Konstruksi Infinitif dalam Bahasa Swedia
Infinitivkonstruktioner
Artikel ini merupakan bagian dari pohon tata bahasa Swedia di Settemila Lingue.
Ringkasan singkat
Gunakan för att + infinitif untuk menyatakan tujuan, utan att + infinitif untuk menyatakan bahwa suatu tindakan tidak dilakukan, dan istället för att + infinitif untuk menyatakan tindakan pengganti. Infinitif adalah bentuk dasar kata kerja, misalnya hjälpa (membantu), bukan hjälper (membantu dalam bentuk kini). Dalam pola ini, pelaku tindakan biasanya sama dengan pelaku di bagian utama kalimat; jika pelakunya berbeda, gunakan klausa lengkap yang menyebutkan pelaku itu.
Gambaran umum
Saat menceritakan kegiatan sehari-hari, kita sering perlu menambahkan alasan atau cara melakukannya: datang untuk membantu, pergi tanpa berpamitan, atau bertindak daripada mengeluh. Bahasa Swedia menggunakan frasa infinitif, yaitu kelompok kata yang berpusat pada kata kerja bentuk dasar, untuk menyampaikan hubungan-hubungan ini dengan ringkas. Jag kom för att hjälpa berarti “Saya datang untuk membantu”: bagian för att hjälpa menjelaskan tujuan kedatangan.
Bagi penutur bahasa Indonesia, maknanya relatif mudah dipahami karena kita juga memakai “untuk”, “tanpa”, dan “daripada”. Yang perlu dibiasakan adalah bentuk kata kerjanya. Dalam bahasa Indonesia, “membantu” tidak berubah karena kegiatan itu berlangsung sekarang atau kemarin. Dalam bahasa Swedia, hjälpa, hjälper, dan hjälpte merupakan bentuk berbeda. Sesudah för att, utan att, dan istället för att dalam konstruksi infinitif, pilih bentuk dasar, meskipun bagian utama kalimat menceritakan masa lalu.
Pada tingkat B2, fokusnya bukan sekadar menghafal tiga penghubung tersebut. Anda juga perlu mengetahui siapa yang melakukan setiap tindakan, di mana meletakkan inte (tidak), dan kapan frasa ringkas harus diganti dengan klausa, yaitu bagian kalimat yang memiliki subjek dan kata kerja sendiri. Subjek adalah orang atau hal yang menjadi pokok kalimat, sering kali pelaku tindakan. Pemahaman ini membantu Anda menulis penjelasan, saran, dan perbandingan dengan jelas.
Cara membentuk dan menggunakannya
1. Pilih penghubung menurut hubungan maknanya
Ketiga pola berikut sama-sama berakhir dengan att dan infinitif, tetapi tidak dapat saling menggantikan.
| Pola bahasa Swedia | Makna dalam bahasa Indonesia | Fungsi |
|---|---|---|
| för att + infinitiv | untuk melakukan sesuatu | Menjelaskan tujuan |
| utan att + infinitiv | tanpa melakukan sesuatu | Menjelaskan tindakan yang tidak menyertai tindakan utama |
| istället för att + infinitiv | alih-alih melakukan sesuatu | Menunjukkan pilihan pengganti |
| genom att + infinitiv | dengan melakukan sesuatu | Menjelaskan cara atau sarana |
| adjektiv + att + infinitiv | misalnya, sulit untuk melakukan sesuatu | Menilai suatu kegiatan |
Dalam tabel, infinitiv berarti “bentuk dasar kata kerja”, sedangkan adjektiv berarti “kata sifat”, seperti svårt (sulit). Pola genom att berguna sebagai pembanding untuk membedakan tujuan dari cara. Pola penilaian akan dibahas tersendiri di bawah.
2. För att: tindakan dilakukan dengan tujuan tertentu
Susunan yang paling mudah adalah:
Kalimat utama + för att + kata kerja bentuk dasar + pelengkap.
- Jag kom för att hjälpa. — Saya datang untuk membantu.
- Vi åkte till stationen för att hämta vår dotter. — Kami pergi ke stasiun untuk menjemput putri kami.
- Hon sparar pengar för att kunna resa nästa år. — Ia menabung agar bisa bepergian tahun depan.
