B2

Konstruksi Infinitif dalam Bahasa Norwegia

Infinitivkonstruksjoner

Artikel ini merupakan bagian dari pohon tata bahasa Norwegia di Settemila Lingue.

Ringkasan singkat

Dalam bahasa Norwegia, for å + infinitif menyatakan tujuan, uten å + infinitif menyatakan tindakan yang tidak dilakukan, dan i stedet for å + infinitif menyatakan pilihan pengganti. Infinitif adalah bentuk dasar kata kerja, misalnya hjelpe ‘membantu’, bukan hjelper ‘membantu’ dalam kalimat yang menyatakan waktu kini. Bandingkan Jeg kom for å hjelpe ‘Saya datang untuk membantu’ dengan Han gikk uten å si ha det ‘Dia pergi tanpa berpamitan’. Pelaku tindakan dalam frasa infinitif biasanya dipahami dari bagian kalimat lainnya; jika pelakunya berbeda, sering kali diperlukan kalimat dengan subjek tersendiri.

Gambaran umum

Bahasa Indonesia memungkinkan kita mengatakan “Saya datang untuk membantu”, “Dia pergi tanpa berpamitan”, dan “Daripada mengeluh, lakukan sesuatu”. Bahasa Norwegia memiliki pola yang cukup dekat dengan ketiganya, tetapi ada satu unsur yang tidak boleh hilang: å, penanda infinitif. Penanda ini bukan kata yang selalu diterjemahkan secara terpisah. Dalam uten å vente, seluruh rangkaian berarti ‘tanpa menunggu’, bukan ‘tanpa untuk menunggu’.

Pada tingkat B2, tantangannya bukan sekadar mengingat å, melainkan memilih hubungan antartindakan dengan tepat. Apakah seseorang melakukan sesuatu demi tujuan tertentu? Apakah ia melewatkan tindakan yang biasanya diharapkan? Atau apakah ia memilih satu tindakan sebagai pengganti tindakan lain? Pilihan antara for å, uten å, dan i stedet for å menjawab pertanyaan tersebut. Pola ini sering muncul dalam percakapan, petunjuk kerja, surat, berita, dan penjelasan tentang keputusan sehari-hari.

Artikel ini menggunakan bentuk tulis Bokmål. Dasarnya adalah infinitif dengan å yang sudah diperkenalkan pada tingkat A1. Setelah membahas tiga pola utama, kita juga akan melihat Det er vanskelig å forstå ‘Itu sulit dipahami’, cara menyatakan pelaku yang berbeda, negasi, serta bentuk infinitif yang merujuk pada tindakan yang sudah selesai.

Cara kerja konstruksinya

1. Pertahankan bentuk dasar kata kerja

Setelah penanda å, gunakan infinitif. Jangan mengubah kata kerja menjadi bentuk kini atau lampau hanya karena tindakan utamanya terjadi sekarang atau kemarin.

  • Jeg kommer for å hjelpe. — Saya datang untuk membantu.
  • Jeg kom for å hjelpe. — Saya datang untuk membantu tadi.

Perbedaan waktu terdapat pada kommer dan kom. Bentuk hjelpe tetap sama. Terjemahan Indonesia perlu mengandalkan konteks atau penanda seperti “tadi” karena kata “datang” sendiri tidak berubah bentuk.

Frasa infinitif, yaitu kelompok kata yang berpusat pada kata kerja bentuk dasar, juga dapat memuat penerima tindakan, tempat, atau keterangan lainnya:

  • for å hjelpe naboen — untuk membantu tetangga;
  • uten å si noe til familien — tanpa mengatakan apa pun kepada keluarga;
  • i stedet for å vente på bussen — alih-alih menunggu bus.

Jadi, konstruksinya tidak berhenti setelah satu kata kerja. Semua informasi yang diperlukan untuk memahami tindakan dapat mengikutinya.

Pola bahasa Norwegia Padanan bahasa Indonesia Fungsi
for å + infinitiv untuk melakukan sesuatu Menyatakan tujuan
uten å + infinitiv tanpa melakukan sesuatu Menyatakan tindakan yang tidak dilakukan
i stedet for å + infinitiv alih-alih melakukan sesuatu Menyatakan tindakan yang diganti dengan pilihan lain
ved å + infinitiv dengan melakukan sesuatu Menyatakan cara atau sarana
Det er vanskelig å + infinitiv sulit untuk melakukan sesuatu Menilai tingkat kesulitan suatu tindakan

Dalam tabel, infinitiv adalah istilah Norwegia untuk infinitif, bukan kata yang harus dimasukkan ke dalam kalimat.

