Nominalisasi dalam Bahasa Swedia
Nominalisering
Artikel ini merupakan bagian dari pohon tata bahasa Swedia di Settemila Lingue.
Ringkasan Singkat
Nominalisasi adalah pengungkapan tindakan atau sifat sebagai kata benda: förbättra “memperbaiki” menjadi förbättring “perbaikan”, sedangkan skön “indah” menjadi skönhet “keindahan”. Bahasa Swedia sering memakai akhiran -ning, -else, dan -het, tetapi tidak semua kata mengikuti pola yang sama: besluta “memutuskan” berhubungan dengan beslut “keputusan”. Bentuk ini membantu membahas proses dan gagasan dalam tulisan formal, tetapi kalimat dengan kata kerja sering lebih jelas jika pembaca perlu mengetahui siapa yang bertindak.
Gambaran Umum
Kata benda atau nomina adalah kata yang menamai orang, benda, peristiwa, atau gagasan. Melalui nominalisasi, kata kerja atau verba, yaitu kata yang menyatakan tindakan atau keadaan, dapat menjadi nama sebuah proses atau hasil. Kata sifat atau adjektiva, yaitu kata yang menerangkan sifat, juga dapat menjadi nama suatu kualitas. Dalam bahasa Swedia, proses ini disebut nominalisering. Misalnya, utveckla berarti “mengembangkan”, sedangkan utveckling berarti “pengembangan” atau “perkembangan”, bergantung pada konteks.
Bagi penutur bahasa Indonesia, gagasannya tidak asing. Kita membedakan “menilai” dari “penilaian” dan “aman” dari “keamanan”. Namun, akhiran bahasa Swedia tidak dapat dipasangkan satu per satu dengan imbuhan bahasa Indonesia. Kata Swedia yang sama dapat diterjemahkan berbeda menurut konteks, dan bentuk kata bendanya perlu dipelajari bersama kata asalnya.
Pada tingkat C1, perhatian utama bukan hanya mengenali kata-kata ini, melainkan menggunakannya secara tepat dalam laporan, surat resmi, teks akademik, dan pembahasan kebijakan. Nominalisasi memungkinkan suatu tindakan dijadikan topik pembicaraan. Pada saat yang sama, bentuk ini bisa menyembunyikan pelaku atau menghilangkan informasi waktu. Karena itu, kemahiran yang ingin dibangun adalah memilih bentuk yang paling sesuai, bukan mengganti semua kata kerja dengan kata benda.
Cara Pembentukan dan Pemakaiannya
1. Mengubah tindakan menjadi sesuatu yang dapat dibahas
Bandingkan dua kalimat berikut:
- Vi förbättrar systemet. — “Kami memperbaiki sistem itu.”
- Förbättringen av systemet tar tid. — “Perbaikan sistem itu memerlukan waktu.”
Pada kalimat pertama, vi “kami” merupakan subjek, yaitu bagian kalimat yang menjadi pokok pernyataan; di sini subjek sekaligus pelaku tindakan. Systemet merupakan objek, yaitu sesuatu yang dikenai tindakan. Pada kalimat kedua, keseluruhan förbättringen av systemet menjadi subjek. Perbaikannya kini menjadi hal yang dibicarakan, sedangkan pelakunya tidak disebutkan.
Perubahan ini bukan sekadar menambahkan akhiran. Susunan kalimat juga berubah: objek setelah kata kerja sering menjadi keterangan setelah kata benda, misalnya dengan av “atas/dari”. Kata av adalah preposisi, yaitu kata penghubung yang menunjukkan hubungan seperti tempat, tujuan, atau keterkaitan.
