B2

Nominalisasi pag-, pagka-, pagkaka- dalam bahasa Tagalog

Pagbuo ng Pangngalan mula sa Pandiwa

Artikel ini merupakan bagian dari pohon tata bahasa Filipino di Settemila Lingue.

Ringkasan

Bahasa Tagalog memakai pag-, pagka-, dan pagkaka- untuk membentuk kata benda yang menyatakan kegiatan, keadaan, atau cara sesuatu dilakukan. Bandingkan pag-aaral “kegiatan belajar”, pagkaantok “rasa mengantuk”, dan pagkakagawa “cara atau hasil pengerjaan”. Pilihan bentuk bergantung pada kata asal dan makna yang dimaksud; ketiganya bukan awalan yang dapat saling ditukar begitu saja.

Gambaran umum

Dalam bahasa Indonesia, kita dapat mengubah “membangun” menjadi “pembangunan” dan “bersatu” menjadi “persatuan”. Perubahan semacam ini disebut nominalisasi, yaitu pembentukan nomina atau kata benda dari kata atau ungkapan lain. Kata benda tidak harus menunjuk benda yang bisa disentuh: “pembacaan”, “kejujuran”, dan “persatuan” juga termasuk kata benda karena menamai kegiatan atau gagasan.

Dalam bahasa Tagalog, nominalisasi memungkinkan kita membicarakan kegiatan sebagai pokok pembahasan. Nag-aaral siya berarti “Dia sedang belajar”, sedangkan Mahalaga ang pag-aaral berarti “Belajar itu penting”. Kalimat pertama menceritakan tindakan seseorang; kalimat kedua menilai kegiatan belajar itu sendiri. Pada tingkat B2, perbedaan ini berguna untuk memahami berita, menulis pendapat, dan menjelaskan alasan dengan lebih tepat.

Kesamaan dengan bahasa Indonesia membantu, tetapi jangan mencari padanan awalan satu per satu. Pag- tidak selalu sama dengan “peN-an”, dan pagka- tidak selalu sama dengan “ke-an”. Misalnya, pagkakaisa diterjemahkan sebagai “persatuan”, sedangkan pagkakagawa sering lebih alami diterjemahkan dengan ungkapan “cara pengerjaannya”. Bentuk Tagalog perlu dipelajari bersama kata asal, pasangan maknanya, dan penggunaannya dalam kalimat.

Cara pembentukan dan pemakaiannya

1. Pag- untuk menamai kegiatan

Afiks adalah imbuhan yang melekat pada sebuah kata; awalan adalah imbuhan di bagian depan. Dalam banyak kata, pag- membentuk nama tindakan atau proses. Bentuk yang perlu diingat bukan hanya awalannya, tetapi keseluruhan kata: pagbasa “membaca/pembacaan”, pagsulat “menulis/penulisan”, dan pag-aaral “belajar/pembelajaran”.

Kata dasar Kata benda kegiatan Makna dalam bahasa Indonesia
basa pagbasa kegiatan membaca; pembacaan
sulat pagsulat kegiatan menulis; penulisan
lakad paglakad kegiatan berjalan
luto pagluluto kegiatan memasak
aral pag-aaral kegiatan belajar; pembelajaran
linis paglilinis kegiatan membersihkan; pembersihan

Ada bentuk tanpa pengulangan, seperti pagbasa, dan ada bentuk dengan pengulangan sebagian kata dasar, seperti pagluluto dan pag-aaral. Pengulangan ini disebut reduplikasi: bunyi atau bagian kata diulang dalam pembentukannya. Jangan menerapkan satu rumus sederhana kepada semua kata. Keluarga bentuk kata kerja dan kebiasaan penggunaan ikut menentukan bentuk nominalisasinya; pelajari pasangan yang lazim dipakai.