2. Gunakan for å untuk tujuan

Pola dasarnya adalah tindakan utama + for å + tujuan.

  • Jeg kom for å hjelpe. — Saya datang untuk membantu.
  • Hun sparer penger for å kjøpe en leilighet. — Dia menabung untuk membeli apartemen.
  • Vi snakker lavt for å unngå å vekke barnet. — Kami berbicara pelan agar tidak membangunkan anak itu.

Pada contoh terakhir, unngå berarti ‘menghindari’. Makna harfiahnya adalah ‘untuk menghindari membangunkan anak itu’, tetapi terjemahan “agar tidak membangunkan” lebih wajar dalam bahasa Indonesia.

Tujuan tidak sama dengan hasil yang sudah tercapai. Kalimat tentang menabung menyatakan alasan seseorang menabung; kalimat itu tidak menjamin bahwa apartemennya sudah terbeli. Begitu juga Jeg ringte for å bestille et bord ‘Saya menelepon untuk memesan meja’ belum memastikan bahwa pemesanannya berhasil.

Bedakan pula for å dari å yang melengkapi makna kata kerja sebelumnya:

  • Jeg prøver å hjelpe. — Saya berusaha membantu.
  • Jeg kommer for å hjelpe. — Saya datang untuk membantu.

Dalam kalimat pertama, å hjelpe menjawab “berusaha melakukan apa?”. Dalam kalimat kedua, for å hjelpe menjawab “datang untuk apa?”. Tidak setiap å perlu didahului for.

3. Gunakan uten å untuk tindakan yang tidak dilakukan

Pola tindakan utama + uten å + infinitif berarti tindakan utama berlangsung tanpa disertai tindakan kedua.

  • Han gikk uten å si ha det. — Dia pergi tanpa berpamitan.
  • Hun svarte uten å tenke seg om. — Dia menjawab tanpa berpikir dulu.
  • Vi gikk forbi uten å legge merke til skiltet. — Kami lewat tanpa memperhatikan papan itu.

Uten sudah membawa makna ‘tanpa’. Karena itu, jangan otomatis menambahkan ikke ‘tidak’. Uten å svare berarti ‘tanpa menjawab’; uten å ikke svare bukan cara biasa untuk menyatakan makna tersebut dan justru membuat negasinya berlapis.

Untuk pembaca Indonesia, perhatikan bahwa uten dapat diikuti kata benda, yaitu kata yang menamai orang, benda, atau hal, maupun frasa infinitif. Uten hjelp berarti ‘tanpa bantuan’, sedangkan uten å hjelpe berarti ‘tanpa membantu’. Hanya pola kedua yang memiliki kata kerja dan memerlukan å.

4. Gunakan i stedet for å untuk pilihan pengganti

Konstruksi ini berarti satu tindakan dipilih sebagai pengganti tindakan lain. Terjemahan “alih-alih” paling jelas untuk menunjukkan hubungan tersebut, walaupun “daripada” kadang terasa lebih alami dalam percakapan Indonesia.

  • Hun sendte en melding i stedet for å ringe. — Dia mengirim pesan alih-alih menelepon.
  • Vi laget middag hjemme i stedet for å spise ute. — Kami memasak makan malam di rumah alih-alih makan di luar.

Tindakan sesudah i stedet for å adalah tindakan yang tidak dipilih. Pada contoh pertama, yang dilakukan adalah mengirim pesan, bukan menelepon.

Frasa ini juga dapat diletakkan di awal:

  • I stedet for å klage, gjør noe. — Daripada mengeluh, lakukan sesuatu.

Gjør adalah bentuk perintah dari gjøre ‘melakukan’. Perintah ini ditujukan kepada lawan bicara, yang juga dipahami sebagai orang yang mungkin mengeluh. Jangan mengubah klage menjadi bentuk perintah: kata itu tetap berada setelah å.

