C1

Nomina Turunan U-, Ma-, dan Ki- dalam Bahasa Swahili

Uundaji wa Majina ya Hali

Artikel ini merupakan bagian dari pohon tata bahasa Swahili di Settemila Lingue.

Ringkasan singkat

Bahasa Swahili memakai u- dalam banyak kata benda yang menyatakan sifat atau keadaan, seperti uzuri ‘keindahan’ dan ujinga ‘kebodohan’. Bentuk ma- muncul dalam kata yang menyatakan kegiatan, hasil, atau keseluruhan, seperti maisha ‘kehidupan’, sedangkan ki- muncul dalam sejumlah kata turunan dan ungkapan cara. Ketiganya bukan awalan yang bebas ditempelkan pada sembarang kata: pelajari bentuk yang benar-benar digunakan beserta kelas nominanya. Untuk ‘dengan baik’, gunakan vizuri; kizuri biasanya berarti ‘bagus’ ketika menerangkan kata benda kelas ki-.

Gambaran umum

Nomina atau kata benda adalah kata yang menamai orang, benda, kegiatan, atau gagasan. Nomina abstrak menamai sesuatu yang tidak dapat dipegang sebagai benda tersendiri, misalnya keindahan, kebenaran, atau kebodohan. Dalam bahasa Indonesia, kita mengenal hubungan indah → keindahan dan bodoh → kebodohan. Bahasa Swahili juga mempunyai hubungan semacam itu, tetapi bentuk turunannya terhubung dengan sistem kelas nomina, yaitu kelompok kata benda yang menentukan bentuk kata lain di sekitarnya.

Pada tingkat C1, yang penting bukan sekadar mengetahui bahwa uzuri berarti ‘keindahan’. Anda perlu bisa menjadikan keindahan sebagai pokok kalimat, mengatakan keindahan milik siapa, dan membedakannya dari ‘sesuatu yang bagus’ atau ‘melakukan sesuatu dengan baik’. Perbedaan ini banyak muncul dalam pembahasan pendidikan, kehidupan masyarakat, penilaian perilaku, dan tulisan yang menyampaikan gagasan secara padat.

Istilah derivasi berarti pembentukan kata baru dari kata yang sudah ada. Dalam bab ini, kita membahas kata turunan dengan u-, ma-, dan ki-, termasuk batas pola tersebut. Sebagian hubungan mudah dikenali, seperti -zuri → uzuri. Sebagian lain perlu dipelajari sebagai kosakata, bukan dihitung dengan satu rumus. Kemiripan bentuk membantu menebak makna, tetapi belum cukup untuk menjamin bahwa kata hasil tebakan itu benar.

Cara pembentukan dan pemakaiannya

1. U- untuk sifat, keadaan, dan gagasan

Banyak nomina abstrak berawalan u-. Bentuk dasarnya sering berupa adjektiva, yaitu kata yang menyatakan sifat, seperti ‘bagus’ atau ‘bodoh’. Tanda hubung pada -zuri menunjukkan bahwa bentuk ini merupakan dasar yang biasanya menerima awalan sesuai kata benda yang diterangkannya.

Dasar dan bentuk turunan Makna bentuk turunan Penjelasan
-zuri → uzuri keindahan; kebaikan, menurut konteks Sifat bagus diperlakukan sebagai gagasan tersendiri.
-jinga → ujinga kebodohan; ketidaktahuan Maknanya dapat menyangkut kurangnya pengetahuan atau perilaku bodoh.
-refu → urefu panjang; tinggi Menamai ukuran, bukan benda yang panjang atau tinggi.
-toto → utoto masa kanak-kanak; sifat kekanak-kanakan Makna bergantung pada konteks pembicaraan.
kweli → ukweli kebenaran Pelajari sebagai pasangan kosakata yang lazim.
rafiki → urafiki persahabatan Menamai hubungan, bukan orang yang menjadi teman.

