Jumlah dan Bentuk Jamak dalam Bahasa Māori
Nui me Iti
Artikel ini merupakan bagian dari pohon tata bahasa Maori di Settemila Lingue.
Ringkasan singkat
Dalam bahasa Māori, jumlah biasanya ditunjukkan oleh kata di sekitar kata benda, bukan dengan mengulang kata bendanya: te pukapuka berarti “buku itu”, sedangkan ngā pukapuka berarti “buku-buku itu”. Nui dapat menyatakan “banyak” atau “besar”, iti dapat menyatakan “sedikit” atau “kecil”, katoa berarti “semua”, dan ētahi berarti “beberapa”. Untuk “ini” dan “itu” yang jamak, gunakan ēnei, ēnā, ērā, bukan bentuk tunggal tēnei, tēnā, tērā.
Gambaran umum
Saat membicarakan makanan, tamu, buku, atau pekerjaan, kita tidak selalu menyebut angka yang tepat. Kita lebih sering mengatakan “masih banyak”, “sedikit saja”, “beberapa orang”, atau “semuanya”. Pada tingkat A2, ungkapan seperti ini membuat percakapan bahasa Māori jauh lebih luwes: Anda bisa menjelaskan persediaan makanan, menyebut siapa yang hadir, dan membedakan sebagian anggota kelompok dari keseluruhannya.
Bagi penutur bahasa Indonesia, ada kemiripan yang membantu. Kata “buku” tidak selalu berarti satu buku; jumlahnya bisa diketahui dari konteks atau dari kata “beberapa”. Bahasa Māori juga tidak mengubah setiap kata benda untuk menunjukkan jumlah. Namun, bahasa Māori mempunyai artikel, yaitu kata pendek yang mendahului kata benda dan membantu menentukan benda atau kelompok yang dimaksud. Perbedaan te dan ngā harus diperhatikan meskipun dalam terjemahan Indonesia keduanya sering tidak tampak.
Artikel ini dimulai dengan aturan yang paling berguna untuk pemula. Sesudahnya ada pembahasan mengenai perbedaan ukuran dan jumlah, bentuk jamak kata penunjuk, dan beberapa perubahan kata benda yang perlu dikenali. Tidak perlu menguasai semuanya sekaligus: kuasai dahulu pasangan te/ngā dan pola He nui … / He iti ….
Cara kerjanya
1. Tentukan benda atau kelompok yang dibicarakan
Kata benda adalah kata yang menyebut orang, benda, tempat, atau sesuatu yang dibicarakan, misalnya pukapuka “buku” dan wai “air”. Dalam banyak kasus, bentuk kata benda Māori tetap sama untuk tunggal maupun jamak.
| Bahasa Māori | Bahasa Indonesia | Keterangan |
|---|---|---|
| te pukapuka | buku itu | Satu buku tertentu. |
| ngā pukapuka | buku-buku itu | Lebih dari satu buku tertentu. |
| he pukapuka | sebuah buku; buku | Jumlah tepat bergantung pada konteks. |
| ētahi pukapuka | beberapa buku | Sejumlah buku, tanpa menyebut angka tepat. |
Te umumnya menunjukkan tunggal, sedangkan ngā menunjukkan jamak. Keduanya biasanya dipakai ketika yang dibicarakan sudah dapat dikenali: karena telah disebut, terlihat, atau diketahui bersama. Bahasa Indonesia tidak memiliki pasangan artikel yang persis sama. Karena itu, terjemahan ngā pukapuka juga bisa cukup “buku-buku”, tanpa “itu”, jika konteksnya sudah jelas.
He memperkenalkan sesuatu yang tidak ditentukan secara khusus atau menyatakan jenis dan sifat. Jangan menghafalnya hanya sebagai “sebuah”. Artikel ini tidak dengan sendirinya menjamin bahwa yang dibicarakan berjumlah satu. Dalam pola jumlah di bawah, he juga tidak perlu diterjemahkan menjadi satu kata tersendiri.
2. Gunakan nui dan iti untuk banyak atau sedikit
Pola awal yang mudah diingat ialah:
- He nui + kelompok atau hal yang dibicarakan: jumlahnya banyak atau kadarnya besar.
- He iti + kelompok atau hal yang dibicarakan: jumlahnya sedikit atau kadarnya kecil.
