Tata Bahasa Indonesia
Jelajahi 80 konsep tata bahasa — dari pemula hingga mahir.
Ini adalah pohon tata bahasa yang menggerakkan Settemila Lingue — setiap konsep menjadi dek latihan fokus dengan kartu flash buatan AI.
A1 (30)
Alfabet Indonesia adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR A1. Bahasa Indonesia menggunakan alfabet Latin 26 huruf, ejaan yang relatif fonetis, serta gabungan huruf khusus seperti ng, ny, dan sy.
Kata Ganti Orang adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR A1. Konsep ini mencakup bentuk seperti saya atau aku, kamu atau Anda, dia, kami atau kita, kalian, dan mereka, serta perbedaan tingkat keformalan dalam pemakaiannya.
Kata Adalah (Kata Adalah) adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR A1. Adalah = kata kerja penghubung untuk definisi formal (sering dihilangkan). Untuk kata sifat, tidak perlu kopula: Dia cantik. Ini/itu untuk menyatakan "ini/itu adalah".
Ada dan punya adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR A1. Ada berarti keberadaan sesuatu atau seseorang, seperti "ada air". Punya berarti memiliki sesuatu, seperti "saya punya buku". Bentuk tidak ada digunakan untuk menyatakan bahwa sesuatu tidak tersedia atau tidak ada.
Kata Kerja Dasar adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR A1. Dalam bahasa Indonesia, kata kerja tidak berubah menurut orang, jumlah, atau kala. Makna waktu biasanya ditunjukkan oleh konteks atau kata keterangan seperti sudah, sedang, dan akan, dengan urutan kata dasar SVO.
Kata Sifat adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR A1. Dalam bahasa Indonesia, kata sifat biasanya mengikuti nomina, seperti mobil baru. Saat menjadi predikat, kata sifat tidak memerlukan kopula, misalnya Mobil itu baru. Penguat yang umum antara lain sangat dan sekali.
Negasi adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR A1. Tidak dipakai untuk verba dan adjektiva, bukan untuk nomina dan pronomina, belum untuk sesuatu yang belum terjadi, dan jangan untuk larangan.
Pertanyaan adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR A1. Konsep ini membahas pertanyaan ya/tidak dengan sufiks -kah atau kata apakah, serta kata tanya seperti apa, siapa, di mana, kapan, bagaimana, dan mengapa atau kenapa.
Reduplikasi adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR A1. Pengulangan kata dapat menunjukkan jamak, keragaman, atau penekanan, seperti buku-buku, anak-anak, sayur-mayur, dan perlahan-lahan. Makna reduplikasi bergantung pada jenis kata dan konteksnya.
Angka dan Waktu adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR A1. Angka 0–100 mencakup nol, satu, dua, tiga, empat, lima, dan seterusnya. Untuk waktu, bahasa Indonesia memakai jam berapa, jam tiga sore, serta ungkapan harga seperti berapa harganya.
Preposisi Dasar adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR A1. Preposisi lokasi dan hubungan meliputi di, ke, dari, pada, dengan, untuk, dan tanpa.
Kepunyaan adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR A1. Kepunyaan dapat dibentuk dengan pola kata benda + pemilik, misalnya buku saya atau rumah Ali, atau dengan kata punya. Akhiran -nya digunakan untuk makna “milik dia” atau “miliknya”.
Kata Penunjuk (Demonstratives) adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR A1.
Kata Kerja Umum adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR A1. Konsep ini mencakup kata kerja sehari-hari yang penting, seperti pergi, datang, makan, minum, tidur, membuat, bicara, menulis, dan membaca.
Kata Waktu Dasar adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR A1. Konsep ini mencakup ungkapan waktu penting seperti "hari ini", "kemarin", "besok", "sekarang", serta penanda waktu "pagi/siang/sore/malam".
Konjungsi Dasar adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR A1. Konjungsi sederhana yang sering dipakai meliputi "dan", "atau", "tetapi/tapi", "karena", "jadi", dan "lalu".
