Nominalisasi dalam Bahasa Norwegia
Nominalisering
Artikel ini merupakan bagian dari pohon tata bahasa Norwegia di Settemila Lingue.
Inti singkat
Nominalisasi adalah perubahan kata kerja atau kata sifat menjadi kata benda: forbedre «memperbaiki» menjadi forbedring «perbaikan», dan skjønn «indah» menjadi skjønnhet «keindahan». Bentuk ini membantu kita membicarakan tindakan atau sifat sebagai sebuah hal, terutama dalam laporan dan tulisan formal. Akhiran seperti -ing, -ning, -else, dan -het berguna untuk mengenali pola, tetapi bentuk kata yang sudah lazim tetap perlu dipelajari; beslutning «keputusan», misalnya, berakhiran -ning, bukan -else.
Gambaran umum
Bandingkan «tim memperbaiki sistem» dengan «perbaikan sistem». Pada kalimat pertama, perhatian tertuju pada siapa yang bekerja dan apa yang dilakukan. Pada bentuk kedua, tindakan itu menjadi sesuatu yang dapat dibahas, dinilai, atau dibandingkan. Dalam bahasa Norwegia, perubahan ini disebut nominalisering. Kata kerja atau verba (kata yang menyatakan tindakan atau keadaan) serta kata sifat atau adjektiva (kata yang menjelaskan sifat) menghasilkan kata benda atau nomina (kata untuk menyebut orang, benda, gagasan, atau proses).
Bagi penutur bahasa Indonesia, gagasan dasarnya tidak asing. Kita memakai «meningkatkan → peningkatan», «memutuskan → keputusan», dan «indah → keindahan». Yang perlu mendapat perhatian khusus dalam bahasa Norwegia adalah pilihan akhiran, bentuk takrif (bentuk yang menandai sesuatu yang sudah tertentu atau dikenal), serta kata depan yang menghubungkan kata benda baru dengan informasi lain. Pola imbuhan Indonesia tidak dapat dipindahkan satu per satu ke bahasa Norwegia.
Pada tingkat C1, manfaat utamanya bukan sekadar menambah kosakata. Anda perlu membaca kalimat yang padat dalam surat resmi, laporan pekerjaan, berita, dan tulisan akademik, lalu memilih apakah bentuk nominal memang membantu tulisan Anda. Artikel ini memakai Bokmål, salah satu ragam tulis resmi bahasa Norwegia. Bentuk-bentuknya juga banyak muncul dalam percakapan biasa; nominalisasi tidak otomatis menjadikan setiap kalimat resmi atau sulit.
Cara pembentukan dan pemakaiannya
1. Mengubah tindakan menjadi nama proses atau hasil
Akhiran yang sering terlihat adalah -ing, -ning, dan -else. Ketiganya dapat membentuk kata benda dari kata kerja, tetapi bukan tiga pilihan yang dapat dipertukarkan sesuka hati. Bentuk yang dipakai ditentukan oleh kebiasaan kosakata dan, pada sebagian pasangan, oleh perbedaan makna.
Dalam tabel berikut, tanda å menandai infinitif, yaitu bentuk dasar kata kerja yang belum menunjukkan waktu atau pelaku.
| Kata kerja | Kata benda | Perubahan makna |
|---|---|---|
| å lese | lesing | membaca → kegiatan membaca |
| å behandle | behandling | menangani atau mengobati → penanganan atau pengobatan |
| å forbedre | forbedring | memperbaiki → perbaikan |
| å utvikle | utvikling | mengembangkan → pengembangan atau perkembangan |
| å beslutte | beslutning | memutuskan → keputusan |
| å søke | søking / søknad | mencari atau mengajukan permohonan → kegiatan mencari / permohonan |
| å undersøke | undersøkelse | memeriksa atau meneliti → pemeriksaan atau penelitian |
| å forstå | forståelse | memahami → pemahaman |
| å tillate | tillatelse | mengizinkan → izin |
Pada bentuk seperti lese → lesing, huruf -e terakhir tidak dipertahankan. Begitu pula forbedre → forbedring. Namun, contoh-contoh ini bukan alasan untuk membuat aturan «buang -e, tambahkan akhiran apa saja». Undersøke → undersøkelse dan beslutte → beslutning harus dipelajari sebagai pasangan; bentuk terakhir juga memperlihatkan perubahan ejaan pada bagian dasarnya.
