Konjungsi Dasar dalam Bahasa Prancis
Conjonctions de Base
Artikel ini merupakan bagian dari pohon tata bahasa Prancis di Settemila Lingue.
Ringkasnya
Konjungsi dasar bahasa Prancis menghubungkan unsur yang setara: et berarti “dan”, ou “atau”, mais “tetapi”, donc “jadi”, car “karena”, dan ni...ni “bukan...dan bukan juga”. Kata or juga termasuk dalam daftar tradisional, tetapi terutama dipakai dalam tulisan resmi atau sastra untuk memperkenalkan fakta yang mengubah arah penalaran.
Gambaran Umum
Konjungsi koordinatif adalah kata penghubung yang menyatukan dua unsur dengan kedudukan setara. Unsur tersebut dapat berupa dua kata (Paul et Marie), dua kelompok kata (le matin ou le soir), atau dua klausa—bagian kalimat yang memiliki gagasan dan biasanya mempunyai subjek serta verba sendiri—seperti Il pleut, donc je reste.
Topik ini mulai dipelajari pada tingkat A1 karena beberapa kata pendek ini segera membuat tuturan lebih alami. Alih-alih hanya mengatakan Je parle français. Je parle anglais., kita dapat menyatukannya menjadi Je parle français et anglais. Hubungan antargagasan pun menjadi jelas: tambahan dengan et, pilihan dengan ou, pertentangan dengan mais, akibat dengan donc, atau sebab dengan car.
Bagi penutur bahasa Indonesia, arti dasarnya cukup akrab. Namun, padanan tidak selalu dapat ditukar kata demi kata. Khususnya, car tidak sama penggunaannya dengan semua fungsi “karena”, ni...ni lazim hadir bersama penyangkalan ne, dan or bukan “atau”.
Cara Kerjanya
Peta fungsi utama
| Konjungsi | Arti praktis | Hubungan yang dinyatakan | Contoh singkat |
|---|---|---|---|
| et | dan | penambahan | un café et un croissant |
| ou | atau | pilihan atau alternatif | aujourd’hui ou demain |
| mais | tetapi, namun | pertentangan atau pembatasan | petit mais confortable |
| donc | jadi, maka, oleh karena itu | akibat atau kesimpulan | Il est tard, donc je pars. |
| car | karena, sebab | alasan atau penjelasan | Je pars, car il est tard. |
| ni...ni | bukan...dan bukan juga; baik...maupun...tidak | dua penolakan yang sejajar | ni lundi ni mardi |
| or | padahal, namun ternyata, sementara itu | fakta baru yang mengubah penalaran | Or, il était absent. |
Ada cara populer untuk mengingat ketujuh bentuk ini: Mais où est donc Ornicar ? Kalimat tersebut terdengar seperti “Tetapi, di mana Ornicar?”, dengan où sebagai permainan bunyi untuk ou. Ingat bahwa bentuk konjungsinya adalah ou tanpa aksen, bukan où “di mana”.
Et untuk menambahkan
Gunakan et untuk menyatukan orang, benda, sifat, tindakan, atau gagasan.
- Lina et Marc — Lina dan Marc
- simple et pratique — sederhana dan praktis
- Il ouvre la porte et entre. — Ia membuka pintu dan masuk.
Jika dua verba mempunyai pelaku yang sama, subjek tidak selalu harus disebut lagi: Elle se lève et prépare le café. Subjek elle berlaku untuk kedua tindakan. Pengulangan subjek juga mungkin, terutama jika dua klausa ingin dibuat lebih jelas atau lebih mandiri: Elle se lève et elle prépare le café.
Dalam daftar, et biasanya muncul sebelum unsur terakhir: du pain, du fromage et des fruits. Tidak perlu menaruh koma sebelum et dalam daftar sederhana.
Ou untuk menawarkan pilihan
Gunakan ou ketika terdapat dua atau lebih kemungkinan.
- Tu viens lundi ou mardi ? — Kamu datang Senin atau Selasa?
- On peut marcher ou prendre le bus. — Kita bisa berjalan kaki atau naik bus.
Seperti “atau” dalam bahasa Indonesia, ou dapat bersifat eksklusif—hanya satu pilihan—atau inklusif—salah satu atau keduanya. Konteks biasanya menjelaskannya. Jika harus benar-benar tegas, bahasa Prancis dapat memakai soit...soit... untuk menonjolkan dua pilihan: Soit tu viens, soit tu m’appelles. Bentuk ini sudah melampaui kebutuhan dasar A1.
Jangan tertukar antara:
- ou = atau: thé ou café
- où = di mana/ke mana: Où habites-tu ?
