B1

Pasif dengan -s dalam Bahasa Swedia

S-passiv

Artikel ini merupakan bagian dari pohon tata bahasa Swedia di Settemila Lingue.

Ringkasan singkat

Bahasa Swedia dapat membentuk kalimat pasif dengan menambahkan -s pada bentuk kata kerja yang sesuai: bygga → byggas (dibangun), bygger → byggs (dibangun), dan byggde → byggdes (dibangun pada waktu lampau). Dalam Huset byggs nu — “Rumah itu sedang dibangun sekarang” — yang ditonjolkan ialah rumahnya, bukan orang yang membangunnya. Bentuk ini disebut s-passiv dan banyak ditemukan dalam pengumuman, petunjuk, berita, serta percakapan sehari-hari.

Gambaran umum

Dalam kalimat aktif, kita biasanya mulai dengan orang yang melakukan tindakan: Personalen stänger dörren — “Petugas menutup pintu itu.” Dalam kalimat pasif, kita menyoroti sesuatu yang dikenai tindakan: Dörren stängs — “Pintu itu ditutup.” Subjek (unsur yang menjadi pusat kalimat dan terkait dengan kata kerja) pada kalimat kedua adalah dörren, walaupun pintu itu bukan pelaku yang menutup. Pelakunya boleh tidak disebutkan jika sudah jelas atau tidak penting.

Bagi penutur bahasa Indonesia, gagasan ini cukup akrab: “Petugas menjual tiket” dapat diubah menjadi “Tiket dijual.” Perbedaannya terletak pada pembentukan kata. Bahasa Indonesia memakai awalan di-, sedangkan bahasa Swedia memakai akhiran -s sekaligus tetap membedakan bentuk waktu kata kerja. Jadi, jangan membaca setiap akhiran -s sebagai penanda “sedang” atau “sudah”; waktu dan kontekslah yang menentukan terjemahannya.

Pada tingkat B1, sasaran utama adalah mengenali dan membuat bentuk seperti byggs, säljs, dan såldes. Keterampilan ini langsung berguna ketika membaca informasi layanan, iklan barang bekas, atau surat dari instansi. Setelah pola utamanya dikuasai, ada beberapa hal yang perlu dibedakan: bentuk alternatif pada waktu kini, kata kerja berakhiran -s yang bukan pasif, serta pasif dengan bli.

Cara membentuk dan menyusun kalimat

1. Mengubah fokus dari pelaku ke penerima tindakan

Perhatikan pasangan berikut:

  • Företaget bygger huset. — Perusahaan itu membangun rumah tersebut.
  • Huset byggs av företaget. — Rumah tersebut dibangun oleh perusahaan itu.

Pada kalimat aktif, huset merupakan objek langsung (orang atau benda yang langsung dikenai tindakan). Ketika kalimat dipasifkan, unsur itu menjadi subjek. Pelaku lama dapat ditambahkan melalui av — “oleh” — atau dihilangkan:

  • Huset byggs. — Rumah tersebut dibangun.

Pola yang paling mudah diingat ialah yang dikenai tindakan + kata kerja pasif + informasi tambahan. Namun, ini bukan aturan bahwa subjek harus selalu berada di awal. Bahasa Swedia tetap mengikuti aturan urutan katanya sendiri; bentuk pasif tidak mengubah aturan tersebut.

Pasif biasa ini terutama dibentuk dari kata kerja transitif (kata kerja yang dapat mempunyai objek langsung), seperti membangun sesuatu, membuka sesuatu, atau membaca sesuatu. Jangan langsung menambahkan -s pada semua kata kerja. Kata kerja yang bermakna tidur atau tiba, misalnya, tidak mempunyai objek yang dapat dipindahkan menjadi subjek dengan pola ini. Bentuk tanpa penerima tindakan yang jelas dibahas dalam bagian lanjutan.