Untuk mengenali bentuk, jangan hanya mencari -ning. Kata forbedring dan utvikling termasuk pola -ing, sedangkan beslutning memperlihatkan -ning. Untuk pola -else, contoh yang jelas ialah undersøkelse, forståelse, dan tillatelse. Mengenali perbedaan ini membantu Anda menebak jenis kata, tetapi tidak menjamin Anda bisa menebak bentuk turunannya dengan benar.
2. Mengubah sifat menjadi nama kualitas
Akhiran -het banyak dipakai untuk menamai kualitas atau keadaan. Sejumlah kata sifat yang berakhir dengan -ig membentuk kata benda yang tampak berakhir dengan -ighet: bagian -ig berasal dari kata sifatnya, lalu ditambahkan -het.
| Kata sifat | Kata benda | Makna dalam bahasa Indonesia |
|---|---|---|
| skjønn | skjønnhet | indah → keindahan |
| sikker | sikkerhet | aman atau pasti → keamanan atau kepastian |
| fri | frihet | bebas → kebebasan |
| tydelig | tydelighet | jelas → kejelasan |
| mulig | mulighet | mungkin → kemungkinan atau kesempatan |
| vanskelig | vanskelighet | sulit → kesulitan |
| vennlig | vennlighet | ramah → keramahan |
Maknanya tidak selalu identik dengan hasil menambahkan «ke-...-an» dalam bahasa Indonesia. En mulighet sering berarti «sebuah kesempatan» atau «salah satu pilihan yang mungkin», bukan hanya kemungkinan abstrak. Sikkerhet bisa berarti keamanan dalam pembicaraan tentang tempat kerja, tetapi kepastian dalam pembicaraan tentang pengetahuan. Terjemahan harus mengikuti konteks.
Tidak semua kata sifat memakai -het. Pasangan yang umum antara lain sterk → styrke «kuat → kekuatan» dan varm → varme «hangat atau panas → kehangatan atau panas». Karena itu, jadikan -het petunjuk yang berguna, bukan alat untuk menciptakan kata tanpa mengecek pemakaiannya.
3. Kata baru mengikuti tata bahasa kata benda
Setelah terbentuk, kata tersebut tidak lagi mengikuti pola kata kerja atau kata sifat. Ia dapat memakai artikel (kata kecil seperti en yang mendampingi kata benda), memiliki bentuk takrif, dan, jika maknanya memungkinkan, menjadi jamak.
Berikut bentuk-bentuk dengan artikel en dan akhiran takrif -en yang lazim dalam Bokmål. Sebagian kata juga memiliki bentuk feminin, misalnya ei forbedring – forbedringa. Tabel menggunakan satu pola yang konsisten agar perubahan bentuknya mudah dibandingkan.
| Tunggal tak takrif | Tunggal takrif | Jamak tak takrif | Jamak takrif | Arti dasar |
|---|---|---|---|---|
| en forbedring | forbedringen | forbedringer | forbedringene | perbaikan |
| en beslutning | beslutningen | beslutninger | beslutningene | keputusan |
| en undersøkelse | undersøkelsen | undersøkelser | undersøkelsene | pemeriksaan atau penelitian |
| en mulighet | muligheten | muligheter | mulighetene | kemungkinan atau kesempatan |
Bentuk jamak bukan sekadar latihan akhiran. Forbedringer dapat menyebut beberapa perubahan yang memperbaiki keadaan, sedangkan beslutninger menyebut beberapa keputusan. Sebaliknya, saat skjønnhet berarti keindahan sebagai kualitas umum, biasanya tidak diperlukan bentuk jamak.
