Tata Bahasa Swahili
Jelajahi 81 konsep tata bahasa — dari pemula hingga mahir.
Ini adalah pohon tata bahasa yang menggerakkan Settemila Lingue — setiap konsep menjadi dek latihan fokus dengan kartu flash buatan AI.
A1 (30)
Viwakilishi vya Nafsi (Kata Ganti Orang) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR A1. Kata ganti orang yang berdiri sendiri meliputi: mimi (saya), wewe (kamu), yeye (dia), sisi (kami/kita), ninyi (kalian), wao (mereka). Bentuk ini dipakai untuk penekanan; subjek biasanya sudah ditandai pada verba.
Ngeli ya M-/Wa- (Watu) (kelas nomina 1/2 untuk orang) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR A1. Ini adalah kelas nomina yang paling umum untuk manusia. Prefiks tunggalnya m-/mw- dan prefiks jamaknya wa-. Contohnya mtu/watu (orang), mwalimu/walimu (guru). Kesesuaian kelas ini memengaruhi kata kerja, kata sifat, dan kata ganti.
Ngeli ya M-/Mi- (Miti/Vitu) (kelas nomina 3/4) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR A1. Kelas nomina ini dipakai untuk pohon, tanaman, dan beberapa benda. Bentuk tunggalnya m-/mw-, bentuk jamaknya mi-. Contoh: mti/miti (pohon/pohon-pohon), mkate/mikate (roti/roti-roti). Pola kesesuaiannya berbeda dari kelas 1/2.
Ngeli ya Ki-/Vi- (Vitu) (Kelas Nomina 7/8: Ki-/Vi- (Benda/Alat)) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR A1. Kelas ini dipakai untuk alat, benda, nama bahasa, dan bentuk diminutif. Bentuk tunggal biasanya berawalan ki-/-ch-, sedangkan bentuk jamak berawalan vi-/-vy-. Contoh: kiti/viti (kursi/kursi-kursi), kitabu/vitabu (buku/buku-buku), Kiswahili (bahasa Swahili).
Ngeli ya N- (Wanyama/Maneno ya Kukopa) (kelas nomina 9/10) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR A1. Kelas ini dipakai untuk hewan, banyak kata serapan, dan beberapa nomina abstrak. Bentuk tunggal dan jamaknya sama. Prefiks yang muncul antara lain n-, m-, ny-, atau tanpa prefiks. Contoh: nyumba (rumah/rumah-rumah), ndege (burung/burung-burung).
Salamu na Maneno ya Heshima (salam dan ungkapan sopan) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR A1. Konsep ini mencakup salam penting dalam bahasa Swahili yang berbeda menurut waktu dan tingkat kesopanan, seperti habari (apa kabar), shikamoo (salam hormat kepada orang yang lebih tua), karibu (selamat datang), asante (terima kasih), dan tafadhali (tolong).
Wakati Uliopo (-na-) (bentuk kini) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR A1. Kala kini dibentuk dengan prefiks subjek + -na- + akar kata kerja. Prefiks subjeknya adalah ni- (saya), u- (kamu), a- (dia), tu- (kami), m- (kalian), dan wa- (mereka). Bentuk ini menunjukkan tindakan yang sedang berlangsung.
Kuwa (Ni/Si) (Kata "To Be" (Ni/Si, Kuwa)) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR A1. Kopula "to be" dalam Swahili: ni (adalah, bentuk afirmatif), si (bukan/tidak). Untuk masa lampau dan masa depan, gunakan kuwa dengan penanda kala. Ni menghubungkan subjek dan predikat secara langsung tanpa konjugasi rumit.
Kuna/Hakuna (Existential (Kuna/Hakuna)) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR A1. Kuna (ada) dan hakuna (tidak ada) menyatakan keberadaan. Digunakan bersama referensi lokatif. Hakuna matata berarti 'jangan khawatir / tidak ada masalah'.
-a ya Uhusiano (-a Kepemilikan untuk Hubungan) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR A1. Kepemilikan diungkapkan dengan -a yang menyesuaikan kelas nomina benda yang dimiliki: wa (kelas 1), ya (kelas 9), cha (kelas 7), dan seterusnya. Bentuk ini menghubungkan pemilik dan yang dimiliki.
