C2

Tulisan Akademik dan Formal dalam Bahasa Inggris

Formal Writing

Artikel ini merupakan bagian dari pohon tata bahasa Inggris di Settemila Lingue.

Ringkasan Singkat

Tulisan akademik dan formal mengutamakan ketepatan, hubungan gagasan yang jelas, dan tingkat kepastian yang sesuai dengan bukti. Kalimat pasif, ungkapan pembatas klaim, dan nominalisasi dapat membantu, tetapi bukan syarat agar setiap kalimat terdengar resmi. Pilih bentuk yang paling jelas bagi pembaca; kata panjang dan singkatan Latin tidak otomatis membuat tulisan lebih baik.

Gambaran Umum

Saat menulis skripsi, artikel ilmiah, laporan evaluasi, atau surat resmi dalam bahasa Inggris, persoalannya bukan sekadar mengganti kata sehari-hari dengan kata yang lebih sulit. Pembaca perlu mengetahui apa yang dilakukan, apa yang ditemukan, dan seberapa jauh kesimpulan dapat dipercaya. Register adalah ragam bahasa yang dipilih sesuai situasi dan pembaca; tulisan akademik dan surat resmi sama-sama memakai register formal, tetapi kebutuhannya tidak selalu sama.

Pada tingkat C2, keterampilan utamanya ialah mengendalikan pilihan tersebut. Anda sudah mengenal kalimat pasif dan ungkapan seperti may atau suggest. Sekarang, Anda perlu menentukan kapan bentuk itu memperjelas uraian dan kapan justru mengaburkan tanggung jawab atau melemahkan pernyataan. Artikel ilmiah mungkin menonjolkan prosedur dan bukti, sedangkan surat kepada penyedia layanan perlu menyebut tindakan serta permintaan secara langsung.

Bagi penutur bahasa Indonesia, sejumlah pola terasa akrab: “telah dilakukan”, “dapat mengindikasikan”, atau “pelaksanaan kebijakan”. Namun, bentuk bahasa Inggris tidak selalu dapat disalin dari susunan Indonesia. Bahasa Inggris memerlukan penanda gramatikal yang jelas, termasuk bentuk be dalam banyak kalimat pasif, serta hubungan yang tepat antara pelaku, tindakan, dan benda yang dibicarakan. Bahasa formal juga tidak berarti setiap kalimat harus panjang atau pelakunya harus dihilangkan.

Cara Kerjanya

1. Pilih register berdasarkan tujuan, bukan berdasarkan panjang kata

Formalitas muncul dari pilihan kosakata yang tepat, kalimat lengkap, dan sikap yang sesuai. Dalam laporan, jelaskan arti “bagus” atau “buruk” dengan ukuran yang dapat diperiksa. Dalam surat resmi, nyatakan permintaan dengan sopan tanpa berputar-putar.

Bentuk santai dalam bahasa Inggris Pilihan untuk tulisan formal Arti pilihan formal
We looked into the problem. We investigated the problem. Kami menyelidiki masalah tersebut.
A lot of people left. Many participants withdrew. Banyak peserta mengundurkan diri.
The results were pretty good. The results met the predefined criteria. Hasilnya memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.
Can you send me the file? Could you please send me the file? Mohon kirimkan berkas tersebut kepada saya.
We can't confirm this. We cannot confirm this. Kami tidak dapat mengonfirmasi hal ini.

Sebagian pasangan di atas tidak hanya mengganti nada, tetapi juga menambah ketepatan. Participants berarti “peserta”, bukan semua “orang”; withdrew berarti “mengundurkan diri”, bukan sekadar “pergi”. Gunakan pilihan tersebut hanya jika sesuai fakta.