Aksen tetap dipakai pada où, termasuk ketika hurufnya kapital: Où.
Mais untuk mempertentangkan
Mais memperkenalkan informasi yang berlawanan dengan dugaan, membatasi pernyataan sebelumnya, atau mengoreksi sesuatu.
- Il fait froid, mais je sors. — Cuacanya dingin, tetapi saya tetap keluar.
- La chambre est petite mais confortable. — Kamarnya kecil tetapi nyaman.
- Ce n’est pas mardi, mais mercredi. — Bukan hari Selasa, melainkan Rabu.
Jika mais menghubungkan dua klausa lengkap, koma sebelum mais lazim digunakan. Jika hanya menghubungkan dua kata atau frasa pendek, koma biasanya tidak diperlukan.
Dalam percakapan, mais juga dapat mengungkapkan keterkejutan atau protes: Mais qu’est-ce que tu fais ? (“Lho, kamu sedang apa?”). Di sini terjemahan harfiah “tetapi” tidak terasa alami dalam bahasa Indonesia.
Donc untuk menyatakan akibat
Donc menunjukkan bahwa gagasan kedua merupakan akibat atau kesimpulan dari gagasan pertama.
- Il pleut, donc je reste à la maison. — Hujan, jadi saya tinggal di rumah.
- Tu es prêt ? Donc, on peut partir. — Kamu sudah siap? Kalau begitu, kita bisa berangkat.
Pola dasar yang mudah diingat adalah:
sebab + donc + akibat
Le magasin est fermé, donc nous reviendrons demain.
Posisi donc cukup lentur. Pada tingkat dasar, tempatkan di awal klausa akibat. Dalam tuturan sehari-hari, kata ini juga dapat muncul setelah verba: Tu es donc prêt ? Nuansanya dapat menjadi “jadi, kamu sudah siap?” atau menunjukkan kesimpulan pembicara.
Car untuk memberi alasan
Car memperkenalkan sebab atau penjelasan atas pernyataan sebelumnya.
- Je rentre, car je suis fatigué. — Saya pulang karena saya lelah.
- Fermez la fenêtre, car il fait froid. — Tutup jendelanya karena udaranya dingin.
Pola dasarnya adalah kebalikan hubungan donc:
- sebab + donc + akibat: Je suis fatigué, donc je rentre.
- akibat/pernyataan + car + sebab: Je rentre, car je suis fatigué.
Car terasa lebih lazim dalam tulisan atau penjelasan yang tersusun daripada dalam percakapan santai. Dalam percakapan, parce que sering lebih alami: Je rentre parce que je suis fatigué. Untuk menjawab pertanyaan Pourquoi ? secara langsung, gunakan parce que, bukan car: Parce que je suis fatigué.
Ni...ni untuk dua penolakan
Ni...ni menghubungkan dua unsur yang sama-sama ditolak. Ketika menjadi bagian dari kalimat dengan verba, bentuk ini biasanya berjalan bersama ne:
subjek + ne + verba + ni + unsur 1 + ni + unsur 2
- Je ne bois ni thé ni café. — Saya tidak minum teh maupun kopi.
- Elle ne parle ni français ni espagnol. — Ia tidak berbicara bahasa Prancis maupun bahasa Spanyol.
Berbeda dengan pola negatif biasa, pas biasanya tidak dipakai bersama ni...ni dalam pola dasar ini. Untuk jawaban atau frasa tanpa verba, ne tidak diperlukan: Thé ou café ? — Ni l’un ni l’autre. (“Teh atau kopi? — Bukan keduanya.”)
Perhatikan perbedaan dengan bahasa Indonesia. “Saya tidak minum teh dan kopi” dapat terdengar kurang tegas: apakah keduanya ditolak atau hanya gabungannya? Bentuk ni thé ni café dengan jelas menolak dua-duanya.
Or untuk membelokkan penalaran
Konjungsi or memperkenalkan fakta baru yang berlawanan dengan dugaan atau yang membuat kesimpulan sebelumnya perlu ditinjau. Tidak ada satu padanan bahasa Indonesia yang cocok untuk semua konteks; “padahal”, “namun ternyata”, atau “sementara itu” dapat dipakai sesuai kalimat.
Nous pensions que Paul viendrait. Or, il était déjà parti.
“Kami mengira Paul akan datang. Namun ternyata, ia sudah pergi.”
Untuk pemula, yang terpenting adalah mengenali or saat membaca. Dalam percakapan sehari-hari, mais, pourtant, atau susunan kalimat lain biasanya lebih lazim. Or sebagai konjungsi juga harus dibedakan dari nomina l’or, yang berarti “emas”.