Upatanisho wa Vivumishi na Ngeli (kesesuaian adjektiva dengan kelas nomina) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR A1. Adjektiva menyesuaikan kelas nomina yang diterangkannya dengan mengambil prefiks kelas: mtu mzuri (orang baik), kitu kizuri (benda baik), nyumba nzuri (rumah baik/bagus).
Nambari na Kuhesabu (Angka dan Berhitung) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR A1. Angka Swahili: moja (1), mbili (2), tatu (3), nne (4), tano (5), sita (6), saba (7), nane (8), tisa (9), kumi (10). Angka 1–5 dan 8 menyesuaikan diri dengan kelas nomina.
Maneno ya Kuuliza (kata tanya) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR A1. Kata tanya yang umum antara lain nani (siapa), nini (apa), wapi (di mana), lini (kapan), kwa nini (mengapa), vipi/jinsi gani (bagaimana), dan ngapi (berapa banyak). Dalam banyak kasus, urutan katanya tetap sama seperti kalimat pernyataan.
Ukanushi (Ha-/-i) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR A1. Negasi ini memakai prefiks ha- dengan prefiks subjek yang berubah: si- (saya tidak), hu- (kamu tidak), ha- (dia tidak), hatu- (kami tidak). Bentuk negatif kala kini juga menambahkan akhiran -i.
Vionyeshi (kata tunjuk ini/itu/itu di sana) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR A1. Sistem kata tunjuknya memiliki tiga jarak dan menyesuaikan kelas nomina: prefiks h- (ini, dekat pembicara), h-o (itu, dekat pendengar), dan -le (itu, jauh). Contoh: huyu/huyo/yule (kelas 1), hiki/hicho/kile (kelas 7).
Vihusishi vya Msingi (preposisi dasar) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR A1. Preposisi umum: katika/ndani ya (di/di dalam), juu ya (di atas), chini ya (di bawah), mbele ya (di depan), nyuma ya (di belakang), kati ya (di antara), karibu na (dekat dengan).
Wanafamilia (Anggota Keluarga) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR A1. Kosakata keluarga mencakup: baba (ayah), mama (ibu), kaka/ndugu (saudara laki-laki), dada (saudara perempuan), babu (kakek), bibi/nyanya (nenek), mtoto (anak), mke/mume (istri/suami).
Chakula na Vinywaji (makanan dan minuman) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR A1. Makanan dan minuman umum: chai (teh), kahawa (kopi), maji (air), wali (nasi), nyama (daging), samaki (ikan), matunda (buah-buahan), mboga (sayuran), ugali (bubur jagung).
Viungo vya Mwili (Bagian Tubuh) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR A1. Kosakata bagian tubuh meliputi: kichwa (kepala), mkono (lengan/tangan), mguu (kaki), jicho/macho (mata), sikio/masikio (telinga), mdomo (mulut), tumbo (perut), moyo (jantung).
Vitenzi vya Kawaida (kata kerja umum) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR A1. Konsep ini mencakup kata kerja sehari-hari yang sangat penting seperti -enda (pergi), -ja/kuja (datang), -la/kula (makan), -nywa (minum), -soma (membaca/belajar), -andika (menulis), -lala (tidur), -amka (bangun), dan -penda (mencintai/menyukai).
Shughuli za Kila Siku (aktivitas dan rutinitas harian) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR A1. Kosakata rutinitas harian mencakup: kuamka (bangun), kuoga (mandi), kupika (memasak), kufanya kazi (bekerja), kurudi (pulang), kupumzika (beristirahat), kulala (tidur).
Wanyama (hewan) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR A1. Nama hewan yang umum antara lain: simba (singa), tembo/ndovu (gajah), ng'ombe (sapi), kuku (ayam), mbwa (anjing), paka (kucing), nyoka (ular), samaki (ikan), ndege (burung).
Hali ya Hewa na Mazingira (Cuaca dan Alam) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR A1. Kosakata cuaca dan alam: jua (matahari), mvua (hujan), upepo (angin), mawingu (awan), joto (panas), baridi (dingin), mti (pohon), bahari (laut/samudra), mto (sungai).
Viwakilishi vya Kumiliki (kata ganti kepemilikan) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR A1. Kata ganti kepemilikan menyesuaikan dengan kelas nomina: -angu (milik saya), -ako (milikmu), -ake (miliknya), -etu (milik kami), -enu (milik kalian), -ao (milik mereka). Kesesuaian kelas tampak pada frasa seperti kitabu changu, nyumba yangu, dan watoto wangu.
