Bentuk Superlatif dalam Bahasa Prancis
Le Superlatif
Artikel ini merupakan bagian dari pohon tata bahasa Prancis di Settemila Lingue.
Ringkasnya
Untuk menyatakan “paling”, bahasa Prancis biasanya memakai le/la/les + plus + kata sifat; untuk “paling tidak”, pakai le/la/les + moins + kata sifat: la plus rapide, les moins chers. Kata sandang le, la, les dan bentuk kata sifat harus menyesuaikan gender serta jumlah nomina yang diterangkan. Bentuk penting yang tidak beraturan ialah le meilleur (“yang terbaik”), le pire (“yang terburuk”), dan le mieux (“dengan paling baik”).
Gambaran Umum
Superlatif dipakai untuk menempatkan seseorang atau sesuatu pada tingkat tertinggi atau terendah dalam suatu kelompok: yang paling tinggi, paling menarik, paling murah, atau paling tidak praktis. Dalam bahasa Indonesia, kita sering cukup menambahkan paling atau awalan ter- tanpa mengubah kata sifat. Bahasa Prancis memerlukan lebih banyak perhatian karena kata sandang dan kata sifat dapat berubah menurut nomina.
Topik ini lazim diperkenalkan pada tingkat B1 setelah bentuk perbandingan seperti plus grand que, moins cher que, dan aussi vite que dikuasai. Perbedaannya sederhana: komparatif membandingkan dua unsur dengan que, sedangkan superlatif memilih tingkat paling tinggi atau paling rendah dalam kelompok, biasanya dengan le/la/les dan kelompok pembanding yang diawali de.
Istilah nomina berarti kata benda atau nama orang, tempat, dan hal, misalnya ville atau restaurant. Kata sifat menerangkan sifat nomina, misalnya grand dan intéressant. Dalam bahasa Prancis, keduanya memiliki gender gramatikal—maskulin atau feminin—dan dapat berbentuk tunggal atau jamak. Penyesuaian bentuk berdasarkan gender dan jumlah ini disebut kesesuaian.
Cara Kerjanya
Pola dasar: le, la, les + plus atau moins
Gunakan pola berikut:
- le/la/les + plus + kata sifat untuk tingkat tertinggi;
- le/la/les + moins + kata sifat untuk tingkat terendah.
Kata sandang—kata pendek yang menandai gender dan jumlah nomina—mengikuti unsur yang dibandingkan.
| Unsur yang diterangkan | Tingkat tertinggi | Tingkat terendah |
|---|---|---|
| maskulin tunggal | le plus intéressant | le moins intéressant |
| feminin tunggal | la plus intéressante | la moins intéressante |
| maskulin jamak | les plus intéressants | les moins intéressants |
| feminin jamak | les plus intéressantes | les moins intéressantes |
Perhatikan dua jenis penyesuaian sekaligus. Le berubah menjadi la atau les, sedangkan intéressant dapat berubah menjadi intéressante, intéressants, atau intéressantes. Plus dan moins sendiri tidak berubah.
Jika nominanya tidak disebut ulang, bentuk tersebut tetap menyesuaikan unsur yang dimaksud:
- Paul est le plus patient. — Paul yang paling sabar.
- Nadia est la plus patiente. — Nadia yang paling sabar.
- Ces billets sont les moins chers. — Tiket-tiket ini yang paling murah.
Posisi kata sifat
Posisi kata sifat dalam superlatif pada dasarnya mengikuti posisi biasa kata sifat tersebut dalam bahasa Prancis. Sebagian besar kata sifat berada setelah nomina. Dalam pola ini, nomina biasanya sudah memiliki kata sandangnya sendiri, lalu bentuk superlatif muncul sesudahnya:
- le restaurant le plus cher — restoran yang paling mahal
- la rue la plus calme — jalan yang paling tenang
- les exercices les moins difficiles — latihan yang paling tidak sulit
Beberapa kata sifat umum biasanya ditempatkan sebelum nomina, seperti beau, bon, grand, jeune, dan vieux. Unsur superlatif ikut berada di depan nomina:
- le plus grand bâtiment — gedung paling besar
- la plus belle vue — pemandangan paling indah
- les meilleurs résultats — hasil-hasil terbaik
Karena bahasa Indonesia hampir selalu menaruh kata sifat setelah nomina, urutan Prancis perlu dipelajari bersama setiap kata sifat. Jangan memindahkan kata sifat hanya karena ada plus atau moins.
