B1

Discours indirect dalam bahasa Prancis

Discours Indirect

Artikel ini merupakan bagian dari pohon tata bahasa Prancis di Settemila Lingue.

Ringkasan Singkat

Dalam bahasa Prancis, discours indirect menyampaikan kembali ucapan tanpa mengutipnya persis. Gunakan que untuk pernyataan, si untuk pertanyaan ya/tidak, kata tanya yang sesuai untuk pertanyaan informasi, dan de + infinitif untuk perintah atau permintaan. Jika verba pelapor berada dalam kala lampau, sudut pandang, penanda waktu, dan kadang-kadang kala verba juga perlu disesuaikan.

Gambaran Umum

Discours indirect adalah ujaran tidak langsung: isi perkataan, pertanyaan, atau perintah seseorang dimasukkan ke dalam kalimat baru. Bandingkan kutipan langsung Paul dit : « Je suis fatigué. » dengan laporan Paul dit qu'il est fatigué. Pada bentuk kedua, tanda petik hilang, je berubah menjadi il, dan isi ujaran dihubungkan dengan que.

Topik ini mulai dipelajari secara sistematis pada tingkat B1 karena menggabungkan beberapa hal sekaligus: konjungsi (kata penghubung antarklausa), kata ganti, kala verba, serta perubahan sudut pandang. Bentuk ini sangat sering muncul dalam percakapan, berita, surel, dan cerita: kita menggunakannya ketika menjelaskan apa yang dikatakan, ditanyakan, dijawab, dijanjikan, atau diperintahkan orang lain.

Bagi penutur bahasa Indonesia, gagasan dasarnya cukup akrab: Dia berkata bahwa dia sibuk memakai pola yang mirip dengan Il dit qu'il est occupé. Perbedaan pentingnya ialah bahasa Prancis lebih ketat dalam memilih que, si, atau bentuk kata tanya, dan dalam gaya baku menerapkan penyesuaian kala setelah verba pelapor lampau. Kata ganti orang juga harus selalu cocok dengan sudut pandang pelapor.

Cara Kerjanya

1. Pernyataan: verba pelapor + que

Untuk melaporkan kalimat berita, gunakan verba seperti dire (mengatakan), répondre (menjawab), expliquer (menjelaskan), annoncer (mengumumkan), atau ajouter (menambahkan), lalu que.

Ujaran langsung Ujaran tidak langsung Arti
Léa dit : « Je travaille. » Léa dit qu'elle travaille. Léa berkata bahwa ia sedang bekerja.
Marc répond : « Nous sommes prêts. » Marc répond qu'ils sont prêts. Marc menjawab bahwa mereka siap.

Que menjadi qu' sebelum bunyi vokal: qu'il, qu'elle, qu'on. Urutan kata dalam klausa yang dilaporkan tetap berupa urutan pernyataan biasa, bukan urutan pertanyaan.

2. Pertanyaan ya/tidak: demander si

Pertanyaan yang jawabannya oui atau non diperkenalkan dengan si. Bentuk est-ce que dan inversi (pembalikan posisi verba dan subjek) tidak dipertahankan.

Ujaran langsung Ujaran tidak langsung
Elle demande : « Tu viens ? » Elle demande si je viens.
Il a demandé : « Est-ce que vous étiez libres ? » Il a demandé si nous étions libres.
Elle demande : « A-t-il compris ? » Elle demande s'il a compris.

Dalam pola ini, si berarti “apakah”, bukan “jika”. Jangan menambahkan que sesudahnya: bentuknya demander si..., bukan demander si que....

3. Pertanyaan informasi: pertahankan kata tanya

Jika pertanyaan memakai où, quand, comment, pourquoi, combien, qui, atau kata tanya lain, kata tersebut biasanya tetap dipakai. Namun klausa sesudahnya memakai urutan pernyataan.