Pada kata dasar yang diawali vokal, bentuk seperti pag-aaral dan pag-alis memakai tanda hubung. Bandingkan dengan pagsulat, yang ditulis menyatu. Tanda hubung pada pag-aaral bukan hiasan dan bukan pemisah antara dua kata bebas.

Nominalisasi juga bukan sekadar menempelkan pag- pada kata kerja yang sudah menyatakan waktu atau tahap kejadian. Dari nag-aaral “sedang belajar”, bentuk nama kegiatannya adalah pag-aaral, bukan pagnag-aaral. Anda perlu kembali ke keluarga kata dasarnya.

2. Pagka- untuk keadaan, sifat, atau kedudukan

Pagka- dapat menamai keadaan, sifat, atau status seseorang. Bentuk ini tidak terbatas pada kata kerja: kata yang menyatakan sifat atau kedudukan juga dapat menjadi dasarnya.

Bentuk Tagalog Makna Penjelasan
pagkaantok rasa mengantuk Keadaan yang dialami seseorang.
pagkagutom rasa lapar Keadaan lapar, bukan kegiatan makan.
pagkapagod rasa lelah; kelelahan Keadaan setelah mengeluarkan tenaga.
pagkabata masa kecil; keadaan sebagai anak Maknanya bergantung pada konteks.
pagka-Pilipino identitas sebagai orang Filipina Menamai kedudukan atau identitas.

Contoh Hindi siya makatulog dahil sa pagkagutom berarti “Dia tidak bisa tidur karena lapar”. Frasa dahil sa pagkagutom membicarakan rasa lapar sebagai penyebab. Dalam bahasa Indonesia, terjemahan yang paling alami tidak harus mempertahankan kata benda “kelaparan”; bentuk “karena lapar” pun dapat menyampaikan maksudnya.

Jangan menganggap semua kata yang dimulai dengan huruf pagka memiliki struktur yang sama. Pagkain, misalnya, adalah kata yang sangat umum untuk “makanan”, dan juga dapat berkaitan dengan kegiatan makan dalam konteks tertentu. Kata tersebut perlu dikenali sebagai satu bentuk yang sudah lazim, bukan ditebak hanya berdasarkan beberapa huruf pertamanya.

3. Pagkaka- untuk cara terjadinya atau pengerjaan

Pagkakagawa mengarahkan perhatian pada bagaimana sesuatu dibuat, bukan hanya pada kegiatan membuatnya. Karena itu, bentuk ini cocok ketika orang menilai mutu pekerjaan, susunan hasilnya, atau cara tindakan dilakukan.

Bentuk Tagalog Padanan Indonesia Sudut pandang
paggawa pembuatan; kegiatan membuat Tindakannya sebagai proses.
pagkakagawa cara atau hasil pengerjaan Bagaimana sesuatu dibuat.
pagsulat penulisan; kegiatan menulis Kegiatan menulis itu sendiri.
pagkakasulat cara penulisan; susunan tulisan Bagaimana tulisan dirumuskan.
pagbigkas pengucapan Tindakan mengucapkan.
pagkakabigkas cara pengucapan Bagaimana kata atau kalimat diucapkan.

Bandingkan dua kalimat berikut:

  • Matagal ang paggawa ng mesa. — “Pembuatan meja itu memakan waktu lama.”
  • Matibay ang pagkakagawa ng mesa. — “Meja itu dibuat dengan konstruksi yang kokoh.”

Kalimat pertama membicarakan proses; kalimat kedua menilai pengerjaannya. Namun, pagkaka- bukan penanda bahwa tindakan pasti sudah selesai. Dalam Gusto ko ang pagkakasulat ng liham “Saya suka cara surat itu ditulis”, suratnya memang sudah ada, tetapi gagasan penyelesaian berasal dari situasi tersebut. Fungsi utama bentuk ini adalah menamai cara atau keadaan hasil tindakan.