Pada contoh terakhir, kunna berarti “bisa” dan diikuti resa (bepergian). Tidak perlu menambahkan att lagi di antara keduanya. Tujuan menabung adalah bisa bepergian, bukan sekadar bepergian sekarang.
För att menyatakan niat atau tujuan, bukan jaminan bahwa tujuan itu tercapai. Jag ringde för att boka en tid berarti “Saya menelepon untuk membuat janji”; kalimat itu sendiri belum mengatakan apakah janji tersebut berhasil dibuat.
Jangan menyamakan tujuan dengan cara:
- Hon tränar för att bli starkare. — Ia berlatih agar menjadi lebih kuat.
- Hon blir starkare genom att träna. — Ia menjadi lebih kuat dengan berlatih.
Yang pertama menjawab “untuk apa ia berlatih?”, sedangkan yang kedua menjawab “bagaimana ia menjadi lebih kuat?”. Bahasa Indonesia kadang memakai “dengan” atau “untuk” secara longgar dalam penjelasan; bahasa Swedia menandai hubungan ini secara lebih tegas melalui penghubungnya.
3. Utan att: tindakan utama terjadi, tindakan lain tidak
Utan att tidak berarti seluruh kalimat bersifat negatif. Justru tindakan utama terjadi, tetapi tindakan yang mengikuti utan att tidak terjadi.
- Han gick utan att säga hejdå. — Ia pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal.
- Hon svarade utan att tänka efter. — Ia menjawab tanpa berpikir dulu.
- Vi löste problemet utan att be om hjälp. — Kami menyelesaikan masalah itu tanpa meminta bantuan.
Pada contoh terakhir, masalahnya berhasil diselesaikan. Yang tidak dilakukan hanyalah meminta bantuan. Karena utan att sudah menyatakan “tanpa melakukan”, biasanya jangan menambahkan inte jika maksudnya memang tindakan itu tidak dilakukan. Utan att inte ... membuat maknanya berlapis dan sering tidak sesuai dengan maksud penulis.
Pola ini tidak terbatas pada gerakan tubuh. Ia juga dapat digunakan untuk berpikir, menyadari, memahami, atau mengalami sesuatu: utan att förstå berarti “tanpa memahami”.
4. Istället för att: pilihan yang diganti dengan pilihan lain
Pola ini menonjolkan dua kemungkinan: satu tidak dipilih, satu dilakukan atau disarankan.
- Vi lagade mat hemma istället för att gå ut och äta. — Kami memasak di rumah alih-alih makan di luar.
- Istället för att klaga, gör något. — Daripada mengeluh, lakukan sesuatu.
Pada contoh pertama, memasak di rumah merupakan pilihan yang diambil. Makan di luar merupakan pilihan yang diganti. Pada contoh kedua, pelakunya adalah orang yang menerima perintah. Bahasa Swedia tidak perlu menyebut du (kamu) dalam perintah gör något (lakukan sesuatu), tetapi pembaca tetap memahami bahwa orang yang sama sebaiknya tidak mengeluh.
Bahasa Indonesia sering terasa lebih alami dengan “daripada” untuk saran dan “alih-alih” untuk laporan atau perbandingan. Namun, “daripada” dalam perbandingan seperti “lebih tinggi daripada saya” bukan pola ini; bahasa Swedia menggunakan pola perbandingan lain, bukan istället för att.
5. Bentuk dasar tetap dipakai, apa pun waktu kalimatnya
Kata kerja finit, yaitu bentuk kata kerja yang menyatakan waktu atau menjadi inti sebuah klausa, berada di bagian utama. Bentuk infinitif dalam frasa tambahan tidak ikut berubah.
| Bahasa Swedia | Bahasa Indonesia | Catatan |
|---|---|---|
| Jag går dit för att hjälpa. | Saya pergi ke sana untuk membantu. | Bentuk kini pada tindakan utama |
| Jag gick dit för att hjälpa. | Saya pergi ke sana waktu itu untuk membantu. | Bentuk lampau pada tindakan utama |
| Jag ska gå dit för att hjälpa. | Saya akan pergi ke sana untuk membantu. | Rencana pada tindakan utama |
Di ketiga kalimat tersebut, hjälpa tetap sama. Jangan mengubahnya menjadi hjälper atau hjälpte hanya karena waktu kegiatan berubah.