Kata Keterangan Dasar adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR A1. Kata keterangan yang umum dipakai antara lain "sangat", "terlalu", "juga", "hanya/cuma", "masih", dan "selalu".
Ungkapan Dasar adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR A1. Ungkapan sehari-hari penting meliputi selamat pagi, sampai jumpa, maaf, tidak apa-apa, dan silakan. Ungkapan ini membantu pemula menyapa, meminta maaf, memberi izin, dan merespons situasi dasar.
Perintah dan Permintaan adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR A1. Konsep ini mencakup bentuk imperatif sederhana dan permintaan sopan seperti "pergi", "ke sini", dan "duduk" yang dapat diperhalus dengan "tolong", "silakan", atau "mohon".
Suka, Mau, dan Perlu adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR A1. Konsep ini membahas cara menyatakan kesukaan, keinginan, kebutuhan, atau kebencian dengan kata seperti suka, mau atau ingin, perlu atau butuh, dan benci, yang biasanya diikuti langsung oleh verba atau nomina.
Tahu dan Mengerti adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR A1. Kata kerja pengetahuan meliputi tahu (mengetahui fakta), kenal (mengenal orang), dan mengerti atau paham (memahami). Bisa dapat berarti mampu atau tahu cara melakukan sesuatu.
Bisa dan Boleh adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR A1. Bisa menyatakan kemampuan atau kemungkinan, sedangkan boleh menyatakan izin. Perbedaan ini penting agar kamu tidak mencampuradukkan dapat melakukan sesuatu dengan diizinkan melakukan sesuatu.
Hari, Bulan, dan Tanggal adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR A1. Hari mencakup Senin sampai Minggu, dan bulan mencakup Januari sampai Desember. Tanggal biasanya dinyatakan dengan pola tanggal + angka + bulan, misalnya tanggal 17 Agustus.
Warna adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR A1. Warna dasar meliputi merah, hijau, biru, kuning, putih, dan hitam. Dalam pemakaian umum, kata warna mengikuti nomina, misalnya baju merah.
Istilah Keluarga adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR A1. Kosakata keluarga meliputi ayah/bapak, ibu, kakak, adik, dan anak; kata-kata ini juga sering dipakai sebagai sapaan.
Kata Tempat adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR A1. Kosakata tempat penting meliputi rumah, sekolah, pasar, rumah sakit, restoran, dan tempat umum lainnya. Kata-kata ini sering dipakai bersama preposisi seperti di, ke, dan dari untuk menjelaskan lokasi atau arah.
Pelafalan adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR A1. Pelafalan kunci meliputi perbedaan e pepet [ə] dan e taling [e], ng [ŋ] dan ngg [ŋg], serta gabungan konsonan seperti kh, sy, dan ny. Tekanan kata biasanya jatuh pada suku kata kedua dari belakang, kecuali jika ada awalan yang mengubah pola ucapannya.
Sapaan dan Salam adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR A1. Bentuk sapaan seperti Pak/Bapak, Bu/Ibu, Mas, dan Mbak dipakai sesuai relasi sosial, sementara salam berubah sesuai waktu (pagi, siang, sore, malam).
Akhiran -nya adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR A1. Akhiran ini bersifat multifungsi: dapat menandai kepemilikan ("rumahnya"), penanda definit ("bukunya"), atau pembentukan nomina ("besarnya").
Kata Keterangan Tempat adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR A1. Kata keterangan tempat meliputi di sini, di sana, di atas, di bawah, di depan, di belakang, dan di samping.
A2 (11)
Awalan me(N)- adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR A2. Awalan ini membentuk verba aktif seperti makan menjadi memakan, tulis menjadi menulis, dan baca menjadi membaca. Bentuk N berubah mengikuti konsonan awal kata dasar dan umum dipakai dalam ragam yang lebih formal atau tertulis.