2. Bentuk dasar, lampau, dan bentuk sesudah har

Infinitif adalah bentuk dasar kata kerja, misalnya bygga “membangun”. Untuk pasif, tambahkan -s: byggas “dibangun”. Ini dipakai setelah att atau setelah kata kerja seperti ska, kan, dan måste.

Untuk preteritum (bentuk kata kerja yang menyatakan waktu lampau), tambahkan -s pada bentuk lampau aktif: byggde → byggdes. Untuk supinum (bentuk khusus kata kerja yang mengikuti har atau hade), tambahkan -s pada bentuk tersebut: byggt → byggts. Perubahan tidak selalu hanya terlihat pada akhir kata, sebab bentuk lampau aktifnya sendiri dapat tidak beraturan.

Infinitif aktif Infinitif pasif Kini pasif Lampau pasif Supinum pasif
tala talas talas talades talats
bygga byggas byggs byggdes byggts
köpa köpas köps köptes köpts
sälja säljas säljs såldes sålts
läsa läsas läses lästes lästs
tro tros tros troddes trotts
skriva skrivas skrivs skrevs skrivits
göra göras görs gjordes gjorts

Makna dasar kata-kata itu berturut-turut adalah “berbicara”, “membangun”, “membeli”, “menjual”, “membaca”, “percaya”, “menulis”, dan “melakukan/membuat”. Dalam bentuk pasif, terjemahannya biasanya menjadi “dibicarakan/dituturkan”, “dibangun”, “dibeli”, “dijual”, “dibaca”, “dipercaya”, “ditulis”, dan “dilakukan/dibuat”.

Perhatikan bahwa sälja mempunyai bentuk lampau sålde, sehingga pasifnya adalah såldes, bukan bentuk yang dibentuk secara sembarang dari sälja. Demikian pula, skriva → skrev → skrevs. Bekal bentuk aktif yang benar tetap diperlukan.

3. Bentuk waktu kini perlu perhatian khusus

Presens (bentuk kata kerja untuk waktu kini, kebiasaan, atau kadang jadwal mendatang) tidak dibentuk dengan sekadar menambahkan -s pada seluruh bentuk aktif.

  • Kata kerja dengan presens -ar biasanya kehilangan r, lalu mendapat s: talar → talas, öppnar → öppnas. Bentuk pasif kini dan infinitif pasifnya sama.
  • Kata kerja dengan presens -er lazimnya memakai bentuk pendek dari pangkal katanya, yaitu bagian dasar sebelum akhiran: bygger → byggs, köper → köps, säljer → säljs.
  • Kata kerja pendek dengan presens -r kehilangan r: tror → tros.
  • Untuk kata kerja tidak beraturan, pelajari bentuknya secara utuh: gör → görs, skriver → skrivs.

Pada banyak kata kerja yang berpresens -er, ada pula bentuk lebih panjang dengan -es, misalnya skrives di samping skrivs. Bentuk pendek lebih umum dalam penggunaan modern untuk kata-kata ini; bentuk panjang dapat terdengar lebih resmi atau kuno. Namun, jika pangkal kata berakhir dengan s, bentuk -es sangat penting: läser → läses, löser → löses — “dibaca”, “diselesaikan”. Jangan memakai aturan “hapus -er lalu tambahkan -s” secara membuta hingga menghasilkan läss.

Sebagai pegangan praktis, hafalkan byggs, köps, säljs, skrivs, tetapi läses. Bentuk panjang bukan berarti waktu lampau: läses adalah kini, sedangkan lästes adalah lampau.

4. Memilih waktu dan kata kerja bantu

Kata kerja bantu adalah kata yang menyertai kata kerja utama untuk menyatakan waktu, kemungkinan, atau keharusan. Pada pasif -s, akhiran pasif ditempelkan pada kata kerja yang menyatakan tindakan, bukan otomatis pada kata kerja bantunya.