Ujaran langsung Ujaran tidak langsung
Il demande : « Où habites-tu ? » Il demande où j'habite.
Elle demande : « Pourquoi partez-vous ? » Elle demande pourquoi nous partons.
Il demande : « Qui a téléphoné ? » Il demande qui a téléphoné.

Ada dua perubahan yang sangat penting:

  • qu'est-ce que atau que sebagai objek (yang dikenai tindakan) berubah menjadi ce que: Qu'est-ce que tu fais ? → Elle demande ce que je fais.
  • qu'est-ce qui sebagai subjek (pelaku atau hal yang melakukan tindakan) berubah menjadi ce qui: Qu'est-ce qui se passe ? → Il demande ce qui se passe.

Jangan memakai qu'est-ce que di tengah ujaran tidak langsung. Bentuk itu hanya cocok untuk pertanyaan langsung.

4. Perintah dan permintaan: de + infinitif

Untuk melaporkan perintah, larangan, saran, atau permintaan yang ditujukan kepada seseorang, pola yang paling umum adalah:

dire / demander / conseiller / ordonner à quelqu'un de + infinitif

Infinitif adalah bentuk dasar verba, seperti partir, attendre, atau venir.

Ujaran langsung Ujaran tidak langsung
Il me dit : « Pars ! » Il me dit de partir.
Elle nous demande : « Attendez ici. » Elle nous demande d'attendre ici.
Le médecin lui conseille : « Ne fumez pas. » Le médecin lui conseille de ne pas fumer.

Pada bentuk negatif, ne pas diletakkan sebelum infinitif: de ne pas ouvrir. Kata ganti objek yang menjadi bagian dari infinitif juga diletakkan di depannya: Il me dit de l'appeler (“Ia menyuruh saya meneleponnya”).

Perhatikan perbedaan makna demander si dan demander de:

  • Elle me demande si je peux venir. — Ia bertanya apakah saya bisa datang.
  • Elle me demande de venir. — Ia meminta saya datang.

5. Sesuaikan orang dan kepemilikan

Kata ganti berubah menurut siapa yang berbicara, kepada siapa ucapan ditujukan, dan siapa yang melaporkannya. Tidak ada daftar penggantian yang otomatis berlaku untuk semua kalimat; pahami dulu acuannya.

Julie me dit : « J'ai oublié mes clés chez toi. » menjadi Julie me dit qu'elle a oublié ses clés chez moi. Di sini je → elle, mes → ses, dan toi → moi. Jika Julie sendiri yang melaporkan ucapannya, hasilnya tentu berbeda: J'ai dit que j'avais oublié mes clés chez lui.

Bahasa Indonesia sering dapat memakai “dia” tanpa menandai jenis kelamin, sedangkan bahasa Prancis mengharuskan pilihan seperti il/elle dan son/sa/ses sesuai struktur gramatikal. Karena itu, selalu tentukan dengan jelas siapa pemilik atau pelaku yang dimaksud.

6. Penyesuaian kala verba

Jika verba pelapor berada dalam kala kini atau mendatang, kala dalam ucapan biasanya tidak bergeser:

  • Il dit : « Je suis prêt. » → Il dit qu'il est prêt.
  • Elle dira : « J'ai terminé. » → Elle dira qu'elle a terminé.

Jika verba pelapor berada dalam kala lampau, bahasa Prancis baku biasanya menerapkan concordance des temps (penyesuaian kala antara verba pelapor dan isi laporan).

Kala dalam ujaran langsung Setelah verba pelapor lampau Contoh
présent imparfait « Je travaille. » → Il a dit qu'il travaillait.
passé composé plus-que-parfait « J'ai fini. » → Elle a dit qu'elle avait fini.
futur simple conditionnel présent « Je viendrai. » → Il a dit qu'il viendrait.
futur antérieur conditionnel passé « J'aurai terminé. » → Elle a dit qu'elle aurait terminé.
imparfait biasanya tetap imparfait « J'attendais. » → Il a dit qu'il attendait.
plus-que-parfait biasanya tetap plus-que-parfait « J'avais compris. » → Elle a dit qu'elle avait compris.
conditionnel biasanya tetap conditionnel « Je pourrais venir. » → Il a dit qu'il pourrait venir.

