Det er dalam Bahasa Norwegia: Menyatakan Ada
Det er
Artikel ini merupakan bagian dari pohon tata bahasa Norwegia di Settemila Lingue.
Ringkasan Singkat
Det er digunakan untuk menyatakan bahwa sesuatu ada atau hadir: Det er en katt i hagen berarti “Ada seekor kucing di kebun”. Bentuknya tetap det er, baik untuk satu benda maupun banyak benda; untuk masa lampau, gunakan det var. Pertanyaan dimulai dengan Er det …?, sedangkan penyangkalan biasanya memakai Det er ikke ….
Gambaran Umum
Saat mencari tempat makan, memeriksa isi kulkas, atau menggambarkan suasana sebuah ruangan, kita sering mengatakan “ada”. Dalam bahasa Norwegia, salah satu pola paling berguna untuk tujuan ini ialah det er. Pola tersebut termasuk materi tingkat A1 karena langsung bisa dipakai dalam percakapan sehari-hari: “Ada bank di dekat sini?”, “Ada banyak orang”, atau “Tidak ada susu”. Contoh dalam artikel ini menggunakan bahasa Norwegia ragam tulis Bokmål.
Bagi penutur bahasa Indonesia, maknanya mudah dipahami, tetapi susunannya perlu dibiasakan. Kita dapat mengatakan “Ada kucing di kebun” tanpa kata tambahan sebelum “ada”. Bahasa Norwegia memakai det sebagai subjek formal, yaitu unsur yang mengisi tempat subjek meskipun tidak menunjuk pada orang atau benda tertentu. Subjek sendiri adalah unsur yang menjadi pokok kalimat dan berhubungan dengan kata kerja. Dalam pola keberadaan ini, jangan menerjemahkan det secara terpisah menjadi “itu”.
Hal penting lainnya adalah waktu. Bahasa Indonesia dapat memakai kata “ada” yang sama untuk “sekarang ada” dan “kemarin ada”. Bahasa Norwegia membedakan er dan var: Det er en butikk her berarti “Ada toko di sini”, sedangkan Det var en butikk her berarti “Dulu ada toko di sini”. Setelah aturan dasar ini terasa akrab, barulah pelajari perbedaan antara memperkenalkan sesuatu yang ada dan menjelaskan lokasi sesuatu yang sudah diketahui.
Cara Kerjanya
1. Pola dasar untuk menyatakan keberadaan
Susunan yang paling mudah diingat ialah:
Det + er + sesuatu yang ada + keterangan tempat atau waktu.
Er adalah bentuk sekarang dari kata kerja være. Kata kerja adalah kata yang menyatakan tindakan atau keadaan; dalam contoh ini, yang dinyatakan ialah keadaan ada atau hadir. Bagian setelah er bisa berupa orang, benda, jumlah, atau sesuatu yang tidak dihitung satu per satu.
| Bahasa Norwegia | Bahasa Indonesia | Susunan |
|---|---|---|
| Det er en stol på kjøkkenet. | Ada sebuah kursi di dapur. | Satu benda dan tempatnya. |
| Det er tre stoler på kjøkkenet. | Ada tiga kursi di dapur. | Jumlah benda lebih dari satu. |
| Det er vann i flasken. | Ada air di botol. | Sesuatu yang tidak dihitung satu per satu. |
Keterangan tempat membantu pendengar mengetahui konteks, tetapi tidak selalu wajib. Det er et problem berarti “Ada masalah”. Kalimat ini sudah lengkap meskipun tidak menjelaskan tempat.
En dan et merupakan artikel tak tentu, yaitu penanda sebelum kata benda yang belum ditentukan secara khusus. Kata benda adalah kata untuk orang, benda, tempat, atau gagasan. Bahasa Indonesia sering tidak membutuhkan “sebuah” atau “seekor”, sedangkan bahasa Norwegia biasanya memerlukan artikel untuk satu benda yang dapat dihitung: en stol “sebuah kursi”, et problem “sebuah masalah”. Untuk bentuk jamak atau bahan seperti vann “air”, artikel tunggal itu tidak dipakai.
2. Bentuknya tidak berubah karena jumlah
Jangan mengganti det dengan de hanya karena ada banyak benda. De berarti “mereka” atau menunjuk pada beberapa benda yang sudah diketahui, sedangkan det dalam pola ini hanya mengisi tempat subjek.
