Kata Kerja Refleksif Lampau dalam Bahasa Italia
Verbi Riflessivi al Passato
Artikel ini merupakan bagian dari pohon tata bahasa Italia di Settemila Lingue.
Ringkasan singkat
Kata kerja refleksif (kata kerja yang mengacu kembali pada pelakunya) memakai essere untuk membentuk passato prossimo, salah satu bentuk lampau bahasa Italia. Polanya adalah mi/ti/si/ci/vi/si + bentuk essere + bentuk lampau kata kerja, misalnya Mi sono svegliata — “Saya bangun”, diucapkan oleh perempuan. Akhiran bentuk lampau mengikuti siapa pelakunya: -o, -a, -i, atau -e.
Gambaran umum
Bercerita tentang kegiatan kemarin hampir pasti melibatkan kata kerja seperti svegliarsi (bangun), alzarsi (bangkit dari tempat tidur), dan vestirsi (berpakaian). Pada tingkat A2, bentuk yang sebelumnya dipakai untuk kegiatan sekarang mulai digunakan untuk menceritakan kejadian yang sudah berlangsung: Mi sveglio alle sette berarti “Saya bangun pukul tujuh”, sedangkan Mi sono svegliato alle sette berarti “Saya tadi bangun pukul tujuh”, dengan pembicara laki-laki.
Dalam bahasa Indonesia, kata “kemarin”, “tadi”, atau “sudah” dapat menunjukkan waktu tanpa mengubah kata kerja. “Saya bangun” dan “dia bangun” memakai bentuk yang sama. Bahasa Italia berbeda: kata kerjanya menunjukkan waktu dan pelaku, lalu pada pola ini akhiran bentuk lampaunya juga menunjukkan jenis kelamin dan jumlah pelaku. Karena bahasa Indonesia tidak memiliki perubahan seperti ini, sebaiknya pelajari seluruh rangkaian mi sono svegliata, bukan hanya kata svegliata.
Tidak semua kata kerja dengan pola refleksif diterjemahkan memakai “diri sendiri”. Divertirsi berarti “bersenang-senang”, accorgersi berarti “menyadari”, dan sposarsi dapat berarti “menikah”. Ada pula makna saling, seperti Ci siamo conosciuti — “Kami berkenalan”. Untuk membentuk passato prossimo, semua contoh ini mengikuti pola dasar yang sama.
Cara membentuknya
1. Kenali bentuk dasar dan kata gantinya
Infinitif (bentuk dasar kata kerja yang tercantum di kamus) refleksif berakhir dengan -si: lavarsi, vestirsi, sedersi. Dalam kalimat, si berubah sesuai subjek (orang atau kelompok yang menjadi pokok kalimat dan, pada contoh ini, melakukan kegiatan).
Kata ganti refleksif adalah kata kecil yang mengacu kembali pada subjek. Pilihannya bukan selalu si: untuk “saya” gunakan mi, untuk “kamu” gunakan ti, dan seterusnya.
| Pelaku | Kata ganti refleksif |
|---|---|
| Saya | mi |
| Kamu, satu orang, akrab | ti |
| Dia; Anda dalam sapaan sopan | si |
| Kami atau kita | ci |
| Kalian | vi |
| Mereka | si |
Bahasa Italia tidak membedakan “kami” dan “kita” pada noi. Kontekslah yang menentukan apakah lawan bicara termasuk di dalam kelompok. Karena itu, ci siamo alzati dapat berarti “kami bangun” atau “kita bangun”.
2. Gunakan essere, bukan avere
Dalam passato prossimo, kata kerja bantu (kata kerja yang membantu membentuk waktu lampau) digabungkan dengan partisip lampau (bentuk kata kerja seperti svegliato atau vestito yang dipakai dalam rangkaian lampau). Untuk kata kerja refleksif yang dibentuk langsung dalam pola ini, kata kerja bantunya adalah essere.
Pola dasarnya:
kata ganti refleksif + essere sesuai pelaku + partisip lampau sesuai pelaku
Berikut bentuk lengkap svegliarsi, “bangun dari tidur”. Garis miring menunjukkan pilihan akhiran, bukan sesuatu yang dibaca saat berbicara.
| Subjek | Bentuk lampau | Arti |
|---|---|---|
| io | mi sono svegliato / svegliata | Saya bangun. |
| tu | ti sei svegliato / svegliata | Kamu bangun. |
| lui | si è svegliato | Dia bangun, laki-laki. |
| lei | si è svegliata | Dia bangun, perempuan. |
| Lei | si è svegliato / svegliata | Anda bangun. |
| noi | ci siamo svegliati / svegliate | Kami atau kita bangun. |
| voi | vi siete svegliati / svegliate | Kalian bangun. |
| loro | si sono svegliati / svegliate | Mereka bangun. |
Perhatikan dua hal yang terpisah. Sono, sei, è, siamo, dan siete dipilih menurut pelaku. Sementara itu, svegliato, svegliata, svegliati, dan svegliate dipilih menurut jenis kelamin dan jumlah orang yang dimaksud.