Perhatikan urefu: bahasa Indonesia dapat memakai ‘panjang’ sebagai sifat maupun nama ukuran, misalnya ‘tali panjang’ dan ‘panjang tali’. Bahasa Swahili membedakan bentuknya: kamba ndefu berarti ‘tali yang panjang’, sedangkan urefu wa kamba berarti ‘panjang tali’. Jadi, jangan hanya mencari awalan Indonesia yang cocok; perhatikan fungsi kata dalam kalimat.

Bentuk u- juga dapat berhubungan dengan verba, yaitu kata yang menyatakan tindakan atau proses. Misalnya, kusoma ‘membaca; belajar’ berhubungan dengan usomaji ‘kegiatan atau cara membaca’. Namun, hubungan itu melibatkan lebih dari penambahan u-: bentuk akhir katanya juga berubah. Karena itu, aturan ‘hapus ku-, lalu tambahkan u-’ tidak dapat dipakai untuk semua verba.

2. Kelas nomina menentukan kesesuaian bentuk

Kata benda Swahili menuntut kesesuaian, yaitu penyesuaian bentuk kata lain agar cocok dengan kelas kata bendanya. Ini berbeda dari bahasa Indonesia: ‘keindahan ini’ dan ‘kehidupan ini’ sama-sama memakai ‘ini’, sedangkan Swahili memakai uzuri huu dan maisha haya.

Banyak nomina abstrak u- memakai kesesuaian kelas 14. Nomina ma- di bawah ini memakai kelas 6, dan nomina ki- memakai kelas 7. Nomor kelas hanyalah label untuk memudahkan belajar; yang paling berguna adalah mengenali bentuk yang muncul bersama kata tersebut.

Bentuk Swahili Arti Kesesuaian yang perlu diingat
uzuri huu keindahan ini Kata tunjuk kelas u-: huu.
uzuri wake keindahannya Bentuk kepunyaan: wake.
uzuri wa nchi keindahan negara Penghubung sebelum pemilik atau pelengkap: wa.
ujinga ulimletea hasara kebodohan menyebabkan kerugian baginya Penanda subjek dalam verba: u-.
maisha haya kehidupan ini Kata tunjuk kelas ma-: haya.
maisha yake kehidupannya Bentuk kepunyaan: yake.
maisha ya mjini kehidupan di kota Penghubung: ya.
maisha yanabadilika kehidupan berubah Penanda subjek dalam verba: ya-.
kitendo hiki tindakan ini Kata tunjuk kelas ki-: hiki.
kitendo chake tindakannya Bentuk kepunyaan: chake.
kitendo cha ukarimu tindakan kemurahan hati Penghubung: cha.
kitendo kinaonyesha ukarimu tindakan itu menunjukkan kemurahan hati Penanda subjek dalam verba: ki-.

Subjek adalah hal atau orang yang menjadi pokok pernyataan. Dalam Maisha yanabadilika, subjeknya maisha. Awalan ya- pada yanabadilika mengikuti kelas maisha, bukan mengikuti kata ‘kehidupan’ dalam terjemahan Indonesia.

Dalam contoh Ujinga wake ulimletea hasara, bentuk ulimletea dapat dibaca sebagai u-li-m-letea: u- merujuk pada ujinga, -li- menandai masa lampau, dan -m- merujuk pada orang yang mengalami akibatnya. Orang tersebut bukan subjek kalimat ini. Inilah sebabnya verba dimulai dengan u-, bukan a-.

Jangan menganggap semua kata berawalan u- sebagai nomina abstrak kelas 14. Ada pula kata benda konkret kelas 11, seperti uzi ‘benang’, yang mempunyai bentuk jamak nyuzi. Bentuk awal yang mirip tidak selalu berarti perilaku gramatikal yang sama.

3. Ma- untuk kegiatan, hasil, dan keseluruhan

Ma- sering dikenal sebagai awalan jamak pasangan kelas 5/6. Namun, sejumlah kata ma- menyatakan kegiatan, hasil, atau konsep yang dalam bahasa Indonesia dipahami sebagai satu keseluruhan.