Wakati na Siku adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR A1. Nama hari meliputi Jumatatu (Senin), Jumanne (Selasa), Jumatano (Rabu), Alhamisi (Kamis), Ijumaa (Jumat), Jumamosi (Sabtu), dan Jumapili (Minggu). Untuk waktu, istilah yang umum adalah saa (jam), asubuhi (pagi), mchana (siang), jioni (sore/malam), dan usiku (malam).
Rangi (warna) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR A1. Warna dalam Swahili sebagian berupa adjektiva yang menyesuaikan kelas nomina, sementara sebagian lain berupa nomina tak berubah: -eupe (putih), -eusi (hitam), -ekundu (merah), -a kijani (hijau), -a buluu (biru), -a njano (kuning).
Afya na Hisia (kesehatan dan perasaan) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR A1. Kosakata dasar kesehatan dan emosi: mgonjwa (sakit), -zima (sehat), furaha (kebahagiaan), huzuni (kesedihan), -choka (lelah), njaa (lapar/rasa lapar), kiu (haus/rasa haus), maumivu (nyeri).
Kazi na Taaluma (pekerjaan) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR A1. Pekerjaan umum (kebanyakan kelas M-/Wa-) antara lain: mwalimu (guru), daktari (dokter), mfanyakazi (pekerja), mkulima (petani), muuza (penjual), dereva (sopir), mpishi (juru masak), fundi (tukang).
Mavazi na Ununuzi (Pakaian dan Belanja) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR A1. Pakaian: nguo (pakaian), shati (kemeja), suruali (celana), viatu (sepatu), kofia (topi), kanga (kain lilit). Belanja: -nunua (membeli), -uza (menjual), bei (harga), duka (toko).
Usafiri (transportasi) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR A1. Kosakata transportasi: gari (mobil), basi (bus), pikipiki (sepeda motor), baisikeli (sepeda), ndege (pesawat), meli (kapal), treni (kereta), daladala (minibus). Verba: -safiri (bepergian), -endesha (mengemudi).
A2 (12)
Wakati Uliopita (-li-) (bentuk lampau) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR A2. Kala lampau dibentuk dengan prefiks subjek + -li- + akar kata kerja. Bentuk ini menandai tindakan yang sudah selesai, misalnya nilisoma (saya membaca/belajar) dan alikuja (dia datang). Bentuk negatif lampau memakai -ku-: sikusoma (saya tidak membaca).
Wakati Timilifu (-me-) (bentuk perfek) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR A2. Kala perfek dengan -me- menunjukkan tindakan yang telah selesai tetapi masih relevan saat ini: nimekula (saya sudah makan), amefika (dia sudah tiba). Bentuk negatif memakai -ja- untuk arti “belum”: sijala (saya belum makan).
Wakati Ujao (-ta-) (bentuk masa depan) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR A2. Kala depan dibentuk dengan prefiks subjek + -ta- + akar kata kerja: nitasoma (saya akan membaca), atakuja (dia akan datang). Bentuk negatif memakai hata-/sita-: sitasoma (saya tidak akan membaca).
Viambishi vya Yambwa (infiks objek) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR A2. Kata ganti objek disisipkan ke dalam kata kerja di antara penanda kala dan akar kata: -ni- (saya), -ku- (kamu), -m-/-mw- (dia), -tu- (kami), -wa- (mereka). Contohnya anani-penda (dia mencintai saya).
Kiambishi cha Mahali -ni (Akhiran Lokatif -ni) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR A2. Akhiran -ni yang ditambahkan pada nomina menunjukkan “di/ke/pada suatu tempat”: nyumba → nyumbani (di rumah), shule → shuleni (di/ke sekolah), mji → mjini (di kota). Akhiran ini membentuk nomina lokatif dari nomina biasa.
Viunganishi adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR A2. Konjungsi yang umum antara lain na (dan), au (atau), lakini (tetapi), kwa sababu (karena), kwa hiyo (oleh karena itu), ingawa (walaupun), dan pia (juga). Bentuk na adalah penghubung yang paling sering dipakai.
