Struktur Penekanan dalam Bahasa Prancis
Mise en Relief
Artikel ini merupakan bagian dari pohon tata bahasa Prancis di Settemila Lingue.
Ringkasnya
Bahasa Prancis dapat menonjolkan satu unsur dengan pola c'est + unsur yang difokuskan + qui/que: C'est Marie qui l'a fait menekankan Marie. Jika gagasan yang ingin dijelaskan diletakkan di depan, gunakan pola ce qui/ce que... c'est: Ce qui compte, c'est l'intention. Untuk penekanan yang lebih percakapan, sebuah topik juga dapat diletakkan di awal lalu diulang dengan pronomina: Moi, je préfère attendre.
Gambaran Umum
Mise en relief secara harfiah berarti “membuat sesuatu tampak menonjol”. Dalam tata bahasa, istilah ini mengacu pada beberapa cara untuk memberi fokus, yaitu menandai informasi yang paling penting atau yang sedang dikontraskan. Kalimat biasa Marie a préparé le dessert hanya menyampaikan fakta. Bentuk C'est Marie qui a préparé le dessert menegaskan bahwa Marie—bukan orang lain—yang menyiapkannya.
Struktur ini lazim dipelajari pada tingkat B2 karena pemakaiannya menuntut pemahaman tentang fungsi unsur dalam kalimat. Kita perlu mengenali subjek (pelaku atau unsur yang menjadi pokok tindakan), objek langsung (orang atau benda yang langsung dikenai tindakan), serta pelengkap yang didahului preposisi seperti à atau de. Pilihan antara qui, que, dont, dan à quoi bergantung pada fungsi tersebut, bukan pada apakah acuannya orang atau benda.
Penekanan dalam bahasa Indonesia sering disampaikan lewat intonasi, susunan “yang ... adalah ...”, atau partikel seperti -lah. Semua itu dapat membantu memahami maksudnya, tetapi tidak ada padanan satu-lawan-satu. Misalnya, C'est demain que nous partons dapat diterjemahkan “Besoklah kami berangkat” atau, secara lebih alami menurut konteks, “Kami berangkat besok, bukan hari ini.” Karena itu, pahami dulu unsur mana yang dikontraskan, baru pilih terjemahan Indonesianya.
Cara Kerjanya
1. C'est... qui untuk menonjolkan subjek
Gunakan qui apabila unsur yang ditempatkan sesudah c'est melakukan tindakan pada bagian berikutnya.
Pola: C'est + unsur fokus + qui + verba/predikat
| Kalimat netral | Kalimat dengan penekanan | Fokus |
|---|---|---|
| Marie a appelé Luc. | C'est Marie qui a appelé Luc. | Marie sebagai subjek |
| Ce bruit me dérange. | C'est ce bruit qui me dérange. | bunyi itu sebagai subjek |
| Mes voisins ont organisé la fête. | Ce sont mes voisins qui ont organisé la fête. | para tetangga sebagai subjek |
Qui langsung diikuti verba karena qui sendiri mengisi posisi subjek dalam anak kalimat. Jangan memilih qui hanya karena unsur fokusnya manusia: benda pun memakai qui jika berfungsi sebagai subjek, seperti ce bruit qui me dérange.
Jika unsur fokus berupa pronomina orang pertama atau kedua, bentuk verba mengikuti orang yang sebenarnya:
- C'est moi qui suis responsable. — Sayalah yang bertanggung jawab.
- C'est toi qui as choisi cette date. — Kamulah yang memilih tanggal ini.
- C'est nous qui avons proposé la solution. — Kamilah yang mengusulkan solusi itu.
2. C'est... que untuk objek dan pelengkap
Gunakan que jika unsur fokus bukan subjek dari verba berikutnya. Pemakaian yang paling jelas adalah untuk objek langsung.
Pola: C'est + unsur fokus + que/qu' + subjek + verba
| Kalimat netral | Kalimat dengan penekanan | Fungsi unsur fokus |
|---|---|---|
| Je veux ce livre. | C'est ce livre que je veux. | objek langsung dari veux |
| Nous avons invité Léa. | C'est Léa que nous avons invitée. | objek langsung dari avons invitée |
| Il part demain. | C'est demain qu'il part. | keterangan waktu |
| Nous nous sommes rencontrés à Lyon. | C'est à Lyon que nous nous sommes rencontrés. | keterangan tempat |
Que berubah menjadi qu' sebelum bunyi vokal atau h bisu: C'est demain qu'il part. Untuk pelengkap berpreposisi, preposisinya tetap berada di depan unsur fokus:
- C'est à Paul que j'ai écrit. — Kepada Paul-lah saya menulis.