Kata Swahili Arti Hal yang perlu diperhatikan
maisha kehidupan Menggunakan kesesuaian kelas 6 meskipun terjemahannya bukan bentuk jamak.
maendeleo perkembangan; kemajuan Sering muncul dalam pembahasan masyarakat atau pembangunan.
mafanikio keberhasilan; pencapaian Dapat merujuk pada hasil usaha secara keseluruhan.
mazungumzo percakapan; pembicaraan Dapat digunakan untuk satu kegiatan pembicaraan.
mafunzo pelatihan; pelajaran Menamai kegiatan atau isi pembelajaran.

Beberapa kata ini mempunyai hubungan yang terlihat dengan verba: kuzungumza ‘berbicara’ berhubungan dengan mazungumzo, dan kufanikiwa ‘berhasil’ dengan mafanikio. Hubungan tersebut berguna untuk memperluas kosakata. Namun, perubahan bentuknya tidak seragam. Jangan menyimpulkan bahwa setiap verba menghasilkan kata benda dengan ma-.

Untuk maisha, cukup pelajari kata itu sebagai bentuk yang mapan. Dalam pemakaian biasa, Anda tidak perlu menciptakan bentuk tunggalnya untuk mengatakan ‘satu kehidupan’. Maisha yangu sudah dapat berarti ‘kehidupan saya’. Awalan ma- di sini tidak memaksa terjemahan ‘kehidupan-kehidupan’.

4. Ki- bukan satu rumus untuk semua nomina abstrak

Ki- mempunyai beberapa fungsi. Ia menjadi awalan kelas 7 pada kata seperti kitendo ‘tindakan’ dan kilimo ‘pertanian’. Kata-kata ini berhubungan dengan kutenda ‘bertindak; melakukan’ dan kulima ‘bertani; mengolah tanah’. Maknanya mencakup tindakan atau bidang kegiatan, bukan sekadar sifat abstrak seperti pada uzuri.

Dalam ungkapan cara, ki- juga muncul pada kizembe ‘dengan ceroboh’ dan kitaalamu ‘secara profesional; dengan keahlian’. Ungkapan semacam ini perlu dipelajari sebagai bentuk yang lazim. Dalam fungsi ini, kata tersebut menerangkan bagaimana tindakan dilakukan, bukan menamai sebuah benda kelas 7.

Yang sangat penting adalah membedakan kizuri dari vizuri. Bentuk kizuri merupakan adjektiva yang sesuai dengan kata benda kelas ki-, misalnya kitabu kizuri ‘buku yang bagus’. Untuk mengatakan bahwa seseorang bekerja dengan baik, bentuk yang lazim adalah vizuri.

Bahasa Swahili Bahasa Indonesia Perbedaannya
Hiki ni kitabu kizuri. Ini buku yang bagus. Kizuri menerangkan kitabu.
Anafanya kazi vizuri. Dia bekerja dengan baik. Vizuri menerangkan cara bekerja.
Uzuri wa kitabu hiki unaonekana katika picha zake. Keindahan buku ini terlihat pada gambar-gambarnya. Uzuri menamai sifat sebagai kata benda.

Adverbia atau kata keterangan adalah kata yang menerangkan tindakan, misalnya ‘dengan baik’. Jadi, vizuri dalam kalimat kedua bukan bentuk nomina abstrak. Kesamaan dasar -zuri tidak berarti uzuri, kizuri, dan vizuri dapat saling menggantikan.

Contoh dalam konteks

Contoh berikut memperlihatkan sifat sebagai gagasan, kehidupan sebagai keseluruhan, serta perbedaan tindakan dan cara bertindak. Bentuk wake dan yake dapat diterjemahkan ‘-nya’; tanpa konteks tambahan, bentuk itu tidak menentukan apakah pemiliknya laki-laki atau perempuan.

