B2

Kalimat Pengandaian Lampau dalam Bahasa Prancis

Phrases Conditionnelles au Passé

Artikel ini merupakan bagian dari pohon tata bahasa Prancis di Settemila Lingue.

Ringkasnya

Untuk membayangkan masa lalu yang berlawanan dengan kenyataan, bahasa Prancis biasanya memakai si + plus-que-parfait untuk syarat, lalu conditionnel passé untuk hasil: Si j'avais su, je serais venu (“Seandainya aku tahu, aku pasti datang”). Jangan memakai conditionnel langsung setelah si: bentuk seperti si j'aurais su tidak baku.

Gambaran Umum

Kalimat pengandaian lampau dipakai ketika kesempatan atau peristiwanya sudah lewat. Penutur membayangkan hasil lain dari sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi: terlambat berangkat, tidak menerima informasi, melewatkan kereta, atau mengambil keputusan yang kemudian disesali. Dalam bahasa Indonesia, maksud ini sering disampaikan dengan seandainya, kalau saja, andaikan, atau gabungan kata seperti sudah, akan, dan pasti. Kata kerja bahasa Indonesia sendiri tidak berubah bentuk menurut waktu.

Bahasa Prancis menandai hubungan waktu itu pada kata kerjanya. Bagian syarat memakai plus-que-parfait, yaitu bentuk untuk kejadian yang sudah berlangsung sebelum titik lain di masa lalu. Bagian hasil memakai conditionnel passé, yaitu bentuk yang menyatakan hasil yang seharusnya, mungkin, atau andaikan telah terjadi. Keduanya merupakan bentuk majemuk: kata kerja bantu diikuti participe passé (partisip lampau, yaitu bentuk seperti fait, vu, parlé, atau venu).

Pola ini umumnya dipelajari pada tingkat B2 karena pengguna harus menggabungkan dua bentuk majemuk, memilih kata kerja bantu yang tepat, dan menjaga kesesuaian bentuk tertentu. Namun, gagasan dasarnya sederhana: syarat lampau yang tidak terpenuhi menghasilkan akibat lampau yang juga tidak terjadi.

Cara Kerjanya

Pola utama

Bagian kalimat Pola Fungsi
Syarat si + plus-que-parfait keadaan lampau yang dibayangkan berbeda
Hasil conditionnel passé akibat lampau yang juga tidak terjadi

Rumus lengkapnya:

Si + subjek + kata kerja dalam plus-que-parfait, subjek + kata kerja dalam conditionnel passé.

Si nous avions réservé, nous aurions eu une table.

Seandainya kami sudah memesan, kami pasti mendapat meja.

Kenyataannya tersirat: kami tidak memesan dan kami tidak mendapat meja. Karena itu, terjemahan yang wajar tidak selalu harus menyalin setiap unsur secara harfiah; seandainya atau kalau saja sering sudah cukup menandai bahwa hal tersebut tidak terjadi.

Urutan kedua klausa (bagian kalimat yang memiliki subjek dan predikat) boleh dibalik:

  • Si tu m'avais appelé, je serais venu.
  • Je serais venu si tu m'avais appelé.

Maknanya sama. Koma lazim dipakai jika klausa si berada di awal, tetapi biasanya tidak diperlukan jika klausa tersebut berada di akhir.

Membentuk plus-que-parfait

Plus-que-parfait dibentuk dari avoir atau être dalam imparfait (bentuk lampau yang antara lain dipakai untuk latar atau keadaan), lalu ditambah participe passé.

Subjek avoir dalam imparfait être dalam imparfait
je avais étais
tu avais étais
il / elle / on avait était
nous avions étions
vous aviez étiez
ils / elles avaient étaient

Contoh pembentukan:

  • j'avais compris = aku sudah mengerti
  • nous avions oublié = kami sudah lupa
  • elle était partie = dia sudah pergi
  • ils s'étaient levés = mereka sudah bangun

Sebagian besar kata kerja memakai avoir. Kata kerja tertentu yang menyatakan perpindahan atau perubahan keadaan, seperti partir, venir, dan arriver, serta semua kata kerja pronominal seperti se lever, memakai être. Dengan être, participe passé biasanya menyesuaikan gender dan jumlah subjek: elle était partie, ils étaient partis, elles s'étaient levées.

Membentuk conditionnel passé

Conditionnel passé dibentuk dari avoir atau être dalam conditionnel présent, lalu ditambah participe passé.

