Há dalam bahasa Portugis: ada dan waktu berlalu
Há Existencial
Artikel ini merupakan bagian dari pohon tata bahasa Portugis di Settemila Lingue.
Ringkasan
Há berarti “ada” dan bentuknya tetap sama, baik yang disebut satu maupun banyak: Há um problema berarti “Ada masalah”, sedangkan Há muitas pessoas berarti “Ada banyak orang”. Untuk mengatakan “tidak ada”, gunakan não há. Dengan keterangan waktu, há dois anos dapat berarti “dua tahun lalu” atau “sudah dua tahun”, bergantung pada kalimatnya.
Gambaran umum
Saat mencari tempat makan, memeriksa isi kulkas, atau menanyakan jadwal bus, kita sering perlu mengatakan bahwa sesuatu ada atau tersedia. Dalam bahasa Portugis, há menjalankan fungsi itu. Bentuk ini berasal dari haver, kata kerja yang salah satu kegunaannya adalah menyatakan keberadaan. Penggunaan ini disebut impersonal, artinya kalimatnya tidak memiliki subjek gramatikal, yaitu unsur yang biasanya menentukan bentuk kata kerja. Untuk pemula, konsekuensi praktisnya sederhana: jangan mengubah há berdasarkan jumlah orang atau benda yang disebut.
Bagi penutur bahasa Indonesia, aturan tersebut terasa cukup akrab. Kita mengatakan “ada satu kursi” dan “ada sepuluh kursi” tanpa mengubah kata “ada”. Demikian pula, bahasa Portugis memakai há dalam kedua keadaan itu. Namun, kesamaan ini tidak berlaku untuk seluruh kalimat. Kata benda, yaitu kata yang menamai orang atau benda, tetap perlu memakai bentuk jamak jika jumlahnya lebih dari satu: Há uma cadeira dibandingkan dengan Há dez cadeiras.
Penggunaan dasar há diperkenalkan pada tingkat A1 dan langsung bermanfaat dalam percakapan sehari-hari. Selain menyatakan keberadaan, bentuk ini dipakai untuk menghitung waktu yang sudah berlalu. Pelajari dahulu pola “ada” dan “tidak ada”, lalu bedakan kejadian “dua tahun lalu” dari keadaan yang “sudah berlangsung dua tahun”. Bentuk lain seperti havia dan houve dibahas terpisah di bagian lanjutan.
Cara menggunakan há
1. Menyatakan bahwa sesuatu ada
Pola dasarnya adalah há + orang, benda, atau keadaan yang ada. Keterangan tempat dapat diletakkan di awal atau akhir kalimat.
| Pola dan contoh bahasa Portugis | Arti dalam bahasa Indonesia | Penjelasan |
|---|---|---|
| Há um problema. | Ada masalah. | Menyatakan adanya satu masalah. |
| Há muitas pessoas. | Ada banyak orang. | Jumlah banyak tidak mengubah bentuk há. |
| Há água na garrafa. | Ada air di dalam botol. | Bisa dipakai untuk sesuatu yang tidak dihitung satu per satu. |
| Na sala, há duas cadeiras. | Di ruangan itu ada dua kursi. | Tempat disebut lebih dahulu. |
Untuk menyatakan keberadaan, há tidak memerlukan kata ganti seperti ele atau ela, yang biasanya berarti “dia”. Mulailah langsung dengan há, atau sebutkan tempatnya dahulu. Dalam Há muitas pessoas, kata pessoas tidak menjadi subjek yang membuat kata kerjanya berubah menjadi jamak.
Bentuk há juga tidak berubah menurut gender gramatikal, yaitu pengelompokan kata benda bahasa Portugis sebagai maskulin atau feminin. Bandingkan Há um banco (“Ada bangku”) dengan Há uma mesa (“Ada meja”). Perubahan um menjadi uma mengikuti kata bendanya; há tetap sama.
2. Menyatakan tidak ada dan mengajukan pertanyaan
Untuk kalimat negatif, letakkan não tepat sebelum há. Untuk pertanyaan sederhana, susunan kalimat dapat tetap sama; dalam tulisan tambahkan tanda tanya, dan dalam percakapan gunakan intonasi bertanya.
- Não há leite. — Tidak ada susu.
- Não há lugares livres. — Tidak ada tempat duduk yang kosong.
- Há uma farmácia aqui perto? — Apakah ada apotek di dekat sini?