- Det er en person her. — Ada satu orang di sini.
- Det er mange personer her. — Ada banyak orang di sini.
Kata kerja er juga tetap sama. Dalam bahasa Norwegia modern, bentuk kata kerja tidak berubah menurut orang atau jumlah subjek. Yang berubah dalam contoh tersebut adalah bagian yang menyebut sesuatu yang ada, bukan det er.
3. Menyatakan bahwa sesuatu tidak ada
Ikke berarti “tidak”. Dalam kalimat utama biasa, letakkan ikke setelah er atau var. Kalimat utama adalah kalimat yang dapat berdiri sendiri, bukan bagian yang bergantung pada kalimat lain.
- Det er ikke melk i kjøleskapet. — Tidak ada susu di kulkas.
- Det var ikke plass i bilen. — Waktu itu tidak ada tempat di mobil.
Anda juga akan sering menemui ingen, yang berarti “tidak ada” di depan orang atau benda tertentu:
- Det er ingen mennesker her. — Tidak ada orang di sini.
- Det er ingen bank i nærheten. — Tidak ada bank di dekat sini.
Pilih salah satu cara menyangkal untuk latihan dasar: ikke atau ingen. Jangan menumpuk keduanya untuk menyatakan “tidak ada” biasa.
Perhatikan pula perbedaan jumlah. Det er ikke mange mennesker her berarti “Tidak banyak orang di sini”, bukan “Tidak ada orang di sini”. Kalimat itu masih memungkinkan adanya beberapa orang. Jika maksudnya benar-benar tidak ada siapa pun, gunakan Det er ingen mennesker her.
4. Bertanya apakah sesuatu ada
Untuk pertanyaan yang jawabannya “ya” atau “tidak”, tukar urutan det dan er:
Er + det + sesuatu yang ditanyakan + keterangan?
- Er det et apotek i nærheten? — Apakah ada apotek di dekat sini?
- Er det kaffe igjen? — Apakah masih ada kopi?
- Var det mange gjester? — Apakah waktu itu ada banyak tamu?
Jawaban singkatnya dapat memakai pola yang sama:
- Ja, det er det. — Ya, ada.
- Nei, det er det ikke. — Tidak, tidak ada.
- Ja, det var det. — Ya, waktu itu ada.
Dalam Ja, det er det, det terakhir merujuk kembali pada isi pertanyaan. Anda tidak perlu mengurai kedua kata itu satu per satu saat mulai belajar; hafalkan ungkapan jawabannya sebagai satu kesatuan.
Jika menanyakan jumlah, gunakan hvor mange “berapa banyak”:
Hvor mange rom er det i leiligheten? — Ada berapa kamar di apartemen itu?
Kelompok hvor mange rom muncul di awal, lalu er det. Ini berbeda dari susunan bahasa Indonesia, yang lebih leluasa menempatkan “berapa”.
5. Menyatakan keberadaan pada masa lampau
Var adalah bentuk lampau dari være. Bentuk lampau menunjukkan keadaan pada waktu sebelum sekarang.
| Bahasa Norwegia | Bahasa Indonesia | Fungsi |
|---|---|---|
| Det er en butikk her. | Ada toko di sini. | Keadaan sekarang. |
| Det var en butikk her før. | Dulu ada toko di sini. | Keadaan masa lampau. |
| Er det en butikk her? | Apakah ada toko di sini? | Pertanyaan tentang sekarang. |
| Var det en butikk her før? | Apakah dulu ada toko di sini? | Pertanyaan tentang masa lampau. |
Kata seperti før “dulu” dan i går “kemarin” membantu memperjelas waktu, tetapi tidak menggantikan perubahan kata kerja. Untuk menceritakan apa yang ada kemarin, gunakan var, bukan hanya menambahkan i går pada det er.