Bahasa Swedia Bahasa Indonesia Penjelasan
Huset byggs. Rumah itu dibangun. Bentuk kini; konteks dapat menunjukkan proses atau kegiatan umum.
Huset byggdes förra året. Rumah itu dibangun tahun lalu. Bentuk lampau.
Huset har byggts. Rumah itu sudah dibangun. Har diikuti supinum pasif.
Huset hade byggts före vintern. Rumah itu sudah dibangun sebelum musim dingin. Hade menyatakan tindakan yang sudah terjadi sebelum titik waktu lampau.
Huset ska byggas nästa år. Rumah itu akan dibangun tahun depan. Ska diikuti infinitif pasif.
Huset måste byggas om. Rumah itu harus dibangun ulang. Måste diikuti infinitif pasif; om tetap dipertahankan.

Bentuk -s tidak berubah menurut jumlah atau orang: Bilen säljs berarti “Mobil itu dijual”, sedangkan Bilarna säljs berarti “Mobil-mobil itu dijual”. Yang berubah ialah unsur lain dalam kalimat, bukan akhiran pasifnya.

5. Urutan kata tetap berlaku

Dalam kalimat utama berupa pernyataan, kata kerja yang membawa penanda waktu biasanya menempati posisi kedua setelah satu unsur pembuka. Bandingkan:

  • Dörren stängs kl. 22. — Pintu itu ditutup pukul 22.00.
  • Kl. 22 stängs dörren. — Pukul 22.00, pintu itu ditutup.

Saat keterangan waktu dipindahkan ke depan, stängs tetap di posisi kedua dan subjek mengikutinya. Untuk penyangkalan dalam kalimat utama:

  • Biljetterna säljs inte här. — Tiket-tiket itu tidak dijual di sini.
  • Biljetterna har inte sålts. — Tiket-tiket itu belum terjual.

Dengan har, kata inte berada setelah har, bukan harus setelah kata kerja berakhiran -s. Dalam anak kalimat (bagian kalimat yang bergantung pada bagian lain), posisinya berbeda: Jag vet att biljetterna inte säljs här — “Saya tahu bahwa tiket-tiket itu tidak dijual di sini.”

Contoh dalam konteks

Terjemahan Indonesia di bawah mengikuti makna yang wajar, bukan mengganti setiap bentuk -s dengan satu kata tertentu. Konteks dapat membuat terjemahan memakai “sedang”, “akan”, atau bahkan bentuk tanpa awalan di-.

Bahasa Swedia Bahasa Indonesia Catatan
Huset byggs nu. Rumah itu sedang dibangun sekarang. Nu menunjukkan proses saat ini.
Bilen såldes igår. Mobil itu dijual kemarin. Såldes merupakan bentuk lampau.
Dörren stängs kl. 22. Pintu itu ditutup pukul 22.00. Pemberitahuan tentang jadwal penutupan.
Svenska talas här. Bahasa Swedia digunakan di sini. Secara harfiah, bahasa Swedia dituturkan di sini.
Biljetter säljs i receptionen. Tiket dijual di resepsionis. Informasi tempat pembelian tiket.
Ansökan skickas via e-post. Permohonan dikirim melalui surel. Menjelaskan prosedur.
Paketet levererades i morse. Paket itu diantar tadi pagi. Tindakan selesai pada waktu lampau.
Alla ansökningar har lästs. Semua permohonan sudah dibaca. Har diikuti supinum pasif lästs.
Mötet ska hållas på fredag. Rapat itu akan diadakan pada hari Jumat. Ska diikuti infinitif pasif hållas.
Blanketten måste fyllas i. Formulir itu harus diisi. Unsur i tetap ada dalam fylla i.
Dörren kan öppnas med en kod. Pintu itu dapat dibuka dengan kode. Kan menyatakan kemungkinan atau kemampuan.
Rapporten skrevs av en journalist. Laporan itu ditulis oleh seorang wartawan. Pelaku disebutkan dengan av.
Boken läses av många studenter. Buku itu dibaca oleh banyak mahasiswa. Bentuk kini läses, bukan läss.
Inga biljetter säljs vid entrén. Tidak ada tiket yang dijual di pintu masuk. Inga menyangkal keberadaan tiket dalam penjualan itu.