- C'est de ce dossier que nous parlons. — Berkas inilah yang sedang kami bicarakan.
- C'est avec elle que je travaille. — Dengan dialah saya bekerja.
Untuk tempat, bentuk penekanan biasanya memakai que setelah frasa tempat: C'est ici que j'habite dan C'est à Paris qu'ils se sont connus. Ini berbeda dari kalimat relatif biasa seperti Paris est la ville où ils se sont connus.
3. Menyesuaikan waktu: c'est, c'était, dan ce sera
Bentuk être dapat disesuaikan dengan sudut waktu pembicaraan. Bentuk sesudah qui/que tetap memakai kala yang diperlukan oleh maknanya.
- C'est aujourd'hui que nous prenons la décision. — Hari inilah kami mengambil keputusan.
- C'était Julie qui gérait le projet à l'époque. — Waktu itu Julie-lah yang mengelola proyek tersebut.
- Ce sera en juin que les travaux commenceront. — Pada bulan Juni-lah pekerjaan itu akan dimulai.
Dalam praktik, c'est sangat sering dipakai sebagai kerangka tetap, terutama dalam percakapan. Namun, c'était berguna ketika fokusnya jelas berada dalam latar masa lalu, sedangkan ce sera dapat menempatkannya di masa depan.
4. Ce qui/ce que... c'est: menyebut gagasan dahulu
Pola ini sering disebut kalimat belah terbalik, yaitu kalimat yang pertama-tama menyebut hal yang masih umum, lalu menjelaskan identitas atau isinya setelah c'est. Dalam bahasa Indonesia, bentuk “yang ... adalah ...” sering menjadi padanan yang alami.
| Awal kalimat | Dipakai ketika unsur kosong berfungsi sebagai | Contoh |
|---|---|---|
| Ce qui... | subjek | Ce qui compte, c'est l'intention. |
| Ce que/qu'... | objek langsung | Ce que je veux, c'est la paix. |
| Ce dont... | pelengkap dengan de | Ce dont j'ai besoin, c'est de repos. |
| Ce à quoi... | pelengkap benda/gagasan dengan à | Ce à quoi je pense, c'est notre avenir. |
Perhatikan cara menentukannya:
- Dalam ce qui compte, sesuatu itu menjadi subjek dari compte; jadi pilih qui.
- Dalam ce que je veux, sudah ada subjek je, sedangkan sesuatu itu merupakan objek dari veux; jadi pilih que.
- Avoir besoin de quelque chose menuntut de; jadi gunakan ce dont.
- Penser à quelque chose menuntut à; untuk benda atau gagasan, gunakan ce à quoi.
Bagian setelah koma biasanya memakai c'est, tetapi dapat pula memakai bentuk lain dari être: Ce que je craignais, c'était un nouveau retard.
5. Pemindahan topik: Moi, je... dan pengulangan dengan pronomina
Bahasa Prancis lisan sering meletakkan topik—hal yang sedang dibicarakan—di awal. Setelah itu, topik tersebut biasanya diwakili lagi oleh pronomina di dalam kalimat. Teknik ini disebut dislokasi kiri (memindahkan topik ke sebelah kiri kalimat).
- Moi, je préfère rester ici. — Kalau saya, saya lebih suka tetap di sini.
- Paul, il travaille le samedi. — Paul, dia bekerja pada hari Sabtu.
- Ce film, je l'ai déjà vu. — Film ini, saya sudah pernah menontonnya.
- À Sophie, je lui ai déjà répondu. — Kepada Sophie, saya sudah menjawabnya.
- De ce problème, on en parlera demain. — Soal masalah ini, kita akan membicarakannya besok.
Pengulangan itu bukan hiasan acak. Il mengulang subjek Paul, l' mengulang objek langsung ce film, lui mengulang à Sophie, dan en mengulang de ce problème. Dalam bahasa Indonesia, topik di depan sering tidak perlu diulang dengan pronomina; kebiasaan ini dapat menyebabkan pelajar menghilangkan pronomina yang justru diperlukan dalam bahasa Prancis.