Bentuk singkat seperti can't sering dihindari dalam tulisan akademik yang sangat formal, tetapi tidak dilarang dalam semua tulisan profesional. Demikian pula, verba frasal (gabungan kata kerja dengan unsur seperti up atau into) tidak semuanya informal. Carry out berarti “melaksanakan” dan lazim dalam laporan ilmiah. Jangan menghapus bentuk yang wajar hanya karena terdiri atas dua kata.

2. Gunakan kalimat pasif untuk mengatur fokus

Dalam kalimat aktif, subjek (unsur yang menjadi pusat pernyataan dalam kalimat) biasanya menyebut pelaku. Dalam kalimat pasif, subjek menyebut sesuatu yang dikenai tindakan.

  • The researchers analysed the samples. — Para peneliti menganalisis sampel tersebut.
  • The samples were analysed. — Sampel tersebut dianalisis.

Pola dasar pasif ialah subjek + bentuk be + bentuk ketiga kata kerja. Bentuk ketiga, atau partisipel lampau, adalah bentuk seperti analysed, taken, dan written, yang dipakai antara lain untuk membentuk pasif. Pelaku dapat ditambahkan dengan by jika memang penting.

Pola dan contoh bahasa Inggris Terjemahan Fungsi
The samples are stored at room temperature. Sampel tersebut disimpan pada suhu ruang. Prosedur atau keadaan yang berlaku sekarang.
The samples were collected in June. Sampel tersebut dikumpulkan pada bulan Juni. Tindakan pada masa lalu.
The samples have been analysed. Sampel tersebut telah dianalisis. Tindakan selesai dengan relevansi saat ini.
The samples will be examined tomorrow. Sampel tersebut akan diperiksa besok. Tindakan yang akan dilakukan.
The samples must be labelled. Sampel tersebut harus diberi label. Kewajiban atau ketentuan.

Perbedaan penting dari bahasa Indonesia: awalan di- tidak mempunyai padanan berupa satu awalan bahasa Inggris. “Data dianalisis” tetap memerlukan bentuk be: The data were analysed. Pilihan was atau were mengikuti subjek serta kebiasaan bidang; dalam banyak tulisan ilmiah, data diperlakukan sebagai jamak. Jangan menganggap analysed sendiri sudah cukup untuk membentuk kalimat pasif lengkap.

Pasif berguna ketika metode atau hasil lebih penting daripada pelaku, atau pelakunya sudah diketahui. Namun, kalimat aktif sering lebih jelas untuk menyatakan keputusan penulis:

  • We excluded three incomplete responses. — Kami mengeluarkan tiga jawaban yang tidak lengkap dari analisis.
  • Three incomplete responses were excluded. — Tiga jawaban yang tidak lengkap dikeluarkan dari analisis.

Keduanya dapat dipakai. Bentuk pertama menunjukkan siapa yang mengambil keputusan; bentuk kedua menonjolkan jawaban yang dikeluarkan. Tidak ada aturan umum bahwa artikel akademik harus selalu pasif atau tidak boleh memakai we.

3. Batasi klaim sesuai kekuatan bukti

Pembatasan klaim, yang sering disebut hedging, berarti menandai ketidakpastian atau batas berlakunya pernyataan. Ini bukan sekadar cara bersikap sopan. Dalam penelitian, perbedaan antara “membuktikan”, “mendukung”, dan “mengindikasikan” mempunyai konsekuensi nyata.

Ungkapan bahasa Inggris Makna dalam bahasa Indonesia Yang perlu diperhatikan
These findings suggest that the policy is effective. Temuan ini mengindikasikan bahwa kebijakan tersebut efektif. Ada dukungan, tetapi bukan bukti yang menentukan.
The policy may reduce costs. Kebijakan tersebut mungkin mengurangi biaya. Menyatakan kemungkinan.
The policy is likely to reduce costs. Kebijakan tersebut kemungkinan besar akan mengurangi biaya. Menyatakan kemungkinan yang dinilai cukup kuat.
The policy appears to reduce costs. Kebijakan tersebut tampaknya mengurangi biaya. Penilaian berdasarkan bukti atau pengamatan yang tersedia.
The policy tends to reduce costs. Kebijakan tersebut cenderung mengurangi biaya. Menyatakan kecenderungan, bukan hasil pada setiap kasus.
In this sample, the policy reduced costs. Dalam sampel ini, kebijakan tersebut mengurangi biaya. Membatasi cakupan klaim secara eksplisit.