Miundo ya Umiliki (Konstruksi Kepemilikan (-enye/-enyewe)) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR A2. Bentuk kepemilikan lanjutan meliputi mwenyewe (dirinya sendiri/pemilik), dan -enye (yang memiliki): mwenye nyumba (pemilik rumah), wenye nguvu (orang-orang yang berkuasa). Bentuk penekanan: mimi mwenyewe (saya sendiri).
Ulinganisho na Upeo (Perbandingan dan Superlatif) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR A2. Perbandingan dengan kuliko (lebih dari), zaidi (lebih), sana (sangat). Superlatif: -a kwanza atau kuliko wote (paling dari semua). Kesetaraan: kama (seperti), sawa na (sama dengan).
Vitenzi vya Hali (Weza/Lazima/Pasa) (verba modal: bisa/harus/sebaiknya) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR A2. Konstruksi modal: -weza (bisa/mampu), lazima (harus), -pasa/-bidi (sebaiknya/seharusnya), -taka (ingin), -hitaji (membutuhkan). Lazima biasanya diikuti bentuk subjungtif; -weza dikonjugasikan secara normal.
Kiambishi cha Kujirejea (-ji-) (prefiks refleksif) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR A2. Sisipan refleksif -ji- ditempatkan sebelum akar kata kerja untuk menunjukkan tindakan yang kembali pada diri sendiri: -jifunza (belajar sendiri), -jiuliza (bertanya pada diri sendiri), -jisikia (merasa), dan -jiandikisha (mendaftarkan diri).
Vielezi vya Namna na Kiasi (adverbia cara dan derajat) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR A2. Adverbia umum: vizuri (dengan baik), vibaya (dengan buruk), sana (sangat/banyak), kidogo (sedikit), haraka (cepat), pole pole (perlahan), kabisa (sepenuhnya), tu (hanya/saja).
Maeneo na Maelekezo (Tempat dan Arah) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR A2. Tempat: hospitali (rumah sakit), duka (toko), kanisa (gereja), msikiti (masjid), benki (bank), ofisi (kantor). Arah: kulia (kanan), kushoto (kiri), mbele (depan/maju), nyuma (belakang), moja kwa moja (lurus).
B1 (14)
Wakati wa Mazoea (Hu-) (bentuk kebiasaan) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR B1. Penanda kala hu- menunjukkan tindakan yang bersifat kebiasaan atau kebenaran umum tanpa prefiks subjek: husoma (orang biasanya membaca), hula (orang biasanya makan). Bentuk ini dipakai dalam peribahasa, rutinitas, dan pernyataan umum.
Amri na Hali ya Kutaka (perintah imperatif dan subjungtif) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR B1. Perintah sederhana memakai akar verba: soma! (“bacalah!”). Perintah sopan/subjungtif memakai prefiks subjek + akar verba + -e: usome (“sebaiknya kamu membaca”), tuende (“mari pergi”). Bentuk negatif memakai prefiks usi-.
Ngeli Zilizobaki (kelas nomina lainnya 5/6, 11/10, 15, 16-18) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR B1. Kelas nomina yang lebih jarang mencakup 5/6 ji-/ma- (buah, bentuk pembesaran), 11/10 u- (nomina abstrak, benda tipis/panjang), 15 ku- (infinitif/nomina verbal), dan 16-18 pa-/ku-/mu- (kelas lokatif).
Sentensi Rejeshi (klausa relatif -ye-/-o-/-cho- dan lainnya) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR B1. Klausa relatif dibentuk dengan penanda relatif yang disisipkan ke dalam verba atau dengan pola amba- + pronomina relatif. Penanda relatif menyesuaikan kelas nomina: -ye- (kelas 1), -cho- (kelas 7), -yo- (kelas 9).
Hali ya Masharti (-nge-/-ngali-) (kondisional -nge-/-ngali-) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR B1. Kala kondisional memakai -nge- untuk hipotesis masa kini dan -ngali- untuk hipotesis masa lampau. Ningejua berarti “saya akan tahu”; ningalijua berarti “saya akan sudah tahu”. Bentuk ini digunakan dalam konstruksi jika–maka dengan kama (“jika”).