Contoh dalam Konteks
| Bahasa Prancis | Bahasa Indonesia | Catatan |
|---|---|---|
| C'est Marie qui l'a fait. | Marie-lah yang melakukannya. | Marie adalah subjek tindakan. |
| C'est ce livre que je veux. | Buku inilah yang saya inginkan. | Ce livre adalah objek langsung. |
| Ce que je veux, c'est la paix. | Yang saya inginkan adalah kedamaian. | Ce que mengisi posisi objek dari veux. |
| Ce qui compte, c'est l'intention. | Yang penting adalah niatnya. | Ce qui menjadi subjek dari compte. |
| C'est toi qui as fermé la porte ? | Kamukah yang menutup pintu? | Verba as mengikuti toi. |
| C'est à Nadia que j'ai envoyé le message. | Kepada Nadia-lah saya mengirim pesan itu. | Preposisi à dipertahankan. |
| C'est en train que nous irons à Bordeaux. | Dengan kereta api kami akan pergi ke Bordeaux. | Yang dikontraskan adalah sarana perjalanan. |
| C'est ici que tout a commencé. | Di sinilah semuanya bermula. | Fokus pada tempat. |
| Ce dont il rêve, c'est d'ouvrir un restaurant. | Yang ia impikan adalah membuka restoran. | Rêver de memerlukan dont. |
| Ce à quoi je tiens, c'est notre liberté. | Hal yang saya anggap sangat penting adalah kebebasan kita. | Tenir à memerlukan à quoi. |
| Moi, je prendrai le menu végétarien. | Kalau saya, saya akan memilih menu vegetarian. | Kontras dengan pilihan orang lain. |
| Cette proposition, nous devons l'examiner sérieusement. | Usulan ini harus kita telaah dengan serius. | Objek di depan diulang oleh l'. |
| Le plus difficile, c'est de commencer. | Yang paling sulit adalah memulai. | Frasa nominal menjadi topik sebelum c'est. |
| Ce n'est pas le prix qui me gêne, c'est le délai. | Bukan harganya yang mengganggu saya, melainkan tenggat waktunya. | Dua unsur dikontraskan secara tegas. |
Kesalahan Umum
1. Memilih qui karena acuannya orang
- Salah: C'est Paul que a téléphoné.
- Benar: C'est Paul qui a téléphoné.
- Alasan: Paul adalah subjek dari a téléphoné. Pilihan qui atau que ditentukan oleh fungsi tata bahasanya, bukan oleh orang atau benda.
Sebaliknya: C'est Paul que j'ai appelé memakai que karena je adalah subjek dan Paul adalah objek dari ai appelé.
2. Menghilangkan preposisi
- Salah: C'est Paul que j'ai parlé.
- Benar: C'est à Paul que j'ai parlé.
- Alasan: Verba parler à quelqu'un memerlukan à. Struktur penekanan tidak menghapus preposisi yang dituntut verba.
3. Membuat verba selalu dalam orang ketiga setelah qui
- Salah: C'est moi qui est responsable.
- Benar: C'est moi qui suis responsable.
- Alasan: Dalam ragam baku, verba menyesuaikan diri dengan orang yang difokuskan: moi qui suis, toi qui es, nous qui sommes, vous qui êtes.
4. Menukar ce qui dan ce que
- Salah: Ce que me plaît, c'est la lumière.
- Benar: Ce qui me plaît, c'est la lumière.
- Alasan: Unsur yang belum disebut melakukan fungsi subjek dari plaît. Bandingkan Ce que j'aime, c'est la lumière, karena je sudah menjadi subjek dan ce que menjadi objek dari aime.
5. Tidak mengulang topik dengan pronomina
- Salah: Ce film, j'ai déjà vu.
- Benar: Ce film, je l'ai déjà vu.
- Alasan: Setelah ce film dipindahkan menjadi topik, posisi objek di dalam kalimat tetap harus diisi oleh l'. Pola bahasa Indonesia “film ini sudah saya tonton” tidak dapat dipindahkan mentah-mentah ke bahasa Prancis.
6. Memakai struktur penekanan di setiap kalimat
- Kurang alami tanpa konteks: C'est à huit heures que je me lève. C'est du café que je bois. C'est en bus que je pars.
- Lebih alami sebagai pernyataan netral: Je me lève à huit heures, je bois du café et je pars en bus.
- Alasan: C'est...que menyiratkan fokus atau kontras. Pakailah jika ada pertanyaan tersirat, koreksi, atau pilihan yang benar-benar ingin ditonjolkan.
Catatan Penggunaan
Dalam percakapan, pola moi, je..., lui, il..., dan dislokasi lain sangat lazim. Bentuk tersebut tidak otomatis kasar atau salah; justru sering membuat pergantian topik dan kontras terdengar jelas. Namun, dalam tulisan resmi yang ringkas, kalimat netral atau c'est...qui/que yang terkontrol biasanya lebih sesuai daripada terlalu banyak pengulangan topik.
Untuk unsur jamak, tata bahasa baku membedakan c'est dan ce sont: Ce sont mes collègues qui ont proposé cette idée. Dalam percakapan sehari-hari, C'est mes collègues... juga sangat sering terdengar. Untuk tulisan resmi atau ujian, gunakan ce sont di depan nomina atau pronomina jamak: Ce sont eux qui décident. Jangan heran jika penutur memakai c'est eux dalam situasi santai.