He nui ngā tangata. berarti “Ada banyak orang.” Bagian ngā tangata menyebut kelompok orang, dan he nui menyatakan bahwa jumlah mereka banyak. Dalam He iti te wai., terjemahan yang wajar adalah “Airnya sedikit.” Air tidak perlu dibuat jamak: yang dibicarakan adalah banyaknya air, bukan sejumlah benda terpisah.
| Bahasa Māori | Bahasa Indonesia | Keterangan |
|---|---|---|
| He nui ngā tangata. | Ada banyak orang. | Menyatakan banyaknya anggota kelompok. |
| He iti ngā pukapuka. | Buku-bukunya sedikit. | Menyatakan jumlah buku dalam konteks persediaan. |
| He nui te kai. | Makanannya banyak. | Menyatakan banyaknya makanan secara keseluruhan. |
| He iti te wai. | Airnya sedikit. | Menyatakan banyaknya sesuatu yang tidak dihitung satu per satu. |
Jangan membuat aturan bahwa nui selalu diikuti ngā, sedangkan iti selalu diikuti te. Pilihan artikel bergantung pada apa yang dibicarakan. Banyak makanan dapat dinyatakan dengan te kai, sedangkan sedikit buku tetap merupakan kelompok jamak dengan ngā pukapuka.
3. Bedakan jumlah dari ukuran
Nui dan iti juga berarti “besar” dan “kecil”. Konteks dan susunan kata membantu menentukan maknanya. Sebuah rumah bisa besar; sekumpulan rumah bisa banyak. Ini bukan perbedaan yang dapat diselesaikan hanya dengan mencari padanan Indonesia untuk satu kata.
| Bahasa Māori | Bahasa Indonesia | Keterangan |
|---|---|---|
| He whare nui. | Sebuah rumah besar. | Nui menerangkan ukuran rumah. |
| He whare iti. | Sebuah rumah kecil. | Iti menerangkan ukuran rumah. |
| ngā whare nui | rumah-rumah besar itu | Kelompok rumah yang berukuran besar. |
| He nui ngā whare. | Ada banyak rumah. | Pembacaan jumlah, misalnya saat membicarakan suatu permukiman. |
Dalam ngā whare nui, nui mengikuti kata benda dan menerangkan rumah-rumah itu. Susunannya mirip “rumah besar” dalam bahasa Indonesia. Sebaliknya, He nui ngā whare merupakan pernyataan tentang kelompok rumah tersebut.
Tetap gunakan konteks: He nui te whare wajar dibaca sebagai “Rumahnya besar”, bukan “Rumahnya banyak”. Bahkan ketika yang dibicarakan jamak, pembacaan ukuran kadang masih mungkin. Jadi, susunan kata adalah petunjuk penting, tetapi bukan rumus yang menghapus semua kemungkinan makna.
4. Letakkan katoa setelah kelompok yang dimaksud
Katoa menyatakan keseluruhan: semua anggota kelompok atau seluruh sesuatu. Pola dasar yang aman adalah kelompok atau hal + katoa.
- Ngā tangata katoa. — “Semua orang itu.”
- Ngā pukapuka katoa. — “Semua buku itu.”
- Te kai katoa. — “Seluruh makanan itu.”
Ungkapan tersebut merupakan frasa, yaitu kelompok kata yang belum tentu menjadi kalimat lengkap. Frasa seperti ngā tangata katoa dapat menjadi bagian dari kalimat yang lebih panjang: Kei konei ngā tangata katoa. berarti “Semua orang itu ada di sini.”
Perhatikan perbedaan urutan dengan bahasa Indonesia. Kita lazim mengatakan “semua buku”, tetapi dalam pola Māori ini katoa berada sesudah pukapuka. Selain itu, katoa tidak selalu menuntut bentuk jamak. Te kai katoa membicarakan keseluruhan makanan sebagai satu kesatuan.
5. Gunakan ētahi untuk sebagian atau beberapa
Ētahi menyatakan sejumlah orang atau benda yang tidak disebut satu per satu. Kata ini dapat berarti “beberapa” atau “sebagian”, bergantung pada konteks. Ia tidak memberi angka tertentu dan tidak selalu berarti “sedikit sekali”.