May, might, dan could adalah verba modal (kata bantu yang menyatakan kemungkinan, kemampuan, kewajiban, atau sikap terhadap tindakan). Untuk makna kemungkinan di sini, ketiganya diikuti bentuk dasar kata kerja: may reduce, bukan may reduces atau may to reduce.

Jangan menempatkan semua ungkapan tersebut pada skala persentase yang pasti. Makna may dan might bergantung pada konteks; tidak ada rumus umum bahwa yang satu berarti peluang tertentu dan yang lain berarti peluang yang lebih rendah. Demikian pula, tends to menyatakan pola, bukan hanya ketidakyakinan penulis.

Pembatasan yang baik sering menyebut ruang lingkup, bukan menumpuk kata “mungkin”. Among first-year students berarti “di kalangan mahasiswa tahun pertama”; under these conditions berarti “dalam kondisi ini”. Batas seperti ini lebih berguna daripada klaim luas yang hanya diberi satu kata pelemah.

4. Gunakan nominalisasi tanpa menyembunyikan tindakan

Nominalisasi adalah mengubah tindakan atau sifat menjadi nomina (kata benda), misalnya implement menjadi implementation. Dalam bahasa Indonesia, proses serupa terlihat pada “menerapkan” menjadi “penerapan”. Bentuk ini membantu membicarakan suatu proses sebagai satu topik.

Bentuk dengan kata kerja Bentuk dengan nominalisasi Arti bentuk kedua
The team implemented the policy. The implementation of the policy took six months. Penerapan kebijakan tersebut memerlukan waktu enam bulan.
The committee approved the proposal. The approval of the proposal was delayed. Persetujuan atas usulan tersebut tertunda.
The researchers evaluated the programme. The evaluation of the programme identified several weaknesses. Evaluasi program tersebut mengungkap beberapa kelemahan.

Nominalisasi bermanfaat saat proses menjadi topik berikutnya. Namun, of dapat meninggalkan pertanyaan tentang siapa yang bertindak. Jika perlu, nyatakan pelaku: the committee's approval of the proposal berarti “persetujuan komite atas usulan tersebut”.

Waspadai gabungan kata benda yang terlalu panjang. The implementation of the evaluation of the revision of the policy berarti kurang lebih “pelaksanaan evaluasi revisi kebijakan”, tetapi sulit ditelusuri. Pecah menjadi tindakan yang jelas:

  • The team evaluated the revised policy. — Tim mengevaluasi kebijakan yang telah direvisi.

Jangan pula membuat bentuk nomina secara otomatis dengan menambahkan -tion. Bentuknya harus dipelajari: decide → decision berarti “memutuskan → keputusan”, sedangkan fail → failure berarti “gagal → kegagalan”.

5. Bedakan singkatan Latin berdasarkan fungsinya

Singkatan berikut dapat muncul dalam tulisan akademik. Mengenali semuanya berguna, tetapi Anda tidak harus memakai semuanya. Bentuk lengkap dalam bahasa Inggris sering lebih mudah dibaca.