Awalan di- (pasif) adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR A2. Awalan di- membentuk kalimat pasif seperti "dibaca" dan "ditulis"; pelaku dapat dinyatakan dengan "oleh". Pola ini sangat umum dalam bahasa Indonesia.
Awalan ber- adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR A2. Awalan ini membentuk verba intransitif atau statif seperti berbicara, berjalan, dan bekerja, serta dapat menunjukkan kepemilikan, pemakaian, atau kebiasaan.
Keterangan Waktu adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR A2. Konsep ini mencakup penanda waktu lampau seperti sudah, tadi, kemarin, dan dulu; waktu kini seperti sekarang dan sedang; waktu mendatang seperti akan, nanti, dan besok; serta kebiasaan seperti biasanya, sering, dan jarang.
Perbandingan adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR A2. Konsep ini membahas bentuk komparatif dengan lebih ... daripada, superlatif dengan paling atau awalan ter-, serta kesetaraan dengan sama ... dengan.
Preposisi Lanjutan adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR A2. Konsep ini mencakup preposisi kompleks seperti "dari...ke", "di antara", "di sekitar", "tentang", dan "menurut".
Ungkapan Jumlah adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR A2. Kata-kata jumlah: banyak, sedikit, setiap, semua, beberapa, cukup.
Penghubung Waktu adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR A2. Konsep ini membahas kata penghubung waktu seperti "ketika/waktu", "sebelum", "sesudah/setelah", "sementara/sambil", "begitu", dan "sejak".
Diri Sendiri dan Saling adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR A2. Bentuk refleksif memakai sendiri atau diri sendiri untuk merujuk kembali pada pelaku. Bentuk resiprokal memakai saling untuk menunjukkan tindakan timbal balik antara dua pihak atau lebih.
Awalan ter- adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR A2. Awalan ini dapat menyatakan superlatif, kejadian tidak sengaja, atau makna kemampuan/keadaan terlihat.
Awalan se- adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR A2. Awalan se- dapat berarti sama/se-, satu, seluruh, atau setiap, seperti sebesar, sebuah, seluruh, dan setiap. Awalan ini juga membentuk ungkapan yang menyatakan kesatuan atau cakupan penuh.
B1 (14)
Akhiran -kan dan -i adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR B1. Akhiran -kan sering bermakna benefaktif/kausatif, sedangkan -i sering bermakna lokatif atau repetitif sehingga mengubah transitivitas verba.
Kalimat Kondisional adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR B1. Konsep ini membahas pola syarat dengan kalau, jika, dan seandainya, baik untuk kondisi nyata maupun tidak nyata, beserta hasilnya seperti penggunaan maka.
Klausa Relatif adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR B1. Klausa relatif dengan yang berarti yang/siapa/yang mana dalam frasa seperti orang yang datang, buku yang saya baca, dan restoran yang kita kunjungi. Pola ini menambahkan informasi tentang nomina tanpa membuat kalimat baru.
Awalan pe(N)- adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR B1. Awalan pembentuk nomina pe(N)- menghasilkan kata seperti penulis, pembaca, dan pelayan, serta dapat membentuk nomina pelaku atau alat.
Akhiran -an (Nomina) adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR B1. Akhiran -an dapat menominalkan kata dasar, misalnya makanan, tulisan, dan minuman, untuk membentuk nomina hasil atau kolektif.
Seruan dan Penekanan adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR B1. Pola penekanan memakai sekali, benar-benar, betapa, dan alangkah untuk menunjukkan intensitas atau reaksi emosional. Bentuk ini membuat ucapan terdengar lebih hidup dan ekspresif.
Klausa Tujuan adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR B1. Klausa tujuan dibentuk dengan untuk, agar, atau supaya, misalnya Belajar untuk ujian. Agar/supaya diikuti oleh klausa yang menyatakan hasil yang diharapkan.