5. Bedakan tujuan dari cara dengan ved å

Konstruksi ved å menjelaskan bagaimana sesuatu dilakukan atau dicapai, bukan untuk apa tindakan itu dilakukan.

  • Hun øver hver dag for å bli tryggere. — Dia berlatih setiap hari agar lebih percaya diri.
  • Hun blir tryggere ved å øve hver dag. — Dia menjadi lebih percaya diri dengan berlatih setiap hari.

Tindakan yang dibahas sama, tetapi sudut pandangnya berbeda. Kalimat pertama menempatkan rasa percaya diri sebagai tujuan berlatih. Kalimat kedua menempatkan latihan sebagai cara memperoleh rasa percaya diri.

Bahasa Indonesia memakai “dengan” untuk banyak hubungan, misalnya “dengan teman” dan “dengan berlatih”. Dalam bahasa Norwegia, jangan menerjemahkan keduanya secara otomatis dengan med. Untuk menyatakan cara melalui suatu tindakan, ved å adalah pola penting yang perlu dikuasai.

6. Kenali pola Det er … å …

Dalam Det er vanskelig å forstå ‘Itu sulit dipahami’, det mengisi tempat subjek, yaitu bagian kalimat yang menjadi pokok pembicaraan dan berhubungan dengan kata kerja. Pada pola ini, det tidak selalu menunjuk benda tertentu; ia juga dapat sekadar membuka penilaian tentang suatu tindakan.

  • Det er vanskelig å forstå denne regelen. — Aturan ini sulit dipahami.
  • Det er viktig å lese avtalen nøye. — Penting untuk membaca perjanjian itu dengan teliti.
  • Det er hyggelig å møte deg. — Senang bertemu denganmu.

Vanskelig, viktig, dan hyggelig adalah kata sifat, yaitu kata yang menyatakan sifat atau penilaian. Jangan menambahkan for secara otomatis: pola umumnya adalah Det er + penilaian + å + tindakan.

Jika ingin menyebut orang yang mengalami kesulitan atau menerima manfaat, gunakan for bersama orang tersebut:

  • Det er vanskelig for meg å forstå dialekten. — Saya sulit memahami dialek itu.

Di sini, for meg berarti ‘bagi saya’. Ini berbeda dari konstruksi tujuan for å.

Contoh dalam konteks

Perhatikan hubungan antartindakan, bukan hanya terjemahan kata per kata. Tabel berikut mencakup situasi rumah, perjalanan, pekerjaan, dan percakapan.

Bahasa Norwegia Bahasa Indonesia Catatan
Jeg kom for å hjelpe. Saya datang untuk membantu. Membantu adalah tujuan kedatangan.
Hun tok toget for å slippe å kjøre. Dia naik kereta agar tidak perlu menyetir. Menghindari keharusan menyetir.
Vi åpnet vinduet for å få frisk luft. Kami membuka jendela untuk mendapatkan udara segar. Tujuan tindakan yang disengaja.
Jeg skrev ned adressen for ikke å glemme den. Saya mencatat alamat itu agar tidak lupa. Tujuan dengan makna negatif.
Han gikk uten å si ha det. Dia pergi tanpa berpamitan. Tindakan yang tidak menyertai kepergian.
Hun tok imot tilbudet uten å nøle. Dia menerima tawaran itu tanpa ragu-ragu. Cara merespons tawaran.
Du kan bruke rommet uten å betale ekstra. Kamu bisa memakai ruangan itu tanpa membayar biaya tambahan. Tidak ada kewajiban membayar lebih.
Vi gikk hjem i stedet for å vente på bussen. Kami berjalan pulang alih-alih menunggu bus. Berjalan dipilih sebagai pengganti menunggu.
I stedet for å klage, gjør noe. Daripada mengeluh, lakukan sesuatu. Nasihat dalam bentuk perintah.
Hun lærte ordene ved å bruke dem i samtaler. Dia mempelajari kata-kata itu dengan menggunakannya dalam percakapan. Penggunaan kata menjadi cara belajar.
Det er vanskelig å forstå. Itu sulit dipahami. Hal yang dipahami diketahui dari konteks.
Det er lettere for meg å skrive enn å snakke. Bagi saya, menulis lebih mudah daripada berbicara. Orang yang menilai disebut secara jelas.
For å rekke toget må vi dra nå. Agar tidak ketinggalan kereta, kita harus berangkat sekarang. Tujuan berada di awal kalimat.