3. Sesuaikan akhiran dengan pelaku
Penyesuaian atau kesesuaian berarti mengubah akhiran supaya cocok dengan kata yang dirujuk. Pada pola dasar refleksif ini, partisip lampau mengikuti subjek.
| Pelaku | Contoh | Arti |
|---|---|---|
| Satu laki-laki | Marco si è alzato. | Marco bangun. |
| Satu perempuan | Giulia si è alzata. | Giulia bangun. |
| Kelompok laki-laki atau kelompok campuran | Marco e Giulia si sono alzati. | Marco dan Giulia bangun. |
| Kelompok perempuan saja | Giulia e Anna si sono alzate. | Giulia dan Anna bangun. |
Dalam kaidah baku yang umum dipelajari, kelompok campuran memakai -i. Kelompok yang seluruh anggotanya perempuan memakai -e. Seorang perempuan mengatakan Mi sono alzata — “Saya bangun”; seorang laki-laki mengatakan Mi sono alzato dengan arti yang sama.
Jangan mengira sono selalu menunjukkan jamak. Bentuk ini dipakai untuk “saya” dan “mereka”. Bandingkan Mi sono vestita — “Saya berpakaian”, dengan pembicara perempuan, dan Si sono vestite — “Mereka berpakaian”, untuk sekelompok perempuan. Kata ganti dan akhiran partisip membantu membedakan keduanya.
4. Bentuk partisipnya
Untuk banyak kata kerja beraturan, lepaskan -si agar bentuk dasar kata kerjanya terlihat, lalu bentuk partisipnya. Akhiran -are → -ato, -ere → -uto, dan -ire → -ito adalah pola umum, tetapi banyak kata kerja berakhiran -ere memiliki bentuk tidak beraturan.
| Bentuk dasar | Partisip, bentuk laki-laki tunggal | Arti bentuk dasar |
|---|---|---|
| svegliarsi | svegliato | bangun dari tidur |
| alzarsi | alzato | bangkit; bangun dari tempat tidur |
| lavarsi | lavato | membasuh diri |
| divertirsi | divertito | bersenang-senang |
| vestirsi | vestito | berpakaian |
| sedersi | seduto | duduk |
| mettersi | messo | menempatkan diri; mulai, dalam ungkapan tertentu |
| accorgersi | accorto | menyadari |
Bentuk messo dan accorto perlu diingat tersendiri. Setelah bentuknya diketahui, sesuaikan akhirannya seperti biasa: Si è accorta dell'errore — “Dia menyadari kesalahan itu”, dengan pelaku perempuan. Untuk perempuan jamak: Si sono accorte dell'errore — “Mereka menyadari kesalahan itu”.
5. Letakkan kata ganti sebelum kata kerja bantu
Dalam kalimat biasa, mi, ti, si, ci, atau vi berada sebelum essere, bukan di antara essere dan partisip.
- Mi sono vestito. — Saya berpakaian, dengan pembicara laki-laki.
- Ti sei divertita? — Apakah kamu menikmati waktumu, ditujukan kepada perempuan?
- Non ci siamo fermati. — Kami tidak berhenti, untuk kelompok laki-laki atau campuran.
Untuk kalimat negatif (kalimat yang menyangkal sesuatu), taruh non sebelum kata ganti. Untuk pertanyaan, urutan dasarnya tidak perlu diubah; intonasi atau tanda tanya menunjukkan bahwa kalimat itu pertanyaan.
Kata seperti già (sudah), mai (pernah dalam pertanyaan; tidak pernah bersama non), dan ancora (masih; belum bersama non) sering berada di antara kata kerja bantu dan partisip:
- Ti sei già lavata? — Kamu sudah membasuh diri, ditujukan kepada perempuan?
- Non mi sono ancora vestito. — Saya belum berpakaian, dengan pembicara laki-laki.
- Vi siete mai incontrati? — Kalian pernah bertemu, untuk kelompok laki-laki atau campuran?