Kauli ya Kutendwa (bentuk pasif) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR B1. Bentuk pasif dibentuk dengan menambahkan -w- sebelum vokal terakhir: penda → pendwa (dicintai), soma → somwa (dibaca). Harmoni vokal dalam rumpun Bantu juga berlaku, sehingga muncul bentuk seperti -iw-/-ew-/-liw-/-lew-.
Kauli ya Kutendea (ekstensi aplikatif/preposisional -i-/-e-/-li-/-le-) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR B1. Ekstensi verba ini menambahkan makna penerima manfaat, tujuan, atau arah: pika → pikia (memasak untuk), soma → somea (membacakan untuk). Bentuk ini juga sering menggantikan beberapa penggunaan preposisi.
Kauli ya Hali (-ik-/-ek-) (Ekstensi Statif (-ik-/-ek-)) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR B1. Ekstensi statif menunjukkan kemungkinan atau keadaan: vunja → vunjika (dapat dipecahkan/menjadi pecah), soma → someka (dapat dibaca). Maknanya sering setara dengan "dapat" atau bernuansa mirip pasif.
Hali ya Kutaka (-e) (modus subjungtif) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR B1. Bentuk subjungtif dibuat dengan mengubah vokal akhir -a menjadi -e: asome (agar dia membaca), tufanye (agar kita melakukan). Bentuk ini dipakai setelah lazima (harus), ili (supaya), kabla (sebelum), dan juga untuk permintaan yang sopan.
Ulinganisho wa Juu (perbandingan lanjutan Kadri/Kiasi) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR B1. Perbandingan kompleks: kadri...ndivyo (semakin...semakin), kiasi cha (hingga tingkat/sejauh), zaidi ya (lebih dari). Ini dipakai untuk perbandingan proporsional dan derajat dalam ungkapan yang lebih canggih.
Vishazi vya Wakati (klausa waktu) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR B1. Klausa waktu mencakup wakati (ketika/selama), kabla ya (sebelum), baada ya (sesudah), tangu (sejak), dan mpaka/hadi (sampai). Bentuk ini sering digabungkan dengan infinitif (ku-) atau konstruksi relatif.
Nyakati za Pamoja (Kala Majemuk (Kuwa + Penanda Waktu)) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR B1. Kala majemuk menggunakan kuwa (menjadi/adalah) + verba kedua: alikuwa anasoma (sedang membaca pada masa lampau), atakuwa amefika (akan sudah tiba). Pola ini membantu menyatakan rujukan waktu yang lebih bernuansa.
Vishazi vya Masharti (Kama/Ikiwa) (Klausa Jika (Kama/Ikiwa)) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR B1. Kondisional nyata menggunakan kama/ikiwa (jika) + kala indikatif: kama utasoma, utafaulu (jika kamu belajar, kamu akan lulus). Bentuk ini dibedakan dari kondisional hipotetis -nge-/-ngali- pada level B1.
Kitenzi Jina (Ku-) (infinitif dan nomina verbal) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR B1. Prefiks infinitif ku- muncul pada bentuk seperti kusoma (membaca) dan kufanya (melakukan). Bentuk ini dapat berfungsi sebagai nomina (kelas 15), subjek, atau objek, dan lazim dipakai setelah verba modal, preposisi, serta dalam klausa tujuan.
B2 (10)
Kauli ya Kutendana (-an-) (Ekstensi Resiprokal (-an-)) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR B2. Ekstensi resiprokal menunjukkan tindakan timbal balik: penda → pendana (saling mencintai), ona → onana (saling melihat). Bentuk ini dapat digabungkan dengan ekstensi lain untuk makna yang lebih kompleks.
Kauli ya Kusababisha (ekstensi kausatif -ish-/-esh-/-z-) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR B2. Ekstensi kausatif menyatakan makna "menyebabkan melakukan": pika → pikisha (menyuruh/membuat memasak), enda → endesha (mengemudikan, harfiah: membuat pergi). Pola ini sangat produktif dalam Bahasa Swahili.
Viambishi vya Pamoja (gabungan ekstensi verba) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR B2. Beberapa ekstensi dapat digabungkan pada satu verba dengan urutan tetap (aplikatif > kausatif > resiprokal > pasif > statif): pendana → pendanisha (menyebabkan saling mencintai).