Kesalahan yang sering terjadi

1. Menghilangkan å setelah uten

  • Keliru: Han gikk uten si ha det.
  • Benar: Han gikk uten å si ha det. — Dia pergi tanpa berpamitan.

Bahasa Indonesia langsung memakai “tanpa + tindakan”, tetapi bahasa Norwegia memerlukan penanda infinitif dalam pola ini. Hafalkan uten å sebagai satu rangkaian.

2. Menggunakan bentuk kini setelah å

  • Keliru: Hun sparer for å kjøper en bil.
  • Benar: Hun sparer for å kjøpe en bil. — Dia menabung untuk membeli mobil.

Kjøper adalah bentuk kini. Setelah å, gunakan bentuk dasar kjøpe. Waktu kalimat sudah ditunjukkan oleh sparer.

3. Menambahkan for pada semua infinitif

  • Keliru: Det er viktig for å lese avtalen.
  • Benar: Det er viktig å lese avtalen. — Penting untuk membaca perjanjian itu.

Dalam makna yang dimaksud, frasa membaca adalah tindakan yang dinilai penting, bukan tujuan dari tindakan sebelumnya. Kata “untuk” dalam terjemahan Indonesia tidak selalu berarti for å.

4. Memakai infinitif ketika pelakunya berbeda

  • Keliru untuk maksud ini: Jeg åpnet døren for å hun kunne komme inn.
  • Benar: Jeg åpnet døren for at hun kunne komme inn. — Saya membuka pintu agar dia bisa masuk.

Hun kunne komme inn memiliki subjek sendiri, hun ‘dia’, dan kata kerja kunne ‘bisa’ dalam bentuk lampau. Ini bukan frasa infinitif. Gunakan for at untuk memperkenalkan bagian kalimat dengan susunan seperti ini.

5. Menyalin urutan kata Indonesia setelah frasa awal

  • Keliru: For å rekke toget vi må dra nå.
  • Benar: For å rekke toget må vi dra nå. — Agar tidak ketinggalan kereta, kita harus berangkat sekarang.

Dalam kalimat pernyataan utama bahasa Norwegia, kata kerja yang membawa informasi waktu atau modalitas berada pada posisi kedua. Modalitas adalah makna seperti keharusan atau kemungkinan; di sini må menyatakan ‘harus’. Seluruh frasa For å rekke toget dihitung sebagai satu bagian awal, sehingga sesudahnya datang må, baru vi.

6. Mengacaukan å dengan og

  • Keliru: Hun dro uten og betale.
  • Benar: Hun dro uten å betale. — Dia pergi tanpa membayar.

Og berarti ‘dan’, sedangkan å menandai infinitif. Dalam banyak ragam tutur, bunyinya dapat mirip. Kemiripan bunyi tidak membuat keduanya dapat saling menggantikan dalam tulisan.

Catatan pemakaian

Pola ini bukan khusus bahasa formal

For å, uten å, dan i stedet for å wajar dipakai dalam percakapan maupun tulisan. Ved å juga umum, terutama ketika menjelaskan prosedur atau cara mencapai hasil. Tidak perlu mengganti semua pola ini dengan kalimat yang lebih panjang hanya agar terdengar santai.

Namun, kepadatan kalimat tetap perlu dijaga. Kalimat yang memuat beberapa tujuan dan pilihan sekaligus bisa sulit diikuti. Untuk pesan kerja atau penjelasan kepada orang lain, lebih baik membagi informasi jika hubungan antartindakan mulai kabur.

Uten å tidak selalu berarti keputusan sadar

Han dro uten å betale ‘Dia pergi tanpa membayar’ bisa menggambarkan keputusan sengaja atau kelalaian; konstruksinya sendiri tidak memastikan niat. Begitu pula Hun gikk forbi uten å se meg ‘Dia lewat tanpa melihat saya’ tidak otomatis berarti dia sengaja mengabaikan saya. Jangan menarik kesimpulan tentang niat hanya dari uten å.