Hasil dan Konsekuensi adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR B1. Hasil dan akibat dinyatakan dengan jadi, maka, oleh karena itu, akibatnya, dan sehingga. Kata-kata ini menghubungkan sebab dengan hasil yang muncul setelahnya.
Menarasikan Kejadian adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR B1. Konsep ini membahas penanda urutan seperti "pertama", "kemudian/lalu", "selanjutnya", dan "akhirnya" untuk menjaga alur narasi.
Klausa Konsesif adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR B1. Struktur konsesif seperti "meskipun/walaupun", "sekalipun", dan "bagaimanapun" digunakan untuk menyatakan pertentangan atau kontras.
Harapan dan Keinginan adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR B1. Mengungkapkan harapan dengan andai/andaikan (seandainya saja), semoga (mudah-mudahan terjadi), mudah-mudahan, dan seandainya. Bentuk-bentuk ini dapat menyatakan harapan nyata maupun angan-angan yang berlawanan dengan kenyataan.
Mendefinisikan dan Menjelaskan adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR B1. Topik ini mencakup struktur seperti 'X itu apa', 'artinya', 'yaitu', serta 'disebut/dinamakan' dalam konteks akademik dan penjelasan.
Penempatan Kata Keterangan adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR B1. Konsep ini membahas posisi kata keterangan waktu, cara, frekuensi, dan derajat. Bahasa Indonesia cukup fleksibel, tetapi tetap memiliki pola penempatan yang lebih lazim.
Konstruksi Pasif Lanjutan adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR B1. Konsep ini membahas bentuk pasif dengan pelaku, seperti di- + verba + oleh, serta penggunaan kena dan terkena dalam berbagai ragam bahasa.
B2 (10)
Pasif Tipe 2 adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR B2. Konsep ini membahas bentuk pasif dengan pelaku orang pertama atau kedua, biasanya berupa pronomina diikuti verba dasar, seperti saya baca, yang lebih lazim dalam percakapan dibandingkan bentuk dibaca oleh saya.
Kalimat Tak Langsung adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR B2. Konsep ini membahas pelaporan ujaran dengan bahwa dan apakah, seperti mengatakan bahwa atau bertanya apakah, tanpa perubahan kala seperti dalam beberapa bahasa lain.
Konjungsi adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR B2. Kata penghubung meliputi tetapi atau tapi, dan, atau, karena, oleh karena itu, dan namun.
Pola Kondisional Lanjutan adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR B2. Konsep ini mencakup pola seperti "kalau tidak", "asalkan", "kecuali", dan "meskipun" untuk menyatakan syarat yang lebih kompleks.
Konstruksi Korelatif adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR B2. Struktur berpasangan seperti semakin...semakin, baik...maupun, bukan hanya...tetapi juga, dan entah...entah. Pola ini menghubungkan dua gagasan yang sejajar, membandingkan perubahan, atau menyatakan pilihan.
Kalimat Kompleks adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR B2. Konsep ini membahas kalimat bertingkat atau berklausa banyak, seperti karena...maka, kalau...maka, dan walaupun...tetapi, yang sering muncul dalam ragam tulis formal.
Konstruksi Kausatif Lanjutan adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR B2. Kausatif lanjutan memakai kata seperti membuat, memaksa, meminta, dan mengusulkan untuk menunjukkan bahwa seseorang atau sesuatu menyebabkan tindakan atau keadaan lain. Bentuk ini sering dipakai untuk menyatakan sebab, paksaan, permintaan, atau usulan.
Partikel Wacana adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR B2. Partikel seperti -lah, -kah, sih, dong, dan kok dipakai untuk penekanan, pertanyaan, dorongan, atau ekspresi keterkejutan.
Penghubung Wacana Tulis adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR B2. Penghubung akademik/tulis: pertama, selain itu, singkatnya, sebaliknya, dengan kata lain.
