しまう expressing completion (often unintended) or regret. Casual: ちゃう/じゃう. 食べてしまった (ate it all up / accidentally ate). Context determines nuance.
ておく (ておく (preparation)) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B2. て-form + おく for doing something in advance or leaving something in a state. Implies preparation or precaution. Casual: とく. 準備しておく (prepare in advance).
Pola てみる adalah konsep tata bahasa Jepang tingkat B2 yang digunakan untuk menyatakan "mencoba melakukan sesuatu" guna melihat hasilnya, merasakan pengalamannya, atau menguji apakah sesuatu berhasil. Pola ini sangat umum dalam percakapan sehari-hari karena terdengar alami dan praktis.
Pola ていく・てくる adalah konsep tata bahasa Jepang tingkat B2 yang dipakai untuk menyatakan arah gerakan maupun perubahan yang berkembang seiring waktu. Kedua bentuk ini sangat penting karena maknanya tidak selalu harfiah sebagai "pergi" dan "datang", melainkan sering menunjukkan sudut pandang penutur.
発展的敬語表現 (pola honorifik tingkat lanjut) adalah konsep tata bahasa Jepang pada tingkat CEFR B2. Materi ini mencakup pola keigo kompleks untuk konteks bisnis dan formal: ていただく (menerima kebaikan, bentuk rendah hati), させていただく (menerima izin, bentuk rendah hati), serta pola お/ご〜いただく.
際・折・時 adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR B2. Ketiganya adalah ungkapan formal untuk makna "ketika" atau "pada kesempatan": 際 (sai, bernuansa resmi), 折 (ori, bernuansa sastra/formal), dan 時 dalam pola tingkat lanjut. Bentuk-bentuk ini lazim dipakai dalam tulisan dan tuturan formal.
C1 (10)
文語的動詞形 (bentuk verbal sastra) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR C1. Bentuk ini mencakup akhiran verba klasik atau sastra yang muncul dalam tulisan formal, peribahasa, dan puisi, seperti べし (seharusnya/harus), ごとし (seperti), たり (bentuk lampau klasik), dan なり (kopula klasik).
書き言葉(である体) (Formal Written Style) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR C1. Gaya である digunakan untuk tulisan akademik dan formal. Akhiran: である (adalah), ではない (bukan), であった (dulu adalah). Juga kata benda + における (di/pada), kata benda + に関して (mengenai).
複合助詞 adalah konsep tata bahasa Jepang tingkat C1 yang membahas partikel gabungan, yaitu partikel yang terdiri dari lebih dari satu unsur. Bentuk seperti において, に対して, について, によって, にとって, dan をもとに sangat umum dalam bahasa Jepang formal maupun tulisan akademik.
発展的接続表現 (Advanced Conjunctive Forms) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR C1. Sophisticated conjunctions: ものの (although), つつ (while/although), ながらも (while), すなわち (namely), いわば (so to speak), とはいえ (having said that).
高度な名詞化 (Advanced Nominalization) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR C1. Pola nominalisasi kompleks: ところ (fakta bahwa), 上 (jou - dari sudut pandang), 限り (kagiri - sejauh), 以上 (mengingat bahwa), 反面 (di sisi lain).
高度な文末表現, atau akhiran kalimat tingkat lanjut, adalah konsep tata bahasa Jepang tingkat CEFR C1. Pola-pola ini membantu penutur menyampaikan nuansa halus seperti dugaan, dorongan emosi yang sulit ditahan, atau perkiraan yang berhati-hati. Di tahap ini, yang dipelajari bukan lagi sekadar arti dasar, tetapi juga nada, jarak sosial, dan efek pragmatis dari sebuah ungkapan.
間接話法 (Pola Tuturan Tidak Langsung) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR C1. Melaporkan tuturan dengan pergeseran kala/sudut pandang: ということだ (dikatakan bahwa), とのことだ (menurut), と伝えられている (dilaporkan). Membedakan sumber tuturan yang didengar dari orang lain.
高度な条件表現 (Advanced Conditional Patterns) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR C1. Sophisticated conditional expressions: ようものなら (if...were to), としたら/とすれば (if we assume), ないことには (unless), 限りでは (as long as).
ビジネス日本語, atau bahasa Jepang bisnis, adalah konsep tingkat CEFR C1 yang berfokus pada ungkapan profesional, sopan, dan berjarak sosial yang tepat untuk dunia kerja. Bentuk-bentuk ini sering dipakai dalam email, rapat, layanan pelanggan, dan komunikasi antarkolega atau klien.
報道文体 (News and Media Style) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR C1. Gaya jurnalistik: ものと見られる (diperkirakan bahwa), ことが分かった (telah diketahui bahwa), という (menurut), とみられている (dipercaya bahwa). Digunakan dalam judul berita dan siaran.
C2 (8)
古典文法要素 (Elemen Tata Bahasa Klasik) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR C2. Tata bahasa Jepang klasik yang ditemukan dalam peribahasa, sastra, dan konteks formal: ぬ/ず (negasi klasik), し (atributif klasik), けり (lampau/realisasi), らむ (dugaan).
修辞技法 (Perangkat Retoris) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR C2. Pola stilistik dan retoris: 倒置 (inversi), 体言止め (akhiran nomina), 反語 (pertanyaan retoris), 対句 (paralelisme). Digunakan dalam pidato, esai, dan karya sastra.
方言の特徴 (Regional Dialect Features) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR C2. Major regional dialect patterns: 関西弁 (Kansai - へん, やん, おる), 東北弁 (Tohoku - べ, だす), 九州弁 (Kyushu - ばい, たい, けん). Recognition and basic comprehension.
学術的文章 (Gaya Penulisan Akademik) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR C2. Konvensinya meliputi gaya である体, konstruksi pasif, nominalisasi, ungkapan kehati-hatian (と考えられる, 可能性がある), pola sitasi, dan struktur tesis.
法律・公用語 (Legal and Official Language) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR C2. Legal and bureaucratic Japanese: ものとする (shall), 妨げない (does not preclude), の限りでない (not limited to), 準ずる (in accordance with). Contract and law reading.
文学的散文 (Gaya Prosa Sastra) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR C2. Teknik sastra dan gaya naratif: aliran kesadaran, kala naratif, penciptaan atmosfer, pembedaan suara karakter, elemen prosa puitis.
高度な慣用表現 (Ungkapan Idiomatik Tingkat Lanjut) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR C2. Idiom dan frasa baku tingkat lanjut: 虫がいい (mementingkan diri sendiri), 腹が立つ (menjadi marah), 目が高い (selera tinggi), 口が堅い (bisa menyimpan rahasia), beserta konteks penggunaannya yang tepat.
語用論的能力 (kompetensi pragmatik) adalah konsep tata bahasa Bahasa Jepang pada tingkat CEFR C2. Konsep ini menekankan penguasaan komunikasi implisit: 空気を読む (membaca suasana), penolakan tidak langsung, keheningan yang tepat, pergeseran ragam formal vs. informal, serta pola komunikasi kultural.
Siap mulai belajar Jepang? Coba Settemila Lingue gratis — tanpa kartu kredit, tanpa komitmen. Lihat-lihat dulu, lalu latihan dengan flashcard buatan AI.
Mulai Gratis