Adverbia Frekuensi dan Waktu dalam Bahasa Prancis
Adverbes de Fréquence et Temps
Artikel ini merupakan bagian dari pohon tata bahasa Prancis di Settemila Lingue.
Ringkasnya
Adverbia frekuensi menerangkan seberapa sering sesuatu terjadi: toujours (selalu), souvent (sering), parfois (kadang-kadang), rarement (jarang), dan jamais (tidak pernah). Dalam kalimat sederhana, kata-kata ini biasanya diletakkan setelah verba atau kata kerja yang sudah dikonjugasikan, sedangkan adverbia waktu seperti aujourd'hui, demain, dan hier dapat muncul di awal atau akhir kalimat. Jamais biasanya dipakai bersama ne dalam ragam baku: Je ne mange jamais de viande.
Gambaran Umum
Adverbia (kata keterangan) memberi informasi tambahan tentang suatu tindakan atau keadaan. Adverbia frekuensi menjawab gagasan “seberapa sering?”, sedangkan adverbia waktu menjawab “kapan?” atau membantu mengurutkan kejadian. Dengan beberapa kata pendek ini, kalimat sederhana seperti Je travaille dapat menjadi jauh lebih jelas: Je travaille souvent, Je travaille aujourd'hui, atau Je travaille demain.
Topik ini diperkenalkan pada tingkat A1 karena sangat sering muncul dalam percakapan sehari-hari: membahas rutinitas, membuat rencana, menceritakan kegiatan kemarin, dan menjelaskan urutan tindakan. Aturan dasarnya cukup ringan. Yang perlu diperhatikan oleh penutur bahasa Indonesia adalah posisi kata. Dalam bahasa Indonesia, kata seperti “sering” cukup leluasa ditempatkan sebelum kata kerja. Dalam bahasa Prancis, souvent, toujours, dan rarement paling lazim berada setelah verba terkonjugasi (kata kerja yang bentuknya sudah menyesuaikan subjek atau waktunya).
Ada pula beberapa perbedaan makna yang tidak dapat diterjemahkan kata demi kata. Jamais dalam kalimat negatif berarti “tidak pernah”, tetapi dalam konteks tertentu dapat berarti “pernah”. Toujours biasanya berarti “selalu”, namun kadang-kadang berarti “masih”. Untuk tahap awal, kuasai pola umum dahulu; nuansa tersebut dibahas terpisah pada bagian lanjutan.
Cara Kerjanya
1. Menyatakan frekuensi
Urutan berikut berguna sebagai gambaran, bukan sebagai ukuran matematis. Seberapa sering suatu kegiatan dianggap souvent atau rarement bergantung pada konteks dan kebiasaan pembicara.
| Adverbia Prancis | Arti utama | Contoh singkat |
|---|---|---|
| toujours | selalu | Elle arrive toujours tôt. |
| souvent | sering | Nous cuisinons souvent. |
| parfois | kadang-kadang | Il voyage parfois seul. |
| rarement | jarang | Je regarde rarement la télévision. |
| jamais | tidak pernah | Tu ne téléphones jamais. |
Pada kala sederhana, adverbia frekuensi biasanya mengikuti verba terkonjugasi:
subjek + verba + adverbia + pelengkap
- Je vais toujours au café. — Saya selalu pergi ke kafe.
- Elle travaille souvent le soir. — Dia sering bekerja pada malam hari.
- Nous mangeons rarement ici. — Kami jarang makan di sini.
Parfois lebih luwes daripada adverbia frekuensi lainnya. Kata ini dapat muncul sesudah verba atau di awal kalimat untuk memberi kerangka pada seluruh pernyataan:
- Je prends parfois le bus. — Saya kadang-kadang naik bus.
- Parfois, je prends le bus. — Kadang-kadang, saya naik bus.
Posisi awal juga mungkin untuk adverbia lain jika pembicara ingin menonjolkannya, tetapi pola setelah verba adalah pilihan paling aman bagi pemula: Souvent, elle déjeune ici benar, tetapi Elle déjeune souvent ici terasa lebih netral.
2. Membentuk “tidak pernah” dengan ne ... jamais
Dalam bahasa Prancis baku, jamais menggantikan pas pada pola penyangkalan (cara membuat kalimat negatif):
subjek + ne/n' + verba + jamais + pelengkap
- Je ne fume jamais. — Saya tidak pernah merokok.
- *Il **n'*arrive jamais en retard. — Dia tidak pernah datang terlambat.
Gunakan n' sebelum bunyi vokal atau h yang tidak dibunyikan, seperti pada arrive. Jangan menambahkan pas pada pola dasar ini: bentuk yang dipelajari adalah Je ne mange jamais, bukan Je ne mange pas jamais.