Contoh dalam Konteks
Bayangkan Anda sedang berjalan di lingkungan baru, berbelanja, lalu menceritakan kegiatan kemarin. Contoh berikut menunjukkan bahwa det er tidak terbatas pada benda yang terlihat: pola ini juga menyatakan ketersediaan, jumlah orang, ruang, dan masalah.
| Bahasa Norwegia | Bahasa Indonesia | Catatan |
|---|---|---|
| Det er en katt i hagen. | Ada seekor kucing di kebun. | Memperkenalkan sesuatu yang terlihat. |
| Det er mange mennesker her. | Ada banyak orang di sini. | Bentuk det er tetap untuk jumlah banyak. |
| Er det en bank i nærheten? | Apakah ada bank di dekat sini? | Pertanyaan saat mencari fasilitas. |
| Det er to busser utenfor stasjonen. | Ada dua bus di luar stasiun. | Menyebut jumlah yang pasti. |
| Det er litt brød igjen. | Masih ada sedikit roti. | Igjen menyatakan sesuatu masih tersisa. |
| Det er ikke melk i kjøleskapet. | Tidak ada susu di kulkas. | Penyangkalan dengan ikke. |
| Det er ingen ledige bord. | Tidak ada meja yang kosong. | Cocok saat mencari tempat duduk. |
| Er det plass til en til? | Apakah masih ada tempat untuk satu orang lagi? | Menanyakan kapasitas. |
| Det er et problem med døren. | Ada masalah dengan pintunya. | Keberadaan masalah, bukan benda baru. |
| Det var mange barn i parken i går. | Kemarin ada banyak anak di taman. | Keadaan pada masa lampau. |
| Var det kø i butikken? | Apakah waktu itu ada antrean di toko? | Pertanyaan tentang pengalaman sebelumnya. |
| Det var ikke kaffe igjen. | Waktu itu sudah tidak ada kopi yang tersisa. | Bentuk lampau dan penyangkalan. |
| Det var en gang en prinsesse. | Pada zaman dahulu, ada seorang putri. | Ungkapan pembuka dongeng. |
Dalam Det var en gang en prinsesse, en gang merupakan bagian dari pembuka cerita yang lazim. Terjemahan alaminya ialah “Pada zaman dahulu”, bukan terjemahan kata demi kata “ada satu kali”.
Kesalahan yang Sering Terjadi
1. Menghilangkan det karena dalam bahasa Indonesia cukup mengatakan “ada”
- Keliru: Er en katt i hagen.
- Benar: Det er en katt i hagen. — Ada seekor kucing di kebun.
Dalam kalimat pernyataan lengkap ini, det tidak boleh dihilangkan. Ingat pola sebagai det er, bukan hanya er.
2. Mengganti det dengan de untuk banyak orang
- Keliru untuk maksud “ada”: De er mange mennesker her.
- Benar: Det er mange mennesker her. — Ada banyak orang di sini.
Det pada pola keberadaan tidak mengikuti jumlah orang yang disebut. De er her adalah kalimat lain yang berarti “Mereka ada di sini”; orang-orangnya sudah diketahui.
3. Menaruh ikke sebelum kata kerja dalam kalimat utama
- Keliru: Det ikke er melk i kjøleskapet.
- Benar: Det er ikke melk i kjøleskapet. — Tidak ada susu di kulkas.
Untuk kalimat utama dengan susunan biasa, letakkan ikke setelah er. Susunan det ikke er memang bisa muncul dalam bagian kalimat tertentu, tetapi bukan dalam pernyataan mandiri ini.
4. Memakai kata kerja sekarang untuk kejadian kemarin
- Keliru untuk menceritakan kemarin: Det er mange folk her i går.
- Benar: Det var mange folk her i går. — Kemarin ada banyak orang di sini.
Bahasa Indonesia mengandalkan “kemarin” untuk menunjukkan waktu. Bahasa Norwegia juga perlu bentuk var agar sesuai dengan waktu yang diceritakan.
5. Lupa mengubah urutan saat membuat pertanyaan biasa
- Kurang tepat untuk pertanyaan netral: Det er en bank i nærheten?
- Benar: Er det en bank i nærheten? — Apakah ada bank di dekat sini?
Urutan pernyataan kadang dipakai dalam percakapan untuk mengungkapkan keterkejutan atau meminta konfirmasi. Namun, untuk pertanyaan biasa saat mencari bank, gunakan Er det …?.
6. Mengira det berarti “di sana”
- Keliru: Det er en katt det.
- Benar: Det er en katt der. — Ada seekor kucing di sana.
Der berarti “di sana”, sedangkan det awal kalimat adalah unsur tata bahasa. Untuk “di sini”, gunakan her: Det er en katt her — Ada seekor kucing di sini.