Penempatan di awal mengubah fokus

Vi dro tidlig for å unngå kø ‘Kami berangkat lebih awal untuk menghindari kemacetan’ menyebut tujuan setelah tindakan. For å unngå kø dro vi tidlig ‘Untuk menghindari kemacetan, kami berangkat lebih awal’ menempatkan tujuan sebagai latar penjelasan.

Koma bahasa Indonesia tidak perlu disalin ke bahasa Norwegia. Sesudah frasa infinitif tujuan yang singkat di awal, biasanya tidak diperlukan koma. Koma pada contoh perintah I stedet for å klage, gjør noe dapat membantu memperjelas jeda. Yang paling penting untuk struktur kalimat pernyataan adalah urutan kata kerja dan subjeknya.

Pemakaian lanjutan

1. Siapa yang melakukan tindakan infinitif?

Dalam pola tujuan, pelaku biasanya sama dengan subjek tindakan utama:

  • Maja dro til biblioteket for å lese. — Maja pergi ke perpustakaan untuk membaca.

Yang membaca adalah Maja. Tetapi jangan memperluas aturan ini menjadi “semua infinitif selalu dilakukan oleh subjek utama”. Kata kerja tertentu memungkinkan orang lain menjadi pelaku infinitif:

  • Jeg ba Maja om å vente. — Saya meminta Maja menunggu.

Dalam kalimat kedua, saya meminta, tetapi Maja yang menunggu. Makna kata kerja dan susunan kalimat menentukan siapa pelakunya.

Untuk tiga pola utama artikel ini, biasakan memeriksa pelaku sebelum menulis. Jika tindakan memiliki pelaku berbeda dan memerlukan subjek yang disebut jelas, gunakan anak kalimat, yaitu bagian kalimat yang memiliki subjek serta kata kerja sendiri dan bergantung pada kalimat utama:

  • Jeg snakket lavt for at barnet ikke skulle våkne. — Saya berbicara pelan agar anak itu tidak terbangun.
  • Han dro uten at jeg merket det. — Dia pergi tanpa saya sadari.

Pada contoh pertama, saya berbicara, sedangkan anak yang mungkin terbangun. Pada contoh kedua, dia pergi, sedangkan saya yang tidak menyadarinya. Perbedaan for å / for at dan uten å / uten at lebih berguna dipahami lewat pertanyaan “siapa melakukan apa?” daripada lewat terjemahan “untuk” atau “tanpa” saja.

2. Menempatkan negasi

Negasi adalah unsur yang menyangkal tindakan, misalnya ikke ‘tidak’. Untuk tujuan negatif, pola for ikke å + infinitif sangat berguna:

  • Jeg satte på en alarm for ikke å forsove meg. — Saya memasang alarm agar tidak bangun kesiangan.

Di sini ikke menyangkal forsove meg, bukan tindakan memasang alarm. Bentuk for å ikke … juga ditemukan dalam pemakaian modern; for ikke å … adalah pilihan yang baik untuk tulisan yang rapi. Tidak perlu menganggap å dan kata kerjanya selalu harus berdampingan tanpa unsur lain.

Bandingkan dengan kalimat yang memakai kata kerja modal, yaitu kata kerja seperti kan ‘bisa’ dan må ‘harus’:

  • Du kan gå uten å vente. — Kamu boleh pergi tanpa menunggu.

Sesudah kan, gå tidak memakai å. Namun, vente tetap memakai å karena berada dalam konstruksi uten å. Aturan modal tidak menghapus semua penanda infinitif di seluruh kalimat.

3. Tindakan yang sudah selesai dengan å ha

Infinitif dapat memuat ha + bentuk yang dipakai untuk menyatakan tindakan selesai, misalnya ha lest ‘sudah membaca’. Bentuk lest disebut partisip lampau; dalam pola ini, bentuk tersebut membantu menunjukkan bahwa tindakan membaca sudah selesai sebelum titik waktu yang dibicarakan.

  • Hun uttalte seg uten å ha lest rapporten. — Dia memberikan pernyataan tanpa terlebih dahulu membaca laporan itu.
  • Han gikk uten å ha betalt regningen. — Dia pergi tanpa terlebih dahulu membayar tagihannya.

