B1

Kopula Lampau dan Kondisional dalam Bahasa Irlandia

An Chopail san Aimsir Chaite

Artikel ini merupakan bagian dari pohon tata bahasa Irlandia di Settemila Lingue.

Ringkasan singkat

Kopula is berubah menjadi ba atau b’ untuk menyatakan masa lampau maupun sesuatu yang dibayangkan: Ba mhúinteoir é berarti “Dulu dia seorang guru”, sedangkan Ba mhaith liom dul ann berarti “Saya ingin pergi ke sana”. Bentuk negatifnya memakai níor/níorbh, dan pertanyaannya memakai ar/arbh. Karena bentuk lampau dan kondisional sama, konteks menentukan apakah kalimat menceritakan kenyataan dahulu atau menyatakan keinginan dan pengandaian.

Gambaran umum

Kopula adalah kata penghubung yang menyatakan identitas atau golongan: misalnya, seseorang adalah guru atau orang tertentu adalah pemenangnya. Dalam bahasa Irlandia, kopula disebut an chopail. Pada tingkat dasar, bentuk yang paling sering dipelajari ialah is, seperti dalam Is múinteoir mé — “Saya seorang guru”. Pada tingkat B1, pola ini diperluas agar kita bisa membicarakan identitas dahulu, pilihan yang dibayangkan, dan permintaan yang lebih halus.

Bagi penutur bahasa Indonesia, tantangannya bukan sekadar mencari padanan “adalah”. Kita bisa mengatakan “Dulu dia guru” tanpa mengubah kata “guru”, dan “Saya ingin teh” tanpa mengubah bentuk kalimat karena waktu. Bahasa Irlandia justru menandai perbedaan itu pada kopula dan sering mengubah awal kata sesudahnya. Jadi, is maith liom dan ba mhaith liom perlu dipelajari sebagai dua pola yang berbeda, bukan sebagai kata-kata yang diterjemahkan satu per satu.

Ada pula dua sistem yang perlu tetap dibedakan: kopula is/ba dan kata kerja bí, dengan bentuk seperti tá/bhí. Keduanya bisa menghasilkan terjemahan Indonesia tanpa kata kerja yang terlihat, tetapi fungsinya tidak sama. Artikel ini berfokus pada ba/b’, sambil menunjukkan kapan bentuk bhí atau bheadh lebih tepat.

Cara kerja bentuknya

1. Bentuk yang sama untuk lampau dan pengandaian

Lampau berarti keadaan atau identitas yang berlaku dahulu. Kondisional berarti sesuatu yang akan berlaku jika syarat tertentu terpenuhi, atau yang dibayangkan sebagai pilihan dan keinginan.

Bandingkan tiga kalimat berikut:

  • Is múinteoir é. — Dia seorang guru.
  • Ba mhúinteoir é. — Dulu dia seorang guru.
  • Ba mhúinteoir maith é. — Dia akan menjadi guru yang baik, jika konteksnya sedang membayangkan suatu kemungkinan.

Kalimat terakhir juga bisa berarti “Dulu dia guru yang baik” dalam cerita tentang masa lalu. Tidak ada bentuk khusus yang memisahkan kedua makna itu. Kata waktu, kalimat sebelumnya, atau syarat yang menyertainya membantu pembaca menentukan maksudnya.

Misalnya, Ba mhúinteoir é ag an am sin berarti “Dia seorang guru pada waktu itu”. Sementara itu, Dá mba mhúinteoir é, bheadh sé sásta berarti “Seandainya dia seorang guru, dia akan senang”. Bentuk dá mba akan dibahas lagi pada bagian lanjutan.

2. Lenisi setelah ba

Lenisi adalah perubahan bunyi awal kata yang dalam ejaan biasanya ditandai dengan menambahkan h setelah konsonan pertama. Konsonan berarti bunyi seperti m, b, atau c, berbeda dari vokal, yaitu bunyi seperti a, e, dan i.

Dalam pola yang dibahas di sini, ba menyebabkan lenisi pada konsonan awal yang dapat mengalaminya:

Bentuk dasar Setelah kopula Arti dalam konteks
maith ba mhaith liom saya ingin; dahulu saya menyukai
múinteoir ba mhúinteoir é dulu dia seorang guru
deas ba dheas é itu bagus; itu akan menyenangkan
cara ba chara liom é dulu dia teman saya

Jangan menambahkan h pada semua kata secara otomatis. Huruf seperti l, n, dan r tidak menerima lenisi dalam ejaan. Selain itu, aturan di atas berlaku pada kata yang langsung mengikuti kopula, bukan pada setiap kata dalam kalimat.

