B1

Konjungsi Subordinatif dalam Bahasa Rumania

Conjuncții Subordonatoare

Artikel ini merupakan bagian dari pohon tata bahasa Rumania di Settemila Lingue.

Ringkasan singkat

Konjungsi subordinatif adalah kata penghubung yang mengaitkan anak kalimat dengan kalimat utama: că menyatakan isi pikiran atau ucapan, dacă menyatakan syarat atau pertanyaan “apakah”, deși menyatakan pertentangan, dan pentru că menyatakan sebab. Untuk tujuan, gunakan ca să; untuk “sebelum melakukan sesuatu”, gunakan înainte să. Dua bentuk terakhir memakai kata kerja dengan să, jadi jangan hanya mengganti kata penghubung sambil membiarkan bentuk kata kerjanya tetap sama.

Gambaran umum

Dalam bahasa Indonesia, kita sudah terbiasa menghubungkan gagasan dengan “bahwa”, “jika”, “meskipun”, “karena”, dan “agar”. Bahasa Rumania memakai hubungan makna yang serupa, tetapi bentuk kata kerja ikut menentukan apakah kalimatnya benar. Bandingkan Știu că vine — “Saya tahu bahwa dia akan datang” — dengan Vreau să vină — “Saya ingin dia datang”. Perbedaannya bukan sekadar pilihan kata penghubung: vine dan vină juga berbeda.

Topik ini biasanya dipelajari pada tingkat B1. Manfaatnya terasa ketika Anda ingin menjelaskan alasan terlambat, menyampaikan apa yang diketahui, membuat kesepakatan bersyarat, atau menceritakan persiapan sebelum berangkat. Kalimat tidak lagi berupa potongan informasi terpisah; hubungan antargagasan menjadi jelas.

Istilah klausa berarti bagian kalimat yang memiliki kata kerja dan menyampaikan suatu keadaan atau tindakan. Kalimat utama memuat pesan pokok, sedangkan anak kalimat bergantung pada bagian lain untuk menjelaskan isi, syarat, alasan, tujuan, atau waktunya. Dalam Stau acasă pentru că plouă — “Saya di rumah karena hujan” — stau acasă adalah kalimat utama, sementara pentru că plouă memberikan alasannya.

Cara kerja

Pilih berdasarkan hubungan makna

Enam penghubung berikut merupakan inti pelajaran. Beberapa terdiri atas lebih dari satu kata, tetapi berfungsi sebagai satu penghubung; Anda tidak perlu memisahkannya saat memahami kalimat.

Penghubung Rumania Padanan bahasa Indonesia Fungsi utama
că bahwa Memperkenalkan isi ucapan, pengetahuan, atau pendapat
dacă jika; apakah Menyatakan syarat atau pertanyaan tidak langsung
deși meskipun; walaupun Menyatakan keadaan yang berlawanan dengan hasil yang diharapkan
pentru că karena Menjelaskan sebab
ca să agar; supaya; untuk Menjelaskan tujuan suatu tindakan
înainte să sebelum Menempatkan tindakan sebelum tindakan lain

Jangan memilih hanya berdasarkan satu kata dalam terjemahan. Dalam bahasa Indonesia, “untuk” bisa diikuti kata benda, seperti “untuk ibu”, atau tindakan, seperti “untuk membantu ibu”. Ca să memperkenalkan tindakan dengan kata kerja, bukan penerima barang. Begitu pula înainte să dipakai sebelum anak kalimat, bukan langsung sebelum kata benda seperti “rapat”.

Că: menyampaikan isi, bukan tujuan

Că sering muncul setelah kata kerja yang berarti mengetahui, mengatakan, percaya, atau mengira. Anak kalimat menjelaskan apa yang diketahui atau dikatakan.

  • Știu că vine. — Saya tahu bahwa dia akan datang.
  • Maria spune că magazinul este închis. — Maria mengatakan bahwa tokonya tutup.
  • Cred că ai dreptate. — Saya rasa kamu benar.

Dalam bahasa Indonesia, “bahwa” sering dihilangkan: “Saya tahu dia akan datang.” Jangan menjadikan kebiasaan itu sebagai aturan untuk bahasa Rumania. Dalam pola seperti Știu că vine, că tetap menghubungkan kedua bagian.