6. Pelaku biasanya tidak disebut ulang
Dalam Sara gick hem utan att säga hejdå (Sara pulang tanpa mengucapkan selamat tinggal), Sara melakukan kedua hal yang dibicarakan: ia pulang, dan ia tidak berpamitan. Menambahkan subjek baru setelah att sambil mempertahankan infinitif akan menghasilkan susunan yang keliru.
Jika pelaku tujuan berbeda, pakailah klausa lengkap, sering dengan ska atau skulle:
- Jag öppnar dörren för att du ska kunna komma in. — Saya membuka pintu agar kamu bisa masuk.
- Jag öppnade dörren för att du skulle kunna komma in. — Saya membuka pintu waktu itu agar kamu bisa masuk.
Pada kedua contoh ini, yang membuka adalah “saya”, tetapi yang masuk adalah “kamu”. Perhatikan bentuk du ska dan du skulle: bagian setelah för att bukan lagi frasa infinitif sederhana.
Hal serupa berlaku dengan utan att:
- Hon gick utan att jag märkte det. — Ia pergi tanpa saya menyadarinya.
Yang pergi dan yang menyadari adalah dua orang berbeda. Karena ada subjek jag, kata kerjanya berbentuk märkte, bukan infinitif märka.
7. Frasa di awal kalimat dan posisi inte
Anda dapat memindahkan seluruh frasa ke depan untuk menonjolkan tujuan atau pilihan:
- För att hinna med tåget gick vi hemifrån tidigt. — Agar sempat naik kereta, kami berangkat dari rumah lebih awal.
- Istället för att ta bilen cyklar hon till jobbet. — Alih-alih naik mobil, ia bersepeda ke tempat kerja.
Dalam kalimat pernyataan bahasa Swedia, kata kerja finit biasanya berada pada posisi unsur kedua. Karena seluruh frasa awal dihitung sebagai satu unsur, susunannya menjadi gick vi, bukan vi gick. Ini berbeda dari bahasa Indonesia, yang dapat mempertahankan susunan “kami berangkat” setelah keterangan awal. Tanda koma tidak menentukan aturan ini; dalam banyak kalimat Swedia yang singkat, koma tidak diperlukan.
Jika inte menyangkal tindakan dalam frasa infinitif, letakkan sebelum kata kerja bentuk dasarnya:
- Jag skrev ner adressen för att inte glömma den. — Saya mencatat alamat itu agar tidak melupakannya.
- Hon gick en promenad istället för att inte göra något alls. — Ia berjalan-jalan alih-alih tidak melakukan apa-apa sama sekali.
Letak penyangkalan penting: “tidak melakukan tindakan utama” berbeda dari “melakukan tindakan utama agar sesuatu tidak terjadi”.
8. Det är svårt att förstå: menilai kegiatan, bukan menyatakan tujuan
Att + infinitif juga muncul setelah kata sifat. Di sini att saja sudah cukup:
- Det är svårt att förstå. — Itu sulit dipahami.
- Det är viktigt att läsa instruktionerna. — Membaca petunjuk itu penting.
- Det är lätt att glömma lösenordet. — Kata sandi itu mudah terlupakan.
Pada pola ini, det menjadi pengisi posisi subjek, sementara kegiatan yang dinilai dijelaskan sesudah att. Tidak ada makna “agar”. Karena itu, jangan otomatis menambahkan för setiap kali terjemahan Indonesia mengandung kata “untuk”. Kalimat “Sulit untuk memahami” menjadi Det är svårt att förstå, bukan Det är svårt för att förstå.
Anda juga dapat menyebutkan bagi siapa penilaian itu berlaku: Det är svårt för mig att förstå berarti “Sulit bagi saya untuk memahami”. Di sini för mig berarti “bagi saya”; itu bukan penghubung tujuan för att.