Singkatan dan contoh bahasa Inggris Terjemahan Fungsi
We measured several variables, e.g., age and income. Kami mengukur beberapa variabel, misalnya usia dan pendapatan. e.g. memperkenalkan contoh, bukan daftar lengkap.
The sample consisted of adults, i.e., people aged 18 or over. Sampel terdiri atas orang dewasa, yaitu orang berusia 18 tahun ke atas. i.e. menjelaskan kembali makna yang dimaksud.
Please bring notebooks, pens, etc. Mohon bawa buku catatan, pena, dan sebagainya. etc. melanjutkan daftar unsur sejenis.
Several factors contribute, viz., cost, time, and resources. Beberapa faktor turut berperan, yakni biaya, waktu, dan sumber daya. viz. merinci unsur yang dimaksud; bernada sangat formal.
This account differs from earlier interpretations (cf. Lee, 2020). Uraian ini berbeda dari penafsiran sebelumnya (bandingkan dengan Lee, 2020). cf. mengarahkan pembaca untuk membandingkan dengan sumber lain.

E.g. berarti “misalnya”; i.e. berarti “yaitu” atau “dengan kata lain”. Jangan menukar keduanya hanya karena sama-sama memperkenalkan keterangan tambahan. Viz. dekat dengan namely (“yakni”) dan jauh lebih jarang dalam banyak tulisan modern. Cf. pada dasarnya berarti “bandingkan”, bukan penanda umum untuk sumber yang mendukung klaim.

Tanda koma setelah e.g. dan i.e. lazim dalam banyak pedoman Amerika; sebagian pedoman Inggris tidak memakainya. Ikuti satu pedoman secara konsisten. Singkatan ini umumnya tidak harus dicetak miring, tetapi ketentuan penerbit tetap menjadi acuan. Hindari etc. ketika pembaca perlu mengetahui daftar yang lengkap, misalnya bahan penelitian atau syarat kelayakan peserta.

Contoh dalam Konteks

Perhatikan bukan hanya bentuknya, tetapi juga alasan pemilihannya. Contoh berikut mencakup tulisan ilmiah, laporan kebijakan, dan komunikasi resmi.

Bahasa Inggris Terjemahan bahasa Indonesia Catatan
It is widely acknowledged that access to education affects employment opportunities. Diakui secara luas bahwa akses pendidikan memengaruhi peluang kerja. Menyebut pandangan yang diterima luas; tetap perlu dasar yang memadai.
Further investigation is warranted. Penyelidikan lebih lanjut memang layak dilakukan. Menilai adanya alasan yang cukup untuk penyelidikan lanjutan.
The implementation of the policy will be reviewed annually. Penerapan kebijakan tersebut akan ditinjau setiap tahun. Nominalisasi menamai proses; pasif menonjolkan proses itu.
The interviews were conducted in Indonesian. Wawancara dilakukan dalam bahasa Indonesia. Bahasa pelaksanaan lebih penting daripada identitas pewawancara.
We analysed the responses using a predefined coding scheme. Kami menganalisis jawaban dengan skema pengodean yang telah ditetapkan. Aktif tetap cocok untuk menjelaskan metode penelitian.
The findings suggest that travel costs may limit participation. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa biaya perjalanan mungkin membatasi partisipasi. Kesimpulan berhati-hati tentang penjelasan yang mungkin.
These results should be interpreted with caution because the sample was small. Hasil ini perlu ditafsirkan dengan hati-hati karena sampelnya kecil. Kehati-hatian disertai alasan konkret.
Among the participants surveyed, satisfaction increased after the training. Di antara peserta yang disurvei, kepuasan meningkat setelah pelatihan. Klaim dibatasi pada kelompok yang diteliti.
Several factors contribute, viz., cost, time, and resources. Beberapa faktor turut berperan, yakni biaya, waktu, dan sumber daya. Perincian bernada sangat formal; “berkontribusi” belum tentu berarti menyebabkan.
Some documents, e.g., invoices and receipts, must be retained. Beberapa dokumen, misalnya faktur dan kuitansi, harus disimpan. Menyebut contoh dokumen.
Only permanent residents, i.e., those with permanent residence status, are eligible. Hanya penduduk tetap, yaitu mereka yang memiliki status tinggal tetap, yang memenuhi syarat. Menjelaskan kategori yang dimaksud, bukan memberi contoh.
We would appreciate a response by Friday. Kami akan berterima kasih jika tanggapan dapat diberikan paling lambat hari Jumat. Permintaan sopan dengan batas waktu yang jelas.