Kata kerja sesudah că umumnya memakai modus indikatif, yaitu bentuk kata kerja untuk menyatakan kejadian atau keadaan sebagai informasi. Ini bukan berarti pembicara pasti benar: Cred că… masih bisa menyatakan dugaan. Kata kerja dapat menunjukkan waktu sekarang, lampau, atau mendatang sesuai maksudnya:

  • Știu că lucrează aici. — Saya tahu dia bekerja di sini.
  • Știu că a lucrat aici. — Saya tahu dia pernah bekerja di sini.
  • Știu că va lucra aici. — Saya tahu dia akan bekerja di sini.

Dacă: syarat atau “apakah”

Makna pertama dacă ialah “jika”. Anak kalimat menyebutkan syarat, lalu kalimat utama menyebutkan apa yang terjadi jika syarat itu terpenuhi.

  • Dacă plouă, stau acasă. — Jika hujan, saya di rumah.
  • Dacă ai timp, putem vorbi. — Kalau kamu punya waktu, kita bisa berbicara.

Untuk syarat yang dianggap mungkin atau nyata, bentuk indikatif sangat lazim. Bentuk waktu sekarang juga dapat dipakai ketika konteksnya mengarah ke masa depan: Dacă am timp mâine, te sun berarti “Kalau besok saya punya waktu, saya meneleponmu.” Kata mâine berarti “besok”, sehingga waktunya sudah jelas. Anda tidak harus memasukkan penanda masa depan ke setiap kata kerja.

Makna kedua dacă ialah “apakah” dalam pertanyaan tidak langsung, yaitu pertanyaan yang menjadi bagian dari kalimat lain, bukan ditanyakan langsung kepada lawan bicara.

  • Nu știu dacă vine. — Saya tidak tahu apakah dia akan datang.
  • Mă întreb dacă magazinul este deschis. — Saya bertanya-tanya apakah tokonya buka.

Bandingkan Știu că vine — “Saya tahu bahwa dia akan datang” — dengan Nu știu dacă vine — “Saya tidak tahu apakah dia akan datang”. Yang pertama menyampaikan isi pengetahuan; yang kedua mempertanyakan kebenaran informasi tersebut. Kalimat kedua tidak memerlukan hasil bersyarat seperti “kalau dia datang, maka…”.

Deși: hasilnya tetap terjadi meskipun ada hambatan

Deși memperkenalkan konsesi, yakni keadaan yang biasanya menghalangi sesuatu, tetapi ternyata tidak menghalanginya.

  • Deși e obosit, lucrează. — Meskipun dia lelah, dia tetap bekerja.
  • Deși a plouat, am mers pe jos. — Meskipun hujan tadi, kami tetap berjalan kaki.

Kata “tetap” membantu memperjelas hubungan dalam terjemahan Indonesia, tetapi tidak selalu perlu diterjemahkan menjadi kata tersendiri dalam bahasa Rumania. Deși sudah menyampaikan pertentangan tersebut. Kata kerja sesudahnya lazimnya berbentuk indikatif karena keadaannya disajikan sebagai informasi: dia memang lelah, tetapi bekerja.

Pentru că: sebab, bukan tujuan

Pentru că menjawab pertanyaan “Mengapa?” dengan menyebutkan penyebab.

  • Am întârziat pentru că autobuzul nu a venit. — Saya terlambat karena busnya tidak datang.
  • Stau acasă pentru că sunt răcit. — Saya di rumah karena sedang pilek.

Bedakan dengan ca să, yang menjawab “Untuk apa?” atau “Dengan tujuan apa?”:

  • Am venit pentru că m-ai chemat. — Saya datang karena kamu memanggil saya.
  • Am venit ca să te ajut. — Saya datang untuk membantumu.

Panggilan seseorang merupakan sebab yang mendorong kedatangan. Membantu merupakan tujuan kedatangan. Dalam kedua kalimat itu orangnya sama-sama datang, tetapi penghubung menjelaskan hubungan yang berbeda.