2. Akhiran -ning dan -ing untuk proses atau hasil
Banyak kata benda yang menyatakan tindakan dibentuk dengan -ning atau -ing. Pada sejumlah kata kerja berakhiran -a, huruf a dihilangkan sebelum akhiran ditambahkan. Akan tetapi, bentuk dasarnya tidak selalu tetap utuh. Perhatikan bentuk yang benar, jangan hanya menebak dari ejaannya.
| Kata kerja | Kata benda | Makna dan hal yang perlu diperhatikan |
|---|---|---|
| förbättra | förbättring | memperbaiki → perbaikan; memakai bentuk -ing |
| utveckla | utveckling | mengembangkan → pengembangan/perkembangan; memakai bentuk -ing |
| utbilda | utbildning | mendidik → pendidikan/pelatihan |
| undersöka | undersökning | memeriksa/meneliti → pemeriksaan/penelitian |
| öka | ökning | meningkat/meningkatkan → peningkatan |
| läsa | läsning | membaca → kegiatan membaca |
Bentuk förbättring dan utveckling menunjukkan bahwa -ning bukan akhiran yang tinggal ditempelkan pada setiap kata kerja. Untuk penggunaan praktis, pelajari pasangan kata secara utuh. Kemampuan mengenali polanya berguna saat membaca, tetapi untuk menulis tetap periksa kata yang belum dikenal.
Makna kata bendanya juga tidak selalu terbatas pada proses. En undersökning bisa berarti sebuah penelitian atau pemeriksaan tertentu, bukan hanya kegiatan memeriksa secara umum. Utbildning dapat menunjuk proses pendidikan ataupun program pendidikan. Artinya perlu ditentukan dari kalimat, bukan hanya dari akhiran.
3. Akhiran -else pada pasangan kata tertentu
Akhiran -else muncul dalam banyak pasangan kata yang lazim, tetapi tidak bebas dipakai pada sembarang kata kerja.
| Kata kerja | Kata benda | Makna |
|---|---|---|
| hända | händelse | terjadi → kejadian |
| förstå | förståelse | memahami → pemahaman |
| röra | rörelse | bergerak/menggerakkan → gerakan |
| jämföra | jämförelse | membandingkan → perbandingan |
| överenskomma | överenskommelse | mencapai kesepakatan → kesepakatan |
Perubahan förstå → förståelse dan jämföra → jämförelse perlu dipelajari sebagai pasangan kosakata. Tidak ada aturan “semua kata kerja formal mendapat -else”. Untuk “keputusan”, bentuk yang benar adalah beslut, bukan beslutelse. Untuk “gerakan”, gunakan rörelse, bukan förelse. Bentuk-bentuk yang keliru itu tidak perlu dijadikan model pembentukan kata.
4. Akhiran -het untuk sifat atau keadaan
Akhiran -het sering membuat sifat menjadi gagasan abstrak, yaitu sesuatu yang dipahami sebagai kualitas, bukan benda yang dapat dipegang.
| Kata sifat | Kata benda | Makna |
|---|---|---|
| skön | skönhet | indah → keindahan |
| säker | säkerhet | aman/pasti → keamanan/kepastian |
| fri | frihet | bebas → kebebasan |
| tydlig | tydlighet | jelas → kejelasan |
| möjlig | möjlighet | mungkin → kemungkinan/kesempatan |
| ansvarig | ansvarighet | bertanggung jawab → keadaan dapat dimintai pertanggungjawaban |
Jangan menyimpulkan bahwa maknanya selalu sama dengan “ke-...-an” dalam bahasa Indonesia. Möjlighet sering berarti kesempatan: en möjlighet att studera berarti “kesempatan untuk belajar”. Begitu pula säkerhet bisa berarti keamanan atau kepastian. Makna khusus suatu kata harus dipelajari bersama contoh pemakaiannya.
Tidak semua kata sifat memakai -het. Misalnya, stark “kuat” berhubungan dengan styrka “kekuatan”, dan glad “senang” dengan glädje “kegembiraan”. Ini merupakan alasan lain untuk tidak mengandalkan satu rumus saja.
5. Bentuk tanpa akhiran utama tersebut
Pasangan besluta → beslut penting karena sering muncul dalam bahasa administratif. Pasangan lazim lain adalah välja → val “memilih → pilihan/pemilihan” dan svara → svar “menjawab → jawaban”. Hubungan kata kerja dan kata benda dapat melibatkan perubahan bentuk dasar atau bentuk yang tampak sama, bukan selalu penambahan akhiran.