Tidak semua bentuk pagkaka- dapat diterangkan dengan “cara pengerjaan”. Pagkakaisa berarti “persatuan” atau “kesatuan”, sedangkan pagkakaiba berarti “perbedaan”. Keduanya merupakan kata abstrak yang lazim dan perlu dipelajari dengan maknanya sendiri. Pedoman “kegiatan—keadaan—cara pengerjaan” membantu mengelompokkan makna, tetapi bukan hukum yang mencakup setiap kata.

4. Setelah menjadi kata benda, bentuknya masuk pola kalimat nominal

Frasa nominal adalah kelompok kata yang pusatnya kata benda, misalnya “kegiatan belajar anak itu”. Bentuk seperti pag-aaral dapat menjadi pusat kelompok semacam ini dan muncul setelah penanda ang, ng, atau sa.

Tagalog Bahasa Indonesia Fungsi
Mahalaga ang pag-aaral. Belajar itu penting. Kegiatan belajar menjadi hal yang dinilai.
Kailangan ng maingat na pagsusulat. Diperlukan penulisan yang cermat. Bentuk nominal mengikuti ng.
Natuto siya sa pagbabasa. Dia belajar melalui membaca. Sa memperkenalkan kegiatan sebagai sarana.

Di sini ang memperkenalkan hal utama yang sedang dibicarakan; ng dan sa menghubungkan bentuk nominal dengan bagian lain dalam kalimat. Jangan memaksakan terjemahan tetap seperti “itu”, “dari”, atau “di” untuk semua pemakaian penanda tersebut.

Pelaku kegiatan dapat disebut dengan bentuk seperti niya “dia/-nya”, ko “saya”, atau ni Ana “Ana”:

  • Mabilis ang paglakad niya. — “Cara dia berjalan cepat.”
  • Mahalaga ang pag-aaral ni Ana. — “Kegiatan belajar Ana penting.”

Di dalam frasa ini, niya dan ni Ana menyatakan hubungan dengan kegiatan. Karena itu, pola nominalnya berbeda dari kalimat tindakan biasa: Nag-aaral siya “Dia sedang belajar” memakai siya, bukan niya.

Contoh dalam konteks

Contoh berikut mencakup pembicaraan sehari-hari, penilaian hasil kerja, dan gagasan abstrak. Perhatikan bahwa terjemahan Indonesia kadang lebih wajar memakai kata kerja atau ungkapan “cara”, meskipun bentuk Tagalognya adalah kata benda.

Tagalog Bahasa Indonesia Catatan
Ang pag-aaral ay mahalaga. Belajar itu penting. Kegiatan menjadi pokok pembahasan.
Nakakatulong sa akin ang pagbabasa araw-araw. Membaca setiap hari membantu saya. Kebiasaan membaca disebut sebagai kegiatan.
Matagal ang pagluluto ng ulam na ito. Memasak lauk ini memakan waktu lama. Yang dibicarakan adalah proses memasak.
Mabilis ang paglakad niya. Dia berjalan dengan cepat. Secara harfiah, kegiatan berjalannya dinilai cepat.
Dahil sa pagkaantok, hindi ako makapagbasa nang maayos. Karena mengantuk, saya tidak bisa membaca dengan baik. Keadaan menjadi penyebab.
Halata ang pagkapagod niya. Kelelahannya tampak jelas. Menamai keadaan lelah.
Ipinagmamalaki niya ang pagka-Pilipino niya. Dia bangga akan identitasnya sebagai orang Filipina. Menyatakan identitas.
Ang pagkain niya ay masarap. Makanannya enak. Pagkain di sini berarti makanan, bukan kegiatan memasak.
Ang pagkakagawa nito ay magaling. Pengerjaan benda ini bagus. Menilai cara atau mutu pembuatannya.
Maayos ang pagkakasulat ng liham. Surat itu ditulis dengan baik. Menilai susunan atau cara penulisan.
Malinaw ang pagkakabigkas niya ng mga salita. Dia mengucapkan kata-kata itu dengan jelas. Menilai cara mengucapkan.
Kailangan natin ang pagkakaisa ng bayan. Kita memerlukan persatuan bangsa. Kata abstrak dengan makna yang sudah lazim.
Malaki ang pagkakaiba ng dalawang plano. Perbedaan antara kedua rencana itu besar. Tidak menunjuk kegiatan atau mutu pengerjaan.