Subjek avoir dalam conditionnel présent être dalam conditionnel présent
je aurais serais
tu aurais serais
il / elle / on aurait serait
nous aurions serions
vous auriez seriez
ils / elles auraient seraient

Contoh pembentukan:

  • j'aurais compris = aku pasti/sudah akan mengerti
  • nous aurions fini = kami pasti/sudah akan selesai
  • elle serait venue = dia pasti/sudah akan datang
  • ils se seraient excusés = mereka pasti/sudah akan meminta maaf

Pilihan kata kerja bantu tidak berubah hanya karena bentuk waktunya berubah. Jika sebuah kata kerja memakai être dalam passé composé, kata itu juga memakai être dalam plus-que-parfait dan conditionnel passé. Karena itu, venir menghasilkan elle était venue dan elle serait venue, bukan elle avait venu atau elle aurait venu.

Menggabungkan penyangkalan dan kata ganti objek

Dalam bentuk majemuk, ne ... pas mengapit kata kerja bantu:

Si je n'avais pas oublié son adresse, je lui aurais écrit.

Seandainya aku tidak lupa alamatnya, aku pasti sudah menulis kepadanya.

Kata ganti objek diletakkan sebelum kata kerja bantu:

Si tu me l'avais expliqué, je l'aurais compris.

Seandainya kamu menjelaskannya kepadaku, aku pasti memahaminya.

Urutan ini penting bagi penutur bahasa Indonesia karena kata ganti objek bahasa Prancis tidak selalu berada setelah kata kerja seperti menjelaskan kepadaku atau memahaminya.

Mengapa bukan conditionnel setelah si?

Dalam pola pengandaian ini, si sudah membuka syarat. Bahasa Prancis baku kemudian memakai bentuk indikatif (bentuk yang menyajikan keadaan atau peristiwa), bukan conditionnel, di klausa tersebut. Jadi:

  • si j'avais su — benar
  • si j'aurais su — tidak baku

Cara mengingatnya: dalam pola utama ini, bentuk berakhiran -rais berada di bagian hasil, bukan tepat setelah si.

Contoh dalam Konteks

Bahasa Prancis Arti dalam bahasa Indonesia Catatan
Si j'avais su, je serais venu. Seandainya aku tahu, aku pasti datang. Pengetahuan yang tidak dimiliki menyebabkan kedatangan tidak terjadi.
Si tu m'avais dit la vérité, j'aurais compris. Seandainya kamu mengatakan yang sebenarnya, aku pasti mengerti. Kedua tindakan berada di masa lalu.
Si elle était partie plus tôt, elle aurait attrapé le train. Seandainya dia berangkat lebih awal, dia pasti sempat naik kereta. Partie menyesuaikan subjek feminin elle.
Si nous avions réservé, nous aurions eu une meilleure table. Seandainya kami memesan tempat, kami pasti mendapat meja yang lebih baik. Kedua bentuk memakai kata bantu avoir.
S'ils s'étaient levés à l'heure, ils n'auraient pas manqué le bus. Seandainya mereka bangun tepat waktu, mereka tidak akan ketinggalan bus. Kata kerja pronominal se lever memakai être.
Si vous aviez pris un taxi, vous seriez arrivés avant midi. Seandainya kalian naik taksi, kalian pasti tiba sebelum tengah hari. Arriver memakai être; bentuk akhirnya menyesuaikan subjek.
Si je n'avais pas oublié mes clés, je ne serais pas resté dehors. Seandainya aku tidak lupa kunci, aku tidak akan tertahan di luar. Penyangkalan mengapit kata kerja bantu.
Si on m'avait prévenu, j'aurais changé mes plans. Seandainya aku diberi tahu, aku pasti mengubah rencanaku. On m'avait prévenu lazim berarti “seseorang telah memberitahuku”.
Tu aurais réussi si tu avais suivi les instructions. Kamu pasti berhasil seandainya mengikuti petunjuknya. Klausa hasil ditempatkan lebih dahulu.
Nous serions restés plus longtemps s'il n'avait pas plu. Kami pasti tinggal lebih lama seandainya tidak hujan. Bentuk singkat s'il berasal dari si + il.
Qu'est-ce que tu aurais fait si tu avais perdu ton passeport ? Apa yang akan kamu lakukan seandainya paspormu hilang saat itu? Pola ini juga dapat dipakai dalam pertanyaan.
Si Marie avait vu ton message, elle aurait répondu. Seandainya Marie melihat pesanmu, dia pasti membalas. Menyatakan kesimpulan tentang hasil yang tidak terjadi.
Si j'avais étudié la médecine, je serais médecin maintenant. Seandainya dahulu aku kuliah kedokteran, sekarang aku akan menjadi dokter. Pengandaian campuran: sebab lampau, hasil sekarang.
Si elle parlait espagnol, elle aurait compris la conversation hier. Seandainya dia bisa berbahasa Spanyol, kemarin dia pasti memahami percakapan itu. Pengandaian campuran: keadaan kini atau umum, hasil lampau.