Catatan Pemakaian
Memperkenalkan sesuatu atau membicarakan yang sudah diketahui?
Det er sangat cocok ketika informasi utamanya adalah bahwa sesuatu ada. Sebaliknya, jika pendengar sudah tahu benda atau orang yang dimaksud dan Anda hanya menjelaskan lokasinya, jadikan benda atau orang itu subjek.
- Det er en katt i hagen. — Ada seekor kucing di kebun.
- Katten er i hagen. — Kucing itu ada di kebun.
Pada contoh kedua, katten berarti “kucing itu”, bukan sembarang kucing. Perbedaannya mirip dengan “Ada tamu di depan” dan “Tamu itu ada di depan” dalam bahasa Indonesia. Kalimat pertama memperkenalkan keberadaan tamu; kalimat kedua memberi tahu lokasi tamu yang sudah dibicarakan.
Ini kecenderungan cara menyampaikan informasi, bukan larangan mutlak memakai benda tertentu setelah det er. Dalam situasi lain, Det er … juga dapat mengidentifikasi seseorang: Det er læreren vår — Itu guru kami. Karena itu, selalu baca seluruh kalimat, bukan hanya dua kata pertamanya.
Pola ini tidak terbatas pada percakapan santai
Det er digunakan secara wajar dalam percakapan maupun tulisan. Bentuk lengkap det er dan det var adalah pilihan aman untuk latihan dan tulisan. Pengucapannya dapat terdengar menyatu dalam percakapan cepat, tetapi Anda tidak perlu meniru ejaan percakapan atau variasi dialek untuk menggunakan pola ini dengan benar.
Tidak setiap det er berarti “ada”
Bandingkan:
- Det er en lege her. — Ada dokter di sini.
- Det er kaldt her. — Di sini dingin.
- Det er viktig å lese. — Membaca itu penting.
Dua contoh terakhir bukan pernyataan keberadaan dokter atau benda. Det juga dipakai untuk membicarakan keadaan umum dan memperkenalkan penilaian. Jangan memaksakan terjemahan “ada” ke semua kalimat yang diawali det er.
Lebih Lanjut: Susunan dan Nuansa Tambahan
Bagian ini tidak perlu dikuasai sekaligus pada tingkat A1. Gunakan sebagai rujukan saat menemukan susunan yang berbeda dari pola dasar.
1. Jika tempat atau waktu diletakkan di awal
Bahasa Norwegia memiliki aturan bahwa kata kerja yang menunjukkan waktu biasanya berada pada posisi kedua dalam kalimat pernyataan utama. Yang dihitung adalah unsur kalimat, bukan jumlah kata. Jadi, satu kelompok kata seperti i hagen “di kebun” dapat mengisi posisi pertama.
- Det er en katt i hagen. — Ada seekor kucing di kebun.
- I hagen er det en katt. — Di kebun ada seekor kucing.
- I går var det mange folk her. — Kemarin ada banyak orang di sini.
Jika tempat atau waktu dipindahkan ke depan, er atau var muncul sebelum det. Jangan menulis I hagen det er en katt. Dalam bahasa Indonesia, “Di kebun ada kucing” terasa langsung dan sederhana; bahasa Norwegia tetap menuntut penyesuaian urutan tersebut.
Her er det mange mennesker berarti “Di sini ada banyak orang”. Bandingkan dengan Her er nøkkelen — “Ini kuncinya”. Pada contoh kedua, pembicara sedang menunjukkan kunci yang tertentu, bukan sekadar menyatakan bahwa sebuah kunci ada.
2. Susunan dalam anak kalimat
Anak kalimat adalah bagian kalimat yang bergantung pada bagian lain, misalnya bagian setelah “bahwa” atau “karena”. Di sini posisi ikke berbeda dari kalimat utama:
- Det er ikke melk her. — Tidak ada susu di sini.
- Jeg vet at det ikke er melk her. — Saya tahu bahwa tidak ada susu di sini.
Dalam bagian setelah at “bahwa”, urutannya ialah det ikke er. Inilah sebabnya aturan “ikke selalu setelah er” terlalu luas. Untuk pemula, kuasai dahulu kalimat mandiri; setelah itu, bedakan susunan utama dan anak kalimat.