Perhatikan bahwa jamais tidak dengan sendirinya mengubah semua unsur setelahnya menjadi de. Dalam Je ne mange jamais de viande, de muncul karena de la viande berada dalam kalimat negatif. Namun artikel tertentu atau penentu kepunyaan tetap dipertahankan:
- Je ne vois jamais mes voisins. — Saya tidak pernah melihat tetangga saya.
- Elle ne prend jamais le train de huit heures. — Dia tidak pernah naik kereta pukul delapan.
3. Menunjukkan waktu
Adverbia waktu yang paling mendasar adalah:
| Adverbia Prancis | Arti | Hubungan waktunya |
|---|---|---|
| hier | kemarin | sebelum hari ini |
| aujourd'hui | hari ini | pada hari ini |
| maintenant | sekarang | pada saat ini |
| demain | besok | setelah hari ini |
Kata-kata tersebut sering diletakkan di awal atau akhir kalimat:
- Aujourd'hui, je travaille à la maison. — Hari ini, saya bekerja dari rumah.
- Je travaille à la maison aujourd'hui. — Saya bekerja dari rumah hari ini.
- Nous partons demain. — Kami berangkat besok.
- Hier, j'ai appelé ma sœur. — Kemarin, saya menelepon saudara perempuan saya.
Jika keterangan waktu berada di awal, koma membantu pembaca melihatnya sebagai kerangka waktu. Dalam kalimat pendek koma kadang-kadang dihilangkan, tetapi menulis Aujourd'hui, je travaille merupakan kebiasaan yang jelas dan aman.
Pilih bentuk verba yang masuk akal dengan waktunya. Hier biasanya berjalan bersama bentuk lampau, sedangkan demain dapat memakai bentuk mendatang atau kala kini untuk rencana yang sudah pasti. Jadi, Je travaille demain adalah kalimat alami untuk “Saya bekerja besok”, meskipun bentuk verbanya tampak seperti kala kini.
4. Mengurutkan tindakan
Untuk menceritakan langkah atau rangkaian kejadian, gunakan penghubung waktu berikut:
| Kata | Fungsi umum | Padanan alami dalam bahasa Indonesia |
|---|---|---|
| d'abord | membuka langkah pertama | mula-mula, pertama-tama |
| puis | menambahkan tindakan berikutnya | lalu, kemudian |
| ensuite | melanjutkan urutan dengan jelas | selanjutnya, setelah itu |
| enfin | menandai langkah atau hasil terakhir | akhirnya, terakhir |
Pola sederhana yang mudah dipakai adalah:
D'abord, ... Puis/Ensuite, ... Enfin, ...
- D'abord, je prépare le café. Ensuite, je lis mes messages. Enfin, je pars au travail.
- Mula-mula saya menyiapkan kopi. Setelah itu saya membaca pesan. Terakhir, saya berangkat kerja.
Puis dan ensuite sering dapat saling menggantikan. Puis terasa ringkas dan sangat umum dalam alur cerita, sedangkan ensuite lebih tegas menunjukkan tahap berikutnya. Jangan memakai semuanya di setiap cerita; pilih seperlunya agar urutan tetap alami.
5. Posisi dalam kala majemuk
Bagian ini sedikit melampaui aturan A1, tetapi penting ketika mulai memakai passé composé. Kala majemuk (bentuk waktu yang memakai kata kerja bantu dan bentuk lampau) terdiri atas kata kerja bantu avoir/être dan participe passé (bentuk verba lampau seperti mangé atau parti).
Adverbia pendek seperti toujours, souvent, dan jamais umumnya berada di antara kata kerja bantu dan participe passé:
- J'ai souvent visité Lyon. — Saya sudah sering mengunjungi Lyon.
- Elle a toujours aimé ce quartier. — Dia selalu menyukai kawasan ini.
- Nous n'avons jamais essayé ce restaurant. — Kami belum pernah mencoba restoran ini.
Sebaliknya, keterangan waktu seperti hier biasanya tetap berada di awal atau akhir: Hier, j'ai travaillé atau J'ai travaillé hier.