Kata sifat yang mendampingi kata benda juga perlu menyesuaikan diri:
- en viktig beslutning — sebuah keputusan penting;
- den viktige beslutningen — keputusan penting yang dimaksud;
- viktige beslutninger — keputusan-keputusan penting.
Dalam pola takrif dengan kata sifat, Bokmål lazim memakai penanda di depan sekaligus akhiran pada kata benda: den viktige beslutningen. Ini berbeda dari bahasa Indonesia, yang dapat memakai «itu» tanpa mengubah bentuk kata «keputusan».
4. Informasi dalam kalimat perlu disusun ulang
Nominalisasi bukan sekadar mengganti satu kata. Bandingkan:
- Kommunen forbedrer systemet. — Pemerintah daerah memperbaiki sistem itu.
- Forbedringen av systemet tar tid. — Perbaikan sistem itu membutuhkan waktu.
Pada kalimat pertama, kommunen adalah subjek (bagian kalimat yang menjadi pusat pernyataan; di sini pelakunya), dan systemet adalah objek (bagian yang dikenai tindakan). Setelah tindakan menjadi kata benda, hal yang diperbaiki dapat dihubungkan dengan av: forbedringen av systemet. Pelakunya tidak lagi harus disebut.
Jika pelaku penting, informasi itu dapat dipertahankan dengan bentuk kepemilikan:
- kommunens forbedring av systemet — perbaikan sistem oleh pemerintah daerah;
- utvalgets vurdering av saken — penilaian perkara itu oleh komite.
Akhiran -s di sini menunjukkan hubungan dengan pemerintah daerah atau komite. Hubungannya dipahami sebagai pelaku tindakan, bukan kepemilikan sebuah benda secara harfiah. Bila susunan ini terasa terlalu padat, kalimat dengan kata kerja sering lebih jelas: Utvalget vurderer saken «Komite menilai perkara itu».
5. Kata depan tidak selalu sama
Kata depan atau preposisi menghubungkan kata dengan informasi berikutnya, seperti «tentang», «terhadap», atau «dari». Av memang sering menandai sasaran tindakan dalam bentuk nominal, tetapi tidak berlaku untuk semua pasangan.
| Ungkapan | Arti | Hubungannya |
|---|---|---|
| forbedring av systemet | perbaikan sistem | sistem menjadi sasaran perbaikan |
| forståelse av teksten | pemahaman teks | isi yang dipahami |
| forståelse for situasjonen | pengertian terhadap situasi itu | sikap memahami atau memaklumi |
| deltakelse i møtet | keikutsertaan dalam rapat | kegiatan yang diikuti |
| beslutning om å vente | keputusan untuk menunggu | isi keputusan berupa tindakan |
| mulighet til å delta | kesempatan untuk ikut serta | tindakan yang dapat dilakukan |
Pelajari ungkapan lengkap, bukan kata bendanya saja. Dengan begitu, deltakelse i dan forståelse for menjadi pasangan yang mudah dipakai tanpa menerjemahkan kata depan Indonesia secara langsung.
Contoh dalam konteks
Dua contoh pendek berikut berupa frasa (kelompok kata tanpa pernyataan lengkap), bukan kalimat lengkap: Forbedringen av systemet dan Skjønnheten i naturen. Bentuk seperti ini wajar sebagai judul atau bagian kalimat. Contoh lainnya menunjukkan bagaimana kata nominal dipakai dalam pernyataan lengkap.