Perhatikan Ba é Seán an múinteoir — “Seán adalah guru yang dimaksud saat itu”. Kopula langsung diikuti é, bukan Seán atau múinteoir. Karena itu, bentuknya bukan Ba é Sheán an mhúinteoir.

3. Kapan menggunakan b’?

Sebelum kata yang berawal vokal, ba biasanya dipendekkan menjadi b’. Bentuk pendek ini juga dipakai sebelum fh yang diikuti vokal: dalam posisi itu fh tidak dibunyikan, sehingga awal kata berikutnya terdengar seperti vokal.

  • B’aoibhinn liom é. — Saya akan sangat menyukainya; dahulu saya sangat menyukainya.
  • B’fhearr liom fanacht. — Saya lebih memilih tinggal.
  • B’fhéidir go dtiocfaidh sé. — Mungkin dia akan datang.

Pada b’fhearr, bentuk dasarnya ialah fearr, yang berarti “lebih baik”. Pada b’fhéidir, bentuk dasarnya ialah féidir, yang berkaitan dengan kemungkinan. Lenisi menghasilkan fh, lalu kopula muncul sebagai b’. Apostrof menandai pemendekan bentuk, bukan kata ganti atau kepemilikan.

Ada pengecualian penting: dalam pola dengan kata ganti é, í, iad, bentuk afirmatif baku tetap ditulis ba é, ba í, ba iad, bukan dipendekkan seperti kata berawal vokal biasa. Kata ganti adalah kata pengganti nama orang atau benda; di sini é merujuk pada laki-laki atau benda maskulin, í pada perempuan atau benda feminin, dan iad pada jamak.

4. Menggolongkan dan mengidentifikasi

Menggolongkan berarti mengatakan seseorang termasuk kelompok apa. Mengidentifikasi berarti menentukan siapa atau apa yang dimaksud secara khusus.

Bahasa Irlandia Bahasa Indonesia Fungsi
Ba mhúinteoir é. Dulu dia seorang guru. Menyebut profesinya.
Ba é Seán an múinteoir. Seán adalah guru yang dimaksud saat itu. Menentukan siapa gurunya.
Ba í Máire an dochtúir. Máire adalah dokter yang dimaksud saat itu. Identifikasi dengan rujukan perempuan.
Ba iad na daltaí na buaiteoirí. Para murid itulah pemenangnya saat itu. Identifikasi dengan rujukan jamak.

Bahasa Indonesia bisa memakai “guru” pada kedua pola pertama, tetapi maksudnya berbeda. “Dia seorang guru” memberi informasi tentang pekerjaannya. “Seán gurunya” menjawab pertanyaan tentang siapa guru tertentu itu. Dalam bahasa Irlandia, perbedaan ini terlihat pada susunan kalimat dan adanya é/í/iad.

5. Bentuk negatif dan pertanyaan

Afirmatif berarti menyatakan sesuatu sebagai benar; negatif berarti menyangkalnya. Jangan menambahkan níor atau ar di depan ba. Bentuk negatif dan pertanyaan menggantikan kopula afirmatif.

Fungsi Bentuk Arti
Afirmatif Ba mhaith liom tae. Saya ingin teh.
Negatif Níor mhaith liom tae. Saya tidak ingin teh.
Pertanyaan Ar mhaith leat tae? Apakah kamu ingin teh?
Afirmatif, identifikasi Ba é Seán an múinteoir. Seán adalah gurunya saat itu.
Negatif, identifikasi Níorbh é Seán an múinteoir. Bukan Seán gurunya saat itu.
Pertanyaan, identifikasi Arbh é Seán an múinteoir? Apakah Seán gurunya saat itu?

Gunakan níor dan ar sebelum konsonan biasa, dengan lenisi jika konsonannya dapat mengalaminya: Níor mhúinteoir é berarti “Dulu dia bukan guru”; Ar mhúinteoir é? berarti “Apakah dulu dia seorang guru?”

Gunakan níorbh dan arbh sebelum vokal serta sebelum fh yang diikuti vokal. Jadi, Níorbh fhearr liom é berarti “Saya tidak akan lebih memilihnya”, dan Arbh fhearr leat fanacht? berarti “Apakah kamu lebih memilih tinggal?” Bentuk dengan kata ganti juga mengikuti pola ini: níorbh é, arbh í, dan sebagainya.