Plus-que-parfait menyatakan peristiwa yang sudah terjadi sebelum titik acuan lampau. Bentuknya memakai avoir atau être dalam imparfait ditambah participe passé (bentuk seperti fini, parti, vu): avait fini, était parti. Conditionnel adalah bentuk yang antara lain dipakai untuk “akan” jika dilihat dari masa lampau: Il a dit qu'il viendrait berarti “Ia berkata bahwa ia akan datang.”

7. Sesuaikan waktu dan tempat

Keterangan yang bergantung pada saat atau tempat bicara mungkin perlu berubah. Perubahan dilakukan hanya jika sudut pandangnya memang berpindah.

Dalam ucapan asli Dalam laporan kemudian Arti umum
aujourd'hui ce jour-là hari itu
hier la veille sehari sebelumnya
demain le lendemain keesokan harinya
avant-hier l'avant-veille dua hari sebelumnya
après-demain le surlendemain dua hari sesudahnya
la semaine prochaine la semaine suivante minggu berikutnya
la semaine dernière la semaine précédente minggu sebelumnya
ici là / à cet endroit-là di sana / di tempat itu
maintenant alors / à ce moment-là saat itu

Contoh: Lundi, elle a dit : « Je reviendrai demain. » → Lundi, elle a dit qu'elle reviendrait le lendemain. Namun jika ucapan dilaporkan pada hari dan tempat yang sama, aujourd'hui atau ici dapat tetap masuk akal.

Contoh dalam Konteks

Bahasa Prancis Bahasa Indonesia Catatan
Il dit qu'il vient après le déjeuner. Ia berkata bahwa ia datang setelah makan siang. Pernyataan dengan verba pelapor kini
Elle a demandé si j'étais libre vendredi soir. Ia bertanya apakah saya senggang pada Jumat malam. Pertanyaan ya/tidak; présent bergeser ke imparfait
Il m'a dit de partir sans l'attendre. Ia menyuruh saya pergi tanpa menunggunya. Perintah dengan de + infinitif
Elle a demandé ce que je faisais dans le quartier. Ia bertanya apa yang sedang saya lakukan di kawasan itu. qu'est-ce que menjadi ce que
Nous leur avons demandé où ils avaient garé la voiture. Kami bertanya kepada mereka di mana mereka memarkir mobil. Kata tanya tetap; tindakan lebih awal memakai plus-que-parfait
Le directeur a annoncé que le magasin fermerait plus tôt. Direktur mengumumkan bahwa toko akan tutup lebih awal. Masa depan dari sudut pandang lampau
Nina explique qu'elle n'a pas reçu le message. Nina menjelaskan bahwa ia belum menerima pesan itu. Tidak ada pergeseran karena verba pelapor kini
Le médecin lui a conseillé de ne pas travailler ce jour-là. Dokter menyarankannya agar tidak bekerja hari itu. Nasihat negatif dan perubahan waktu
Tu sais quand le train arrivera ? Apakah kamu tahu kapan kereta akan tiba? Pertanyaan tidak langsung tanpa inversi
Ils ont répondu qu'ils avaient déjà payé. Mereka menjawab bahwa mereka sudah membayar. Passé composé bergeser ke plus-que-parfait
Elle voulait savoir qui avait cassé la fenêtre. Ia ingin tahu siapa yang telah memecahkan jendela. qui berfungsi sebagai subjek
On nous a demandé ce qui s'était passé la veille. Kami ditanya apa yang telah terjadi sehari sebelumnya. qu'est-ce qui menjadi ce qui
Paul m'a promis qu'il m'appellerait le lendemain. Paul berjanji bahwa ia akan menelepon saya keesokan harinya. Kata ganti, kala, dan penanda waktu berubah

Kesalahan Umum

Memakai que untuk pertanyaan ya/tidak

  • Keliru: Elle demande que tu viens.
  • Benar: Elle demande si tu viens.
  • Alasannya: Que memperkenalkan pernyataan, sedangkan si memperkenalkan pertanyaan yang dapat dijawab oui atau non. Kalimat dengan demander que memiliki fungsi lain dan biasanya menuntut subjonctif.