Ungkapan Ang pagkakaisa ng bayan berarti “persatuan bangsa”. Jika berdiri sendiri, ungkapan itu merupakan frasa, bukan pernyataan lengkap. Dengan menambahkan Kailangan natin seperti pada tabel, kita menyatakan sesuatu tentang persatuan itu.

Pada Ang pagkain niya ay masarap, terjemahan “masakannya enak” bisa masuk akal apabila konteksnya menjelaskan bahwa dia yang memasak. Namun, kata pagkain sendiri berarti “makanan”, bukan “kegiatan memasak”. Untuk membicarakan kegiatan memasaknya, gunakan pagluluto niya; untuk makanan yang dia masak, luto niya dapat dipakai sesuai konteks.

Kesalahan yang sering terjadi

1. Menempelkan pag- pada bentuk kata kerja yang sudah berimbuhan

  • Keliru: Mahalaga ang pagnag-aaral.
  • Benar: Mahalaga ang pag-aaral. — “Belajar itu penting.”

Nag-aaral sudah merupakan bentuk kata kerja. Nominalisasi bukan penambahan awalan di depan setiap bentuk yang ditemukan dalam kalimat. Pelajari mag-aral, nag-aaral, dan pag-aaral sebagai anggota keluarga kata yang berbeda fungsi.

2. Memakai kata ganti pelaku seperti dalam kalimat tindakan

  • Keliru: Mabilis ang paglakad siya.
  • Benar: Mabilis ang paglakad niya. — “Dia berjalan dengan cepat.”

Dalam paglakad niya, kata ganti melekat pada kegiatan sebagai hubungan “berjalannya”. Jika ingin memakai siya, gunakan pola kalimat yang sesuai, misalnya Mabilis siyang maglakad “Dia berjalan cepat”.

3. Menganggap pagkain berarti memasak

  • Keliru untuk maksud ‘Saya suka memasak’: Gusto ko ang pagkain.
  • Benar untuk maksud itu: Gusto ko ang pagluluto. — “Saya suka memasak.”

Kalimat pertama tidak salah secara tata bahasa, tetapi biasanya berarti “Saya suka makanan”. Kesalahannya terletak pada pilihan makna. Bedakan pagkain “makanan”, pagkain ng almusal “kegiatan makan sarapan”, dan pagluluto “kegiatan memasak”.

4. Memilih nama proses ketika yang dimaksud mutu pengerjaan

  • Kurang tepat untuk menilai konstruksi: Matibay ang paggawa ng upuan.
  • Lebih tepat: Matibay ang pagkakagawa ng upuan. — “Kursi itu dibuat dengan konstruksi yang kokoh.”

Paggawa menamai proses membuat. Pagkakagawa memungkinkan penilaian terhadap bagaimana kursi itu dibuat. Bentuk pertama tidak selalu mustahil dalam konteks lain, tetapi tidak mengungkapkan maksud ini sejelas bentuk kedua.

5. Menghilangkan tanda hubung dalam pag-aaral

  • Keliru: Mahalaga ang pagaaral.
  • Benar: Mahalaga ang pag-aaral. — “Belajar itu penting.”

Simpan ejaan bentuk nominal sebagai bagian dari kosakata yang dipelajari. Jangan menyamaratakan ejaan pagsulat kepada kata dengan dasar yang diawali vokal seperti pag-aaral.