6. Pola keinginan: ba mhaith liom

Ba mhaith liom lazim berarti “saya ingin”, terutama untuk menyampaikan keinginan dengan sopan. Kata liom menentukan siapa yang mempunyai keinginan tersebut. Bentuk ini berasal dari gabungan preposisi le dan kata ganti; preposisi adalah kata hubungan seperti “dengan” atau “kepada”, meskipun dalam ungkapan ini terjemahan harfiahnya tidak membantu.

Pola Padanan Indonesia
Ba mhaith liom… Saya ingin…
Ba mhaith leat… Kamu ingin…
Ba mhaith leis… Dia ingin…; untuk laki-laki
Ba mhaith léi… Dia ingin…; untuk perempuan
Ba mhaith linn… Kami/kita ingin…
Ba mhaith libh… Kalian ingin…
Ba mhaith leo… Mereka ingin…

Linn tidak membedakan “kami” dan “kita” seperti bahasa Indonesia. Keterlibatan lawan bicara ditentukan oleh konteks.

Sesudah pola ini, kamu bisa menyebut benda atau kegiatan:

  • Ba mhaith liom cupán tae. — Saya ingin secangkir teh.
  • Ba mhaith liom dul ann. — Saya ingin pergi ke sana.

Dul berarti “pergi” dalam bentuk nomina verbal, yaitu bentuk kata kerja yang dipakai untuk menyebut kegiatan. Untuk kebutuhan awal, pelajari ba mhaith liom dul sebagai satu rangkaian yang dapat digunakan langsung.

Contoh dalam konteks

Terjemahan berikut dipilih berdasarkan situasi pada kolom terakhir. Perhatikan bahwa tidak semua ba berarti “dulu”, dan tidak semua b’ berarti pengandaian.

Bahasa Irlandia Bahasa Indonesia Situasi dan catatan
Ba mhaith liom dul ann. Saya ingin pergi ke sana. Menyampaikan keinginan.
Ar mhaith leat cupán tae? Apakah kamu ingin secangkir teh? Menawarkan minuman.
Níor mhaith liom fanacht anseo. Saya tidak ingin tinggal di sini. Menolak suatu pilihan.
B’fhearr liom caife ná tae. Saya lebih memilih kopi daripada teh. Membandingkan dua pilihan.
Arbh fhearr leat dul abhaile? Apakah kamu lebih memilih pulang? Menanyakan pilihan lawan bicara.
B’fhéidir go dtiocfaidh sé. Mungkin dia akan datang. Dugaan tentang masa depan.
Ba mhúinteoir é nuair a bhí sé óg. Dia seorang guru ketika masih muda. Cerita tentang masa lampau.
Níor mhúinteoir í ag an am sin. Dia bukan guru pada waktu itu. Penyangkalan profesi dahulu.
Ba é Seán an múinteoir. Seán adalah gurunya saat itu. Menentukan identitas guru.
Níorbh í Máire an dochtúir. Bukan Máire dokternya saat itu. Menyangkal identitas dokter.
Arbh é sin do theach? Apakah itu rumahmu dahulu? Pertanyaan tentang masa lalu.
Ba dheas an lá é. Hari itu menyenangkan. Menilai hari yang sudah berlalu.
Ba dheas bualadh leat. Senang bisa bertemu denganmu. Mengomentari pertemuan yang baru terjadi.
Níorbh ea. Bukan; tidak demikian. Jawaban singkat untuk pola kopula yang sesuai.

Ungkapan Ba dheas bualadh leat menunjukkan mengapa konteks penting: jika pertemuannya sudah berlangsung, terjemahannya tidak perlu memakai “akan”. Jangan menentukan makna hanya dari bentuk kopula.

Kesalahan yang sering terjadi

1. Melupakan lenisi

  • Keliru: Ba maith liom dul ann.
  • Benar: Ba mhaith liom dul ann. — Saya ingin pergi ke sana.
  • Penjelasan: Maith berubah menjadi mhaith setelah ba. Mengingat ungkapan utuh membantu lebih daripada menghafal ba sendirian.

2. Menumpuk níor dan ba

  • Keliru: Níor ba mhaith liom tae.
  • Benar: Níor mhaith liom tae. — Saya tidak ingin teh.
  • Penjelasan: Níor sudah membentuk kopula negatif di sini. Jangan mempertahankan ba setelahnya.

3. Menggunakan ar sebelum é

  • Keliru: Ar é Seán an múinteoir?
  • Benar: Arbh é Seán an múinteoir? — Apakah Seán gurunya saat itu?
  • Penjelasan: Untuk pertanyaan lampau atau kondisional dengan é, diperlukan arbh. Bentuk afirmatifnya tetap ba é.