| Bahasa Norwegia | Bahasa Indonesia | Catatan |
|---|---|---|
| Forbedringen av systemet. | Perbaikan sistem itu. | Frasa; av menghubungkan perbaikan dengan sasarannya. |
| Beslutningen ble tatt. | Keputusan itu telah diambil. | Keputusan menjadi pusat pembicaraan; pelakunya tidak disebut. |
| Utviklingen går raskt. | Perkembangannya berlangsung cepat. | Utvikling di sini berarti perkembangan. |
| Skjønnheten i naturen. | Keindahan di alam. | Frasa; kualitas dinyatakan sebagai kata benda. |
| Vi trenger en forbedring av rutinene. | Kita memerlukan perbaikan prosedur kerja. | Tindakan dapat menjadi sesuatu yang diperlukan. |
| Undersøkelsen viste at vannet var rent. | Pemeriksaan itu menunjukkan bahwa airnya bersih. | Kata benda dapat menyebut sebuah pemeriksaan tertentu. |
| Hun fikk tillatelse til å jobbe hjemmefra. | Ia mendapat izin untuk bekerja dari rumah. | Tillatelse til å menyatakan tindakan yang diizinkan. |
| Lesing før leggetid hjelper meg å slappe av. | Membaca sebelum tidur membantu saya bersantai. | Nama kegiatan umum tidak memerlukan artikel. |
| Takk for forståelsen. | Terima kasih atas pengertiannya. | Ungkapan lazim untuk menghargai sikap memahami. |
| Sikkerheten på arbeidsplassen er viktig. | Keselamatan di tempat kerja itu penting. | Makna sikkerhet ditentukan oleh konteks. |
| Vi har flere muligheter til å redusere kostnadene. | Kita punya beberapa peluang untuk mengurangi biaya. | Mulighet dapat dihitung dan dijamakkan. |
| Utvalgets beslutning om å utsette møtet ble kritisert. | Keputusan komite untuk menunda rapat dikritik. | Bentuk -s menyebut pembuat keputusan. |
| Gjennomføringen av planen krever god koordinering. | Pelaksanaan rencana itu memerlukan koordinasi yang baik. | Dua tindakan dinyatakan sebagai kata benda dalam gaya laporan. |
Kesalahan yang sering terjadi
1. Menukar akhiran tanpa mempelajari katanya
- Keliru: Vi tok en besluttelse.
- Benar: Vi tok en beslutning. — Kami mengambil sebuah keputusan.
Untuk arti «keputusan» dalam pemakaian umum, bentuknya beslutning. Jangan membentuk kata baru hanya karena -else muncul pada kata lain. Simpan kosakata sebagai pasangan beslutte – beslutning, seperti Anda menyimpan «memutuskan – keputusan».
2. Mempertahankan kata sifat ketika yang dibutuhkan kata benda
- Keliru: Vi setter pris på hennes vennlig.
- Benar: Vi setter pris på hennes vennlighet. — Kami menghargai keramahannya.
Vennlig berarti «ramah» dan menjelaskan sifat. Dalam susunan ini yang dihargai adalah kualitasnya, sehingga diperlukan vennlighet «keramahan». Bentuk lain yang benar ialah Vi setter pris på at hun er vennlig «Kami menghargai sikapnya yang ramah»; tindakan atau keadaan tidak selalu harus dinominalkan.
3. Melupakan akhiran takrif setelah kata sifat
- Keliru: Den viktige beslutning ble tatt i går.
- Benar: Den viktige beslutningen ble tatt i går. — Keputusan penting itu diambil kemarin.
Dalam Bokmål biasa, pola ini memakai den di depan dan -en pada kata benda. Kebiasaan bahasa Indonesia, yang tidak memiliki akhiran khusus untuk «keputusan itu», mudah terbawa ke sini. Pola lama atau gaya sangat khusus bukan patokan untuk tulisan sehari-hari.
4. Membawa objek langsung ke belakang kata benda
- Keliru: Forbedringen systemet tok lang tid.
- Benar: Forbedringen av systemet tok lang tid. — Perbaikan sistem itu membutuhkan waktu lama.
Kata kerja forbedre dapat langsung diikuti hal yang diperbaiki: forbedre systemet. Kata benda forbedring memerlukan penghubung dalam susunan ini. Penutur Indonesia perlu berhati-hati karena «perbaikan sistem» tidak memakai kata depan, sedangkan padanannya dalam bahasa Norwegia memakai av.
5. Menganggap semua kata abstrak tidak bisa dihitung
- Keliru: Vi har to mulighet.