Catatan penggunaan

Tidak hanya untuk tulisan resmi

Nominalisasi sering muncul dalam laporan dan tulisan argumentatif karena memudahkan pembahasan proses, sebab, dan hasil. Namun, bentuk seperti pagkain, pag-aaral, dan paglalakad juga biasa ditemukan dalam percakapan. Memakai kata benda kegiatan tidak otomatis membuat kalimat terdengar kaku.

Yang membuat tulisan terasa berat adalah penumpukan kata benda abstrak. Jika tujuan Anda sekadar menyampaikan siapa melakukan apa, kalimat tindakan sering lebih jelas. Naglinis kami ng bahay “Kami membersihkan rumah” lebih langsung daripada ungkapan panjang yang berpusat pada “pelaksanaan pembersihan rumah”. Gunakan nominalisasi ketika kegiatan atau hasilnya memang menjadi pusat perhatian.

Ay bukan bagian wajib dari nominalisasi

Ang pag-aaral ay mahalaga dan Mahalaga ang pag-aaral sama-sama berarti “Belajar itu penting”. Pada pola pertama, kegiatan disebut lebih dahulu; pada pola kedua, penilaian muncul lebih dahulu. Ay adalah penanda dalam salah satu susunan kalimat, bukan unsur yang harus menyertai setiap kata benda berawalan pag-.

Terjemahkan makna, bukan bentuk imbuhannya

Bahasa Indonesia sering memilih bentuk yang lebih pendek: Halata ang pagkapagod niya dapat diterjemahkan “Dia kelihatan lelah”, bukan harus “Kelelahannya tampak jelas”. Sebaliknya, ketika membaca Tagalog, tetap kenali bahwa yang dinilai adalah pagkapagod. Kemampuan melihat struktur asli dan memilih terjemahan alami adalah dua keterampilan yang saling melengkapi.

Pendalaman dan penggunaan lanjutan

1. Perbedaan cara pengerjaan dan hasil konkret

Pagkakagawa tidak identik dengan benda yang dibuat. Jika seseorang memuji pagkakagawa ng mesa, yang dipuji adalah pengerjaan meja tersebut: sambungannya, susunannya, atau mutunya. Meja tetap merupakan benda konkret yang bernama mesa.

Begitu pula, pagkakasulat ng liham menyoroti bagaimana surat dirumuskan, sementara liham adalah suratnya. Untuk menulis lebih tepat, tentukan apakah Anda ingin membahas tindakan, cara pelaksanaan, atau benda yang dihasilkan. Ketiganya dapat hadir dalam satu situasi, tetapi tidak berarti kata-katanya dapat saling menggantikan.

2. Bentuk serupa dapat muncul sebagai keterangan waktu

Keterangan waktu adalah bagian kalimat yang menjelaskan kapan sesuatu terjadi. Bentuk berawalan pag- atau pagka- juga dapat muncul dalam fungsi ini, terutama ketika diikuti bagian kalimat lain:

  • Pagdating niya, kumain kami. — “Ketika dia tiba, kami makan.”
  • Pagkagising ko, uminom ako ng tubig. — “Begitu bangun, saya minum air.”

Bandingkan Maaga ang pagdating niya “Kedatangannya pagi-pagi” dengan contoh pertama. Pada kalimat dengan ang, kedatangan menjadi hal yang dibicarakan. Pada Pagdating niya, ..., kedatangan menjadi titik waktu untuk tindakan berikutnya. Jadi, bentuk luar saja tidak cukup; perhatikan perannya dalam keseluruhan kalimat.

Pemakaian pagka- pada pagkagising juga menunjukkan mengapa rumus “pagka- selalu berarti keadaan” terlalu sempit. Dalam pola waktu ini, bentuk tersebut dapat menyampaikan “sesudah” atau “begitu” suatu peristiwa terjadi.

3. Waktu dan tahap kejadian perlu dijelaskan lewat konteks

Aspek adalah cara bahasa melihat tahap suatu tindakan, misalnya sudah terjadi, sedang berlangsung, atau belum dimulai. Kata benda kegiatan seperti pag-aaral tidak membawa seluruh informasi aspek yang terdapat pada bentuk kata kerja.