Contoh dalam Konteks
| Bahasa Prancis | Bahasa Indonesia | Catatan |
|---|---|---|
| Je vais toujours au café après le travail. | Saya selalu pergi ke kafe setelah bekerja. | Toujours sesudah verba. |
| Ma mère téléphone souvent le dimanche. | Ibu saya sering menelepon pada hari Minggu. | Kebiasaan berulang. |
| Parfois, nous déjeunons au parc. | Kadang-kadang, kami makan siang di taman. | Parfois ditonjolkan di awal. |
| Ils prennent rarement un taxi. | Mereka jarang naik taksi. | Frekuensi rendah. |
| Je ne mange jamais de viande. | Saya tidak pernah makan daging. | Pola baku ne ... jamais. |
| Aujourd'hui, je travaille à la bibliothèque. | Hari ini, saya bekerja di perpustakaan. | Kerangka waktu di awal. |
| Le magasin est fermé aujourd'hui. | Toko itu tutup hari ini. | Keterangan waktu di akhir. |
| Hier, nous avons regardé un film français. | Kemarin, kami menonton film Prancis. | Hier dengan bentuk lampau. |
| Je rencontre Paul demain matin. | Saya bertemu Paul besok pagi. | Kala kini dapat menyatakan rencana pasti. |
| Tu dois partir maintenant. | Kamu harus berangkat sekarang. | Maintenant menegaskan saat ini. |
| D'abord, je mange, puis j'étudie. | Mula-mula saya makan, lalu saya belajar. | Dua tindakan berurutan. |
| Ensuite, vous ajoutez le sucre. | Setelah itu, Anda menambahkan gula. | Langkah dalam petunjuk. |
| Enfin, le train arrive. | Akhirnya, kereta itu tiba. | Hasil atau tahap terakhir. |
| J'ai souvent vu ce musicien en concert. | Saya sudah sering melihat musisi ini tampil. | Adverbia di tengah kala majemuk. |
| Elle n'a jamais habité à Paris. | Dia tidak pernah tinggal di Paris. | Jamais di antara kata bantu dan bentuk lampau. |
Kesalahan Umum
1. Menaruh souvent sebelum verba dalam kalimat netral
- Kurang tepat: Je souvent regarde la télévision.
- Benar: Je regarde souvent la télévision.
- Alasannya: Berbeda dari “saya sering menonton”, souvent biasanya mengikuti verba terkonjugasi dalam pola dasar bahasa Prancis.
2. Menggabungkan pas dan jamais tanpa maksud khusus
- Salah untuk arti “tidak pernah”: Je ne mange pas jamais ici.
- Benar: Je ne mange jamais ici.
- Alasannya: Dalam pola negatif dasar, jamais menempati posisi yang biasanya ditempati pas.
3. Menghilangkan ne dalam tulisan baku
- Percakapan santai: Je mange jamais ici.
- Bentuk baku: Je ne mange jamais ici.
- Alasannya: Dalam percakapan, penutur Prancis sering tidak mengucapkan ne. Namun, dalam tulisan netral, ujian, dan situasi resmi, gunakan pola lengkap ne ... jamais.
4. Menempatkan adverbia frekuensi setelah seluruh pelengkap
- Kurang alami: Elle prend le bus souvent.
- Lebih netral: Elle prend souvent le bus.
- Alasannya: Souvent biasanya dekat dengan verba. Posisi akhir dapat muncul untuk penekanan tertentu, tetapi bukan pola terbaik untuk kalimat dasar.
5. Memakai kala kini untuk cerita tentang hier
- Tidak sesuai untuk kejadian yang sudah selesai: Hier, je travaille au bureau.
- Benar: Hier, j'ai travaillé au bureau.
- Alasannya: Hier menempatkan kejadian di masa lampau. Untuk kejadian selesai, bahasa Prancis biasanya memerlukan bentuk lampau seperti passé composé.
6. Menerjemahkan enfin selalu sebagai “akhirnya”
- Berpotensi menyesatkan: Menganggap enfin selalu menyatakan penantian panjang.
- Sesuai konteks: Enfin, ajoutez le sel. — Terakhir, tambahkan garam.
- Alasannya: Dalam urutan petunjuk, enfin hanya dapat menandai langkah terakhir. Nuansa lega atau tidak sabar bergantung pada konteks.
Catatan Pemakaian
Dalam percakapan sehari-hari, hilangnya ne sangat umum: Je sais jamais dapat terdengar sebagai bentuk lisan dari Je ne sais jamais. Sebagai pelajar, sebaiknya tetap mengenali keduanya, tetapi gunakan bentuk lengkap dalam tulisan. Menghilangkan ne bukan berarti posisi jamais ikut berubah; kata itu tetap sesudah verba sederhana atau sesudah kata kerja bantu dalam kala majemuk.
Aujourd'hui, hier, dan demain dapat berpindah tanpa banyak mengubah makna inti. Posisi awal membuat waktu menjadi latar utama: Demain, nous partons à six heures. Posisi akhir terdengar seperti informasi yang melengkapi pernyataan: Nous partons à six heures demain. Pilihan ini lebih berkaitan dengan fokus daripada benar atau salah.