Bahasa Swahili Bahasa Indonesia Catatan
Uzuri wa nchi hii ni ajabu. Keindahan negara ini luar biasa. Wa menghubungkan keindahan dengan negara.
Ujinga wake ulimletea hasara. Kebodohannya menyebabkan kerugian baginya. Ujinga menjadi subjek, sehingga verba memakai u-.
Maisha yake ni magumu. Kehidupannya sulit. Yake dan magumu mengikuti kelas ma-.
Ukweli ni muhimu. Kebenaran itu penting. Muhimu tidak menerima awalan kesesuaian dalam bentuk ini.
Uzuri huu unavutia wageni wengi. Keindahan ini menarik banyak pengunjung. Huu dan u- mengikuti uzuri.
Urefu wa meza hii ni mita mbili. Panjang meja ini dua meter. Urefu menamai ukuran.
Urafiki wetu ulianza shuleni. Persahabatan kami dimulai di sekolah. Wetu dan u- sesuai dengan urafiki.
Maisha ya mjini yanahitaji pesa nyingi. Kehidupan di kota membutuhkan banyak uang. Ya muncul sebagai penghubung dan penanda subjek.
Maendeleo haya yameleta matumaini. Kemajuan ini telah membawa harapan. Haya dan ya- mengikuti kelas 6.
Mazungumzo yetu yalikuwa marefu. Pembicaraan kami berlangsung lama. Marefu secara harfiah menyatakan panjang; di sini berkaitan dengan durasi.
Kitendo chake kilionyesha ukarimu. Tindakannya menunjukkan kemurahan hati. Chake dan ki- mengikuti kitendo.
Kilimo hiki kinahitaji maji mengi. Kegiatan pertanian ini membutuhkan banyak air. Hiki dan ki- mengikuti kilimo.
Usifanye kazi kizembe. Jangan bekerja dengan ceroboh. Kizembe menyatakan cara bekerja.
Alifanya kazi hiyo vizuri. Dia mengerjakan pekerjaan itu dengan baik. Vizuri menyatakan cara, bukan keindahan sebagai gagasan.

Kesalahan yang sering terjadi

1. Menyamakan bentuk sifat dan kata benda

  • Keliru: Zuri wa nchi hii ni ajabu.
  • Benar: Uzuri wa nchi hii ni ajabu. — ‘Keindahan negara ini luar biasa.’
  • Alasannya: Yang dibicarakan adalah keindahan sebagai gagasan. Dasar sifat -zuri tidak dapat menggantikan nomina uzuri.

2. Mengikuti jumlah dalam terjemahan Indonesia

  • Keliru: Maisha yake ni mgumu.
  • Benar: Maisha yake ni magumu. — ‘Kehidupannya sulit.’
  • Alasannya: Walaupun ‘kehidupan’ tidak terasa jamak bagi penutur Indonesia, maisha tetap menuntut bentuk kelas 6. Adjektiva -gumu menjadi magumu.

3. Memakai penghubung yang sama untuk semua kelas

  • Keliru: Maisha wa mjini ni magumu.
  • Benar: Maisha ya mjini ni magumu. — ‘Kehidupan di kota sulit.’
  • Alasannya: Pilih wa pada uzuri wa nchi, ya pada maisha ya mjini, dan cha pada kitendo cha ukarimu. Penghubung mengikuti kata benda di depannya, bukan kata sesudahnya.

4. Menggunakan kizuri untuk ‘dengan baik’

  • Keliru untuk makna ini: Anafanya kazi kizuri.
  • Benar: Anafanya kazi vizuri. — ‘Dia bekerja dengan baik.’
  • Alasannya: Kizuri sesuai sebagai sifat bagi kata benda kelas ki-, seperti kitabu kizuri. Bentuk keterangan yang lazim untuk cara melakukan pekerjaan adalah vizuri.