Mempertahankan bentuk pertanyaan langsung

  • Keliru: Il demande où habites-tu.
  • Benar: Il demande où tu habites.
  • Alasannya: Dalam ujaran tidak langsung, gunakan urutan pernyataan: subjek lalu verba. Inversi dan est-ce que dihapus.

Memakai qu'est-ce que di dalam laporan

  • Keliru: Elle demande qu'est-ce que je veux.
  • Benar: Elle demande ce que je veux.
  • Alasannya: Qu'est-ce que adalah bentuk pertanyaan langsung. Untuk “apa” sebagai objek dalam pertanyaan tidak langsung, gunakan ce que; untuk “apa” sebagai subjek, gunakan ce qui.

Lupa menyesuaikan kata ganti

  • Keliru: Marie m'a dit : qu'elle avait oublié mes clés chez toi.
  • Benar: Marie m'a dit qu'elle avait oublié ses clés chez moi.
  • Alasannya: Ujaran tidak langsung bukan sekadar menghapus tanda petik. Kata ganti orang dan kepemilikan harus mengikuti sudut pandang kalimat baru. Tanda titik dua juga tidak dipakai sebelum klausa dengan que.

Mengabaikan kala setelah verba pelapor lampau

  • Kurang tepat dalam laporan baku: Il a dit qu'il viendra demain.
  • Bentuk baku yang diharapkan: Il a dit qu'il viendrait le lendemain.
  • Alasannya: Futur simple biasanya menjadi conditionnel présent dan demain dapat menjadi le lendemain ketika laporan dipandang dari masa lampau.

Mencampur demander si dan demander de

  • Keliru: Il m'a demandé si fermer la porte.
  • Benar: Il m'a demandé de fermer la porte.
  • Alasannya: Permintaan melakukan sesuatu memakai demander à quelqu'un de + infinitif. Demander si dipakai ketika isi yang dilaporkan benar-benar sebuah pertanyaan.

Catatan Penggunaan

Dalam percakapan sehari-hari, penutur tidak selalu melakukan pergeseran kala secara mekanis. Kala kini dapat dipertahankan apabila informasi masih benar atau pembicara ingin menekankan bahwa keadaan itu masih berlaku: Elle m'a dit qu'elle habite à Lyon dapat menyiratkan bahwa ia masih tinggal di Lyon. Bentuk baku Elle m'a dit qu'elle habitait à Lyon hanya melaporkan isi ucapan dari sudut pandang masa lampau dan tidak otomatis berarti ia sudah pindah.

Verba pelapor membawa nuansa berbeda. Dire que melaporkan pernyataan; raconter que menceritakan; expliquer que memberi penjelasan; annoncer que menyampaikan kabar; prétendre que menyatakan sesuatu yang kebenarannya diragukan; promettre que menyatakan janji. Untuk menyebut penerima ucapan, dire memakai à: dire quelque chose à quelqu'un. Karena itu bentuknya Il m'a dit de venir, bukan Il a dit moi de venir.

Dalam tulisan resmi, penyesuaian kala dan penanda waktu cenderung diterapkan dengan konsisten. Dalam percakapan, pilihan lebih dipengaruhi oleh apakah fakta tersebut masih berlaku, kapan laporan dibuat, dan apakah pembicara sedang menghidupkan kembali percakapan. Jadi, pertama-tama kuasai pola baku; setelah itu, amati variasi alami dalam dialog.