Contoh dalam konteks
Perhatikan hubungan antartindakan, bukan hanya arti setiap kata. Terjemahan berikut dibuat alami dalam bahasa Indonesia; “untuk” tidak harus muncul secara harfiah dalam setiap terjemahan att.
| Bahasa Swedia | Bahasa Indonesia | Catatan |
|---|---|---|
| Jag kom för att hjälpa. | Saya datang untuk membantu. | Tujuan kedatangan |
| Vi bokade ett större rum för att få plats allihop. | Kami memesan kamar yang lebih besar agar semua orang muat. | Tujuan memilih kamar lebih besar |
| Hon satte på sig hörlurar för att kunna koncentrera sig. | Ia memakai penyuara telinga agar bisa berkonsentrasi. | Kemampuan sebagai tujuan |
| Jag tog en taxi för att inte komma för sent till mötet. | Saya naik taksi agar tidak terlambat ke rapat. | Penyangkalan di dalam tujuan |
| Han gick utan att säga hejdå. | Ia pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal. | Tidak berpamitan |
| Hon läste hela avtalet utan att förstå alla detaljer. | Ia membaca seluruh perjanjian itu tanpa memahami semua rinciannya. | Membaca tidak berarti memahami semuanya |
| Vi kunde prata ostört utan att bli avbrutna. | Kami bisa berbicara dengan tenang tanpa disela. | Tidak mengalami gangguan |
| De beställde maten utan att fråga vad den kostade. | Mereka memesan makanan tanpa menanyakan harganya. | Tindakan menanyakan tidak dilakukan |
| Istället för att klaga, gör något. | Daripada mengeluh, lakukan sesuatu. | Saran berbentuk perintah |
| Jag skickade ett meddelande istället för att ringa. | Saya mengirim pesan alih-alih menelepon. | Pilihan pengganti |
| Istället för att köpa en ny cykel reparerade hon den gamla. | Alih-alih membeli sepeda baru, ia memperbaiki sepeda lamanya. | Frasa pengganti berada di awal |
| Det är svårt att förstå. | Itu sulit dipahami. | Penilaian, bukan tujuan |
| Det är skönt att kunna arbeta hemifrån ibland. | Menyenangkan rasanya bisa bekerja dari rumah sesekali. | Penilaian terhadap suatu kegiatan |
| Han lärde sig svenska genom att prata med sina grannar. | Ia belajar bahasa Swedia dengan berbicara bersama tetangganya. | Cara belajar, bukan tujuan |
Kesalahan yang sering terjadi
1. Menggunakan bentuk kini setelah penghubung
- Keliru: Jag kom för att hjälper.
- Benar: Jag kom för att hjälpa. — Saya datang untuk membantu.
Hjälper adalah bentuk kini. Setelah penanda infinitif att dalam pola ini, gunakan hjälpa. Bentuk lampau kom tidak mengharuskan perubahan pada infinitif.
2. Menghilangkan att dari pola yang dipelajari
- Keliru: Han gick utan säga hejdå.
- Benar: Han gick utan att säga hejdå. — Ia pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal.
Hafalkan utan att dan istället för att sebagai satu rangkaian. Kebiasaan memakai infinitif tanpa att setelah kata seperti kan (bisa) tidak dapat dipindahkan begitu saja ke pola ini.
3. Menambahkan inte karena terjemahannya mengandung “tidak”
- Keliru untuk makna “tanpa bertanya”: Hon beställde utan att inte fråga.
- Benar: Hon beställde utan att fråga. — Ia memesan tanpa bertanya.
Utan att sudah menyatakan tidak terjadinya tindakan. Tambahan inte bukan penegasan sederhana, tetapi mengubah hubungan makna. Sebaliknya, dalam för att inte glömma (agar tidak lupa), inte memang diperlukan karena för att sendiri tidak bersifat negatif.
4. Menyebut pelaku baru tetapi tetap memakai infinitif
- Keliru: Jag öppnade dörren för att du komma in.
- Benar: Jag öppnade dörren för att du skulle kunna komma in. — Saya membuka pintu agar kamu bisa masuk.
Jika du disebut sebagai subjek baru, buatlah klausa lengkap. Bahasa Indonesia dapat memakai “agar kamu masuk” tanpa bentuk khusus pada kata “masuk”; bahasa Swedia tidak memakai susunan du komma sebagai klausa lengkap.
5. Mengabaikan perubahan susunan setelah frasa awal
- Keliru: Istället för att ta bilen hon cyklar till jobbet.
- Benar: Istället för att ta bilen cyklar hon till jobbet. — Alih-alih naik mobil, ia bersepeda ke tempat kerja.
Dalam pernyataan ini, frasa awal mengisi posisi pertama. Kata kerja finit cyklar harus mendahului subjek hon. Aturan tersebut tidak diterapkan dengan cara yang sama pada perintah seperti gör något.
6. Menganggap semua “untuk” harus menjadi för att
- Keliru: Det är svårt för att förstå.