Ca să dan înainte să: perhatikan bentuk kata kerja

Ca să dan înainte să memakai modus subjungtif, yaitu bentuk kata kerja dengan să yang muncul, antara lain, untuk keinginan, tujuan, dan tindakan yang belum diperlakukan sebagai fakta tersendiri. Dalam tata bahasa Rumania, bentuk ini disebut conjunctiv. Untuk topik ini, cara paling praktis adalah mempelajari pasangan să + kata kerja.

  • Am venit ca să te ajut. — Saya datang untuk membantumu.
  • Îți scriu ca să știi ora întâlnirii. — Saya menulis kepadamu agar kamu tahu jam pertemuannya.
  • Te sun înainte să plec. — Saya meneleponmu sebelum saya berangkat.

Pada banyak kata kerja, bentuk untuk “saya”, “kamu”, atau “kami/kita” tampak sama dengan bentuk indikatif sekarang, selain penambahan să. Namun, bentuk untuk “dia” atau “mereka” sering berubah. Berikut beberapa pasangan yang berguna, semuanya untuk “dia”.

Indikatif sekarang Bentuk dengan să Arti dasar
vine să vină datang
pleacă să plece berangkat
ajută să ajute membantu
știe să știe tahu
este să fie berada; menjadi
are să aibă mempunyai

Jadi, “sebelum dia berangkat” adalah înainte să plece, bukan înainte să pleacă. Jangan menganggap să hanya kata tambahan yang tidak memengaruhi kata kerja.

Subjek, yaitu orang atau hal yang melakukan tindakan atau mengalami keadaan, tidak harus sama pada kedua bagian:

  • Plec devreme ca să ajung la timp. — Saya berangkat lebih awal agar tiba tepat waktu.
  • Plec devreme ca să poți folosi mașina. — Saya berangkat lebih awal supaya kamu bisa memakai mobilnya.

Bahasa Rumania sering tidak menyebut kata seperti “saya” dan “kamu” secara terpisah karena bentuk kata kerjanya sudah menunjukkan pelakunya. Dalam contoh kedua, plec berarti “saya berangkat”, sedangkan poți berarti “kamu bisa”.

Urutan bagian kalimat dan tanda koma

Anak kalimat syarat, waktu, atau konsesi sering bisa diletakkan di depan untuk menonjolkan latarnya:

  • Dacă plouă, stau acasă. — Jika hujan, saya di rumah.
  • Stau acasă dacă plouă. — Saya di rumah jika hujan.
  • Înainte să pleci, închide fereastra. — Sebelum kamu berangkat, tutup jendelanya.

Ketika anak kalimat semacam ini mendahului kalimat utama, biasanya gunakan koma untuk memisahkan keduanya. Ketika mengikuti kalimat utama, tidak semuanya membutuhkan koma. Anak kalimat dengan că yang menyampaikan isi umumnya tidak dipisahkan: Știu că vine — “Saya tahu bahwa dia akan datang.” Anak kalimat dengan deși lazim dipisahkan dengan koma juga saat berada di belakang: Lucrează, deși e obosit — “Dia bekerja, meskipun lelah.”

Jangan menerapkan aturan “selalu ada koma sebelum kata penghubung”. Tanda baca bergantung pada hubungan antarbagiannya, bukan sekadar kehadiran kata penghubung.

Contoh dalam konteks

Perhatikan apakah anak kalimat memberikan isi, syarat, sebab, pertentangan, tujuan, atau waktu. Terjemahannya mengikuti cara penyampaian yang wajar dalam bahasa Indonesia, sehingga tidak selalu satu kata berbanding satu kata.