5. Mengikuti orang yang mengalami akibat, bukan subjek

  • Keliru untuk makna yang dimaksud: Ujinga wake alimletea hasara.
  • Benar: Ujinga wake ulimletea hasara. — ‘Kebodohannya menyebabkan kerugian baginya.’
  • Alasannya: Penyebab kerugian adalah ujinga. Karena itu, penanda subjeknya u-. Orang yang mengalami kerugian tetap ditandai oleh -m- di dalam verba.

Catatan pemakaian

Kata abstrak tidak selalu bersifat resmi

Ukweli ‘kebenaran’ dan maisha ‘kehidupan’ sangat wajar dalam percakapan sehari-hari. Ukweli ni muhimu ‘Kebenaran itu penting’ tidak dengan sendirinya terdengar seperti bahasa akademis. Kesan resmi biasanya muncul ketika sebuah kalimat menumpuk banyak gagasan abstrak atau menggantikan pelaku yang jelas dengan konsep umum.

Bagi penutur Indonesia, perbedaannya mirip dengan ‘Kami berhasil’ dan ‘Keberhasilan kami membawa perubahan’. Keduanya wajar, tetapi yang kedua memusatkan perhatian pada hasil. Pilih bentuk turunan karena ingin mengubah fokus kalimat, bukan hanya agar terdengar lebih tinggi tingkatnya.

Berhati-hati dengan penilaian terhadap orang

Ujinga dapat berarti ketidaktahuan, tetapi juga dapat menyiratkan penilaian keras terhadap perilaku. Ujinga wake ‘kebodohannya’ mudah terdengar merendahkan jika digunakan untuk membicarakan seseorang secara langsung. Bila maksudnya hanya ‘dia belum tahu’, Hajui ‘Dia tidak tahu’ sering lebih netral. Arti kamus tidak selalu menunjukkan seberapa tajam suatu ungkapan dalam percakapan.

Makna berubah mengikuti hal yang dinilai

Uzuri tidak selalu hanya keindahan visual. Dalam konteks tertentu, kata ini juga mengarah pada kebaikan atau keunggulan sesuatu. Demikian pula, utoto dapat menunjuk masa kanak-kanak atau sifat kekanak-kanakan. Terjemahkan seluruh ungkapan, bukan sekadar menempelkan satu padanan tetap pada setiap kata.

Pendalaman dan pemakaian lanjutan

1. Perbedaan kegiatan dan nomina turunan

Infinitif adalah bentuk dasar verba yang dapat menyatakan kegiatan tanpa menunjuk pelaku tertentu. Dalam Swahili, bentuk seperti kusoma ‘membaca; belajar’ dapat berfungsi sebagai kata benda kelas 15. Ini memberi pilihan selain nomina turunan u-, ma-, atau ki-.

Bandingkan dua kalimat berikut:

  • Kusoma kila siku kunasaidia. — ‘Membaca setiap hari membantu.’
  • Usomaji wake ni mzuri. — ‘Cara membacanya baik.’

Kalimat pertama menyoroti kegiatan membaca setiap hari; penanda subjek ku- pada kunasaidia sesuai dengan kusoma. Kalimat kedua menamai kegiatan atau cara membaca dengan usomaji. Kedua bentuk dapat memiliki wilayah makna yang bertumpang tindih, tetapi tidak selalu dapat ditukar tanpa mengubah susunan atau fokus.

Jangan menganggap setiap terjemahan Indonesia berawalan ‘pe-’ atau berakhiran ‘-an’ harus memakai ma-. Bahasa Indonesia dan Swahili sama-sama dapat menamai kegiatan, tetapi pembagian kosakatanya berbeda. Pilih kata yang lazim untuk konteks, lalu ikuti kelas kata itu.

2. Keabstrakan tidak menghapus aturan kesesuaian

Karena kata seperti ‘kebenaran’ sulit dihitung, pelajar kadang mengira kata itu berada di luar sistem kelas nomina. Justru bentuk abstrak tetap masuk ke pola kesesuaian. Ukweli huu berarti ‘kebenaran ini’, sedangkan maendeleo haya berarti ‘kemajuan ini’.