Menyebut kelompok pembanding dengan de
Kelompok tempat seseorang atau sesuatu menjadi “yang paling” biasanya diawali de:
- la plus intelligente de la classe — yang paling cerdas di kelas
- le moins cher de tous les modèles — yang paling murah dari semua model
- le meilleur restaurant du quartier — restoran terbaik di kawasan itu
De + le menyatu menjadi du, dan de + les menyatu menjadi des:
| Bentuk dasar | Bentuk gabungan | Contoh |
|---|---|---|
| de + le | du | le plus ancien du village |
| de + les | des | la plus rapide des participantes |
| de + la | de la | le plus calme de la famille |
| de + l’ | de l’ | le meilleur de l’équipe |
Parmi (“di antara”) juga dapat dipakai jika ingin menonjolkan bahwa pilihan berasal dari suatu kelompok: C’est la plus expérimentée parmi les candidates. Untuk cakupan tertentu, ada pula ungkapan tetap seperti au monde (“di dunia”) dan de ma vie (“dalam hidup saya”).
Bentuk tidak beraturan
Kata sifat bon tidak menjadi le plus bon dalam pemakaian biasa. Gunakan meilleur dan sesuaikan bentuknya dengan nomina.
| Makna | Maskulin tunggal | Feminin tunggal | Maskulin jamak | Feminin jamak |
|---|---|---|---|---|
| terbaik | le meilleur | la meilleure | les meilleurs | les meilleures |
Contoh: C’est le meilleur restaurant du quartier. dan Voici la meilleure solution.
Untuk “terburuk”, pire dan plus mauvais sama-sama mungkin:
- C’est le pire scénario. — Ini skenario terburuk.
- C’est le plus mauvais résultat de l’année. — Ini hasil paling buruk tahun ini.
Pire sering terasa lebih kuat dan sangat lazim untuk keadaan, akibat, atau penilaian buruk. Plus mauvais tetap wajar, terutama ketika benar-benar membandingkan mutu.
Jangan tertukar antara kata sifat bon dan kata keterangan bien. Kata keterangan menerangkan cara suatu tindakan dilakukan, bukan sifat nomina. Superlatif bien adalah le mieux:
- C’est elle qui chante le mieux. — Dialah yang bernyanyi paling baik.
- Ce logiciel fonctionne le mieux sur cet appareil. — Perangkat lunak ini bekerja paling baik pada perangkat ini.
Superlatif untuk tindakan dan jumlah
Jika yang dinilai adalah cara melakukan tindakan, gunakan le plus/le moins + kata keterangan. Bentuk le tidak berubah, siapa pun pelakunya:
- Nora court le plus vite. — Nora berlari paling cepat.
- Elles répondent le moins clairement. — Mereka menjawab dengan paling tidak jelas.
Jika yang dibandingkan adalah jumlah, gunakan le plus de + nomina atau le moins de + nomina. Di sini pun le tetap:
- Léa a le plus de patience. — Léa memiliki kesabaran paling banyak.
- Cette option demande le moins de temps. — Pilihan ini memerlukan waktu paling sedikit.
Untuk membandingkan seberapa sering atau seberapa banyak suatu tindakan dilakukan, bentuk superlatif dapat berdiri setelah verba (kata kerja, yaitu kata yang menyatakan tindakan atau keadaan): C’est Marc qui voyage le plus. Artinya Marc-lah yang paling sering atau paling banyak bepergian, bergantung konteks.
Jika ada kata kepunyaan
Kata kepunyaan seperti mon, ma, mes, son, dan notre menggantikan kata sandang le/la/les. Jangan memakai keduanya sekaligus:
- mon meilleur ami — sahabat terbaik saya
- sa plus grande réussite — pencapaian terbesarnya
- nos voisins les plus proches — tetangga-tetangga terdekat kami
Pada contoh terakhir, nos melekat pada nomina, sedangkan les plus proches berada setelah nomina dan menerangkannya. Pola ini sama seperti les voisins les plus proches.