- Benar: Det är svårt att förstå. — Itu sulit dipahami.
Bagian att förstå merupakan kegiatan yang dinilai sulit, bukan tujuan dari “sulit”. Pilih bentuk berdasarkan fungsi dalam kalimat, bukan berdasarkan satu kata dalam terjemahan.
Catatan pemakaian
Bentuk yang wajar dalam percakapan dan tulisan
För att, utan att, dan istället för att digunakan baik dalam percakapan sehari-hari maupun tulisan. Anda tidak perlu menghindarinya karena dianggap terlalu resmi. Bentuk i stället för att, dengan i stället ditulis terpisah, juga baku dan bermakna sama dengan istället för att.
Dalam saran, istället för att dapat terdengar agak menegur jika membandingkan tindakan seseorang dengan tindakan yang seharusnya dilakukan. Istället för att klaga, gör något bukan sekadar laporan netral. Untuk saran yang lebih halus, gunakan pertanyaan: Kan vi försöka hitta en lösning istället för att diskutera vem som gjorde fel? — Bisakah kita mencoba mencari solusi daripada membahas siapa yang berbuat salah?
“Tanpa” tidak selalu diikuti kata kerja
Jika yang tidak ada adalah benda, bukan tindakan, gunakan utan tanpa att: kaffe utan socker berarti “kopi tanpa gula”. Demikian pula, istället för kaffe berarti “sebagai pengganti kopi”. Att diperlukan ketika yang mengikuti berupa kegiatan dalam bentuk infinitif, seperti utan att dricka kaffe (tanpa minum kopi).
Pembedaan ini berguna bagi penutur bahasa Indonesia karena “tanpa” bisa langsung diikuti “gula” maupun “minum”. Dalam bahasa Swedia, perhatikan apakah Anda menyebut benda atau kegiatan.
Jangan membuat kalimat terlalu padat
Frasa infinitif membantu menghindari pengulangan subjek. Namun, jika sebuah kalimat memuat banyak tujuan, pengecualian, dan pilihan sekaligus, pecahlah menjadi dua kalimat. Ketepatan pelaku lebih penting daripada membuat seluruh penjelasan tampak ringkas. Terutama dalam petunjuk kerja, sebutkan subjek secara jelas jika ada kemungkinan pembaca mengira orang yang salah melakukan tindakan tersebut.
Pendalaman dan pemakaian lanjutan
För att juga dapat memperkenalkan alasan
Selain tujuan, för att dapat diikuti klausa lengkap yang menyatakan sebab. Maka, jangan menyimpulkan bahwa setiap för att berarti “agar”.
- Jag stannade hemma för att vila. — Saya tinggal di rumah untuk beristirahat.
- Jag stannade hemma för att jag var sjuk. — Saya tinggal di rumah karena saya sakit.
Pada kalimat pertama, beristirahat merupakan tujuan. Pada kalimat kedua, sakit merupakan alasan. Tanda yang mudah dikenali ialah subjek jag dan kata kerja finit var pada klausa alasan. Meski begitu, keberadaan subjek baru saja belum membuktikan makna sebab: för att du ska kunna komma in tetap menyatakan tujuan. Periksa makna serta bentuk kata kerjanya bersama-sama.
Keterangan tambahan dan beberapa kegiatan dalam satu frasa
Frasa infinitif dapat memuat rincian yang cukup panjang:
Hon tog ledigt för att i lugn och ro läsa igenom avtalet. — Ia mengambil cuti agar bisa membaca perjanjian itu dengan tenang dan teliti.
Kelompok i lugn och ro (dengan tenang, tanpa gangguan) menjelaskan cara membaca. Frasa tambahan tidak harus hanya terdiri dari penghubung dan satu kata kerja.
Dua kegiatan yang setara juga dapat digabungkan:
Vi stannade för att vila och äta något. — Kami berhenti untuk beristirahat dan makan sesuatu.
Satu att dapat menaungi vila dan äta. Namun, jika kedua bagian memiliki hubungan berbeda, gunakan penghubung masing-masing: Hon kom för att hjälpa, inte för att kritisera — Ia datang untuk membantu, bukan untuk mengkritik.