Contoh dalam situasi sehari-hari
Terjemahan berikut memakai ungkapan Indonesia yang wajar. Tidak setiap si perlu diterjemahkan secara terpisah; yang penting adalah makna keseluruhan kalimat.
| Bahasa Italia | Bahasa Indonesia | Catatan |
|---|---|---|
| Mi sono svegliata alle sette. | Saya bangun pukul tujuh. | Pembicara perempuan. |
| Mi sono alzato tardi stamattina. | Tadi pagi saya bangun kesiangan. | Pembicara laki-laki; waktu sudah jelas. |
| Ti sei lavata le mani? | Kamu sudah mencuci tangan? | Ditujukan kepada perempuan. |
| Luca si è vestito in fretta. | Luca berpakaian dengan terburu-buru. | Pelaku laki-laki tunggal. |
| Si è divertito molto. | Dia sangat menikmati waktunya. | Pelaku laki-laki; bukan “menghibur dirinya sendiri”. |
| Ci siamo conosciuti a Roma. | Kami berkenalan di Roma. | Makna saling; kelompok laki-laki atau campuran. |
| Si sono sposati l'anno scorso. | Mereka menikah tahun lalu. | Peristiwa selesai pada tahun lalu. |
| Anna e Sara si sono sedute vicino alla finestra. | Anna dan Sara duduk di dekat jendela. | Kelompok perempuan memakai akhiran -e. |
| Non mi sono ricordata del tuo compleanno. | Saya tidak ingat ulang tahunmu. | Pembicara perempuan; non mendahului mi. |
| Vi siete fermati per un caffè? | Kalian sempat berhenti untuk minum kopi? | Pertanyaan dengan urutan dasar yang sama. |
| Ci siamo preparate per l'esame. | Kami mempersiapkan diri untuk ujian. | Semua anggota kelompok perempuan. |
| Lei si è svegliato presto, signor Rossi? | Apakah Anda bangun pagi-pagi, Pak Rossi? | Sapaan sopan kepada laki-laki. |
Kesalahan yang sering terjadi
1. Memakai avere dalam pola refleksif dasar
- Keliru: Mi ho svegliato alle sette.
- Benar: Mi sono svegliato alle sette. — Saya bangun pukul tujuh, dengan pembicara laki-laki.
- Alasannya: Svegliarsi memerlukan essere dalam passato prossimo. Jangan memilih kata kerja bantu berdasarkan terjemahan Indonesianya.
2. Menghilangkan kata ganti refleksif
- Keliru untuk “saya berpakaian”: Ho vestito.
- Benar: Mi sono vestito. — Saya berpakaian, dengan pembicara laki-laki.
- Alasannya: Tanpa mi, kata kerja tidak lagi menunjukkan pola “berpakaian sendiri”. Vestire dapat berarti memakaikan pakaian kepada orang lain, seperti Ho vestito il bambino — “Saya memakaikan pakaian kepada anak itu”.
3. Tidak mengubah akhiran untuk perempuan
- Keliru, jika Anna yang berbicara: Mi sono svegliato.
- Benar: Mi sono svegliata. — Saya bangun.
- Alasannya: Walaupun bahasa Indonesia tidak membedakan bentuk untuk laki-laki dan perempuan, partisip bahasa Italia pada pola ini membedakannya. Akhiran mengikuti pembicara, bukan orang yang diajak berbicara.
4. Menyamakan bentuk kata kerja bantu dengan partisip
- Keliru, tentang dua perempuan: Anna e Sara si è seduta.
- Benar: Anna e Sara si sono sedute. — Anna dan Sara duduk.
- Alasannya: Ada dua pelaku, jadi gunakan sono, bukan è. Karena keduanya perempuan, gunakan sedute, bukan seduta atau seduti.
5. Menaruh kata ganti di tempat yang salah
- Keliru: Sono mi svegliata.
- Benar: Mi sono svegliata. — Saya bangun, dengan pembicara perempuan.
- Alasannya: Mi mendahului kata kerja bantu. Bentuk negatifnya adalah Non mi sono svegliata — “Saya tidak bangun”, bukan dengan non diselipkan setelah mi.
6. Memakai si untuk semua pelaku
- Keliru: Noi si siamo divertiti.
- Benar: Noi ci siamo divertiti. — Kami bersenang-senang, untuk kelompok laki-laki atau campuran.
- Alasannya: Si dipakai untuk “dia”, “mereka”, dan sapaan sopan “Anda”. Untuk “kami/kita”, kata gantinya ci. Kata noi sendiri boleh dihilangkan, tetapi ci tetap diperlukan.