Akhiran lain juga ditemukan, misalnya informera → information “menginformasikan → informasi” dan organisera → organisation “mengorganisasi → organisasi”. Kenali bentuk tersebut sebagai bagian dari kosakata yang lebih luas, tetapi jangan memakai akhiran baru tanpa memeriksa apakah katanya memang digunakan.
6. Setelah dibentuk, kata itu mengikuti aturan kata benda
Nominalisasi tetap membutuhkan bentuk kata benda yang benar. Bahasa Swedia membedakan golongan en dan ett, yaitu kategori tata bahasa yang menentukan bentuk artikel dan kata yang menerangkannya. Artikel adalah penanda seperti en atau ett yang menyertai kata benda. Kata benda juga memiliki bentuk definit, yaitu bentuk yang menunjuk sesuatu yang sudah tertentu atau dikenali.
| Tunggal, belum tertentu | Tunggal, tertentu | Jamak, belum tertentu | Jamak, tertentu |
|---|---|---|---|
| en förbättring | förbättringen | förbättringar | förbättringarna |
| en händelse | händelsen | händelser | händelserna |
| en möjlighet | möjligheten | möjligheter | möjligheterna |
| ett beslut | beslutet | beslut | besluten |
Kata benda berakhiran -ning, -ing, -else, dan -het umumnya termasuk golongan en. Namun, jangan menerapkan golongan itu pada semua nominalisasi: beslut adalah kata ett. Pelajari ett beslut “sebuah keputusan” dan beslutet “keputusan itu” sebagai satu pasangan.
Bentuk jamak juga berkaitan dengan makna. Förbättringar dapat berarti beberapa perbaikan yang berbeda, sedangkan förståelse biasanya dipakai untuk pemahaman sebagai keadaan umum. Jangan memaksakan bentuk jamak hanya karena padanannya dalam bahasa Indonesia dapat dihitung.
7. Menghubungkan kata benda dengan informasi lain
Hubungan yang sebelumnya dinyatakan oleh kata kerja sering perlu disusun ulang setelah nominalisasi.
| Ungkapan bahasa Swedia | Makna bahasa Indonesia | Hubungan |
|---|---|---|
| förbättring av systemet | perbaikan sistem | hal yang diperbaiki |
| förståelse för problemet | pemahaman terhadap masalah itu | hal yang dipahami |
| beslut om nya regler | keputusan mengenai aturan baru | isi atau pokok keputusan |
| möjlighet att delta | kesempatan untuk ikut serta | tindakan yang dimungkinkan |
Pada möjlighet att delta, delta merupakan infinitif, yaitu bentuk dasar kata kerja yang tidak menyatakan waktu atau pelaku; att menandai bentuk tersebut. Preposisi tidak selalu dapat disalin dari pasangan kata kerjanya: förstå problemet berarti “memahami masalah itu”, tetapi bentuk yang lazim adalah förståelse för problemet. Hafalkan kata benda beserta pola pengikutnya.
Contoh dalam Konteks
Dua baris pertama di bawah berupa kelompok kata, bukan kalimat lengkap. Bentuk seperti ini berguna untuk judul atau daftar pokok bahasan. Baris lainnya memperlihatkan nominalisasi dalam kalimat utuh.