Kesalahan yang sering terjadi

1. Menempelkan -s pada presens aktif secara utuh

  • Keliru: Huset byggers nu.
  • Benar: Huset byggs nu. — Rumah itu sedang dibangun sekarang.
  • Mengapa: Bygger tidak dipertahankan seluruhnya. Bentuk kini pasif yang umum adalah byggs. Begitu pula säljer → säljs, bukan säljers.

2. Memakai bentuk kini setelah ska atau måste

  • Keliru: Bilen ska säljs imorgon.
  • Benar: Bilen ska säljas imorgon. — Mobil itu akan dijual besok.
  • Mengapa: Sesudah ska, gunakan infinitif säljas, bukan presens säljs. Bedakan pasangan sälja/säljas dari säljer/säljs.

3. Menganggap har diikuti bentuk lampau biasa

  • Keliru: Bilen har såldes.
  • Benar: Bilen har sålts. — Mobil itu sudah dijual.
  • Mengapa: Har memerlukan supinum sålts. Bentuk såldes dapat berdiri sendiri untuk waktu lampau: Bilen såldes igår — “Mobil itu dijual kemarin.”

4. Menambahkan är seolah-olah semua pasif membutuhkan kata bantu

  • Keliru: Dörren är stängs kl. 22.
  • Benar: Dörren stängs kl. 22. — Pintu itu ditutup pukul 22.00.
  • Mengapa: Stängs sudah merupakan kata kerja pasif berpenanda waktu. Dörren är stängd juga benar, tetapi berarti “Pintu itu dalam keadaan tertutup”, dengan bentuk dan fokus yang berbeda.

5. Menghapus unsur kecil yang merupakan bagian kata kerja

  • Keliru: Blanketten måste fyllas. ketika maksudnya “Formulir itu harus diisi.”
  • Benar: Blanketten måste fyllas i. — Formulir itu harus diisi.
  • Mengapa: Ungkapan untuk mengisi formulir ialah fylla i. Kata i tetap diperlukan ketika ungkapan itu dipasifkan. Fylla tanpa i mempunyai penggunaan lain, seperti mengisi suatu wadah.

6. Mengira semua kata berakhiran -s berarti pasif

  • Keliru sebagai terjemahan: Jag hoppas det dianggap berarti “Saya diharapkan begitu.”
  • Benar: Jag hoppas det. — Saya berharap begitu.
  • Mengapa: Hoppas adalah kata kerja deponen, yakni kata kerja yang memiliki bentuk -s tetapi bukan pasif biasa. Maknanya perlu dipelajari bersama kata tersebut, bukan ditebak dari huruf terakhirnya.

Catatan pemakaian

Lazim dalam informasi umum, tetapi tidak hanya untuk bahasa resmi

Pasif -s cocok ketika pembaca perlu tahu apa yang terjadi tanpa perlu tahu pelakunya: Biljetter säljs här — “Tiket dijual di sini.” Dalam petunjuk, Ansökan skickas via e-post — “Permohonan dikirim melalui surel” — dapat memberi arahan kepada pembaca, meskipun bentuknya bukan perintah langsung.

Bentuk ini juga wajar dalam percakapan: Bilen har sålts — “Mobilnya sudah dijual.” Jadi, tidak perlu menghindarinya saat berbicara. Yang dapat membuat tulisan terasa terlalu resmi adalah rangkaian pasif yang terus-menerus menyembunyikan pelaku, bukan akhiran -s itu sendiri.