Contoh dalam Konteks
| Bahasa Prancis | Bahasa Indonesia | Catatan |
|---|---|---|
| Je parle français et anglais. | Saya berbicara bahasa Prancis dan Inggris. | Et menambahkan dua unsur. |
| Nous achetons du pain, du lait et des pommes. | Kami membeli roti, susu, dan apel. | Et menutup sebuah daftar. |
| Tu veux du thé ou du café ? | Kamu mau teh atau kopi? | Ou menawarkan pilihan. |
| On part aujourd’hui ou demain ? | Kita berangkat hari ini atau besok? | Pilihan waktu. |
| Il fait froid, mais je sors. | Cuacanya dingin, tetapi saya tetap keluar. | Hasilnya berlawanan dengan dugaan. |
| Le film est long mais intéressant. | Filmnya panjang tetapi menarik. | Menghubungkan dua sifat. |
| Il pleut, donc je reste à la maison. | Hujan, jadi saya tinggal di rumah. | Klausa kedua adalah akibat. |
| Le bus est en retard, donc nous allons marcher. | Busnya terlambat, jadi kami akan berjalan kaki. | Donc memperkenalkan keputusan. |
| Je ferme la fenêtre, car il fait froid. | Saya menutup jendela karena udaranya dingin. | Car memberikan alasan. |
| Elle prend un taxi, car elle est pressée. | Ia naik taksi karena sedang terburu-buru. | Alasan mengikuti pernyataan utama. |
| Je ne mange ni viande ni poisson. | Saya tidak makan daging maupun ikan. | Dua benda sama-sama ditolak. |
| Il n’est ni en colère ni inquiet. | Ia tidak marah maupun khawatir. | Dua keadaan sama-sama ditolak. |
| Nous avions réservé une table. Or, le restaurant était fermé. | Kami sudah memesan meja. Namun ternyata, restorannya tutup. | Or membelokkan penalaran; ragam tulis. |
| Où allons-nous : au parc ou au musée ? | Kita pergi ke mana: ke taman atau ke museum? | Où berarti “ke mana”; ou berarti “atau”. |
Kesalahan Umum
1. Menulis où ketika maksudnya “atau”
- Keliru: Tu veux du thé où du café ?
- Benar: Tu veux du thé ou du café ?
- Alasannya: Ou tanpa aksen menyatakan pilihan. Où dengan aksen menanyakan atau menunjukkan tempat.
2. Memakai car sebagai jawaban singkat atas Pourquoi ?
- Kurang tepat: Pourquoi tu pars ? — Car je suis fatigué.
- Alami: Pourquoi tu pars ? — Parce que je suis fatigué.
- Alasannya: Car menghubungkan alasan dengan pernyataan sebelumnya dalam satu alur. Untuk menjawab “mengapa?” secara langsung, parce que adalah pilihan biasa.
3. Menambahkan pas pada pola dasar ni...ni
- Keliru: Je ne bois pas ni thé ni café.
- Benar: Je ne bois ni thé ni café.
- Alasannya: Dalam pola dasar ini, ni...ni sudah membawa penolakan ganda; pas tidak diperlukan.
4. Menghilangkan ne dalam tulisan baku dengan ni...ni
- Keliru dalam tulisan baku: Je mange ni viande ni poisson.
- Benar: Je ne mange ni viande ni poisson.
- Alasannya: Jika ada verba yang dinegasikan (dibuat negatif), bahasa Prancis baku memakai ne sebelum verba. Dalam percakapan sangat santai, ne kadang tidak terdengar, tetapi pola bakunya tetap perlu dipelajari.
5. Memakai or dengan arti “atau”
- Keliru: Tu préfères lundi or mardi ?
- Benar: Tu préfères lundi ou mardi ?
- Alasannya: Pilihan dinyatakan dengan ou. Konjungsi or memperkenalkan fakta yang mengubah penalaran dan terutama ditemukan dalam tulisan.
6. Membalik hubungan car dan donc
- Keliru: Je suis fatigué, car je rentre. jika maksudnya “Saya lelah, jadi saya pulang.”
- Benar: Je suis fatigué, donc je rentre.
- Alasannya: Donc menuju akibat; car menuju sebab. Bandingkan: Je rentre, car je suis fatigué.
Catatan Pemakaian
Dalam percakapan, et, ou, dan mais sangat sering digunakan. Donc juga umum, baik untuk menyatakan akibat maupun sebagai penanda percakapan seperti “jadi” atau “kalau begitu”. Car benar dan lazim, tetapi terdengar lebih tertata atau agak lebih formal daripada parce que. Or jauh lebih khas ragam tulis, argumentasi, berita, dan sastra.