Melampaui Dasar: Penggunaan Lanjutan

Subjonctif setelah permintaan atau kehendak

Subjonctif adalah modus verba yang sering dipakai untuk kehendak, tuntutan, keraguan, atau penilaian, bukan untuk menyatakan fakta secara netral. Jika subjek tindakan berbeda dan strukturnya menekankan tuntutan, bahasa Prancis dapat memakai demander que + subjonctif:

  • Le directeur demande que nous soyons présents à huit heures. — Direktur meminta agar kami hadir pukul delapan.
  • Elle exige qu'il parte immédiatement. — Ia menuntut agar dia segera pergi.

Bandingkan Le directeur nous demande d'être présents, yang memakai à quelqu'un de + infinitif. Keduanya dapat menyampaikan permintaan, tetapi konstruksi infinitif sering lebih ringkas dan alami ketika penerima permintaan disebut langsung.

Pertanyaan tidak langsung yang berdiri sebagai klausa

Pertanyaan tidak langsung tidak selalu mengikuti demander. Bentuk itu juga dapat mengikuti savoir, comprendre, ignorer, se demander, dan ungkapan seperti je ne sais pas:

  • Je ne sais pas s'il viendra. — Saya tidak tahu apakah ia akan datang.
  • Nous nous demandons pourquoi elle est partie. — Kami bertanya-tanya mengapa ia pergi.
  • Dis-moi ce dont tu as besoin. — Katakan kepada saya apa yang kamu perlukan.

Pada contoh terakhir, ce dont dipakai karena verba avoir besoin de menuntut preposisi de. Dengan verba atau ungkapan berpreposisi lain, dapat muncul ce à quoi, avec qui, pourquoi, dan sebagainya: Je comprends ce à quoi tu fais référence.

Ujaran tidak langsung bebas

Dalam sastra terdapat discours indirect libre (ujaran tidak langsung bebas). Pikiran atau ucapan tokoh disisipkan ke dalam narasi tanpa il dit que dan tanpa tanda petik, tetapi sudut pandang tokoh masih terasa. Misalnya: Il regarda l'horloge. Était-il déjà si tard ? Bentuk ini berguna untuk dikenali saat membaca, tetapi tidak perlu menjadi prioritas saat baru menguasai pola B1.

Kala dalam narasi yang lebih jauh

Dalam gaya sastra atau sangat resmi, bentuk seperti passé simple dalam ucapan dapat berhubungan dengan plus-que-parfait dalam laporan, dan penyesuaian subjonctif secara historis dapat menghasilkan bentuk yang kini jarang dipakai. Dalam bahasa Prancis modern, terutama lisan, penutur biasanya memilih bentuk yang jelas dan lazim. Fokus praktisnya tetap: tentukan hubungan waktu—bersamaan, lebih awal, atau lebih kemudian—lalu pilih imparfait, plus-que-parfait, atau conditionnel sesuai hubungan tersebut.

Tips Latihan

  1. Ubah satu dialog dalam empat langkah. Tandai jenis kalimatnya, pilih que/si/kata tanya/de, sesuaikan kata ganti, lalu periksa kala serta penanda waktu. Urutan ini mencegah terlalu banyak keputusan sekaligus.
  2. Latih pasangan ujaran langsung dan tidak langsung. Tulis lima kalimat seperti « Je reviendrai demain », lalu laporkan dengan verba kini dan verba lampau. Bandingkan Il dit qu'il reviendra demain dengan Il a dit qu'il reviendrait le lendemain.
  3. Dengarkan verba pelapor. Saat menonton berita atau percakapan berbahasa Prancis, catat contoh dengan dire que, demander si, expliquer que, dan demander de. Perhatikan apakah informasi masih berlaku ketika kala kini dipertahankan.

Konsep Terkait

  • Prasyarat: L'Imparfait — diperlukan untuk memahami perubahan présent → imparfait dan untuk membentuk plus-que-parfait.

Prasyarat

Imparfait dalam Bahasa PrancisA2

Konsep B1 lainnya

Konsep ini dalam bahasa lain

Bandingkan di semua bahasa