| Bahasa Swedia | Bahasa Indonesia | Catatan |
|---|---|---|
| Förbättringen av systemet. | Perbaikan sistem itu. | Nama suatu proses; pelakunya tidak disebutkan. |
| Skönheten i naturen. | Keindahan di alam. | Sifat diungkapkan sebagai kata benda. |
| Beslutet fattades. | Keputusan itu diambil. | Pasangan lazim untuk menyatakan pengambilan keputusan. |
| Utvecklingen går snabbt. | Perkembangan berlangsung cepat. | Proses menjadi subjek kalimat. |
| En förbättring av rutinerna skulle spara tid. | Perbaikan prosedur kerja akan menghemat waktu. | Perbaikan masih berupa kemungkinan. |
| Undersökningen visar att många arbetar hemifrån. | Penelitian itu menunjukkan bahwa banyak orang bekerja dari rumah. | Kata benda menunjuk penelitian tertentu. |
| Läsning kräver koncentration. | Membaca membutuhkan konsentrasi. | Kegiatan umum; tidak memakai artikel. |
| Vi behöver en tydligare förklaring. | Kami membutuhkan penjelasan yang lebih jelas. | Kata benda dapat diterangkan oleh kata sifat. |
| Händelsen rapporterades till polisen. | Kejadian itu dilaporkan kepada polisi. | Satu kejadian tertentu. |
| Hon visade förståelse för vår situation. | Ia menunjukkan pengertian terhadap keadaan kami. | Pemahaman dalam arti sikap memahami orang lain. |
| Säkerheten på arbetsplatsen måste förbättras. | Keselamatan di tempat kerja harus ditingkatkan. | Makna keamanan disesuaikan dengan konteks kerja. |
| Det finns flera möjligheter att minska kostnaderna. | Ada beberapa cara untuk mengurangi biaya. | Bentuk jamak dengan keterangan tindakan. |
| Kommunens beslut om nya regler väckte frågor. | Keputusan pemerintah kota mengenai aturan baru menimbulkan pertanyaan. | Pihak pembuat keputusan dan isinya disebutkan. |
| Ökningen av hyran oroar hyresgästerna. | Kenaikan sewa mengkhawatirkan para penyewa. | Perubahan menjadi pokok pernyataan. |
Perhatikan bahwa padanan bahasa Indonesia tidak harus berupa kata benda. Läsning kräver koncentration lebih alami diterjemahkan sebagai “Membaca membutuhkan konsentrasi” daripada “Pembacaan membutuhkan konsentrasi”. Terjemahan membantu memahami pesan, bukan memaksa kedua bahasa memiliki susunan yang sama.
Kesalahan yang Sering Terjadi
1. Membentuk kata dengan akhiran yang tidak digunakan
- Keliru: Vi väntar på beslutelsen.
- Benar: Vi väntar på beslutet. — “Kami menunggu keputusan itu.”
- Penjelasan: Kata bendanya adalah beslut. Akhiran -else tidak dapat diterapkan bebas pada besluta.
2. Menambahkan -ning secara mekanis
- Keliru: Förbättraningen tar tid.
- Benar: Förbättringen tar tid. — “Perbaikan itu memerlukan waktu.”
- Penjelasan: Bentuk yang dipakai adalah förbättring, bukan bentuk hasil menempelkan -ning pada seluruh kata kerja förbättra.
3. Mengabaikan golongan en dan ett
- Keliru: En viktigt beslut fattades.
- Benar: Ett viktigt beslut fattades. — “Sebuah keputusan penting diambil.”
- Penjelasan: Beslut termasuk golongan ett. Bentuk kata sifat viktigt juga sesuai dengan golongan tersebut. Jika memakai bentuk tertentu, tulis Det viktiga beslutet — “keputusan penting itu”.
4. Memakai kata kerja setelah artikel
- Keliru: Vi behöver en förbättra av systemet.
- Benar: Vi behöver en förbättring av systemet. — “Kami membutuhkan perbaikan sistem itu.”
- Alternatif: Vi behöver förbättra systemet. — “Kami perlu memperbaiki sistem itu.”
- Penjelasan: Artikel en membutuhkan kata benda. Pilih struktur kata benda atau struktur kata kerja; jangan mencampur keduanya.
5. Menyalin hubungan kata kerja tanpa preposisi
- Keliru: Hon har förståelse problemet.
- Benar: Hon har förståelse för problemet. — “Ia memahami masalah itu.”
- Penjelasan: Förstå problemet tidak memakai preposisi, tetapi förståelse dalam pola ini membutuhkan för. Perubahan kategori kata dapat mengubah pola pelengkapnya.
6. Menganggap kata benda selalu mempertahankan makna kata sifat
- Kurang tepat untuk maksud “kesempatan”: Det finns en möjlig att delta.