Bahasa Rumania Bahasa Indonesia Catatan
Știu că vine. Saya tahu bahwa dia akan datang. Isi pengetahuan; waktu kedatangan ditentukan konteks
Ana mi-a spus că trenul întârzie. Ana memberi tahu saya bahwa keretanya terlambat. Isi informasi yang disampaikan
Nu știu dacă farmacia este deschisă. Saya tidak tahu apakah apoteknya buka. Pertanyaan tidak langsung
Dacă plouă, stau acasă. Jika hujan, saya di rumah. Syarat untuk keputusan
Dacă termini devreme, putem lua cina împreună. Kalau kamu selesai lebih awal, kita bisa makan malam bersama. Rencana yang bergantung pada syarat
Deși e obosit, lucrează. Meskipun dia lelah, dia tetap bekerja. Keadaan tidak menghalangi tindakan
Deși locuim aproape, ne vedem rar. Walaupun kami tinggal berdekatan, kami jarang bertemu. Kenyataan berlawanan dengan dugaan
Am rămas acasă pentru că copilul era bolnav. Saya tidak keluar rumah karena anak saya sedang sakit. Sebab dalam cerita lampau
Nu pot vorbi acum pentru că sunt în autobuz. Saya tidak bisa berbicara sekarang karena sedang di bus. Alasan dalam situasi sehari-hari
Am venit ca să te ajut. Saya datang untuk membantumu. Tujuan kedatangan
Îți trimit adresa ca să găsești mai ușor clădirea. Saya mengirimkan alamatnya kepadamu agar kamu lebih mudah menemukan gedungnya. Pelaku tindakan berbeda pada kedua bagian
Închide fereastra înainte să pleci. Tutup jendelanya sebelum kamu berangkat. Urutan tindakan
Trebuie să vorbim înainte să vină ceilalți. Kita perlu berbicara sebelum yang lain datang. Bentuk kata kerja sesudah penghubung waktu
Verific programul înainte să cumpăr biletele. Saya memeriksa jadwal sebelum membeli tiketnya. Tindakan persiapan

Kesalahan umum

1. Menghilangkan că karena “bahwa” boleh dihilangkan dalam bahasa Indonesia

  • Keliru: Știu vine mâine.
  • Benar: Știu că vine mâine. — Saya tahu dia akan datang besok.
  • Penjelasan: Dua kata kerja tidak bisa begitu saja dirangkai dalam pola ini. Că menghubungkan pengetahuan dengan isinya, meskipun terjemahan Indonesianya tidak memakai “bahwa”.

2. Menyamakan că dengan dacă

  • Keliru untuk maksud “Saya tidak tahu apakah dia datang”: Nu știu că vine.
  • Benar: Nu știu dacă vine. — Saya tidak tahu apakah dia akan datang.
  • Penjelasan: Bentuk dengan că mengarah pada tidak mengetahui suatu informasi, bukan pada pertanyaan terbuka apakah kedatangannya akan terjadi. Kalimat itu bisa memiliki konteks lain; yang keliru adalah memakainya untuk maksud “apakah”.

3. Menggunakan pentru că untuk menyatakan tujuan

  • Keliru untuk maksud tujuan: Învăț română pentru că pot vorbi cu vecinii.
  • Benar: Învăț română ca să pot vorbi cu vecinii. — Saya belajar bahasa Rumania agar bisa berbicara dengan para tetangga.
  • Penjelasan: Pentru că membuat kemampuan berbicara menjadi alasan yang sudah ada: “karena saya bisa berbicara…”. Ca să menjadikan kemampuan itu hasil yang ingin dicapai.

4. Membiarkan bentuk indikatif setelah să

  • Keliru: Îl sun înainte să pleacă.
  • Benar: Îl sun înainte să plece. — Saya meneleponnya sebelum dia berangkat.
  • Penjelasan: Untuk “dia berangkat”, bentuk indikatifnya pleacă, tetapi bentuk dengan să ialah să plece. Hafalkan pasangan bentuk, terutama untuk “dia” dan “mereka”.

5. Memakai ca să setelah semua kata kerja keinginan

  • Keliru dalam pola netral: Vreau ca să plec.
  • Benar: Vreau să plec. — Saya ingin berangkat.
  • Penjelasan: Ca să dalam pelajaran ini menyatakan tujuan suatu tindakan. Setelah vreau, “saya ingin”, bentuk netralnya cukup să. Walaupun bentuk yang lebih panjang bisa terdengar dalam percakapan, jangan menjadikannya pola umum untuk tulisan baku.

6. Menambahkan nu setelah “sebelum” padahal tidak bermaksud negatif

  • Keliru untuk maksud “sebelum kamu berangkat”: Înainte să nu pleci, sună-mă.
  • Benar: Înainte să pleci, sună-mă. — Sebelum kamu berangkat, telepon saya.
  • Penjelasan: Nu berarti “tidak”. Jangan menambahkannya karena membayangkan tindakan itu “belum” terjadi. Înainte să sendiri sudah menyatakan hubungan sebelum.