4. Mengira semua ba harus diterjemahkan sebagai “dulu”

  • Penafsiran keliru saat memesan: Ba mhaith liom tae = “Dulu saya menyukai teh”.
  • Penafsiran yang tepat dalam situasi itu: Ba mhaith liom tae = “Saya ingin teh”.
  • Penjelasan: Bentuknya bisa membawa makna lampau, tetapi saat memesan minuman, ini merupakan ungkapan keinginan yang sopan. Terjemahan bergantung pada penggunaan, bukan bentuk saja.

5. Menukar kopula dengan bentuk bhí

  • Keliru: Ba sa bhaile mé inné.
  • Benar: Bhí mé sa bhaile inné. — Kemarin saya berada di rumah.
  • Penjelasan: Sa bhaile menyatakan lokasi. Untuk lokasi dan keadaan biasa, gunakan bentuk bí, bukan kopula identitas. Sebaliknya, Ba mhúinteoir mé berarti “Dulu saya seorang guru”.

6. Mengubah pilihan orangnya secara tidak sengaja

  • Keliru untuk maksud “Apakah kamu ingin teh?”: Ar mhaith liom tae?
  • Benar: Ar mhaith leat tae? — Apakah kamu ingin teh?
  • Penjelasan: Liom berarti keinginan saya, sedangkan leat berarti keinginan kamu. Kopula tidak berubah, tetapi kata sesudah mhaith menentukan orangnya.

Catatan penggunaan

Permintaan sopan tidak harus sangat resmi

Ba mhaith liom dapat dipakai di kedai, saat merencanakan perjalanan, atau ketika menyampaikan keinginan kepada teman. Ungkapan ini bukan bentuk sapaan kehormatan khusus seperti “Bapak/Ibu”. Kesopanannya berasal dari penyampaian keinginan yang lebih halus.

Dalam bahasa Indonesia, “Saya ingin secangkir teh” dan “Saya mau teh” bisa memiliki tingkat kehalusan yang berbeda. Perbandingan ini berguna untuk memahami fungsi ba mhaith liom, tetapi jangan menganggap setiap “mau” wajib diterjemahkan dengan pola tersebut. Konteks dan cara berbicara tetap menentukan pilihan ungkapan.

B’fhéidir tidak otomatis merujuk pada masa lalu

B’fhéidir sangat umum sebagai ungkapan “mungkin”. Walaupun terbentuk dengan kopula b’, ungkapan ini dapat diikuti pernyataan tentang masa sekarang, lampau, atau masa depan.

Pada B’fhéidir go dtiocfaidh sé, kedatangan itu masih akan terjadi. Kata go menghubungkan dugaan dengan pernyataan berikutnya; perubahan tiocfaidh menjadi dtiocfaidh mengikuti aturan bagian kalimat setelah go, bukan aturan lenisi setelah ba.

Jawaban singkat bergantung pada pola pertanyaan

Bahasa Irlandia lazim menjawab dengan mengulang unsur yang sesuai, bukan memakai satu pasangan kata “ya/tidak” untuk semua kalimat.

  • Ar mhúinteoir é? — Ba ea. / Níorbh ea. — Apakah dulu dia seorang guru? — Ya. / Bukan.
  • Ar mhaith leat tae? — Ba mhaith. / Níor mhaith. — Apakah kamu ingin teh? — Ya, mau. / Tidak, terima kasih.

Ea merujuk kembali pada informasi golongan yang disebut sebelumnya. Jangan menggunakan ba ea/níorbh ea sebagai jawaban serbaguna untuk setiap pertanyaan. Untuk pertanyaan identifikasi seperti Arbh é Seán an múinteoir?, jawaban dapat mengikuti kata gantinya: Ba é — “Ya, dia”; Níorbh é — “Bukan dia”.

Lebih lanjut: pengandaian dan kalimat bertingkat

Kopula ba berbeda dari bheadh

Bhí adalah bentuk lampau dari bí, sedangkan bheadh adalah bentuk kondisionalnya. Kopula memakai ba untuk kedua fungsi tersebut. Perbedaan identitas dan keadaan tetap berlaku:

Bahasa Irlandia Bahasa Indonesia Perbedaan
Ba mhúinteoir mé. Dulu saya seorang guru. Identitas atau golongan.
Bhí mé tuirseach. Dulu saya lelah. Keadaan.
Ba mhaith liom fanacht. Saya ingin tinggal. Ungkapan keinginan dengan kopula.
Bheadh sé sásta. Dia akan senang. Keadaan yang dibayangkan.