Usemi wa Taarifa (tuturan tidak langsung) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR B2. Ujaran tidak langsung biasanya diperkenalkan oleh kwamba atau kuwa (“bahwa”). Dalam perpindahan dari ujaran langsung, penanda kala seperti -na- dapat berubah menjadi -li- atau tetap dipertahankan. Kata kerja yang sering dipakai antara lain alisema (berkata), aliambia (memberi tahu), dan alidai (mengklaim).
Wakati wa Mfuatano (-ka-) (kala berurutan/naratif) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR B2. Penanda kala -ka- menunjukkan urutan kejadian (lalu/kemudian). Bentuk ini dipakai dalam narasi setelah kala awal ditetapkan: alikuja akakaa akaondoka (dia datang, lalu duduk, lalu pergi).
Hali ya Wakati (-ki-) na Masharti (Kama) (Bentuk Situasional/Temporal -ki- dan Kondisional Kama) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR B2. Kala -ki- menandakan kejadian bersamaan (ketika/sementara/jika): akisoma (ketika/jika dia membaca). Bentuk ini dipakai untuk latar kejadian dan kondisi umum, serta bisa digabungkan dengan kama untuk penegasan.
Kauli ya Kurudisha (-u-/-o-) (ekstensi reversif -u-/-o-) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR B2. Ekstensi reversif membalikkan suatu tindakan: funga → fungua (mengunci → membuka kunci), ziba → zibua (menyumbat → membuka sumbatan), jenga → jengua (membangun → merobohkan). Pola ini sangat produktif dalam Bahasa Swahili.
Kauli ya Kushikamana (Ekstensi Kontak/Tenasius (-at-/-an-)) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR B2. Ekstensi kontak menunjukkan keberlanjutan atau keadaan saling berpegangan: shika → shikana (saling berpegangan), kamata → kamatana (saling menangkap/menempel). Bentuk ini sering dipadukan dengan bentuk resiprokal untuk tindakan timbal balik yang berkelanjutan.
Rejeshi ya Wakati (-po-) (bentuk relatif waktu -po-/-lipo-) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR B2. Penanda relatif waktu -po- menyatakan "ketika", misalnya nilipofika (ketika saya tiba) dan atakapokuja (ketika dia datang). Ada tiga bentuk utama: -po- (waktu tertentu), -ko- (waktu tidak tertentu), dan -mo- (di dalam/di suatu ruang).
Kauli ya Kutendwa Changamano (Konstruksi Pasif dan Impersonal Kompleks) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR B2. Bentuk pasif impersonal, pasif ganda, dan pasif dengan ekstensi verba: inaaminika (dipercaya), inasemekana (dikatakan), imefanywa vizuri (telah dilakukan dengan baik).
C1 (9)
Uundaji wa Majina ya Hali (Advanced Noun Derivation (U-/Ma-/Ki- Abstract)) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR C1. Kata benda abstrak dan turunan dari kata kerja/sifat: awalan u- untuk kualitas (uzuri = keindahan, dari -zuri), ma- untuk koleksi/hasil (maisha = kehidupan), ki- untuk cara (kizuri = dengan indah).
Sentensi Rejeshi Changamano (konstruksi relatif kompleks) adalah konsep tata bahasa Swahili pada tingkat CEFR C1. Topik ini mencakup klausa relatif bertingkat, bentuk relatif negatif (seperti -siye- dan -sicho-), serta relatif cara. Konstruksi amba- dipakai untuk relatif yang lebih kompleks atau lebih formal, misalnya ambaye, ambayo, dan ambacho.
Lugha ya Rasmi na Kitaaluma (ragam resmi dan akademik) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR C1. Ragam Swahili resmi dipakai dalam tulisan akademik, berita, dan dokumen resmi. Ciri-cirinya meliputi kalimat yang lebih panjang, kosakata serapan Arab dan Inggris, bentuk pasif, serta subordinasi yang kompleks.
Methali na Nahau (peribahasa dan ungkapan idiomatik) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR C1. Bahasa Swahili kaya akan peribahasa (methali) yang dipakai dalam percakapan sehari-hari. Memahaminya penting untuk kefasihan budaya, dan banyak di antaranya memakai bentuk bahasa yang puitis atau kuno.
Mchanganyiko wa Nyakati na Hali (Kombinasi Lanjutan Kala-Aspek) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR C1. Konsep ini menggabungkan penanda kala dengan verba bantu kuwa (menjadi/adalah) untuk rujukan waktu yang kompleks: alikuwa anasoma (dia sedang membaca), atakuwa amesoma (dia akan sudah membaca). Pola ini penting untuk urutan kala dalam kalimat kompleks.