3. Bentuk waktu dan kemungkinan lain
Pola keberadaan bisa diperluas menggunakan bentuk lain dari være. Infinitif adalah bentuk dasar kata kerja yang tidak menunjukkan waktu; bentuknya di sini ialah være.
| Bahasa Norwegia | Bahasa Indonesia | Makna tambahan |
|---|---|---|
| Det har vært mange endringer. | Sudah ada banyak perubahan. | Melihat kembali perubahan hingga sekarang. |
| Det vil være flere tog i morgen. | Besok akan ada lebih banyak kereta. | Keadaan yang diperkirakan pada masa depan. |
| Det kan være et problem. | Mungkin ada masalah. | Kemungkinan, bukan kepastian. |
| Det må være en annen løsning. | Pasti ada solusi lain. | Keyakinan atau kesimpulan kuat. |
Har vært menghubungkan keadaan sebelumnya dengan sudut pandang sekarang. Bentuk vil være, kan være, dan må være memakai kata kerja tambahan di depan være. Jangan menulis kan er: setelah kan, gunakan bentuk dasar være. Untuk cerita lampau sederhana, det var tetap pilihan utama.
4. Det finnes dan kata kerja yang menyebut posisi
Det er bukan satu-satunya cara menyatakan keberadaan. Det finnes berarti “ada” atau “terdapat”, dengan penekanan pada keberadaan atau ketersediaan sesuatu.
- Det finnes flere løsninger. — Ada beberapa solusi.
- Det er flere løsninger. — Ada beberapa solusi.
Keduanya dapat cocok, tetapi finnes membuat gagasan “solusi itu tersedia atau memang ada” lebih menonjol. Ini bukan pembagian mutlak antara bahasa resmi dan bahasa santai.
Jika posisi benda penting, kata kerja lain dapat membuat deskripsi lebih tepat:
- Det står en sykkel utenfor. — Ada sepeda di luar, dalam posisi berdiri.
- Det ligger en bok på bordet. — Ada sebuah buku terletak di atas meja.
- Det sitter en mann ved vinduet. — Ada seorang pria duduk di dekat jendela.
Kata står, ligger, dan sitter menambahkan informasi tentang posisi. Anda tidak perlu mengganti semua det er dengan kata kerja ini, tetapi kenali bahwa terjemahan Indonesia “ada” kadang merangkum makna yang lebih khusus dalam bahasa Norwegia.
5. Persesuaian kata sifat tetap penting
Meskipun det dan er tidak berubah menurut jumlah, kata sifat, yaitu kata yang menerangkan sifat atau keadaan benda, dapat berubah sesuai kata benda yang diterangkannya.
- Det er en ledig stol. — Ada satu kursi kosong.
- Det er et ledig rom. — Ada satu kamar kosong.
- Det er ledige stoler. — Ada kursi-kursi kosong.
Ledige pada contoh terakhir mengikuti kata benda jamak stoler. Jangan menyimpulkan bahwa semua kata setelah det er harus berbentuk tunggal hanya karena kalimat dimulai dengan det.
Kiat Latihan
- Buat pengamatan dengan tiga bentuk. Pilih lima benda atau keadaan di sekitar Anda. Untuk setiap pilihan, buat pernyataan, pertanyaan, dan penyangkalan: Det er kaffe — “Ada kopi”; Er det kaffe? — “Apakah ada kopi?”; Det er ikke kaffe — “Tidak ada kopi”. Ucapkan semuanya agar perubahan urutan terasa otomatis.
- Bandingkan sekarang dan kemarin. Tulis dua daftar singkat tentang tempat yang sama. Misalnya, Det er mange folk her nå — “Sekarang ada banyak orang di sini”, lalu Det var få folk her i går — “Kemarin hanya ada sedikit orang di sini”. Periksa apakah er dan var sesuai waktunya.
- Pisahkan keberadaan dari lokasi. Dari kalimat Indonesia “Ada sepeda di luar” dan “Sepeda itu ada di luar”, buat Det er en sykkel utenfor dan Sykkelen er utenfor. Latihan berpasangan seperti ini membantu menghindari kebiasaan menerjemahkan setiap “ada” dengan pola yang persis sama.
Konsep Terkait
- Dasar yang perlu dipahami: Kata kerja være — mengenalkan kata kerja yang menyediakan bentuk er dan var, serta membantu membedakan pernyataan keberadaan dari penjelasan keadaan.