Sebaliknya, tidak setiap kata yang menyatakan sifat harus berubah bentuk dengan awalan. Muhimu ‘penting’ dalam Ukweli ni muhimu tetap berbentuk muhimu. Bandingkan dengan -gumu, yang menerima awalan kelas pada maisha magumu. Anda perlu membedakan kata benda yang menentukan kesesuaian dari jenis adjektiva yang bisa atau tidak bisa menerima awalan tersebut.

3. Jamak sebuah tindakan berbeda dari gagasan yang tak dihitung

Untuk nomina kelas 7 seperti kitendo, pasangan jamaknya kelas 8: vitendo ‘tindakan-tindakan’. Kesesuaiannya ikut berubah:

  • Kitendo hiki kinaonyesha ukarimu. — ‘Tindakan ini menunjukkan kemurahan hati.’
  • Vitendo hivi vinaonyesha ukarimu. — ‘Tindakan-tindakan ini menunjukkan kemurahan hati.’

Ini tidak sama dengan uzuri, yang biasanya menyatakan sifat tanpa menghitung satuan. Jangan membuat jamak ma- dari setiap nomina u- hanya karena ingin membicarakan beberapa contoh sifat tersebut. Jika ingin menyebut beberapa tindakan baik, pilih nomina yang memang menamai tindakan, seperti vitendo vizuri ‘tindakan-tindakan yang baik’.

Perhatikan pula bahwa vizuri pada vitendo vizuri adalah adjektiva kelas 8, sedangkan vizuri pada anafanya kazi vizuri adalah kata keterangan. Bentuknya sama, tetapi fungsi dan hubungannya dengan kata lain berbeda. Pertanyaan ‘kata ini menerangkan apa?’ membantu membedakannya.

4. Menilai dan membaca ungkapan cara

Dalam alifanya kazi kizembe ‘dia bekerja dengan ceroboh’, ki- memberi bentuk keterangan yang sudah lazim. Dalam alifanya kazi kitaalamu ‘dia bekerja secara profesional’, bentuk tersebut menyoroti keahlian atau cara profesional. Keduanya bukan alasan untuk menciptakan bentuk ki- dari setiap sifat.

Pada tingkat lanjut, kemampuan yang paling berguna adalah mengenali apakah sebuah bentuk ki- menamai kegiatan, menerangkan benda, atau menerangkan tindakan. Carilah kalimat utuh saat memeriksa kata baru di kamus. Bentuk yang tampak mirip dapat mempunyai fungsi yang jauh berbeda, dan konteks lebih dapat diandalkan daripada awalan saja.

Saran latihan

  1. Catat kata bersama pasangan kesesuaiannya. Jangan hanya menulis uzuri = keindahan. Tulis uzuri huu, maisha haya, dan kitendo hiki, lalu tambahkan bentuk kepunyaan serta satu verba. Dengan begitu, kosakata baru langsung terhubung dengan kalimat yang benar.
  2. Latih tiga cara menyampaikan penilaian. Gunakan kitabu kizuri ‘buku yang bagus’, uzuri wa kitabu ‘keindahan buku’, dan kusoma vizuri ‘membaca dengan baik’. Jelaskan dalam bahasa Indonesia apa yang sedang dinilai: benda, sifat sebagai gagasan, atau cara bertindak. Kemudian buat satu kalimat untuk setiap bentuk.
  3. Periksa bentuk baru sebelum menggunakannya. Dari teks Swahili, pilih lima kata u-, ma-, atau ki-. Catat makna, kelas, dan contoh pemakaiannya. Jika hubungannya dengan verba atau sifat terlihat jelas, tandai hubungan itu, tetapi jangan menganggap semua kata serupa mengikuti rumus yang sama.

Konsep terkait

Prasyarat

Kelas Nomina Lainnya (5/6, 11/10, 15, 16-18) dalam Bahasa SwahiliB1

Konsep C1 lainnya