Contoh dalam Konteks
| Bahasa Prancis | Terjemahan | Catatan |
|---|---|---|
| C’est le plus grand. | Itu yang paling besar. | Maskulin tunggal; nominanya dipahami dari konteks. |
| Elle est la plus intelligente de la classe. | Dia yang paling cerdas di kelas. | Kelompok pembanding diawali de. |
| C’est le meilleur restaurant du quartier. | Itu restoran terbaik di kawasan ini. | Bon berubah menjadi meilleur. |
| C’est le moins cher. | Itu yang paling murah. | Secara harfiah: yang paling tidak mahal. |
| Nous avons choisi la chambre la plus calme. | Kami memilih kamar yang paling tenang. | Calme berada setelah nomina. |
| C’est la plus belle place de la ville. | Itu alun-alun terindah di kota ini. | Belle berada sebelum nomina. |
| Ces deux sièges sont les moins confortables. | Kedua kursi ini yang paling tidak nyaman. | Bentuk jamak memakai les. |
| Yasmine est la plus jeune de l’équipe. | Yasmine yang paling muda di tim. | Jeune mengikuti bentuk feminin tunggal melalui la. |
| À mon avis, c’est la pire décision possible. | Menurut saya, itu keputusan terburuk yang mungkin diambil. | Pire menyatakan penilaian buruk yang kuat. |
| De tous mes collègues, Hugo arrive le plus tôt. | Dari semua rekan kerja saya, Hugo datang paling awal. | Tôt adalah kata keterangan; gunakan le. |
| C’est Inès qui explique le mieux. | Inès-lah yang menjelaskan paling baik. | Superlatif tidak beraturan dari bien. |
| Cette formule consomme le moins d’énergie. | Formula ini memakai energi paling sedikit. | Jumlah: le moins de + nomina. |
| Quel magasin offre le plus de choix ? | Toko mana yang menawarkan pilihan paling banyak? | Jumlah: le plus de + nomina. |
| Voici l’un des meilleurs cafés de Lyon. | Ini salah satu kafe terbaik di Lyon. | “Salah satu dari” diikuti kelompok jamak. |
| C’est le film le plus émouvant que j’aie vu cette année. | Ini film paling mengharukan yang saya tonton tahun ini. | Setelah superlatif, bentuk subjungtif dapat muncul dalam klausa penjelas. |
Kesalahan Umum
1. Mengabaikan gender dan jumlah
- Keliru: Sophie est le plus patient.
- Benar: Sophie est la plus patiente.
- Alasannya: Sophie feminin tunggal, sehingga le menjadi la dan patient menjadi patiente. Bahasa Indonesia tidak memiliki perubahan semacam ini, jadi periksa kedua bagian secara terpisah.
2. Memakai plus bon
- Keliru: C’est le plus bon restaurant.
- Benar: C’est le meilleur restaurant.
- Alasannya: Superlatif biasa dari bon adalah le meilleur, bukan le plus bon. Bentuk plus bon hanya mungkin dalam konteks khusus yang benar-benar mempertentangkan rasa “lebih enak”, bukan sebagai pola dasar yang perlu ditiru.
3. Memakai meilleur untuk menerangkan tindakan
- Keliru: Elle danse la meilleure.
- Benar: Elle danse le mieux.
- Alasannya: Tarian sebagai tindakan diterangkan oleh kata keterangan bien, sehingga bentuknya le mieux. Meilleur adalah kata sifat dan menerangkan nomina: la meilleure danseuse.
4. Memakai que untuk kelompok superlatif
- Keliru: Il est le plus rapide que l’équipe.
- Benar: Il est le plus rapide de l’équipe.
- Alasannya: Que dipakai dalam komparatif, misalnya plus rapide que Paul. Kelompok tempat seseorang menjadi yang paling cepat diawali de.
5. Mengira kata sandang nomina sudah cukup
- Keliru: le restaurant plus cher de la ville
- Benar: le restaurant le plus cher de la ville
- Alasannya: Jika kata sifat berada setelah nomina, bentuk superlatif memerlukan le/la/les sendiri. Bandingkan dengan kata sifat yang biasanya berada sebelum nomina: le plus grand bâtiment. Pola ini mudah terlewat karena bahasa Indonesia cukup mengatakan “restoran paling mahal”.
6. Menumpuk kata sandang dan kata kepunyaan
- Keliru: mon le meilleur ami
- Benar: mon meilleur ami
- Alasannya: Mon sudah menempati posisi penentu nomina. Bahasa Prancis tidak menambahkan le lagi dalam pola ini.
Catatan Pemakaian
Paling tinggi tidak selalu berarti paling bagus
Le plus hanya menunjukkan tingkat paling tinggi dari sifat yang disebut. Le plus bruyant berarti “yang paling berisik”, bukan “yang terbaik”. Sebaliknya, le moins berarti tingkat paling rendah: le moins bruyant dapat menjadi pilihan terbaik jika yang dicari adalah tempat tenang. Makna positif atau negatif datang dari kata sifat dan konteks.
Pire dan plus mauvais
Kedua bentuk ini tidak selalu membawa nuansa yang persis sama. Le pire moment de ma vie sangat alami karena pembicara memberi penilaian kuat. Le plus mauvais élève de la classe terdengar sebagai perbandingan kemampuan atau hasil yang lebih langsung. Dalam banyak konteks keduanya dapat saling menggantikan, tetapi pire sering lebih ringkas dan lebih tegas.
Pelafalan plus
Huruf akhir s pada plus tidak selalu terdengar. Sebelum kata sifat yang berawal konsonan, biasanya tidak diucapkan: le plus grand. Sebelum bunyi vokal, biasanya terjadi penyambungan bunyi menjadi /z/: la plus intéressante. Ketika plus berdiri setelah verba, bunyi /s/ lazim terdengar dalam C’est lui qui travaille le plus. Mendengarkan kalimat utuh lebih berguna daripada menghafal satu pelafalan untuk semua keadaan.