Tindakan yang sudah lebih dahulu terjadi
Infinitif sempurna, yaitu bentuk yang menyatakan tindakan telah selesai sebelum titik waktu yang dibicarakan, dibentuk dengan ha + supinum. Supinum adalah bentuk kata kerja yang dipakai setelah har, hade, atau ha, misalnya läst dari läsa (membaca).
- Hon skrev under utan att ha läst avtalet. — Ia menandatangani tanpa terlebih dahulu membaca perjanjian itu.
- Han bad om ursäkt för att ha kommit för sent. — Ia meminta maaf karena telah datang terlambat.
Pada contoh pertama, ha läst menekankan bahwa membaca seharusnya sudah dilakukan sebelum menandatangani. Pada contoh kedua, för att ha kommit bukan tujuan meminta maaf, melainkan hal yang menjadi alasan permintaan maaf. Jadi, rangkaian för att + infinitif juga perlu dibaca bersama kata-kata sebelumnya, tidak sebagai rumus tujuan yang berlaku tanpa pengecualian.
Bentuk pasif dan orang yang mengalami tindakan
Pasif adalah bentuk yang menyoroti pihak yang dikenai tindakan, bukan pihak yang melakukannya. Sesudah utan att, Anda dapat menjumpai infinitif pasif:
- Hon lyckades komma in utan att bli sedd. — Ia berhasil masuk tanpa terlihat oleh orang lain.
- Dokumentet skickades vidare utan att granskas. — Dokumen itu diteruskan tanpa diperiksa.
Bli sedd berarti “terlihat oleh orang lain”; granskas berarti “diperiksa”. Keduanya tetap berfungsi sebagai infinitif dalam frasa tersebut. Aturan “pelakunya sama” lebih tepat dipahami sebagai “pihak yang dibicarakan biasanya sama”: pada contoh pertama, orang yang masuk adalah orang yang tidak terlihat; pada contoh kedua, dokumen yang diteruskan adalah dokumen yang tidak diperiksa.
Konstruksi tanpa pelaku khusus
Dalam Det är viktigt att sova tillräckligt (Tidur cukup itu penting), tidak ada orang tertentu yang disebut sebagai pelaku tidur. Pernyataan berlaku secara umum. Sebaliknya, Det är viktigt för barn att sova tillräckligt berarti “Tidur cukup itu penting bagi anak-anak”, sehingga kelompok yang dimaksud menjadi jelas.
Ini menunjukkan mengapa pedoman kesamaan pelaku terutama berguna untuk frasa tujuan, cara, dan pilihan yang melekat pada tindakan utama. Jangan memaksakannya pada semua kalimat yang mengandung att. Selalu tanyakan: apakah bagian infinitif menjelaskan tujuan suatu tindakan, atau justru kegiatan yang sedang dinilai?
Saran latihan
- Ubah satu kegiatan menjadi tiga hubungan. Mulai dengan Jag gick till biblioteket — Saya pergi ke perpustakaan. Tambahkan tujuan dengan för att låna en bok (untuk meminjam buku), tindakan yang tidak dilakukan dengan utan att låna något (tanpa meminjam apa pun), lalu pilihan pengganti dengan istället för att köpa en bok (alih-alih membeli buku). Perhatikan bagaimana penghubung mengubah cerita, meskipun kalimat utamanya sama.
- Beri tanda pada pelaku dan bentuk kata kerja. Dalam kalimat yang Anda baca, garis bawahi subjek dan lingkari kata kerja finit. Sesudah itu, cari frasa infinitif dan tanyakan siapa yang melakukan tindakannya. Latih pasangan “saya membuka pintu untuk masuk” dan “saya membuka pintu agar kamu bisa masuk”: Jag öppnar dörren för att komma in dibandingkan dengan Jag öppnar dörren för att du ska kunna komma in.
- Pindahkan frasa ke depan, lalu periksa susunannya. Ubah Vi gick tidigt för att hinna med tåget — Kami berangkat lebih awal agar sempat naik kereta — menjadi För att hinna med tåget gick vi tidigt. Setelah benar, tambahkan tujuan negatif, misalnya för att inte komma för sent (agar tidak terlambat). Kebiasaan ini melatih posisi kata kerja sekaligus posisi inte.
Konsep terkait
- Dasar yang perlu dikuasai: Infinitif dengan att — membahas bentuk dasar kata kerja dan pemakaian att sebelum Anda menggabungkannya dengan penghubung tujuan, cara, dan pilihan.