- Benar: Det finns en möjlighet att delta. — “Ada kesempatan untuk ikut serta.”
- Penjelasan: Möjlig adalah kata sifat “mungkin”, sedangkan möjlighet adalah kata benda. Dalam konteks ini, maknanya bukan sekadar keadaan “mungkin”, melainkan kesempatan melakukan sesuatu.
Catatan Penggunaan
Formal tidak harus berbelit-belit
Nominalisasi cocok saat membahas suatu tindakan sebagai pokok kajian: undersökningen “penelitian itu”, utvecklingen “perkembangan itu”, atau säkerheten “keselamatan itu”. Kata-kata ini juga lazim dalam percakapan. Jadi, keberadaan nominalisasi saja tidak membuat kalimat terasa birokratis.
Yang biasanya membuat tulisan berat adalah penumpukan kata benda dengan kata kerja umum yang hanya berfungsi sebagai penghubung. Bandingkan:
- Vi genomför en undersökning av arbetsmiljön. — “Kami melakukan penelitian mengenai lingkungan kerja.”
- Vi undersöker arbetsmiljön. — “Kami meneliti lingkungan kerja.”
Keduanya benar. Kalimat pertama cocok jika yang dimaksud adalah proyek penelitian tertentu. Kalimat kedua lebih langsung jika cukup menyampaikan tindakan meneliti. Memilih bentuk yang lebih pendek bukan berarti mengurangi tingkat kesopanan.
Belajar bersama pasangan kata yang lazim
Ungkapan fatta ett beslut berarti “mengambil keputusan”, sedangkan göra en jämförelse berarti “melakukan perbandingan”. Dalam Beslutet fattades “Keputusan itu diambil”, kata kerja berbentuk pasif, yaitu bentuk yang menonjolkan kejadian atau pihak yang dikenai tindakan tanpa harus menyebut pelakunya. Akhiran -s di sini melekat pada kata kerja fattades, bukan pada kata benda beslutet.
Pasangan kata tersebut lebih bermanfaat daripada menerjemahkan “membuat” menjadi satu kata Swedia untuk semua keadaan. Catat kata benda, artikel, kata kerja pendamping, dan preposisinya bersama-sama.
Jangan meniru semua kebiasaan imbuhan bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia memungkinkan pasangan seperti “mengembangkan”, “pengembangan”, dan “perkembangan”. Dalam bahasa Swedia, utveckling bisa mencakup beberapa makna tersebut. Utvecklingen av en ny tjänst berarti “pengembangan layanan baru”, sedangkan utvecklingen i regionen dapat berarti “perkembangan di wilayah itu”. Hubungan dengan kata-kata di sekitarnya memberi petunjuk yang lebih kuat daripada satu padanan kamus.
Pendalaman dan Penggunaan Lanjutan
1. Mengemas informasi yang sudah diketahui
Nominalisasi berguna untuk merujuk kembali pada kejadian yang telah dijelaskan:
- Företaget har ändrat sina rutiner. Förändringen har minskat väntetiderna. — “Perusahaan itu telah mengubah prosedurnya. Perubahan tersebut telah mengurangi waktu tunggu.”
Kata förändringen “perubahan tersebut” merangkum isi kalimat sebelumnya. Cara ini membuat paragraf lebih padu tanpa harus mengulang seluruh tindakan. Bentuk definit cocok karena pembaca sudah mengetahui perubahan yang dimaksud.
2. Membedakan pelaku dan hal yang terkena tindakan
Bandingkan:
- Kommunen undersöker skolan. — “Pemerintah kota memeriksa sekolah itu.”
- Kommunens undersökning av skolan pågår. — “Pemeriksaan pemerintah kota terhadap sekolah itu sedang berlangsung.”
Pada bentuk kedua, kommunens adalah bentuk genitif, yaitu bentuk kepunyaan atau keterkaitan yang biasanya berakhiran -s. Dalam konteks ini, bentuk tersebut menunjukkan pihak yang melakukan pemeriksaan. Sementara itu, av skolan menunjukkan hal yang diperiksa.