Superlatif relatif dan penekanan mutlak
Pola le plus... de... memilih satu unsur dari kelompok dan karena itu disebut superlatif relatif. Untuk sekadar memperkuat sifat tanpa membandingkan kelompok, bahasa Prancis lebih sering memakai très, extrêmement, atau vraiment: Ce livre est très intéressant. Kalimat itu berarti bukunya sangat menarik, bukan otomatis yang paling menarik.
Melampaui Dasar: Penggunaan Lanjutan
Subjungtif setelah superlatif
Superlatif sering diikuti klausa dengan que untuk menjelaskan pengalaman atau batas penilaian: le meilleur film que j’aie vu. Bentuk j’aie vu memakai subjungtif, yaitu bentuk verba yang sering muncul ketika isi klausa dipandang sebagai penilaian, kemungkinan, atau sesuatu yang belum ditegaskan sebagai fakta biasa.
- C’est la plus belle ville que nous ayons visitée. — Ini kota terindah yang pernah kami kunjungi.
- C’est le seul hôtel qui puisse accueillir tout le groupe. — Ini satu-satunya hotel yang dapat menampung seluruh kelompok.
Subjungtif sangat lazim setelah superlatif yang menyatakan penilaian pribadi atau keunikan, tetapi bukan aturan otomatis untuk setiap kalimat. Bentuk indikatif—bentuk verba untuk informasi yang disajikan sebagai fakta—juga dapat muncul jika pembicara menegaskan kenyataan tertentu. Pada tahap awal, kenali dahulu pola subjungtif ini; pembentukan lengkapnya dapat dipelajari sebagai topik tersendiri.
Salah satu yang terbaik
Untuk mengatakan “salah satu ... terbaik”, gunakan un/une des + bentuk jamak:
- un des meilleurs romans du siècle — salah satu novel terbaik abad ini
- une des plus belles régions de France — salah satu kawasan terindah di Prancis
Nomina dan kata sifat setelah des berbentuk jamak karena yang dimaksud adalah satu anggota dari beberapa unsur terbaik. Kesalahan yang sering terjadi ialah membuat semuanya tunggal setelah un.
Penekanan dengan de loin dan possible
De loin menambahkan arti “jauh mengungguli yang lain”:
- C’est de loin la solution la plus simple. — Ini jelas merupakan solusi yang paling sederhana.
- Elle est de loin la candidate la plus expérimentée. — Dia jauh lebih berpengalaman daripada kandidat lain.
Le plus... possible berarti “se... mungkin” dan lebih menekankan batas yang dapat dicapai daripada peringkat dalam kelompok:
- Répondez le plus clairement possible. — Jawablah sejelas mungkin.
- Nous partirons le plus tôt possible. — Kami akan berangkat sedini mungkin.
Le moindre dan des plus
Untuk ukuran fisik, “yang paling kecil” biasanya le plus petit. Le moindre sering berarti “yang paling kecil sedikit pun” atau “yang paling remeh”, terutama dalam ungkapan abstrak:
- Je n’ai pas la moindre idée. — Saya sama sekali tidak tahu.
- Au moindre problème, appelez-moi. — Jika muncul masalah sekecil apa pun, hubungi saya.
Dalam ragam tulis yang lebih resmi, pola des plus + kata sifat jamak dapat berarti “sangat” atau “termasuk yang paling”:
- Une discussion des plus intéressantes. — Sebuah diskusi yang sangat menarik.
Pola ini bukan pengganti sehari-hari untuk très intéressante. Kenali saat membaca, tetapi gunakan pola dasar le/la/les plus ketika benar-benar membuat peringkat.
Tips Latihan
- Latih empat bentuk sekaligus. Ambil satu kata sifat, misalnya amusant, lalu buat le plus amusant, la plus amusante, les plus amusants, dan les plus amusantes. Dengan begitu, plus tidak terpisah dari latihan kesesuaian.
- Kelompokkan menurut posisi kata sifat. Buat dua daftar kecil: la plus belle ville, le meilleur choix untuk kata sifat sebelum nomina; le livre le plus utile, la rue la plus longue untuk kata sifat setelah nomina.
- Bandingkan benda nyata di sekitar Anda. Pilih tiga tempat, menu, aplikasi, atau rute lalu buat kalimat dengan le plus, le moins, le mieux, dan le plus de. Setelah itu, dengarkan penutur Prancis dan tandai apakah bunyi akhir plus terdengar.
Konsep Terkait
- Prasyarat: Bentuk Perbandingan — pelajari plus... que, moins... que, aussi... que, serta perbedaan dasar antara meilleur dan mieux sebelum membuat peringkat superlatif.