Intonasi turut menentukan kekuatan fokus. C'est LÉA qui vient dapat membetulkan dugaan bahwa orang lain yang datang. Tanpa konteks kontras, struktur yang sama masih dapat berfungsi untuk memperkenalkan informasi, tetapi tekanannya lebih ringan.
Negasi dapat membentuk koreksi yang sangat berguna:
- Ce n'est pas lundi que je pars, c'est mardi. — Saya berangkat bukan hari Senin, melainkan hari Selasa.
- Ce n'est pas moi qui ai décidé. — Bukan saya yang mengambil keputusan.
- Ce n'est pas de cela que nous parlons. — Bukan itu yang sedang kita bicarakan.
Lebih Lanjut: Pemakaian Tingkat Lanjut
Penekanan dan kesesuaian participe passé
Pada C'est Léa que nous avons invitée, que mewakili objek langsung Léa dan terletak sebelum bentuk lampau majemuk avons invitée. Dalam kaidah tulisan baku, participe passé (bentuk verba yang dipakai dalam kala majemuk, seperti invité) dengan avoir menyesuaikan diri dengan objek langsung yang mendahuluinya. Karena Léa feminin tunggal, ditulis invitée. Bandingkan:
- C'est Léa que nous avons invitée.
- Ce sont Léa et Zoé que nous avons invitées.
- C'est le candidat que nous avons invité.
Perbedaan ini sering tidak terdengar dalam pengucapan, tetapi penting dalam tulisan resmi.
Jawaban fokus dan struktur tanpa kalimat lengkap
Dalam dialog, bagian yang sudah jelas dapat dipersingkat:
— Qui a cassé le verre ?
— C'est moi.
— Tu pars jeudi ?
— Non, c'est vendredi.
Bentuk singkat ini tetap membawa fungsi fokus meskipun qui/que beserta anak kalimatnya tidak diucapkan. Kontekslah yang melengkapinya.
Dislokasi kanan
Topik atau penjelas juga dapat muncul di akhir, terutama dalam percakapan:
- Il est vraiment gentil, ton voisin. — Tetanggamu baik sekali, ya.
- Je l'aime bien, ce quartier. — Saya cukup suka kawasan ini.
- Elle viendra, ta sœur ? — Kakak/adik perempuanmu akan datang?
Ini disebut dislokasi kanan. Pronomina tetap muncul di dalam kalimat (il, l', elle), sedangkan unsur di akhir memperjelas acuannya. Pola ini alami dalam tuturan, tetapi sebaiknya tidak dijadikan pola utama dalam tulisan resmi.
Membedakan kalimat penekanan dari kalimat relatif biasa
Bentuk qui dan que juga dipakai sebagai pronomina relatif, yaitu kata penghubung yang menerangkan nomina. Bandingkan:
- J'ai parlé à la femme qui dirige l'équipe. — Saya berbicara dengan perempuan yang memimpin tim. Bagian qui dirige l'équipe menerangkan la femme.
- C'est cette femme qui dirige l'équipe. — Perempuan inilah yang memimpin tim. Seluruh kerangka c'est...qui menyoroti identitas pemimpin.
Keduanya memakai aturan fungsi yang sama—qui sebagai subjek dan que sebagai objek—tetapi tujuan informasinya berbeda. Kalimat relatif menambahkan keterangan pada nomina; kalimat belah memilih satu unsur sebagai fokus.
Tips Latihan
- Ubah satu kalimat menjadi beberapa fokus. Dari Nadia a envoyé le dossier hier, buat C'est Nadia qui..., C'est le dossier que..., dan C'est hier que.... Perhatikan bahwa pilihan qui atau que berubah bersama fungsi unsur.
- Latih pasangan pertanyaan-jawaban. Tanyakan Qui a appelé ?, Qu'est-ce que tu veux ?, Quand partez-vous ?, atau Avec qui travailles-tu ?, lalu jawab dengan c'est...qui/que. Dengan begitu, struktur penekanan selalu memiliki alasan komunikatif.
- Dengarkan percakapan nyata. Catat contoh moi, je..., ça, c'est..., atau nomina yang diulang oleh il, elle, le, la, lui, dan en. Setelah itu, bedakan mana topik dan mana informasi baru.
Konsep Terkait
- Prasyarat: Pronomina Relatif Majemuk — membantu memahami hubungan antara preposisi dan bentuk relatif seperti à quoi, serta membedakan fungsi unsur dalam anak kalimat.