Catatan pemakaian
Tidak perlu menambahkan “sudah” setiap kali
Passato prossimo menyajikan kejadian sebagai sesuatu yang telah berlangsung. Dalam bahasa Indonesia, terjemahan yang paling wajar bisa memakai “sudah”, “tadi”, “kemarin”, atau cukup keterangan waktunya. Mi sono svegliata alle sette tidak harus menjadi “Saya sudah bangun pukul tujuh”; “Saya bangun pukul tujuh” sudah cukup dalam cerita tentang tadi pagi.
Demikian juga, “Saya sudah berpakaian” cocok untuk Mi sono vestita ketika hasilnya relevan sekarang. Akan tetapi, Mi sono vestita e sono uscita lebih wajar diterjemahkan “Saya berpakaian lalu keluar”, dengan pembicara perempuan. Hindari menganggap satu bentuk Italia selalu memiliki satu padanan kata Indonesia.
Subjek boleh dihilangkan, kata ganti refleksif tidak
Io mi sono alzato dan Mi sono alzato sama-sama berarti “Saya bangun”, untuk pembicara laki-laki. Bentuk tanpa io lazim ketika pelakunya sudah jelas. Tambahkan io jika ingin menekankan perbedaan: Io mi sono alzato presto, ma Luca no — “Saya bangun pagi-pagi, tetapi Luca tidak”.
Sapaan sopan tidak mengubah jenis kelamin pelaku
Lei sebagai sapaan sopan “Anda” memakai bentuk orang ketiga tunggal, yaitu si è. Namun, akhiran partisipnya mengikuti orang yang disapa: Signora, si è divertita? — “Bu, apakah Anda menikmati acaranya?”; Signore, si è divertito? — “Pak, apakah Anda menikmati acaranya?” Huruf kapital pada Lei sering dipakai dalam tulisan sopan, tetapi bukan alasan untuk selalu memakai akhiran perempuan.
Pendalaman: pola yang akan ditemui nanti
Untuk tahap A2, utamakan pola kata ganti + essere + partisip sesuai subjek. Bagian ini menjelaskan konstruksi tambahan yang tidak perlu langsung dikuasai, tetapi membantu agar aturan dasar tidak diterapkan terlalu luas.
Refleksif, saling, dan kata kerja yang memang memakai kata ganti
Secara makna, tiga jenis berikut tidak sama:
- Tindakan pada diri sendiri: Mi sono lavato — “Saya membasuh diri”, dengan pembicara laki-laki.
- Tindakan saling: Ci siamo salutati — “Kami saling menyapa”, untuk kelompok laki-laki atau campuran.
- Kata kerja pronominal, yaitu kata kerja yang bentuk dan maknanya memang menyertakan kata ganti: Mi sono accorta del problema — “Saya menyadari masalah itu”, dengan pembicara perempuan.
Dalam jenis ketiga, tidak ada tindakan harfiah yang dilakukan “kepada diri sendiri”. Karena itu, jangan menerjemahkan accorgersi atau divertirsi kata demi kata. Ketiganya tetap memakai essere pada bentuk lampau langsung yang dibahas di sini.
Membandingkan tindakan pada diri sendiri dan pada orang lain
Objek langsung (orang atau benda yang langsung terkena tindakan) membantu membedakan dua konstruksi. Bandingkan Ho svegliato mia figlia — “Saya membangunkan putri saya”, dengan Mi sono svegliata — “Saya bangun”, untuk pembicara perempuan. Kalimat pertama memakai svegliare dengan orang lain sebagai objek; kalimat kedua memakai svegliarsi.
Hal yang sama berlaku pada lavare: Ho lavato la macchina berarti “Saya mencuci mobil”, sedangkan Mi sono lavato berarti “Saya membasuh diri”, untuk pembicara laki-laki. Jangan mengambil aturan kata kerja tanpa kata ganti lalu menerapkannya begitu saja pada bentuk refleksifnya.
Bagian tubuh dan dua kata ganti
Pada Mi sono lavata le mani — “Saya mencuci tangan”, dengan pembicara perempuan, le mani adalah bagian tubuh yang dicuci. Bahasa Italia biasanya memakai kata sandang (kata kecil seperti il atau le yang mendampingi kata benda), bukan selalu penanda kepemilikan “saya”. Kata mi sudah menunjukkan bahwa tangan itu milik pelaku.
Untuk pola awal ini, bentuk Mi sono lavata le mani adalah pegangan yang baik. Nanti, jika le mani diganti dengan kata ganti objek le (mengacu pada tangan), rangkaiannya menjadi Me le sono lavate — “Saya sudah mencucinya”, yaitu kedua tangan tadi. Mi berubah menjadi me ketika bergabung dengan le, dan lavate mengikuti le, yang merujuk pada benda perempuan jamak. Ini merupakan pola gabungan kata ganti, bukan alasan untuk meninggalkan aturan dasar pada kalimat sederhana.