Ētahi pukapuka berarti “beberapa buku”. Dalam pola ini, ētahi sudah mengisi tempat penentu sebelum kata benda, sehingga tidak perlu ditambah ngā. Bandingkan:
- ngā pukapuka — “buku-buku itu”, kelompok yang dapat dikenali;
- ētahi pukapuka — “beberapa buku”, sejumlah buku tanpa penentuan lengkap;
- ngā pukapuka katoa — “semua buku itu”, keseluruhan kelompok.
Atu menambahkan makna “lain” atau “tambahan”. Karena itu, ētahi atu pukapuka dapat berarti “beberapa buku lain” atau “beberapa buku tambahan”. Jika bendanya sudah diketahui, cukup Ētahi atu. — “Beberapa yang lain.”
6. Pilih kata penunjuk yang jamak
Kata penunjuk adalah kata seperti “ini” dan “itu” yang membantu menunjukkan benda yang dimaksud. Bahasa Māori membedakan satu benda dari beberapa benda, sekaligus membedakan kedekatannya dengan pembicara dan pendengar.
| Bentuk Māori | Arti dalam bahasa Indonesia | Keterangan |
|---|---|---|
| tēnei pukapuka | buku ini | Satu buku dekat pembicara. |
| ēnei pukapuka | buku-buku ini | Beberapa buku dekat pembicara. |
| tēnā pukapuka | buku itu | Satu buku dekat pendengar. |
| ēnā pukapuka | buku-buku itu | Beberapa buku dekat pendengar. |
| tērā pukapuka | buku itu di sana | Satu buku lebih jauh dari keduanya. |
| ērā pukapuka | buku-buku itu di sana | Beberapa buku lebih jauh dari keduanya. |
Bahasa Indonesia memakai “ini” untuk satu maupun beberapa benda. Dalam bahasa Māori, perubahan tēnei → ēnei perlu dinyatakan. Untuk pola dasar ini, jangan membuat bentuk jamak dengan menambahkan mau pada tēnei atau tēnā. Bentuk baku yang perlu dipelajari adalah ēnei, ēnā, ērā.
Contoh dalam konteks
Terjemahan berikut sengaja menggunakan ungkapan Indonesia yang wajar. Kata “itu” tidak selalu dipertahankan jika hanya membuat kalimat terdengar kaku.
| Bahasa Māori | Bahasa Indonesia | Keterangan |
|---|---|---|
| He nui ngā tangata. | Ada banyak orang. | Misalnya ketika melihat keramaian. |
| He iti noa iho. | Sedikit saja. | Jawaban singkat ketika hal yang dibicarakan sudah diketahui. |
| Ngā tangata katoa. | Semua orang itu. | Frasa yang menyebut keseluruhan kelompok. |
| Ētahi atu. | Beberapa yang lain. | Benda atau orangnya tidak perlu disebut lagi. |
| He nui te kai. | Makanannya banyak. | Banyaknya makanan yang tersedia. |
| He iti te wai. | Airnya sedikit. | Persediaan air yang terbatas. |
| Kei runga i te tēpu ngā pukapuka katoa. | Semua buku itu ada di atas meja. | Katoa mencakup seluruh kelompok buku yang dimaksud. |
| Kei te kāinga ētahi tamariki. | Beberapa anak ada di rumah. | Tidak menyebut jumlah anak secara tepat. |
| Kei konei ngā tangata katoa. | Semua orang itu ada di sini. | Pernyataan tentang kehadiran seluruh kelompok. |
| He whare nui tēnei. | Ini rumah besar. | Nui menyatakan ukuran, bukan jumlah rumah. |
| He whare iti tērā. | Itu rumah kecil. | Satu rumah yang letaknya lebih jauh. |
| Kei konei ēnei pukapuka. | Buku-buku ini ada di sini. | Bentuk jamak untuk benda dekat pembicara. |
| Kei reira ēnā pukapuka. | Buku-buku itu ada di situ. | Bentuk jamak untuk benda dekat pendengar. |
| He iti noa iho te kai. | Makanannya cuma sedikit. | Noa iho menekankan keterbatasan jumlah. |
| Kei te kura ētahi atu tamariki. | Beberapa anak lain ada di sekolah. | Atu membedakan kelompok tambahan dari yang telah disebut. |
Kesalahan yang sering terjadi
1. Menumpuk ngā dan ētahi
- Keliru untuk “beberapa buku”: ngā ētahi pukapuka.