Bukan berarti kopula tidak pernah dipakai bersama kata sifat, yaitu kata yang menerangkan sifat seperti “baik” atau “bagus”. Ungkapan ba mhaith liom dan ba dheas é justru memakai kata sifat. Patokannya adalah pola kalimat dan maknanya, bukan sekadar jenis kata yang muncul.

Pengandaian dengan dá mba

Untuk membayangkan identitas atau golongan yang tidak dinyatakan sebagai kenyataan, bentuk dá mba berguna:

Dá mba mhúinteoir mé, bheadh níos mó ama agam sa samhradh. — Seandainya saya seorang guru, saya akan punya lebih banyak waktu pada musim panas.

Bagian pertama mengandaikan profesi; bagian kedua menyatakan akibat yang dibayangkan. Ini lebih dekat dengan “seandainya” daripada “kalau” yang menyampaikan kemungkinan terbuka biasa. Jangan sekadar menempatkan dá di depan ba: pelajari bentuk gabungan dá mba.

Bentuk gur/gurbh dan nár/nárbh

Dalam kalimat bertingkat, yaitu kalimat yang memuat pernyataan lain di dalamnya, kopula lampau atau kondisional mempunyai bentuk penghubung tersendiri. Setelah kata seperti dúirt — “mengatakan” — kamu akan menemukan gur/gurbh untuk pernyataan afirmatif dan nár/nárbh untuk pernyataan negatif.

  • Dúirt sí gur mhúinteoir é. — Dia mengatakan bahwa laki-laki itu seorang guru.
  • Dúirt sí gurbh é Seán an múinteoir. — Dia mengatakan bahwa Seán adalah gurunya.
  • Dúirt sí nárbh é Seán an múinteoir. — Dia mengatakan bahwa bukan Seán gurunya.

Perbedaan bentuk tanpa bh dan dengan bh sejalan dengan pola sebelumnya: gur mhúinteoir, tetapi gurbh é. Makna waktunya juga perlu dibaca dari cerita secara keseluruhan; dalam laporan tentang perkataan seseorang, terjemahan Indonesia tidak selalu perlu menambahkan “dulu”.

Menyatakan pilihan dengan b’fhearr

B’fhearr liom bukan sekadar “saya suka”, melainkan “saya lebih memilih” atau “saya akan lebih suka”. Pilihan pembanding dapat disebutkan dengan ná — “daripada”:

B’fhearr liom fanacht anseo ná dul abhaile. — Saya lebih memilih tinggal di sini daripada pulang.

Tanpa ná, pembandingnya biasanya sudah diketahui dari percakapan. B’fhearr liom fanacht cukup berarti “Saya lebih memilih tinggal” jika sebelumnya seseorang mengusulkan untuk pergi. Bandingkan dengan Ba mhaith liom fanacht — “Saya ingin tinggal”, yang tidak harus membandingkan dua pilihan.

Saran latihan

  1. Latih tiga bentuk sebagai satu paket. Mulailah dari Ba mhaith liom tae, lalu ubah menjadi Níor mhaith liom tae dan Ar mhaith leat tae?. Ulangi dengan pola identifikasi: Ba é Seán…, Níorbh é Seán…, Arbh é Seán…?. Dengan begitu, kamu membiasakan diri mengganti kopula, bukan menumpuk kata di depannya.

  2. Beri konteks sebelum menerjemahkan. Tulis dua situasi pendek: memesan minuman dan mengenang pekerjaan lama. Gunakan ba mhaith liom untuk situasi pertama, serta ba mhúinteoir é ag an am sin untuk situasi kedua. Kemudian cari kalimat dengan ba dalam bacaan dan tanyakan: ada penanda waktu, keinginan, atau syarat apa yang membantu menentukan artinya?

  3. Periksa kata tepat setelah kopula. Pada setiap contoh, lingkari kata sesudah ba, níor, atau ar. Tentukan apakah diperlukan lenisi, bentuk dengan bh, atau pola khusus ba é. Baca contoh dengan suara lantang agar apostrof dan perubahan awal kata tidak hanya menjadi aturan tertulis.

Konsep terkait

  • Dasar yang perlu dikuasai: Kopula is — membahas identitas, penggolongan, dan perbedaan awal antara kopula dan tá. Susunan dasar ini tetap penting ketika kopulanya berubah menjadi ba.

Prasyarat

Kopula (Is) dalam Bahasa IrlandiaA1

Konsep B1 lainnya

Konsep ini dalam bahasa lain

Bandingkan di semua bahasa