- Há pão? — Ada roti?
Jawaban singkat yang wajar adalah Sim, há (“Ya, ada”) atau Não, não há (“Tidak, tidak ada”). Jika konteksnya jelas, Há atau Não há saja juga cukup. Tidak perlu menyisipkan kata ganti untuk menggantikan roti, susu, atau apotek.
Untuk menanyakan jumlah, gunakan quanto, quanta, quantos, atau quantas, yang semuanya berkaitan dengan “berapa” tetapi mengikuti gender dan jumlah kata bendanya. Misalnya, Quantas pessoas há na sala? berarti “Ada berapa orang di ruangan itu?” Kata quantas mengikuti pessoas, sedangkan há tetap tidak berubah.
3. Membedakan ada, punya, dan berada
Bahasa Indonesia kadang memakai “ada” dalam beberapa makna: “ada toko di sini”, “bukunya ada di meja”, bahkan “saya ada uang” dalam percakapan tertentu. Jangan menerjemahkan semua pemakaian itu menjadi há.
| Bahasa Portugis | Bahasa Indonesia | Fokus kalimat |
|---|---|---|
| Há um livro na mesa. | Ada sebuah buku di atas meja. | Memperkenalkan keberadaan buku. |
| O livro está na mesa. | Buku itu berada di atas meja. | Menyebut lokasi buku yang sudah diketahui. |
| Tenho um livro. | Saya punya sebuah buku. | Menyatakan kepemilikan. |
Ter berarti “punya” atau “memiliki”; tenho adalah bentuknya untuk “saya”. Estar digunakan untuk menyatakan lokasi dalam contoh di atas; está adalah bentuknya untuk satu orang atau benda. Jadi, gunakan há ketika maksudnya “ada sesuatu”, ter ketika maksudnya “seseorang punya sesuatu”, dan estar ketika maksudnya “sesuatu yang sudah diketahui berada di suatu tempat”.
Ini merupakan panduan dasar, bukan larangan mutlak terhadap setiap kalimat yang memakai kata benda tertentu setelah há. Intinya adalah informasi yang hendak disampaikan: apakah kita memperkenalkan keberadaan sesuatu atau menunjukkan lokasi sesuatu yang sudah menjadi topik pembicaraan?
4. Mengatakan sudah berapa lama
Pola kegiatan atau keadaan yang masih berlangsung + há + lama waktu menyatakan durasi, yaitu panjang waktu berlangsungnya sesuatu.
- Vivo aqui há dois anos. — Saya sudah tinggal di sini selama dua tahun.
- Estudo português há seis meses. — Saya sudah belajar bahasa Portugis selama enam bulan.
- Espero há vinte minutos. — Saya sudah menunggu selama dua puluh menit.
Dalam pola ini, kata kerja seperti vivo, estudo, dan espero memakai bentuk kini. Kegiatan dimulai sebelumnya dan masih berlangsung sekarang. Bahasa Indonesia menyampaikan makna serupa melalui “sudah” atau “selama”; bahasa Portugis menggunakan keterangan há untuk menghubungkan lamanya waktu dengan keadaan sekarang.
Untuk bertanya, Há quanto tempo vive aqui? berarti “Sudah berapa lama Anda tinggal di sini?” Jawabannya bisa berupa Há dois anos jika kegiatan yang dimaksud sudah jelas.
5. Mengatakan berapa lama yang lalu
Jika kalimat menyebut kejadian yang sudah selesai, há + lama waktu menunjukkan jarak dari kejadian itu sampai sekarang.
- Cheguei há dois dias. — Saya tiba dua hari lalu.
- Comprei este livro há uma semana. — Saya membeli buku ini seminggu lalu.
Bandingkan dua kalimat berikut:
- Vivo aqui há dois anos. — Saya sudah tinggal di sini selama dua tahun.
- Cheguei aqui há dois anos. — Saya tiba di sini dua tahun lalu.
Frasa waktunya sama, tetapi kata kerja dan konteksnya berbeda. Kalimat pertama menghitung lama tinggal yang masih berlangsung; kalimat kedua menempatkan kejadian kedatangan di masa lalu. Jangan menghafal há dois anos hanya sebagai “dua tahun lalu”, karena terjemahan itu tidak cocok untuk semua kalimat.