Kesalahan yang Sering Terjadi

1. Menghilangkan kata bantu dalam kalimat pasif

  • Keliru: The samples collected yesterday.
  • Benar: The samples were collected yesterday. — Sampel tersebut dikumpulkan kemarin.

Sebagai kalimat mandiri dengan makna pasif, bentuk pertama tidak lengkap. Bentuk itu dapat menjadi bagian frasa, seperti “sampel yang dikumpulkan kemarin”, tetapi masih memerlukan pernyataan utama. Bahasa Indonesia dapat memakai “dikumpulkan” tanpa kata bantu; bahasa Inggris tidak mengikuti pola tersebut.

2. Memakai bentuk nomina setelah modal yang memerlukan kata kerja

  • Keliru: The policy may reduction costs.
  • Benar: The policy may reduce costs. — Kebijakan tersebut mungkin mengurangi biaya.

Reduction berarti “pengurangan”, sedangkan reduce berarti “mengurangi”. Setelah may, gunakan bentuk dasar kata kerja. Keinginan terdengar formal bukan alasan untuk mengganti semua kata kerja dengan kata benda.

3. Menyatakan hubungan sebab-akibat yang tidak didukung bukti

  • Tidak tepat jika penelitian hanya menunjukkan keterkaitan: The survey proves that training causes higher income.
  • Lebih tepat: The survey indicates an association between training and higher income. — Survei tersebut menunjukkan adanya keterkaitan antara pelatihan dan pendapatan yang lebih tinggi.

Masalahnya bukan tata bahasa, melainkan kekuatan klaim. Jika rancangan penelitian tidak dapat memastikan sebab-akibat, mengganti proves dengan probably proves tidak menyelesaikan persoalan. Ubahlah jenis kesimpulannya.

4. Menukar contoh dengan penjelasan ulang

  • Keliru untuk maksud “misalnya”: We recruited participants from several cities, i.e., Jakarta and Bandung.
  • Benar: We recruited participants from several cities, e.g., Jakarta and Bandung. — Kami merekrut peserta dari beberapa kota, misalnya Jakarta dan Bandung.

Jika hanya dua kota itu yang dimaksud, ubah seluruh kalimat: We recruited participants from two cities, namely Jakarta and Bandung. — Kami merekrut peserta dari dua kota, yakni Jakarta dan Bandung. I.e. bukan pengganti otomatis untuk “misalnya”.

5. Memakai kata sambung formal tanpa hubungan yang sesuai

  • Tidak tepat jika kalimat kedua tidak menyimpulkan akibat: The sample was small. Therefore, the questionnaire contained twenty questions.
  • Lebih tepat: The sample was small. The questionnaire contained twenty questions. — Sampelnya kecil. Kuesionernya berisi dua puluh pertanyaan.

Therefore berarti “oleh karena itu”, bukan sekadar penghubung agar tulisan terlihat ilmiah. Jika ingin membahas akibat ukuran sampel, tulislah akibat yang masuk akal: The sample was small. Therefore, the findings may not apply to the wider population. — Sampelnya kecil. Oleh karena itu, temuan tersebut mungkin tidak berlaku bagi populasi yang lebih luas.

6. Menggabungkan dua penanda daftar terbuka secara berlebihan

  • Hindari: We considered factors such as cost, time, resources, etc.
  • Lebih rapi: We considered factors such as cost, time, and resources. — Kami mempertimbangkan faktor seperti biaya, waktu, dan sumber daya.

Such as sudah memperkenalkan contoh, sehingga etc. biasanya tidak diperlukan. Ini terutama persoalan kerapian, bukan larangan tata bahasa mutlak. Jika daftar lengkap diperlukan, sebutkan semua unsurnya dan jangan memakai penanda daftar terbuka.