Bahasa Indonesia sering mengandalkan konteks dan tidak mengubah bentuk kata kerja untuk membedakan kemarin, hari ini, atau besok. Bahasa Prancis juga dapat memakai kala kini untuk rencana dekat, tetapi tidak sebebas bahasa Indonesia. Cocokkan adverbia waktu dengan bentuk verba: hier dengan masa lampau, maintenant/aujourd'hui dengan keadaan yang sedang berlaku, dan demain dengan rencana atau masa mendatang.
Saat menyusun urutan, d'abord bukan padanan angka “pertama” dalam semua keadaan. Untuk langkah pertama, gunakan d'abord; untuk benda atau orang yang menempati peringkat pertama, biasanya diperlukan bentuk lain seperti premier/première. Bandingkan D'abord, ouvrez le livre (Pertama-tama, buka bukunya) dengan le premier chapitre (bab pertama).
Lebih Lanjut
Bagian ini belum perlu dikuasai pada tingkat A1, tetapi beberapa perbedaan berikut akan sering dijumpai kemudian.
Toujours dapat berarti “masih”
Makna toujours ditentukan oleh konteks:
- Il travaille toujours le samedi. — Dia selalu bekerja pada hari Sabtu.
- Il travaille toujours. — Dia masih bekerja, atau dia selalu bekerja.
Jika konteks tidak cukup jelas, penutur dapat memilih susunan atau ungkapan lain untuk menghindari ambiguitas. Dua pola negatif berikut juga berbeda:
- Il ne vient pas toujours. — Dia tidak selalu datang.
- Il ne vient toujours pas. — Dia masih belum datang.
Jadi, posisi toujours terhadap pas mengubah makna secara nyata.
Jamais tidak selalu negatif
Tanpa ne, jamais dapat berarti “pernah” dalam sejumlah pola, terutama si jamais (kalau sewaktu-waktu/kalau sampai) dan pertanyaan yang agak formal:
- Si jamais tu as besoin d'aide, appelle-moi. — Kalau sewaktu-waktu kamu membutuhkan bantuan, telepon saya.
- Avez-vous jamais visité Marseille ? — Pernahkah Anda mengunjungi Marseille?
Dalam percakapan biasa, pertanyaan terakhir lebih sering diungkapkan dengan déjà: Vous avez déjà visité Marseille ? Karena itu, jangan langsung menganggap setiap jamais tanpa ne sebagai kesalahan.
Enfin juga dapat menjadi penanda percakapan
Selain “akhirnya” atau “terakhir”, enfin dapat dipakai untuk membetulkan ucapan, melembutkan pernyataan, atau menunjukkan kejengkelan. Misalnya, Enfin, ce n'est pas exactement ça dapat berarti “Maksud saya, tidak persis begitu,” sedangkan seruan Enfin ! dapat menyampaikan ketidaksabaran. Makna ini bergantung kuat pada intonasi dan situasi; untuk pemula, paling aman memakai enfin sebagai penutup urutan.
Penempatan untuk gaya dan penekanan
Penulis dapat meletakkan rarement atau souvent di awal untuk menyoroti frekuensi: Rarement, il parle de son enfance. Dalam gaya sastra atau sangat resmi bahkan dapat muncul inversi seperti Rarement a-t-il parlé de son enfance. Pola inversi ini bukan susunan percakapan A1 dan tidak perlu ditiru sekarang, tetapi berguna untuk dikenali saat membaca teks tingkat lanjut.
Kiat Latihan
- Buat skala rutinitas pribadi. Tulis lima kegiatan nyata dengan toujours, souvent, parfois, rarement, dan jamais. Letakkan adverbia sesudah verba, lalu baca keras-keras: Je cuisine souvent, Je prends rarement un taxi.
- Latih garis waktu tiga hari. Buat masing-masing dua kalimat dengan hier, aujourd'hui, dan demain. Periksa bukan hanya adverbianya, tetapi juga bentuk verba yang menyertainya.
- Ceritakan satu kegiatan dalam empat langkah. Gunakan d'abord, puis, ensuite, dan enfin untuk menjelaskan resep sederhana, perjalanan ke tempat kerja, atau kebiasaan pagi. Setelah itu, hapus satu atau dua penghubung yang tidak perlu agar ceritanya tetap alami.
Konsep Terkait
- Langkah berikutnya: Adverbia Cara — pelajari bagaimana bahasa Prancis menerangkan cara suatu tindakan dilakukan, termasuk posisi adverbia dalam kalimat sederhana dan kala majemuk.