Hubungan genitif tidak selalu berarti pelaku. Systemets utveckling dapat berarti “perkembangan sistem itu”, bukan perkembangan yang dilakukan oleh sistem. Jika hubungan itu berpotensi kabur, gunakan kalimat dengan kata kerja atau tambahkan keterangan yang lebih jelas.
3. Mengembalikan informasi waktu dan sikap penulis
Kalimat Vi ska förbättra systemet berarti “Kami akan memperbaiki sistem itu”. Kata benda förbättring sendirian tidak menyatakan rencana masa depan. Untuk mempertahankan informasi tersebut, gunakan misalnya Den planerade förbättringen av systemet — “perbaikan sistem yang direncanakan”.
Demikian pula, systemet kan förbättras “sistem itu dapat diperbaiki” tidak sama dengan förbättringen av systemet “perbaikan sistem itu”. Bentuk terakhir bisa membuat perbaikan terdengar sebagai sesuatu yang sudah diketahui atau ditetapkan. Saat menulis ulang, periksa apakah informasi kemungkinan, kewajiban, atau waktu masih ada.
4. Menghindari rangkaian kata benda yang terlalu padat
Ungkapan planeringen av genomförandet av förändringen berarti “perencanaan pelaksanaan perubahan tersebut”. Bentuk ini dapat dipahami, tetapi pembaca harus memisahkan beberapa lapis tindakan.
Jika pelakunya diketahui, kalimat Vi planerar hur vi ska genomföra förändringen — “Kami merencanakan cara melaksanakan perubahan tersebut” — sering lebih mudah dibaca. Nominalisasi paling efektif jika merangkum satu gagasan yang jelas, bukan jika setiap kata kerja diubah menjadi kata benda.
5. Menggunakan infinitif untuk menyebut kegiatan
Kegiatan juga dapat dijadikan pokok pernyataan tanpa membentuk kata benda berakhiran khusus:
- Att läsa varje dag hjälper mig att slappna av. — “Membaca setiap hari membantu saya bersantai.”
- Daglig läsning hjälper mig att slappna av. — “Kegiatan membaca setiap hari membantu saya bersantai.”
Kelompok att läsa varje dag mempertahankan susunan kata kerja: keterangan varje dag “setiap hari” menerangkan kegiatannya. Pada daglig läsning, kata sifat daglig “harian” menerangkan kata benda. Kedua cara ini tersedia, tetapi tidak selalu dapat saling menggantikan tanpa perubahan nuansa.
Saran Latihan
- Buat catatan pasangan lengkap. Mulai dari enam pasangan: förbättra–förbättring, utveckla–utveckling, förstå–förståelse, hända–händelse, skön–skönhet, dan besluta–beslut. Tambahkan artikel, bentuk definit, serta contoh pendek. Untuk beslut, misalnya, catat ett beslut, beslutet, fatta ett beslut beserta artinya “sebuah keputusan, keputusan itu, mengambil keputusan”.
- Tulis ulang dalam dua arah. Ubah Vi förbättrar systemet “Kami memperbaiki sistem itu” menjadi Förbättringen av systemet tar tid “Perbaikan sistem itu memerlukan waktu”. Lalu kembalikan ke bentuk kata kerja. Tanyakan: apakah pelaku, waktu, dan kemungkinan masih jelas? Latihan ini menguji struktur sekaligus makna.
- Sunting satu paragraf pendek. Ambil teks Swedia dari berita atau informasi publik. Tandai kata berakhiran -ning, -ing, -else, dan -het. Tentukan mana yang menamai proses, hasil, atau sifat. Pilih satu kalimat yang padat, lalu tulis versi yang lebih langsung dengan kata kerja. Jangan mengubah kata hanya karena memiliki akhiran tertentu; pastikan maknanya tetap sama.
Konsep Terkait
- Landasan: Gaya Bahasa Tulis Formal — membantu memilih kapan nominalisasi memperjelas laporan dan kapan kalimat dengan kata kerja lebih tepat.