Bandingkan:

  • Mahalaga ang pag-aaral niya ngayon. — “Kegiatan belajarnya sekarang penting.”
  • Mahalaga ang pag-aaral niya noong nakaraang taon. — “Kegiatan belajarnya tahun lalu penting.”

Bentuk pag-aaral tetap sama. Keterangan ngayon “sekarang” dan noong nakaraang taon “tahun lalu” menentukan kerangka waktunya. Karena itu, jangan menganggap pengulangan pada pag-aaral selalu berarti “sedang”, atau pagkaka- selalu berarti “sudah”.

4. Pelaku dan sasaran bisa menjadi kurang jelas

Pelaku adalah orang yang melakukan tindakan; sasaran adalah hal yang dikenai tindakan. Dalam pagbasa ng bata, ng bata dapat dipahami sebagai anak yang membaca. Dalam pagbasa ng liham, ng liham menunjuk surat yang dibaca. Penanda ng sendiri tidak memberikan satu label makna tetap.

Ketika menulis, jangan mengandalkan deretan panjang unsur ng jika pembaca dapat salah mengerti. Kalimat tindakan seperti Binasa ni Ana ang liham “Ana membaca surat itu” menyebut pelaku dan sasaran dengan lebih terang. Nominalisasi berguna untuk merangkum, tetapi kadang mengurangi kejelasan hubungan antarpeserta.

5. Kata abstrak yang sudah lazim perlu dipelajari sebagai kosakata

Pagkakaisa “persatuan” dan pagkakaiba “perbedaan” bukan sekadar penerapan rumus mekanis. Keduanya muncul dalam pasangan kata yang umum, seperti pagkakaisa ng bayan “persatuan bangsa” dan pagkakaiba ng dalawang plano “perbedaan antara dua rencana”. Mempelajari pasangan semacam ini lebih berguna daripada mencoba menciptakan bentuk baru dari setiap kata dasar.

Pada tingkat lanjut, Anda juga akan menemukan keluarga nominalisasi lain. Untuk saat ini, tujuan utamanya adalah dapat membedakan makna, mengenali bentuk lazim, dan memakai bentuk tersebut dalam kalimat yang jelas—bukan memaksakan semua kata benda abstrak masuk ke tiga kelompok awalan ini.

Saran latihan

  1. Buat catatan keluarga kata. Pilih lima kata yang sering digunakan, misalnya basa, sulat, luto, aral, dan gawa. Catat kata benda kegiatannya beserta satu kalimat utuh. Jika ada pasangan seperti paggawa–pagkakagawa, tulis perbedaan maknanya dengan bahasa Indonesia: “proses membuat” dibandingkan dengan “cara pengerjaan”.
  2. Ubah pusat perhatian kalimat. Mulai dengan Nag-aaral si Ana “Ana sedang belajar”. Ubah menjadi Mahalaga ang pag-aaral ni Ana “Kegiatan belajar Ana penting”. Periksa apa yang berubah: bentuk kata, penanda nama orang, dan informasi aspek yang tidak lagi dinyatakan oleh kata benda. Lakukan latihan ini hanya dengan bentuk nominal yang sudah Anda ketahui.
  3. Baca satu paragraf dan tandai fungsi setiap bentuk. Untuk setiap kata berawalan pag-, pagka-, atau pagkaka-, tanyakan: apakah ini kegiatan, keadaan, cara pengerjaan, kata abstrak yang sudah lazim, atau bagian keterangan waktu? Setelah itu, buat terjemahan Indonesia yang alami tanpa memaksakan “peN-an” atau “ke-an” pada semua bentuk.

Konsep terkait

Prasyarat

Afiksasi Verba Kompleks (Pag-, Pang-, Paki-) dalam Bahasa TagalogB1

Konsep yang dibangun di atas ini

Konsep B2 lainnya