- Benar: ētahi pukapuka — “beberapa buku”.
- Alasannya: Dalam pola ini, ētahi sudah menentukan kelompok yang dimaksud. Tidak perlu mendahuluinya dengan ngā.
2. Memindahkan katoa mengikuti urutan bahasa Indonesia
- Keliru untuk pola “semua buku itu”: katoa ngā pukapuka.
- Benar: ngā pukapuka katoa — “semua buku itu”.
- Alasannya: Untuk pola dasar ini, letakkan katoa setelah kata benda atau kelompok yang dicakupnya. Jangan menyalin urutan “semua + buku” secara langsung.
3. Memakai tēnei untuk beberapa benda
- Keliru untuk “buku-buku ini”: tēnei pukapuka.
- Benar: ēnei pukapuka — “buku-buku ini”.
- Alasannya: Tēnei pukapuka sebenarnya benar sebagai ungkapan tunggal, “buku ini”, tetapi tidak menyatakan kelompok jamak. Pasangan yang sama berlaku untuk tēnā/ēnā dan tērā/ērā.
4. Mengira nui selalu berarti banyak
- Keliru untuk “Ada banyak rumah”: He whare nui.
- Benar dalam konteks jumlah: He nui ngā whare. — “Ada banyak rumah.”
- Alasannya: He whare nui berarti “sebuah rumah besar”. Letak nui di dalam kelompok kata tersebut membuatnya menerangkan ukuran rumah, bukan banyaknya rumah.
5. Mengulang kata benda untuk membuat bentuk jamak
- Keliru untuk pola dasar “buku-buku itu”: ngā pukapuka pukapuka.
- Benar: ngā pukapuka — “buku-buku itu”.
- Alasannya: Pengulangan seperti “buku-buku” adalah kebiasaan bahasa Indonesia, bukan cara umum membentuk jamak kata benda Māori. Ngā sudah menunjukkan bahwa yang dimaksud lebih dari satu.
Catatan pemakaian
Sedikit tidak selalu berarti terlalu sedikit
Iti menyebut jumlah atau ukuran kecil; kata ini sendiri tidak selalu menyampaikan keluhan. He iti te kai dapat sekadar memberi informasi bahwa makanannya sedikit. Apakah makanan itu cukup atau tidak harus diketahui dari keadaan atau penjelasan tambahan. Begitu juga nui tidak otomatis berarti “terlalu banyak”.
Noa iho dalam He iti noa iho menekankan makna “hanya sedikit” atau “sedikit saja”. Ungkapan ini berguna sebagai jawaban singkat, tetapi tetap perlu konteks. Jika pembicaraan berganti dari makanan ke uang, pendengar perlu tahu apa yang kini disebut sedikit.
Semua berarti semua dalam kelompok yang relevan
Ngā tangata katoa tidak harus berarti semua manusia di dunia. Dalam percakapan tentang suatu rapat, maknanya bisa “semua orang yang ikut rapat itu”. Seperti “semua orang sudah datang” dalam bahasa Indonesia, batas kelompok sering ditentukan oleh pembicaraan sebelumnya.
Panjang vokal perlu diperhatikan
Tanda garis di atas huruf pada ngā, ētahi, ēnei, ēnā, ērā menandai vokal panjang. Tanda itu merupakan bagian dari ejaan, bukan hiasan. Saat menyalin contoh atau membuat catatan, pertahankan tanda tersebut. Biasakan mengucapkan bentuk tunggal dan jamak secara berpasangan agar perbedaannya tidak hanya dihafal lewat tulisan.
Lebih lanjut: hal yang akan ditemui setelah aturan dasar
Bagian ini dapat dibaca belakangan. Untuk mulai berbicara, aturan te/ngā, he nui/he iti, katoa, dan ētahi sudah menjadi landasan yang cukup kuat.