Dalam beberapa terjemahan, kata sudah tidak muncul walaupun bentuk Prancisnya majemuk. Itu bukan berarti unsur waktunya hilang. Bahasa Indonesia mengandalkan konteks dan kata seperti dahulu, kemarin, atau seandainya, sedangkan bahasa Prancis wajib memilih bentuk kata kerja yang sesuai.

Kesalahan Umum

1. Memakai conditionnel setelah si

  • Keliru: Si j'aurais su, je serais venu.
  • Benar: Si j'avais su, je serais venu.
  • Alasannya: Dalam pengandaian lampau, klausa si memakai plus-que-parfait. Conditionnel passé dipakai pada klausa hasil.

2. Memakai bentuk lampau yang terlalu sederhana untuk syarat tak nyata

  • Keliru untuk maksud ini: Si j'ai su, je serais venu.
  • Benar: Si j'avais su, je serais venu.
  • Alasannya: J'ai su adalah passé composé dan tidak membentuk pola berlawanan dengan kenyataan yang dibahas di sini. J'avais su menempatkan syarat yang dibayangkan sebelum hasil lampau.

Perlu diingat bahwa si + passé composé dapat benar untuk makna lain yang masih terbuka atau faktual, misalnya Si tu as fini, appelle-moi (“Kalau kamu sudah selesai, telepon aku”). Kesalahannya bukan pada bentuk itu sendiri, melainkan pada pemakaiannya untuk pengandaian lampau yang tidak terjadi.

3. Salah memilih kata kerja bantu

  • Keliru: Si elle avait partie plus tôt, elle aurait arrivé à l'heure.
  • Benar: Si elle était partie plus tôt, elle serait arrivée à l'heure.
  • Alasannya: Partir dan arriver memakai être dalam bentuk majemuk. Untuk subjek feminin tunggal, bentuknya menjadi partie dan arrivée.

4. Memakai conditionnel présent untuk hasil lampau

  • Keliru: Si tu m'avais appelé hier, je viendrais.
  • Benar: Si tu m'avais appelé hier, je serais venu.
  • Alasannya: Jika kedatangan seharusnya sudah terjadi kemarin, hasilnya memerlukan conditionnel passé. Je viendrais mengarah pada kedatangan sekarang atau nanti dan hanya cocok bila konteks memang menuntut hasil nonlampau.

5. Menghilangkan kata kerja bantu

  • Keliru: Si nous réservé, nous eu une table.
  • Benar: Si nous avions réservé, nous aurions eu une table.
  • Alasannya: Bahasa Indonesia dapat memakai kata kerja yang tidak berubah, tetapi bentuk majemuk Prancis wajib memiliki kata bantu yang dikonjugasikan.

6. Melupakan kesesuaian bentuk dengan être

  • Keliru: Si elles étaient parti, elles seraient arrivé plus tôt.
  • Benar: Si elles étaient parties, elles seraient arrivées plus tôt.
  • Alasannya: Dengan kata bantu être, participe passé biasanya menyesuaikan subjek. Subjek elles feminin jamak memerlukan akhiran -es.

Catatan Penggunaan

Menekankan penyesalan, kritik, atau kesempatan yang hilang

Pola ini sering muncul saat penutur menyesali hasil atau menilai keputusan masa lalu. Nada kalimat sangat bergantung pada konteks:

  • Si seulement j'avais écouté tes conseils ! — Kalau saja aku mendengarkan nasihatmu!
  • Si tu avais vérifié l'adresse, nous ne nous serions pas perdus. — Seandainya kamu memeriksa alamatnya, kita tidak akan tersesat.

Kalimat kedua dapat terdengar sebagai kritik. Agar lebih halus, penutur dapat mengalihkan fokus dari orang ke situasi, misalnya Avec la bonne adresse, nous ne nous serions pas perdus (“Dengan alamat yang benar, kita tidak akan tersesat”).

Si seulement dan même si

Si seulement berarti “kalau saja” dan biasanya menonjolkan harapan atau penyesalan:

Si seulement nous avions réservé plus tôt !

Kalau saja kami memesan lebih awal!

Klausa hasil boleh tidak disebut karena sudah dapat dipahami dari konteks. Sementara itu, même si berarti “meskipun” atau “sekalipun” dan menyatakan konsesi, bukan selalu syarat biasa:

Même si tu m'avais prévenu, je n'aurais rien pu faire.

Sekalipun kamu sudah memperingatkanku, aku tetap tidak dapat berbuat apa-apa.