Dengan dovere, potere, dan volere
Kata kerja modal (kata kerja yang menyatakan keharusan, kemampuan, atau keinginan) seperti dovere, potere, dan volere menambahkan satu lapisan. Dalam konstruksi ini, letak kata ganti berkaitan dengan pilihan kata kerja bantu:
- Mi sono dovuta alzare presto. — Saya harus bangun pagi-pagi, dengan pembicara perempuan.
- Ho dovuto alzarmi presto. — Saya harus bangun pagi-pagi.
Pada kalimat pertama, mi berada sebelum kata kerja bantu: gunakan essere dan sesuaikan dovuta dengan pembicara. Pada kalimat kedua, kata ganti melekat pada infinitif alzarmi: gunakan avere, dan dovuto tidak berubah hanya karena pembicaranya perempuan. Aturan pemula “refleksif memakai essere” berlaku pada bentuk langsung seperti mi sono alzata; kalimat dengan modal harus dipelajari sebagai konstruksi tersendiri.
Dengan bentuk lampau lain
Tidak semua kegiatan masa lalu dinyatakan dengan passato prossimo. Imperfetto (bentuk lampau untuk kebiasaan, keadaan, atau kegiatan yang sedang berlangsung pada masa lalu) berguna untuk latar cerita:
- Da bambina mi svegliavo presto. — Waktu kecil, saya biasa bangun pagi-pagi, dengan pembicara perempuan.
- Ieri mi sono svegliata presto. — Kemarin saya bangun pagi-pagi.
Kalimat pertama menyatakan kebiasaan; kalimat kedua menyatakan kejadian tertentu. Pada imperfetto, tidak ada rangkaian essere + partisip seperti dalam passato prossimo.
Sebaliknya, trapassato prossimo (bentuk yang menunjukkan suatu kejadian sudah berlangsung sebelum kejadian lampau lain) tetap memakai kata ganti dan essere: Mi ero già vestita quando è arrivato il taxi — “Saya sudah berpakaian ketika taksi tiba”, dengan pembicara perempuan. Bentuk ero menggantikan sono, sementara vestita tetap mengikuti subjek.
Si yang tidak merujuk pada orang tertentu
Dalam konstruksi impersonal (kalimat yang membicarakan orang secara umum tanpa menyebut pelaku tertentu), bahasa Italia dapat memakai si. Jika kata kerjanya sudah refleksif, muncul pola ci si, bukan dua si berurutan: Alla festa ci si è divertiti molto — “Di pesta itu, orang-orang sangat menikmati suasananya”.
Jangan menyamakan ci si è divertiti dengan ci siamo divertiti — “Kami bersenang-senang”. Yang pertama tidak menetapkan kelompok “kami”; yang kedua jelas mengacu kepada pembicara dan kelompoknya. Untuk cerita pribadi sehari-hari, bentuk kedua adalah yang lebih dulu perlu dikuasai.
Saran latihan
- Buat catatan tiga kegiatan tadi pagi. Pilih svegliarsi, alzarsi, dan vestirsi. Tulis kalimat lengkap dengan jam atau keterangan waktu, lalu periksa tiga unsur: kata ganti, bentuk essere, dan akhiran partisip. Sesuaikan semuanya dengan diri sendiri, bukan dengan contoh yang kebetulan pertama dihafal.
- Ubah pelaku tanpa mengubah peristiwanya. Mulai dari Marco si è svegliato alle sette — “Marco bangun pukul tujuh”. Ubah menjadi Giulia, lalu Giulia dan Anna, lalu “kami” sebagai kelompok campuran. Jawabannya: Giulia si è svegliata alle sette, Giulia e Anna si sono svegliate alle sette, dan Ci siamo svegliati alle sette. Artinya tetap bangun pukul tujuh, tetapi kata ganti, kata kerja bantu, dan akhiran harus diperiksa ulang.
- Latih pertanyaan dan jawaban, bukan kata lepas. Bayangkan bertanya kepada teman perempuan: Ti sei divertita? — “Kamu menikmati acaranya?” Jawab Sì, mi sono divertita molto — “Ya, saya sangat menikmatinya”, lalu ubah menjadi No, non mi sono divertita — “Tidak, saya tidak menikmatinya”. Ulangi dengan pelaku laki-laki agar perubahan -a menjadi -o terasa alami.
Konsep terkait
- Dasar yang perlu dipahami: Kata kerja refleksif — mengenali bentuk dasar berakhiran -si, memilih mi, ti, si, ci, dan vi, serta memahami makna tindakan pada diri sendiri dan tindakan saling.