Catatan Pemakaian

Tulisan ilmiah berbeda dari surat resmi

Artikel ilmiah perlu membedakan data, penafsiran, dan batas penelitian. Surat resmi biasanya perlu memperjelas maksud, permintaan, dan tindak lanjut. Jangan memindahkan semua kebiasaan artikel ilmiah ke surat biasa.

It is requested that the relevant documentation be provided berarti “diminta agar dokumen yang relevan disediakan”. Bentuk ini gramatikal, tetapi impersonal dan dapat terdengar birokratis. Please provide the relevant documents by Monday berarti “mohon sediakan dokumen yang relevan paling lambat hari Senin” dan sering lebih berguna. Kesopanan tidak harus dibangun dengan pasif.

Ungkapan impersonal bukan pengganti rujukan

Pola It is widely acknowledged that… (“diakui secara luas bahwa…”) membuat kalimat tidak berpusat pada penulis. Namun, pola ini tetap menyatakan sesuatu tentang pendapat banyak pihak. Jangan menggunakannya hanya untuk membuat pendapat pribadi tampak sebagai kesepakatan umum. Jika klaim penting bagi argumen, dukung dengan sumber atau jelaskan siapa yang mengakuinya.

Begitu pula, Further investigation is warranted bukan sekadar padanan lebih panjang untuk “kita ingin meneliti lagi”. Warranted menunjukkan bahwa ada alasan yang membenarkan penyelidikan tambahan. Sebutkan alasan itu, misalnya keterbatasan sampel atau hasil yang belum konsisten.

Ikuti kebiasaan bidang dan pedoman penerbit

Pemakaian I atau we, ejaan seperti analyse dan analyze, serta penulisan singkatan dapat berbeda menurut bidang dan pedoman. Jangan menganggap salah satu ejaan itu lebih akademik. Yang penting ialah konsistensi dan kepatuhan pada pedoman yang diminta.

Dalam bahasa Indonesia, “penulis” kadang dipakai untuk menghindari “saya”. Jangan otomatis menerjemahkannya menjadi the writer dalam setiap kalimat bahasa Inggris. Jika pedoman mengizinkan, I argue that… (“saya berpendapat bahwa…”) atau we propose… (“kami mengusulkan…”) dapat lebih alami dan lebih jelas.

Penggunaan Lanjutan

Atur fokus dari informasi lama ke informasi baru

Pilihan aktif atau pasif dapat membantu alur paragraf. Mulailah dengan informasi yang sudah dikenal pembaca, lalu tambahkan informasi baru.

The study used two questionnaires. The questionnaires were distributed online. — Penelitian tersebut menggunakan dua kuesioner. Kuesioner tersebut dibagikan secara daring.

Pasif pada kalimat kedua mempertahankan kuesioner sebagai topik. Jika paragraf membahas tindakan tim, bentuk aktif mungkin lebih baik: The research team designed two questionnaires and distributed them online. — Tim peneliti merancang dua kuesioner dan membagikannya secara daring. Pilihan ini menyatukan dua tindakan dengan pelaku yang sama.

Bedakan isi klaim dan lokasi pembatasnya

Letak pembatas dapat mengubah apa yang dianggap tidak pasti:

  • The treatment may reduce pain in older patients. — Terapi tersebut mungkin mengurangi nyeri pada pasien lanjut usia.
  • The treatment reduced pain in some older patients. — Terapi tersebut mengurangi nyeri pada sebagian pasien lanjut usia.

Kalimat pertama membatasi kepastian tentang efeknya. Kalimat kedua menyatakan adanya pengurangan nyeri, tetapi membatasi pasien yang mengalaminya. Jangan menukar keduanya tanpa meninjau bukti.