Beberapa kata benda memiliki perubahan vokal
Aturan “kata benda biasanya tetap” berguna, tetapi bukan berarti tidak ada pengecualian. Beberapa kata yang sangat umum memiliki vokal panjang dalam bentuk jamaknya. Dua pasangan penting ialah:
| Bahasa Māori | Bahasa Indonesia | Keterangan |
|---|---|---|
| te tangata | orang itu | Bentuk tunggal. |
| ngā tāngata | orang-orang itu | Bentuk jamak dengan vokal panjang. |
| te wahine | perempuan itu | Bentuk tunggal. |
| ngā wāhine | perempuan-perempuan itu | Bentuk jamak dengan vokal panjang. |
Contoh He nui ngā tangata dan Ngā tangata katoa yang digunakan dalam materi dasar menyampaikan makna jumlah dan keseluruhan dengan jelas. Saat mempelajari ejaan, kenali pula bentuk jamak tāngata; Anda akan menjumpai He nui ngā tāngata untuk “Ada banyak orang” dan ngā tāngata katoa untuk “semua orang itu”. Jangan memperluas perubahan vokal ini ke setiap kata benda: pukapuka tetap pukapuka.
Katoa dapat mencakup orang, benda, atau keseluruhan tindakan
Pada tahap awal, cukup gunakan katoa setelah kelompok kata benda. Kemudian Anda akan menemukannya bersama kata ganti, yaitu kata yang menggantikan nama orang atau benda, seperti rātou “mereka”. Rātou katoa berarti “mereka semua”.
Kata ini juga tidak selalu diterjemahkan sebagai “semua orang”. Kua pau katoa te kai. berarti “Makanannya sudah habis seluruhnya.” Di sini, yang ditekankan adalah habisnya seluruh makanan. Jika menemukan katoa dalam susunan yang belum dikenal, tanyakan lebih dahulu: apa yang dicakup sepenuhnya?
Tētahi dan ētahi tidak sama
Tētahi adalah pasangan tunggal yang perlu dibedakan dari ētahi:
- tētahi pukapuka — “sebuah buku” atau “salah satu buku”, bergantung pada konteks;
- ētahi pukapuka — “beberapa buku”;
- tētahi atu pukapuka — “sebuah buku lain”;
- ētahi atu pukapuka — “beberapa buku lain”.
Perbedaan huruf awalnya kecil, tetapi perbedaan jumlahnya nyata. Saat memilih, tentukan dahulu apakah Anda membicarakan satu anggota atau lebih dari satu anggota kelompok. Dalam bahasa Indonesia, “yang lain” sendiri dapat merujuk satu maupun banyak; bahasa Māori dapat memperjelasnya melalui pasangan ini.
Menyebut sebagian dari kelompok tertentu
Ētahi pukapuka cukup untuk memperkenalkan “beberapa buku”. Jika maksudnya “beberapa dari buku-buku itu”, ada pola yang lebih khusus: ētahi o ngā pukapuka. Kata o di sini menghubungkan sebagian dengan kelompok asalnya.
Bandingkan ngā pukapuka katoa “semua buku itu” dengan ētahi o ngā pukapuka “beberapa dari buku-buku itu”. Kelompok asalnya sama, tetapi cakupannya berbeda. Pola ini berguna ketika memilih beberapa barang dari persediaan yang sudah diketahui, bukan memperkenalkan barang baru tanpa hubungan dengan kelompok sebelumnya.
Kiat latihan
Buat pasangan dari benda di sekitar Anda. Pilih buku, gelas, atau rumah pada sebuah gambar. Catat “buku itu”, “buku-buku itu”, “beberapa buku”, dan “semua buku itu” sebagai te pukapuka, ngā pukapuka, ētahi pukapuka, ngā pukapuka katoa. Tujuannya membiasakan pilihan penentu, bukan sekadar menghafal kata benda.
Pisahkan pertanyaan jumlah dan ukuran. Bayangkan satu rumah besar, beberapa rumah kecil, dan banyak rumah. Ucapkan He whare nui, ngā whare iti, dan He nui ngā whare dengan arti yang sesuai. Sebelum memakai nui atau iti, tanyakan: yang ingin saya jelaskan ukurannya atau jumlahnya?
Latih penunjukan dengan lokasi nyata. Letakkan beberapa buku di dekat Anda, dekat orang lain, lalu lebih jauh. Ucapkan ēnei pukapuka, ēnā pukapuka, ērā pukapuka. Setelah itu ambil satu buku dan gunakan tēnei, tēnā, tērā. Latihan sederhana ini menghubungkan jumlah dan jarak tanpa harus menerjemahkan kata “itu” berulang kali dalam pikiran.
Konsep terkait
- Landasan: Artikel te dan ngā — pelajari cara membedakan satu benda tertentu dari kelompok jamak sebelum menambahkan ungkapan jumlah.