- Benar: Vi har to muligheter. — Kita punya dua kesempatan.
Di sini mulighet menyebut kesempatan yang berbeda-beda. Setelah to «dua», gunakan bentuk jamak. Sebaliknya, jangan menambahkan artikel atau menjamakkan kata hanya karena bentuk itu tersedia; Lesing er viktig «Membaca itu penting» membahas kegiatan umum.
Catatan pemakaian
Formal bukan berarti selalu lebih baik
Nominalisasi berguna ketika tindakan itu sendiri menjadi topik. Utviklingen går raskt «Perkembangannya berlangsung cepat» singkat, alami, dan tidak terasa birokratis. Dalam laporan, Gjennomføringen av planen krever god koordinering membantu memusatkan perhatian pada pelaksanaan rencana, bukan pada satu orang pelaksana.
Namun, terlalu banyak kata nominal membuat pembaca harus mencari sendiri siapa melakukan apa. Bandingkan:
- Vi skal vurdere søknaden. — Kami akan menilai permohonan itu.
- Vi skal foreta en vurdering av søknaden. — Kami akan melakukan penilaian terhadap permohonan itu.
Keduanya benar. Bentuk kedua lebih panjang dan terasa administratif; tambahan foreta en vurdering tidak selalu memberikan informasi baru. Untuk surel kerja yang bertujuan memberi instruksi jelas, bentuk pertama sering lebih membantu.
Pelaku boleh tidak disebut, tetapi jangan mengaburkan tanggung jawab
Dalam Beslutningen ble tatt «Keputusan itu telah diambil», nominalisasi bertemu dengan bentuk pasif, yaitu bentuk yang menyoroti sesuatu yang dikenai tindakan tanpa harus menyebut pelakunya. Nominalisasi sendiri tidak sama dengan pasif: Ledelsen tok beslutningen «Pimpinan mengambil keputusan itu» tetap menyebut pelaku, meskipun mengandung kata nominal beslutningen.
Tidak menyebut pelaku dapat tepat jika sudah diketahui atau tidak relevan. Dalam laporan tentang kesalahan, anggaran, atau kewajiban, penghilangan pelaku justru bisa membuat isi kabur. Tambahkan pelaku atau kembalikan kata kerja jika pembaca perlu tahu siapa bertanggung jawab.
Pakai gabungan kata yang lazim
Bahasa Norwegia mempunyai pasangan kata yang sudah biasa dipakai, misalnya ta en beslutning «mengambil keputusan», gjøre en undersøkelse «melakukan pemeriksaan», dan vise forståelse «menunjukkan pengertian». Jangan memilih kata kerja pendamping hanya dengan menerjemahkan «melakukan» atau «membuat». Saat menemukan kata benda baru, catat pula satu ungkapan utuh yang memakainya.
Pembahasan lanjutan
Proses, hasil, dan perubahan makna
Kata nominal dapat menunjuk kegiatan yang sedang berlangsung, hasil kegiatan, atau sesuatu yang sudah memiliki makna khusus. En undersøkelse dapat berupa satu kegiatan pemeriksaan atau satu penelitian. Behandling dapat berarti penanganan suatu perkara maupun pengobatan pasien. Makna pastinya bergantung pada kata-kata di sekitarnya.
Ada pula pasangan dengan akhiran berbeda yang bukan sekadar variasi bentuk:
| Bentuk | Makna utama | Perbedaan yang perlu diperhatikan |
|---|---|---|
| bygging | kegiatan membangun | menyoroti proses |
| bygning | bangunan | menamai benda yang dihasilkan |
| søking | kegiatan mencari | menyoroti kegiatan; konteks menentukan apa yang dicari |
| søknad | permohonan atau lamaran | menamai pengajuan, sering dalam bentuk dokumen |
Jangan menyimpulkan bahwa -ing selalu proses dan -ning selalu hasil. Pasangan bygging – bygning memang memperlihatkan perbedaan itu, tetapi beslutning dan kata lain perlu dipahami berdasarkan maknanya sendiri. Pola membantu mengenali kata; kamus dan konteks tetap menentukan penggunaannya.