Bentuk yang sama dalam bahasa lisan dan tulisan

Pola dasarnya dipakai baik dalam percakapan maupun tulisan. Dalam percakapan cepat, ne sering tidak terdengar: Si j'avais pas oublié... Namun, bentuk lengkap si je n'avais pas oublié tetap dianjurkan dalam tulisan dan situasi resmi. Penghilangan ne tidak mengubah pilihan plus-que-parfait atau conditionnel passé.

Hasil yang tersirat

Penutur tidak selalu mengucapkan syaratnya:

J'aurais accepté, mais je n'étais pas disponible.

Aku sebenarnya akan menerima, tetapi saat itu aku tidak bisa.

Syarat seperti “seandainya aku bisa” dipahami dari konteks. Sebaliknya, klausa si dapat berdiri sebagai seruan penyesalan, seperti Si j'avais su ! (“Seandainya aku tahu!”).

Pemakaian Lanjutan

Pengandaian campuran

Tidak semua sebab dan hasil berada pada waktu yang sama. Pengandaian campuran menghubungkan masa lampau dengan keadaan sekarang, atau keadaan sekarang dengan hasil lampau.

Hubungan waktu Pola Contoh Makna
sebab lampau → hasil sekarang si + plus-que-parfait → conditionnel présent Si j'avais étudié la médecine, je serais médecin maintenant. Dahulu tidak kuliah kedokteran; sekarang bukan dokter.
keadaan kini/umum → hasil lampau si + imparfait → conditionnel passé Si elle parlait espagnol, elle aurait compris hier. Dia tidak menguasai bahasa Spanyol; akibatnya kemarin tidak paham.

Kata penanda waktu seperti maintenant, aujourd'hui, hier, atau à l'époque membantu memperjelas hubungan tersebut. Jangan otomatis memasangkan dua bentuk lampau jika hasilnya sebenarnya berlaku sekarang.

Menyatakan syarat tanpa si

Syarat dapat diungkapkan dengan frasa lain:

  • Sans ton aide, j'aurais abandonné. — Tanpa bantuanmu, aku pasti menyerah.
  • Avec un peu plus de temps, nous aurions terminé. — Dengan sedikit waktu tambahan, kami pasti selesai.
  • À ta place, j'aurais refusé. — Kalau aku berada di posisimu, aku pasti menolak.

Kalimat-kalimat ini tetap memakai conditionnel passé untuk hasil yang dibayangkan, walaupun tidak memiliki klausa si yang lengkap.

Bentuk conditionnel passé tidak selalu menyatakan syarat

Bentuk yang sama juga dapat muncul untuk informasi yang belum dipastikan, terutama dalam berita:

Le ministre aurait démissionné.

Kabarnya menteri tersebut telah mengundurkan diri.

Di sini tidak ada syarat tersembunyi yang perlu dicari. Aurait démissionné menandai bahwa penutur tidak menjamin kebenaran informasi. Bedakan fungsi ini dari kalimat seperti Il aurait démissionné si..., yang benar-benar menyatakan hasil bersyarat.

Dalam ragam sastra yang sangat resmi atau lama, ada pula susunan yang jarang dipakai dalam percakapan modern. Untuk pemakaian sehari-hari dan tulisan umum, pola si + plus-que-parfait → conditionnel passé adalah pilihan yang jelas dan aman.

Tips Berlatih

  1. Tulis fakta, lalu ubah menjadi pengandaian. Mulailah dengan Je n'ai pas réservé. Je n'ai pas eu de table. Setelah itu ubah menjadi Si j'avais réservé, j'aurais eu une table. Cara ini membantu menjaga hubungan antara kenyataan dan hasil yang dibayangkan.
  2. Latih pasangan kata bantu. Buat dua daftar pendek: kata kerja dengan avoir dan kata kerja dengan être. Konjugasikan setiap kata kerja dua kali, misalnya elle était partie / elle serait partie dan nous avions compris / nous aurions compris.
  3. Tandai waktu hasilnya. Saat membuat kalimat, tanyakan apakah hasil berlaku dahulu atau sekarang. Pilih conditionnel passé untuk hasil lampau dan conditionnel présent untuk hasil sekarang. Tambahkan hier atau maintenant pada tahap awal latihan agar perbedaannya terlihat jelas.

Konsep Terkait

  • Prasyarat: Conditionnel passé — pelajari pembentukan kata bantu aurais/serais dan participe passé sebelum menggabungkannya dengan klausa si.

Prasyarat

Conditionnel passé dalam bahasa PrancisB2

Konsep B2 lainnya

Konsep ini dalam bahasa lain

Bandingkan di semua bahasa