Hindari penumpukan seperti It may perhaps possibly suggest… (“hal itu mungkin barangkali dapat mengindikasikan…”). Satu atau dua pembatas dengan fungsi berbeda dapat wajar, misalnya temuan “mengindikasikan” suatu penjelasan yang “mungkin”. Namun, beberapa pembatas dengan fungsi sama biasanya membuat pembaca sulit mengetahui posisi penulis.

Pilih pola pelaporan dengan hati-hati

Dua pola pasif berikut sama-sama formal:

  • It is believed that the method is reliable. — Diyakini bahwa metode tersebut dapat diandalkan.
  • The method is believed to be reliable. — Metode tersebut diyakini dapat diandalkan.

Pola kedua memakai infinitif (bentuk kata kerja dengan to, seperti to be). Jika tindakan yang dilaporkan terjadi lebih dahulu, bentuknya dapat berubah:

  • The committee is reported to have approved the proposal. — Komite tersebut dilaporkan telah menyetujui usulan itu.

To have approved menandai bahwa persetujuan terjadi sebelum waktu pelaporan. Bentuk ini berguna dalam laporan, tetapi tidak menggantikan kebutuhan untuk menyebut sumber informasi bila sumber itu penting.

Buat paragraf formal yang tetap mudah dibaca

Paragraf yang matang dapat menggabungkan hasil, pembatas, dan implikasi tanpa menjadikan setiap kalimat pasif:

The programme increased attendance in the three schools studied. However, the findings may not apply to schools with fewer resources. Further investigation is warranted to assess whether the programme remains effective in those settings.

Artinya: “Program tersebut meningkatkan kehadiran di tiga sekolah yang diteliti. Namun, temuan ini mungkin tidak berlaku bagi sekolah dengan sumber daya yang lebih terbatas. Penyelidikan lebih lanjut layak dilakukan untuk menilai apakah program itu tetap efektif dalam keadaan tersebut.”

Kalimat pertama menyampaikan hasil langsung, kalimat kedua menjelaskan batasnya, dan kalimat ketiga menghubungkan batas itu dengan penelitian lanjutan. Formalitasnya berasal dari penalaran yang terbuka, bukan dari banyaknya kata sulit.

Kiat Berlatih

  1. Revisi satu paragraf dalam tiga tahap. Ambil paragraf laporan yang pernah Anda tulis. Pertama, periksa siapa melakukan apa. Kedua, sesuaikan setiap klaim dengan bukti dan cakupannya. Ketiga, rapikan kosakata serta tanda baca. Jangan mulai dengan mengganti semua kata menjadi bentuk yang lebih panjang.
  2. Buat pasangan aktif, pasif, dan nominalisasi. Gunakan satu fakta, misalnya tim menyetujui usulan. Tulis tiga versi bahasa Inggris, lalu terjemahkan kembali ke bahasa Indonesia. Tanyakan apakah pelaku, tindakan, dan fokusnya masih jelas. Pilih versi terbaik untuk paragraf tentang tim, usulan, atau proses persetujuan.
  3. Uji singkatan sebelum dipakai. Ganti e.g. dengan “misalnya”, i.e. dengan “yaitu”, dan cf. dengan “bandingkan”. Jika maksud kalimat berubah, singkatannya mungkin tidak tepat. Untuk etc., tanyakan apakah pembaca dapat mengetahui unsur lain yang dimaksud; jika tidak, lengkapi daftarnya.

Konsep Terkait

  • Dasar yang perlu dikuasai: Ungkapan Pembatas Klaim — memperdalam cara menyatakan kemungkinan, kehati-hatian, dan batas kesimpulan.
  • Pengembangan berikutnya: Peralihan Register dan Gaya — membantu menyesuaikan nada ketika berpindah dari percakapan santai ke laporan atau komunikasi resmi.

Prasyarat

Hedging Language dalam Bahasa InggrisC1

Konsep yang dibangun di atas ini

Konsep C2 lainnya

Konsep ini dalam bahasa lain

Bandingkan di semua bahasa