Contoh dalam situasi sehari-hari
Contoh berikut mencakup kebutuhan sehari-hari, pertanyaan, dan dua makna waktu. Perhatikan apakah kalimatnya sedang memperkenalkan sesuatu yang ada atau menghitung waktu yang telah berlalu.
| Bahasa Portugis | Bahasa Indonesia | Catatan |
|---|---|---|
| Há um problema. | Ada masalah. | Keberadaan satu hal. |
| Há muitas pessoas. | Ada banyak orang. | Bentuk há tetap sama meskipun orangnya banyak. |
| Não há leite. | Tidak ada susu. | Penyangkalan dengan não. |
| Há uma farmácia perto da estação? | Apakah ada apotek di dekat stasiun? | Menanyakan fasilitas. |
| Há três pessoas à nossa frente. | Ada tiga orang di depan kita. | Bisa diucapkan saat mengantre. |
| Na cozinha, há arroz e ovos. | Di dapur ada nasi dan telur. | Satu há dapat memperkenalkan beberapa bahan. |
| Não há tempo para cozinhar. | Tidak ada waktu untuk memasak. | Menyatakan keterbatasan waktu. |
| Há algum autocarro depois das dez? | Apakah ada bus setelah pukul sepuluh? | Autocarro berarti bus di Portugal. |
| Há lugar para mais uma pessoa? | Apakah masih ada tempat untuk satu orang lagi? | Menanyakan tempat yang tersedia. |
| Quantas cadeiras há na sala? | Ada berapa kursi di ruangan itu? | Pertanyaan tentang jumlah. |
| Vivo aqui há dois anos. | Saya sudah tinggal di sini selama dua tahun. | Keadaan yang masih berlangsung. |
| Trabalho nesta loja há três meses. | Saya sudah bekerja di toko ini selama tiga bulan. | Menghitung lama bekerja sampai sekarang. |
| Cheguei há dez minutos. | Saya tiba sepuluh menit lalu. | Kejadian yang sudah selesai. |
| Não vejo a minha irmã há uma semana. | Saya sudah seminggu tidak bertemu saudara perempuan saya. | Menghitung waktu sejak pertemuan terakhir. |
Pada contoh terakhir, bukan kegiatan bertemunya yang berlangsung selama seminggu. Yang berlangsung adalah keadaan tidak bertemu. Pola negatif semacam ini berguna untuk mengatakan sudah lama tidak melihat seseorang, tidak berolahraga, atau tidak mengunjungi suatu tempat.
Kesalahan yang sering terjadi
1. Mengubah há menjadi bentuk jamak
- Keliru: Hão muitas pessoas na sala.
- Benar: Há muitas pessoas na sala. — Ada banyak orang di ruangan itu.
Bentuk hão memang ada dalam sistem kata kerja haver, tetapi bukan bentuk yang dipakai untuk menyatakan keberadaan banyak orang. Dalam penggunaan impersonal ini, pilih há untuk satu maupun banyak.
2. Menambahkan kata ganti yang tidak diperlukan
- Keliru: Ele há um problema.
- Benar: Há um problema. — Ada masalah.
Kalimat keberadaan dengan há tidak membutuhkan subjek. Kata ele bukan pengisi kosong yang harus ditambahkan sebelum kata kerja. Kebiasaan bahasa Indonesia mengatakan “ada masalah” tanpa pelaku justru membantu di sini.
3. Memakai há untuk menyatakan kepemilikan
- Keliru: Eu há dois irmãos.
- Benar: Eu tenho dois irmãos. — Saya punya dua saudara laki-laki.
Jika seseorang memiliki sesuatu atau mempunyai anggota keluarga tertentu, gunakan ter. Sebaliknya, Há dois irmãos na sala berarti “Ada dua orang bersaudara di ruangan itu”; kalimat tersebut tidak menyatakan bahwa mereka saudara pembicara.
4. Menyamakan há dengan a dalam keterangan waktu
- Keliru: Cheguei a dois dias.
- Benar: Cheguei há dois dias. — Saya tiba dua hari lalu.
Há menunjukkan waktu yang sudah berlalu. Huruf a tanpa h dan tanpa aksen adalah kata yang berbeda. Dalam pola daqui a dois dias, artinya justru “dua hari lagi”. Jangan menentukan ejaan hanya berdasarkan bunyinya.
5. Menambahkan atrás setelah há tanpa perlu
- Sebaiknya dihindari dalam tulisan cermat: Cheguei há dois dias atrás.
- Lebih ringkas: Cheguei há dois dias. — Saya tiba dua hari lalu.