Catatan penggunaan

Bentuk sehari-hari dan pilihan yang lebih formal

Semua enam penghubung inti dapat dipakai dalam percakapan maupun tulisan umum. E adalah bentuk pendek yang lazim untuk este, “adalah/berada”, sehingga Deși e obosit — “Meskipun dia lelah” — terasa wajar dalam percakapan. Dalam tulisan yang lebih resmi, este sering dipilih.

Selain pentru că, Anda akan menemui fiindcă dan deoarece, keduanya berarti “karena”. Deoarece sering terasa lebih formal atau menjelaskan alasan secara lebih tertata. Ini perbedaan kecenderungan, bukan larangan: pentru că tetap dapat dipakai dalam tulisan.

  • Nu particip deoarece sunt plecat din oraș. — Saya tidak ikut karena sedang berada di luar kota.

Untuk waktu, înainte să dan înainte de a sama-sama berguna. Bentuk kedua diikuti infinitif, yaitu bentuk dasar kata kerja, dan sering cocok untuk instruksi atau tulisan yang lebih ringkas ketika pelakunya sama.

  • Citesc instrucțiunile înainte să încep. — Saya membaca petunjuk sebelum mulai.
  • Citesc instrucțiunile înainte de a începe. — Saya membaca petunjuk sebelum mulai.

Jika yang mengikuti adalah kata benda, gunakan înainte de, bukan înainte să: înainte de ședință berarti “sebelum rapat”.

Penghubung tidak selalu diterjemahkan secara harfiah

Ca să bisa diterjemahkan “agar”, “supaya”, atau “untuk”, tergantung kalimat. Am venit ca să te ajut paling alami menjadi “Saya datang untuk membantumu”, bukan harus “Saya datang agar saya membantumu”. Yang perlu dipertahankan adalah hubungan tujuan, bukan jumlah kata.

Begitu juga kata “dia” pada terjemahan Știu că vine tidak menunjukkan laki-laki atau perempuan. Bentuk vine sendiri tidak membedakan keduanya. Identitas orangnya berasal dari percakapan atau kalimat sebelumnya.

Pendalaman lanjutan

Bagian ini memperluas aturan inti. Anda dapat kembali ke sini setelah lancar membedakan isi, sebab, dan tujuan.

Ca … să ketika pelaku perlu disebutkan

Dalam anak kalimat dengan să, subjek bisa disebut secara jelas untuk menghindari kebingungan. Bila subjek berada sebelum să, pola ca + subjek + să sering digunakan:

  • Am lăsat cheia la vecină ca Maria să poată intra. — Saya menitipkan kunci kepada tetangga agar Maria bisa masuk.

Di sini ca dan să dipisahkan oleh Maria. Pola ini bukan kesalahan atau penghubung baru yang tidak terkait. Tujuannya tetap sama, tetapi pelaku tindakan masuk disebutkan secara tegas. Bentuk poată adalah bentuk dengan să untuk “dia bisa”, dari poate.

Jangan menyimpulkan bahwa ca selalu berarti tujuan. Dalam Vreau ca Maria să vină — “Saya ingin Maria datang” — bagian dengan ca … să menyampaikan isi keinginan. Untuk membaca kalimat dengan tepat, perhatikan juga kata kerja utamanya.

Syarat yang tidak nyata atau hanya dibayangkan

Dacă tidak terbatas pada syarat nyata dengan bentuk sekarang. Untuk situasi yang dibayangkan, bahasa Rumania dapat menggunakan modus kondisional, yaitu bentuk kata kerja yang menyatakan sesuatu akan terjadi jika syarat tertentu terpenuhi.

  • Dacă aș avea mai mult timp, aș învăța română în fiecare zi. — Seandainya saya punya lebih banyak waktu, saya akan belajar bahasa Rumania setiap hari.
  • Dacă aș fi știut adresa, aș fi venit. — Seandainya saya tahu alamatnya waktu itu, saya pasti sudah datang.