Tanda baca bergantung pada panjang dan hubungan unsur. Tidak ada koma dalam gabungan kata sederhana seperti Paul et Marie atau petit mais pratique. Koma lazim sebelum mais, donc, dan car ketika kata-kata itu menghubungkan dua klausa. Setelah donc atau or di awal kalimat, koma sering membantu pembaca, terutama dalam tulisan resmi.
Dalam bahasa Prancis, hindari menerapkan kebiasaan bahasa Indonesia secara otomatis. Kata “karena” di awal jawaban biasanya menjadi parce que, bukan car. Kata “jadi” sebagai pengisi percakapan kadang memang menjadi donc, tetapi tidak setiap “jadi” harus diterjemahkan. Pilih konjungsi berdasarkan hubungan makna, bukan hanya berdasarkan satu padanan kamus.
Ada pula catatan pengucapan yang berguna: et dilafalkan seperti bunyi /e/ dan biasanya tidak menimbulkan liaison—penyambungan konsonan akhir ke vokal awal kata berikutnya. Karena itu, et elle tidak dibaca seolah-olah ada bunyi /t/ yang menghubungkan kedua kata.
Melampaui Dasar: Pemakaian Lanjutan
Bagian ini belum perlu dikuasai pada tingkat A1, tetapi bentuk-bentuk berikut akan sering terlihat kemudian.
Mais tidak selalu berarti pertentangan sederhana
Mais dapat dipakai untuk mengoreksi dengan tegas: Il n’est pas belge, mais suisse. Dalam percakapan, Mais si ! membantah kalimat negatif dan kira-kira berarti “Benar, kok!” Misalnya: Tu ne comprends pas. — Mais si, je comprends ! Bentuk si di sini menjawab penyangkalan, bukan berarti “jika”.
Donc dapat berada di tengah klausa
Dalam tulisan argumentatif atau tuturan yang lebih bernuansa, donc tidak selalu muncul tepat di awal akibat:
- Nous devons donc attendre. — Jadi, kita harus menunggu.
- C’est donc vrai. — Jadi, itu benar.
Posisi tersebut sering menonjolkan kesimpulan yang baru dicapai. Untuk tahap awal, pola ..., donc + subjek + verba tetap paling mudah dan aman.
Kesepadanan pada ni...ni
Unsur setelah kedua ni sebaiknya mempunyai bentuk yang sejajar:
- Elle n’aime ni chanter ni danser. — Ia tidak suka bernyanyi maupun menari.
- Il n’est ni patient ni prudent. — Ia tidak sabar maupun berhati-hati.
Jika ni...ni menghubungkan dua subjek, kesesuaian verba dapat bergantung pada makna dan gaya. Bentuk jamak sering dipakai ketika kedua subjek sama-sama diperhitungkan: Ni Paul ni Marie ne sont disponibles. Dalam penggunaan yang menekankan “tak satu pun”, bentuk tunggal juga dapat dijumpai. Ini merupakan rincian lanjutan; pemula sebaiknya lebih dahulu menguasai pola objek atau sifat seperti Je ne bois ni thé ni café dan Il n’est ni triste ni fâché.
Or dalam penalaran resmi
Dalam paparan resmi, or kerap memperkenalkan premis—fakta yang menjadi dasar kesimpulan:
Tous les invités ont une invitation. Or, Léa n’en a pas. Donc, elle ne peut pas entrer.
“Semua tamu memiliki undangan. Padahal Léa tidak memilikinya. Jadi, ia tidak dapat masuk.”
Urutan or ... donc ... membuat langkah penalaran sangat jelas. Gaya ini berguna untuk dikenali dalam esai, artikel, dan teks hukum, tetapi terdengar terlalu resmi untuk banyak percakapan sehari-hari.
Tips Latihan
- Latih pasangan sebab–akibat. Tulis satu fakta, lalu buat dua versi: Il pleut, donc je reste dan Je reste, car il pleut. Cara ini memperjelas arah makna donc dan car.
- Buat pilihan dan penolakan dari kosakata sehari-hari. Misalnya, mulai dengan thé ou café, lalu ubah menjadi Je ne bois ni thé ni café. Ulangi dengan makanan, hari, tempat, atau kegiatan.
- Tandai fungsi saat membaca. Garis bawahi et, ou, mais, donc, car, ni...ni, dan or, kemudian beri label “tambahan”, “pilihan”, “pertentangan”, “akibat”, “sebab”, atau “penolakan”. Jangan hanya menghafal terjemahannya.
Konsep Terkait
- Lanjutan: Penghubung Wacana — memperluas kemampuan menghubungkan dan menata gagasan dengan bentuk seperti néanmoins, toutefois, par ailleurs, dan en outre.