- Pilihan lain: Cheguei dois dias atrás. — Saya tiba dua hari lalu.
Dalam makna ini, há dan atrás sama-sama menunjukkan waktu ke belakang. Gabungan keduanya cukup sering terdengar, terutama dalam percakapan, tetapi untuk tulisan yang rapi pilih salah satu.
6. Menerjemahkan durasi sebagai kejadian yang lalu
- Terjemahan keliru: Vivo aqui há dois anos = “Saya tinggal di sini dua tahun lalu.”
- Terjemahan tepat: “Saya sudah tinggal di sini selama dua tahun.”
Periksa apakah kegiatannya masih berjalan. Vivo menggambarkan tempat tinggal sekarang, sehingga há dois anos menghitung lamanya tinggal sampai saat ini. Untuk kejadian kedatangan, barulah Cheguei aqui há dois anos cocok diterjemahkan dengan “dua tahun lalu”.
Catatan pemakaian
Bahasa baku dan percakapan di Brasil
Há cocok untuk tulisan baku dan dapat digunakan baik di Portugal maupun di Brasil. Dalam percakapan sehari-hari di Brasil, ter sangat sering dipakai untuk menyatakan keberadaan: Tem muita gente aqui berarti “Ada banyak orang di sini”. Ini berbeda dari ter yang menyatakan kepemilikan seseorang.
Karena itu, jangan menganggap semua pemakaian tem bermakna “dia punya”, dan jangan menganggap kalimat keberadaan dengan tem selalu tidak wajar. Namun, untuk belajar pola yang aman dalam tulisan formal lintas wilayah, gunakan há. Di Portugal, penggunaan há juga lazim dalam percakapan.
Pengucapan dan ejaan
Huruf h pada há tidak dibunyikan. Aksen pada á adalah bagian dari ejaan bentuk kata kerjanya. Há, a, dan à dapat terdengar sangat mirip, bergantung pada ragam bahasa Portugis, tetapi tugasnya berbeda dalam kalimat.
Untuk topik ini, pegang dua pasangan yang mudah: há dois dias berarti “dua hari lalu”, sedangkan daqui a dois dias berarti “dua hari lagi”. Bentuk à melibatkan gabungan unsur tata bahasa lain dan bukan pengganti há.
Menyatakan durasi dengan pola lain
Anda juga akan menjumpai Faz dois anos que vivo aqui, yang berarti “Sudah dua tahun saya tinggal di sini”. Bentuk faz berasal dari fazer, dan dalam penggunaan waktu impersonal ini juga tetap tunggal. Sementara itu, desde berarti “sejak” dan menunjuk titik awal: Vivo aqui desde 2024 berarti “Saya tinggal di sini sejak 2024”. Pilih há untuk panjang waktu yang sudah berlalu dan desde untuk menyebut kapan sesuatu dimulai.
Lanjutan: bentuk lain dan perbedaan penting
Bagian ini tidak perlu dikuasai sekaligus pada tingkat A1. Gunakan sebagai rujukan ketika mulai membaca cerita, berita, atau tulisan yang membicarakan masa lalu dan kemungkinan.
Bentuknya tetap menurut jumlah, bukan tetap sepanjang waktu
Aturan “há tidak berubah” berarti bahwa bentuknya tidak mengikuti jumlah benda yang disebut. Jika waktu atau sudut pandang kalimat berubah, kata kerja haver dapat memakai bentuk lain. Dalam penggunaan keberadaan, bentuk-bentuk itu tetap tunggal.
| Bahasa Portugis | Bahasa Indonesia | Kegunaan |
|---|---|---|
| Há muitas pessoas na praça. | Ada banyak orang di alun-alun. | Keadaan sekarang. |
| Havia muitas pessoas na praça. | Saat itu ada banyak orang di alun-alun. | Menggambarkan keadaan sebagai latar masa lalu. |
| Houve um problema durante a reunião. | Ada masalah yang terjadi selama rapat. | Menyajikan suatu kejadian di masa lalu. |
| Haverá mudanças no horário. | Akan ada perubahan jadwal. | Keberadaan atau kejadian pada masa depan. |
| Haveria mais espaço sem esta mesa. | Akan ada lebih banyak ruang tanpa meja ini. | Keadaan yang bergantung pada suatu kondisi. |
| Talvez haja uma solução. | Mungkin ada solusi. | Kemungkinan yang belum pasti. |
Havia sering memberi latar keadaan, sedangkan houve sering menyajikan kejadian sebagai sesuatu yang terjadi dan selesai. Perbedaannya tidak hanya “lama” dibandingkan dengan “sebentar”: cara pembicara memandang kejadian juga penting.