Ushairi wa Kiswahili (Swahili Poetry Forms (Utenzi/Shairi)) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR C1. Puisi Swahili klasik mencakup: utenzi (puisi epik, bait 4 baris, 8 suku kata per baris), shairi (bait 4 baris dengan rima internal) dan wimbo (lagu). Metrum ketat, skema rima, dan tema tradisional.
Lugha ya Vyombo vya Habari (bahasa media dan surat kabar) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR C1. Ciri bahasa jurnalistik Swahili meliputi judul yang dipadatkan, konstruksi pasif, formula atribusi sumber, dan kosakata politik. Tradisi media Tanzania maupun Kenya sama-sama berpengaruh dengan ragam masing-masing.
Lugha ya Dini na Imani (Ragam Bahasa Religius dan Spiritual) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR C1. Ragam religius dalam Swahili banyak menyerap kosakata Arab (Islam) dan Inggris (Kristen): dua/sala (doa), Mungu/Allah (Tuhan), dhambi (dosa), toba (pertobatan), baraka (berkah), ibada (ibadah).
Uunganishaji wa Matini (kohesi wacana lanjutan) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR C1. Penghubung teks kompleks: hata hivyo (namun), kwa upande mwingine (di sisi lain), kwa ufupi (singkatnya), zaidi ya hayo (selain itu), kwa mfano (misalnya), kwa ujumla (secara umum).
C2 (6)
Kiswahili cha Fasihi na Zamani (bahasa Swahili sastra dan klasik) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR C2. Puisi Swahili klasik seperti utenzi dan shairi menampilkan kosakata kuno, bentuk yang dipengaruhi bahasa Arab, serta pola meter dan rima yang ketat. Memahami ragam sastra ini membuka akses ke tradisi sastra pesisir Afrika Timur yang telah berlangsung berabad-abad.
Tofauti za Kimaeneo na Kilahaja (variasi regional dan dialek) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR C2. Konsep ini membahas perbedaan antara bahasa Swahili baku (berdasarkan Kiunguja/Zanzibar) dan ragam regional seperti Kimvita (Mombasa), Kiamu (Lamu), Kingwana (Kongo), serta perbedaan penggunaan antara Tanzania dan Kenya.
Lugha ya Kisheria na Kiserikali (Bahasa Birokrasi dan Hukum) adalah konsep tata bahasa Swahili pada tingkat CEFR C2. Ragam ini dipakai dalam pemerintahan, hukum, dan administrasi. Ciri utamanya adalah penggunaan bentuk pasif, istilah hukum serapan Arab, serta klausa subordinatif yang kompleks. Di Tanzania, Swahili digunakan secara resmi di pengadilan dan parlemen.
Lugha ya Mitaani na Vijana (Sheng) (register percakapan dan bahasa anak muda, termasuk slang) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR C2. Sheng adalah campuran Swahili, Inggris, dan bahasa-bahasa lokal dari Nairobi; ada juga slang bongo flava di Tanzania serta bahasa SMS/media sosial. Perubahannya yang cepat membuat register ini menantang bagi penutur non-asli.
Utamaduni wa Pwani na Maneno ya Bahari (Budaya Pesisir dan Kosakata Maritim) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR C2. Kosakata budaya pesisir Swahili: dhow/jahazi (kapal layar), dau (perahu kecil), biashara (perdagangan), bandari (pelabuhan), monsuni (muson). Kosakata ini mencerminkan perdagangan Samudra Hindia selama berabad-abad.
Maneno Mapya na Teknolojia (neologisme modern dan teknologi) adalah konsep tata bahasa Bahasa Swahili pada tingkat CEFR C2. Kata bentukan modern dan istilah teknologi: tarakilishi (komputer, dari bahasa Arab), tovuti (situs web), simu ya mkononi (telepon genggam), mtandao (jaringan/internet), programu (perangkat lunak/aplikasi), data (data).
Siap mulai belajar Swahili? Coba Settemila Lingue gratis — tanpa kartu kredit, tanpa komitmen. Lihat-lihat dulu, lalu latihan dengan flashcard buatan AI.
Mulai Gratis