Bandingkan uten å lese rapporten ‘tanpa membaca laporan’ dengan uten å ha lest rapporten ‘tanpa sudah membaca laporan’. Yang kedua menonjolkan bahwa membaca semestinya sudah dilakukan sebelum memberikan pernyataan. Terjemahan Indonesia biasanya memakai “terlebih dahulu”, bukan susunan harfiah “tanpa sudah”.

4. Infinitif pasif dan makna pasif

Pasif adalah susunan yang menempatkan pihak yang dikenai tindakan sebagai pusat pembicaraan. Dengan å bli + partisip lampau, kita dapat menyatakan bahwa seseorang menerima tindakan:

  • Hun gikk til legen for å bli undersøkt. — Dia pergi ke dokter untuk diperiksa.
  • Han forlot rommet uten å bli sett. — Dia meninggalkan ruangan tanpa terlihat oleh siapa pun.

Pada contoh pertama, dia bukan orang yang memeriksa; dia yang diperiksa. Pada contoh kedua, orang lainlah yang mungkin melihatnya.

Tetapi jangan menganggap setiap terjemahan pasif Indonesia memerlukan bentuk pasif Norwegia:

  • Denne teksten er vanskelig å forstå. — Teks ini sulit dipahami.

Bentuk forstå tetap infinitif biasa. Maknanya adalah bahwa memahami teks itu sulit. Bahasa Indonesia lebih alami memakai “dipahami”, sedangkan pola Norwegia tidak perlu diubah menjadi å bli forstått hanya untuk mengikuti terjemahannya.

5. Beberapa tindakan dalam satu frasa

Dua tindakan dapat digabungkan dengan og ‘dan’:

  • Vi møttes for å spise og snakke sammen. — Kami bertemu untuk makan dan mengobrol bersama.
  • Han dro uten å betale eller takke. — Dia pergi tanpa membayar atau mengucapkan terima kasih.

Satu å dapat menaungi dua kata kerja yang sejajar. Jadi, og snakke dalam contoh pertama benar: og menghubungkan dua tujuan, bukan menggantikan penanda infinitif pertama. Dalam contoh kedua, eller ‘atau’ berada di bawah makna ‘tanpa’; kalimatnya menyatakan bahwa dia tidak melakukan kedua tindakan tersebut.

Jika kedua tindakan memiliki hubungan yang berbeda, jangan menggabungkannya secara sembarangan. Sebutkan konstruksi masing-masing atau pisahkan kalimat agar pembaca tahu mana tujuan, mana cara, dan mana tindakan yang dilewatkan.

Tips berlatih

  1. Buat tiga kalimat dari satu kegiatan. Misalnya tentang belajar: Jeg går på kurs for å lære norsk ‘Saya ikut kursus untuk belajar bahasa Norwegia’; Jeg øver uten å bruke en ordbok ‘Saya berlatih tanpa memakai kamus’; Jeg leser i stedet for å se på TV ‘Saya membaca alih-alih menonton televisi’. Garisbawahi tindakan utama dan lingkari tujuan, tindakan yang dilewatkan, atau pilihan yang diganti.

  2. Periksa pelaku sebelum memilih pola. Ubah “Saya membuka jendela agar mendapat udara segar” menjadi “Saya membuka jendela agar anak-anak mendapat udara segar”. Dalam kalimat kedua, ada pelaku berbeda, sehingga for at barna skulle få frisk luft lebih sesuai untuk konteks lampau. Latihan ini membantu membedakan infinitif dari anak kalimat tanpa sekadar menebak berdasarkan kata “agar”.

  3. Latih pemindahan frasa ke awal. Mulai dari Vi drar tidlig for å rekke toget ‘Kita berangkat lebih awal agar tidak ketinggalan kereta’, lalu ubah menjadi For å rekke toget drar vi tidlig. Cek bahwa sesudah frasa awal muncul drar, baru vi. Setelah itu, baca keras-keras dan pastikan bentuk setelah å tetap infinitif.

Konsep terkait

  • Dasar yang perlu dikuasai: Infinitif dengan å — membahas penanda infinitif, penggunaannya setelah kata kerja tertentu, dan penghilangannya setelah kata kerja modal.

Prasyarat

Infinitif dengan Å dalam Bahasa Norwegia (Infinitiv med Å)A1

Konsep B2 lainnya

Konsep ini dalam bahasa lain

Bandingkan di semua bahasa