Kalimat Laporan Lanjutan adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR B2. Konsep ini mencakup kalimat tak langsung yang lebih kompleks, seperti pertanyaan tidak langsung, perintah tersisip, dan berbagai verba pelapor seperti mengakui, menyangkal, menegaskan, dan menyarankan.
C1 (8)
Bahasa Formal adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR C1. Konsep ini mencakup ragam bahasa resmi dalam dokumen pemerintahan, tulisan akademik, dan bahasa berita, dengan afiksasi lengkap, pilihan kosakata formal, serta penggunaan "Anda" untuk sapaan hormat.
Konfiks (Circumfixes) adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR C1. Combined affixes: ke-...-an (abstract nouns), pe-...-an (process nouns), per-...-an (formal nouns). Complex word formation.
Bahasa Administrasi adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR C1. Ragam ini dipakai dalam konteks resmi/birokratis, misalnya istilah hukum, dokumen pemerintah, dan pemberitahuan formal, terutama pada surat dinas.
Topikalisasi dan Fokus adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR C1. Struktur topik-komentar menempatkan unsur tertentu di awal kalimat untuk penekanan, termasuk konstruksi fokus dengan "-lah" dan pola "yang ... adalah ...".
Bahasa Sastra adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR C1. Konsep ini membahas ragam sastra, termasuk struktur puitis, unsur Melayu klasik, kosakata sastra, perangkat retoris, dan paralelisme dalam prosa maupun puisi.
Bahasa Media (News and Media Language) adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR C1.
Pasif Formal dan Impersonal adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR C1. Konsep ini membahas bentuk pasif formal tanpa pelaku yang dinyatakan secara eksplisit dalam bahasa tulis, serta struktur impersonal seperti dapat dikatakan dan perlu diketahui.
Kata Serapan dan Pembentukan Kata adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR C1. Kosakata bahasa Indonesia banyak menyerap kata dari Sanskerta, Arab, Belanda, Portugis, Inggris, dan bahasa lain. Kata serapan dapat mengalami penyesuaian ejaan, pelafalan, dan pembentukan kata sesuai pola bahasa Indonesia.
C2 (7)
Bahasa Gaul adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR C2. Bahasa informal mencakup dialek Jakarta, slang anak muda, penghilangan awalan, dan kata pinjaman. Bentuk seperti gue/gw, lu/lo, nggak, gimana, dan banget lazim dalam percakapan santai.
Peribahasa dan Idiom adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR C2. Konsep ini membahas ungkapan tetap seperti "sambil menyelam minum air", "sedia payung sebelum hujan", dan "besar pasak daripada tiang".
Bahasa Internet adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR C2. Topik ini mencakup singkatan, konvensi media sosial, bahasa meme, gaya tulis singkat, serta serapan istilah asing.
Bahasa Akademik adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR C2. Konsep ini membahas gaya bahasa akademik, seperti struktur tesis, bahasa abstrak, ungkapan kehati-hatian, penyitiran sumber, dan pola argumentasi formal.
Ragam Daerah adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR C2. Ragam bahasa Indonesia regional dipengaruhi bahasa lokal seperti Jawa, Sunda, Bali, dan Minangkabau, sehingga memunculkan kosakata serta ungkapan khas daerah.
Majas dan Gaya Bahasa adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR C2. Konsep ini mencakup figur retoris seperti perumpamaan, metafora, personifikasi, hiperbola, dan ironi.
Unsur Melayu Klasik adalah konsep tata bahasa Bahasa Indonesia pada tingkat CEFR C2. Konsep ini mencakup kosakata dan struktur Melayu klasik yang dipertahankan dalam ragam Indonesia formal atau sastra, seperti pronomina arkais, bentuk verba lama, dan konvensi naratif hikayat.
Siap mulai belajar Indonesia? Coba Settemila Lingue gratis — tanpa kartu kredit, tanpa komitmen. Lihat-lihat dulu, lalu latihan dengan flashcard buatan AI.
Mulai Gratis