Jika tanggung jawab atau orang yang bertindak penting, kalimat aktif sering lebih jelas. Bandingkan Beslutet fattades igår — “Keputusan itu diambil kemarin” — dengan Styrelsen fattade beslutet igår — “Dewan pengurus mengambil keputusan itu kemarin.” Kalimat kedua langsung menyatakan siapa yang memutuskan.

Terjemahan di- membantu, tetapi tidak cukup untuk menentukan bentuk

Bahasa Indonesia sering menyatakan waktu melalui “kemarin”, “sudah”, atau konteks tanpa mengubah kata “dijual”. Bahasa Swedia membedakan säljs, såldes, dan har sålts. Saat menerjemahkan ke bahasa Swedia, tentukan waktunya terlebih dahulu; jangan hanya mencari padanan “dijual”.

Bahasa Indonesia juga memungkinkan “Buku itu saya baca”. Pola ini tidak dapat disalin dengan menempatkan kata ganti pelaku tepat sebelum kata kerja pasif Swedia. Untuk menyebut pelaku, gunakan av: Boken läses av mig — “Buku itu dibaca oleh saya.” Jika tidak ada alasan khusus untuk menonjolkan bukunya, Jag läser boken — “Saya membaca buku itu” — biasanya lebih sederhana.

Pendalaman dan penggunaan lanjutan

Pasif -s, bli, dan keadaan dengan vara

Bahasa Swedia mempunyai beberapa cara membicarakan tindakan dan hasilnya. Partisip lampau adalah bentuk kata kerja yang dapat menggambarkan hasil atau keadaan, misalnya stängd “tertutup”. Bentuk ini dipakai setelah bli atau vara, berbeda dari pasif -s.

Bentuk Swedia Makna Indonesia Fokus yang lazim
Dörren stängs. Pintu itu ditutup. Tindakan penutupan; dapat berupa proses atau aturan.
Dörren blir stängd. Pintu itu menjadi tertutup / ditutup. Peristiwa atau perubahan yang menghasilkan keadaan tertutup.
Dörren är stängd. Pintu itu tertutup. Keadaan pintu saat itu.

Ini kecenderungan makna, bukan batas yang mutlak. Pasif -s juga dapat menyatakan satu kejadian selesai: Dörren stängdes plötsligt — “Pintu itu tiba-tiba ditutup.” Sebaliknya, bentuk bli tidak selalu berarti tindakan sudah selesai; waktunya tetap bergantung pada kata kerja dan konteks.

Partisip setelah bli atau vara menyesuaikan bentuknya dengan jenis dan jumlah subjek: Dörren är stängd — “Pintu itu tertutup”, Fönstret är stängt — “Jendela itu tertutup”, dan Dörrarna är stängda — “Pintu-pintu itu tertutup”. Pasif -s tidak mempunyai penyesuaian ini: Dörren stängs, Fönstret stängs, Dörrarna stängs semuanya memakai stängs.

Bentuk tanpa pelaku atau penerima yang disebut secara khusus

Ada kalimat pasif dengan det sebagai subjek pengisi (kata yang mengisi posisi subjek tanpa menunjuk benda tertentu):

  • Det sägs att hon ska flytta. — Kabarnya dia akan pindah.
  • Det talas mycket om förslaget. — Usulan itu banyak dibicarakan.
  • Det dansades hela natten. — Orang-orang menari sepanjang malam.

Kalimat terakhir menunjukkan bahwa penggunaan pasif yang lebih luas tidak selalu berasal dari objek langsung yang dijadikan subjek. Yang ditonjolkan ialah kegiatan menarinya. Jangan menafsirkan det sebagai benda yang “ditarikan”. Pola ini berguna untuk dipahami ketika membaca, tetapi untuk mulai menulis, kalimat dengan penerima tindakan yang jelas lebih mudah dikuasai.