Bentuk haja digunakan dalam modus subjungtif, yaitu kelompok bentuk kata kerja yang antara lain dipakai untuk kemungkinan, keinginan, atau hal yang belum dipastikan. Pada tahap ini, cukup kenali contoh Talvez haja uma solução; pelajari aturan lengkap subjungtif secara terpisah.
Haver bersama kata kerja lain
Jika haver menyatakan keberadaan dan didahului kata kerja lain, pola bakunya tetap tunggal: Pode haver problemas berarti “Mungkin ada masalah”, bukan Podem haver problemas. Bentuk haver di sini adalah infinitif, yaitu bentuk dasar kata kerja yang belum menunjukkan pelaku atau waktu tertentu.
Bandingkan dengan existir, kata kerja yang juga berarti “ada”, tetapi memiliki subjek dan mengikuti jumlahnya:
- Há um problema. / Existe um problema. — Ada satu masalah.
- Há dois problemas. / Existem dois problemas. — Ada dua masalah.
- Pode haver problemas. / Podem existir problemas. — Mungkin ada masalah.
Jadi, aturan há tidak boleh disalin ke setiap kata kerja yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai “ada”.
Menghitung waktu dari titik di masa lalu
Jika titik acuannya bukan sekarang melainkan suatu saat di masa lalu, bentuk havia dapat digunakan untuk durasi yang sudah berlangsung sampai saat itu.
Quando me mudei, trabalhava naquela loja havia dois anos. — Ketika saya pindah rumah, saya sudah bekerja di toko itu selama dua tahun.
Dua tahun tersebut dihitung sampai saat pindah rumah, bukan sampai sekarang. Ini berbeda dari Trabalho naquela loja há dois anos, yang menghitung lama bekerja sampai sekarang. Perubahan há menjadi havia mengikuti titik acuan waktunya, bukan jumlah tahun.
Kapan haver dapat berbentuk jamak?
Aturan tunggal berlaku untuk haver yang menyatakan keberadaan atau waktu berlalu. Dalam fungsi lain, misalnya sebagai kata kerja bantu, yaitu kata kerja yang mendampingi kata kerja utama, haver dapat mengikuti subjek. Contohnya, Eles haviam saído berarti “Mereka sudah pergi”. Pola ini lebih berciri tulisan; dalam banyak konteks, Eles tinham saído lebih umum.
Tidak perlu mempelajari seluruh pola tersebut sekarang. Yang perlu diingat adalah bahwa haviam bukan bentuk jamak untuk mengganti havia dalam kalimat seperti Havia muitas pessoas. Fungsi kata kerjanya menentukan aturan yang dipakai.
Saran latihan
- Buat catatan tentang satu ruangan. Tulis lima kalimat dengan há dan dua dengan não há. Misalnya, Há uma janela (“Ada jendela”) dan Não há televisão (“Tidak ada televisi”). Ubah jumlah benda dari satu menjadi beberapa; periksa bahwa kata bendanya berubah jika perlu, tetapi há tidak.
- Pasangkan kejadian awal dan durasinya. Gunakan Cheguei aqui há seis meses (“Saya tiba di sini enam bulan lalu”) bersama Vivo aqui há seis meses (“Saya sudah tinggal di sini selama enam bulan”). Lakukan hal serupa dengan pekerjaan atau kegiatan belajar. Latihan ini membantu membedakan “yang lalu” dari “sudah selama”.
- Latih pertanyaan praktis dan jawabannya. Bayangkan berada di toko, stasiun, atau penginapan. Ajukan pertanyaan seperti Há água? (“Ada air?”) atau Há lugar? (“Ada tempat?”), lalu jawab Sim, há atau Não, não há. Sesudah lancar, tambahkan jumlah atau keterangan tempat.
Konsep terkait
- Dasar yang berguna: Kata kerja ter untuk menyatakan punya — membedakan kepemilikan dari keberadaan dan memahami bentuk seperti tenho.
- Pelajaran lanjutan: Konstruksi impersonal — memperluas pemahaman tentang kalimat tanpa subjek, termasuk aturan bentuk tunggal pada kata kerja tertentu.