Pilihan lain ketika ingin membicarakan tindakan
Tindakan juga dapat dibahas tanpa membentuk kata berakhiran khusus:
- Å lese hver dag er nyttig. — Membaca setiap hari itu bermanfaat.
- Lesing er nyttig. — Kegiatan membaca itu bermanfaat.
Bentuk pertama memakai kelompok infinitif å lese hver dag sebagai pokok kalimat. Ia mudah memuat rincian tindakan, misalnya seberapa sering dilakukan. Bentuk kedua memakai kata benda lesing sebagai nama kegiatan. Keduanya alami, tetapi memberi sudut pandang berbeda.
Pilihan ini berguna jika hasil nominalisasi menjadi terlalu padat. Bandingkan Det er viktig å forstå teksten «Penting untuk memahami teks itu» dengan Forståelse av teksten er viktig «Pemahaman teks itu penting». Anda tidak perlu mencari akhiran baru setiap kali ingin membicarakan tindakan sebagai gagasan.
Waktu dan sikap pembicara tidak otomatis terbawa
Kata kerja dapat menandai waktu dan bergabung dengan kata yang menunjukkan kemampuan atau kewajiban. Kata nominal sendiri tidak mempertahankan informasi itu:
- De må forbedre systemet. — Mereka harus memperbaiki sistem itu.
- forbedringen av systemet — perbaikan sistem itu.
Frasa kedua tidak menyatakan siapa pelakunya, kapan perbaikan dilakukan, atau apakah wajib dilakukan. Jika informasi kewajiban perlu dipertahankan, tulislah Det er nødvendig å forbedre systemet «Sistem itu perlu diperbaiki» atau pertahankan kalimat awal. Saat mengubah kalimat menjadi gaya laporan, jangan sampai maknanya ikut berkurang.
Kepadatan informasi dan kesinambungan paragraf
Nominalisasi sangat berguna untuk merujuk kembali pada tindakan yang baru disebut:
Kommunen skal forbedre systemet. Forbedringen vil ta seks måneder.
«Pemerintah daerah akan memperbaiki sistem itu. Perbaikan tersebut akan memakan waktu enam bulan.»
Kalimat pertama memperkenalkan tindakan. Bentuk takrif forbedringen pada kalimat berikutnya menjadikan tindakan itu topik yang sudah diketahui. Ini sering lebih efektif daripada menumpuk semua informasi dalam satu frasa panjang. Anda memperoleh gaya tulis yang rapi tanpa harus memenuhi setiap kalimat dengan kata nominal.
Kiat latihan
Buat catatan empat bagian. Untuk setiap kata baru, tulis bentuk asal, kata benda, arti, dan satu pasangan kata depan atau kata kerja. Misalnya: forstå – forståelse – pemahaman/pengertian – forståelse av teksten / forståelse for situasjonen. Ulangi dalam kelompok kecil, lalu buat kalimat sendiri.
Tulis ulang dua arah. Ubah Vi forbedrer rutinene «Kami memperbaiki prosedur kerja» menjadi Forbedringen av rutinene tar tid «Perbaikan prosedur kerja membutuhkan waktu». Lalu ambil satu kalimat nominal dari berita dan kembalikan menjadi kalimat dengan kata kerja. Periksa siapa pelakunya, apa sasarannya, dan apakah informasi waktu atau kewajiban masih jelas.
Sunting satu paragraf kerja. Tandai kata berakhiran -ing, -ning, -else, dan -het. Pertahankan kata yang menjadi topik penting atau merujuk informasi sebelumnya. Ganti satu atau dua susunan yang hanya memperpanjang kalimat dengan kata kerja langsung. Ukur keberhasilan dari kejelasan, bukan dari banyaknya bentuk nominal.
Konsep terkait
- Dasar yang berkaitan: Gaya tulis formal — membantu memilih kapan nominalisasi membuat laporan lebih tertata dan kapan kalimat dengan kata kerja lebih jelas.