Deponen dan makna saling

Selain pasif, -s dapat muncul pada kata kerja deponen: Jag minns det — “Saya ingat itu”; Hon lyckades — “Dia berhasil”; Vi hoppas på bättre väder — “Kami berharap cuacanya membaik.” Subjek dalam kalimat-kalimat ini bukan penerima tindakan dari pelaku tersembunyi.

Ada pula penggunaan dengan makna resiprokal (saling melakukan tindakan): Vi träffas imorgon — “Kita bertemu besok”; De kramas — “Mereka saling berpelukan.” Bandingkan Vi träffar läraren — “Kami menemui guru itu” — dengan Vi träffas — “Kami saling bertemu.” Makna harus ditentukan dari kata kerja dan konteks, bukan hanya dari bentuk -s.

Penerima dapat menjadi pusat kalimat

Beberapa kata kerja memungkinkan orang yang menerima sesuatu menjadi subjek pasif, bukan hanya benda yang diterimanya:

  • Företaget erbjöd henne ett jobb. — Perusahaan itu menawarinya pekerjaan.
  • Hon erbjöds ett jobb. — Dia ditawari pekerjaan.

Ini mirip dengan perbedaan “Pekerjaan ditawarkan kepadanya” dan “Dia ditawari pekerjaan” dalam bahasa Indonesia. Pelajari pola seperti erbjudas ett jobb sebagai satu ungkapan; jangan menganggap setiap kata kerja dapat dipasifkan dengan semua susunan penerima dan benda.

Saran latihan

  1. Buat empat bentuk untuk satu kata kerja. Mulailah dari sälja: säljas, säljs, såldes, sålts. Lalu tulis “Mobil itu dijual di sini”, “Mobil itu dijual kemarin”, “Mobil itu sudah dijual”, dan “Mobil itu akan dijual besok” dalam bahasa Swedia. Jawabannya: Bilen säljs här, Bilen såldes igår, Bilen har sålts, Bilen ska säljas imorgon. Ulangi dengan bygga dan skriva.
  2. Ubah informasi layanan dari aktif ke pasif. Dari Personalen öppnar dörren kl. 8 — “Petugas membuka pintu pukul 08.00” — buat Dörren öppnas kl. 8 — “Pintu dibuka pukul 08.00”. Setelah itu, tambahkan pelaku dengan av personalen atau pindahkan keterangan waktu ke depan: Kl. 8 öppnas dörren. Latihan ini menggabungkan fokus kalimat dan urutan kata.
  3. Kelompokkan setiap bentuk -s yang ditemukan. Ketika membaca, tanyakan: apakah ada sesuatu yang dikenai tindakan, apakah kata itu bermakna aktif seperti hoppas, atau apakah maknanya saling seperti träffas? Catat kalimat lengkap beserta terjemahannya. Jangan hanya mengumpulkan kata lepas, karena konteks membantu membedakan ketiga fungsi tersebut.

Konsep terkait

  • Dasar yang perlu dikuasai: Bentuk kini dan kelompok kata kerja — bekal untuk membedakan bentuk aktif dan membentuk pasif kini dengan benar.
  • Pembedaan penting: Kata kerja deponen — memahami mengapa hoppas dan minns tidak ditafsirkan sebagai pasif biasa.
  • Perluasan pola: Konstruksi impersonal — kalimat yang tidak menonjolkan pelaku tertentu, termasuk penggunaan det dan man.
  • Langkah berikutnya: Pasif dengan bli — membandingkan tindakan, perubahan keadaan, dan bentuk partisip.
  • Untuk membaca dan menulis tingkat lanjut: Gaya bahasa tulis formal — penggunaan pasif dalam teks resmi serta cara menjaga tulisan tetap jelas.

Prasyarat

Kata Kerja Waktu Kini (Kelompok Kata Kerja) dalam Bahasa SwediaA1

Konsep yang dibangun di atas ini

Konsep B1 lainnya

Konsep ini dalam bahasa lain

Bandingkan di semua bahasa