Contoh pertama membayangkan keadaan sekarang. Contoh kedua membayangkan alternatif untuk masa lampau yang sudah lewat. Dalam pola ini bentuk kondisional dapat muncul di kedua bagian; jangan memindahkan kebiasaan dari bahasa lain yang melarang bentuk tertentu setelah kata “jika”.

Deși dan chiar dacă tidak sepenuhnya sama

Chiar dacă berarti “bahkan jika” atau “meskipun”, dan berguna ketika hambatannya masih dibayangkan. Bandingkan:

  • Deși plouă, mergem pe jos. — Meskipun sedang hujan, kita berjalan kaki.
  • Chiar dacă plouă mâine, mergem pe jos. — Bahkan kalau besok hujan, kita tetap berjalan kaki.

Dengan deși, hujan disajikan sebagai keadaan yang memang berlaku. Dengan chiar dacă dalam contoh kedua, hujan besok belum dipastikan. Namun, chiar dacă juga dapat merujuk keadaan nyata dalam konteks lain, jadi perbedaannya tidak boleh diperlakukan sebagai batas mutlak.

Tujuan negatif dengan să nu

Untuk menyatakan “agar tidak”, letakkan nu sesudah să:

  • Plec devreme ca să nu întârzii. — Saya berangkat lebih awal agar tidak terlambat.
  • Vorbim încet ca să nu trezim copilul. — Kami berbicara pelan agar tidak membangunkan anaknya.

Bandingkan dengan Plec devreme pentru că nu vreau să întârzii — “Saya berangkat lebih awal karena tidak ingin terlambat”. Kedua kalimat dapat menjelaskan keputusan yang sama, tetapi yang pertama langsung menyebut tujuan negatif, sedangkan yang kedua memberikan alasan berupa keinginan pembicara.

Menggabungkan lebih dari satu anak kalimat

Satu kalimat dapat memiliki beberapa hubungan sekaligus:

  • Știu că Ana va veni dacă termină lucrul devreme. — Saya tahu bahwa Ana akan datang jika pekerjaannya selesai lebih awal.

Că memperkenalkan isi pengetahuan; dacă membatasi kedatangan Ana dengan syarat. Bacalah dari kalimat utama, lalu tanyakan fungsi setiap bagian. Jika kalimat buatan sendiri mulai terlalu panjang, pecah dahulu menjadi dua kalimat. Kejelasan lebih penting daripada memakai banyak penghubung sekaligus.

Kiat berlatih

  1. Ubah satu kejadian menjadi tiga hubungan. Mulailah dari “Saya di rumah”, lalu tambahkan syarat, sebab, dan pertentangan: Stau acasă dacă plouă — “Saya di rumah jika hujan”; Stau acasă pentru că plouă — “Saya di rumah karena hujan”; Stau acasă, deși nu plouă — “Saya di rumah, meskipun tidak hujan”. Jelaskan perbedaan maksudnya dengan kata-kata sendiri.
  2. Latih pasangan bentuk, bukan să saja. Tulis kartu kecil dengan vine → să vină, pleacă → să plece, dan este → să fie. Gunakan bentuk itu dalam kalimat tujuan atau waktu yang berkaitan dengan kegiatan Anda. Misalnya, Îi dau cheia ca să poată intra — “Saya memberinya kunci agar dia bisa masuk”.
  3. Buat catatan harian singkat dengan satu alasan dan satu tujuan. Ceritakan keputusan nyata, lalu periksa apakah alasannya menjawab “mengapa” dan tujuannya menjawab “untuk apa”. Saat membaca atau menyimak percakapan, tandai juga apakah dacă bermakna “jika” atau “apakah”; kebiasaan ini membantu Anda memahami kalimat tanpa menerjemahkan kata demi kata.

Konsep terkait

  • Dasar yang perlu dikuasai: Urutan kata dasar — membantu mengenali pelaku, tindakan, dan batas antarbagiannya sebelum menghubungkan kalimat dengan syarat, alasan, atau tujuan.

Prasyarat

Urutan Kata Dasar dalam Bahasa RumaniaA1

Konsep B1 lainnya

Konsep ini dalam bahasa lain

Bandingkan di semua bahasa